Categorized | Uncategorized

THINK AND ACT

Sedikit pake judul boso londho gak papa. Simbah mengamati ada beberapa type manusia dilihat dari motivasi amal dan kelakuan mereka. Motivasi ini biasa disebut niat di dalam amal manusia.

1. Think locally and act locally
Ini model pekerja yang terlalu nggethu kerja, untuk mengejar setoran demi kebutuhan domestiknya. (Hayyah, bosone ra nguati) Maksudnya type orang yang bekerja –di mana saja dia bekerja- yang motivasi kerjanya hanya melulu demi keperluan pribadinya. Ataupun kalo gak mau disebut keperluan pribadi, ya keperluan pribadi dan kelompoknya. Padahal sebenarnya boleh jadi apa yang dia perbuat itu bisa bermanfaat demi keperluan manusia banyak. Tapi target kerjanya hanya melulu demi sesuap nasi, demi mulut sang isteri (agar tetep bisa makan dan tidak nyerocos), agar bisa bayar SPP anaknya dlsb.

Ini model tukang bangunan yang saat membangun suatu gedung dia ditanya, “Lagi ngapain loh?” Dia jawab dengan enteng, “Gue sedang menumpuk bata, kagak liat emang mata lo?” Padahal dia sedang membangun suatu gedung pencakar langit

2. Think locally and act Globally

Ini model orang yang suka biayakan ke sana kemari, kembola-kembali ngrambah negara manca, deal sana-deal sini, bahkan kalo perlu sampe angkasa luar dikangkanginya. Namun tetap saja niat dan motivasinya demi kocek, demi anak-isteri atau demi keluarga. Tidak lebih. Pecicilannya sampai kesana-kemari itu underannya melulu demi kemanfaatan segelintir orang saja.

Orang ini mungkin negosiator ulung, biasanya diberi kesempatan menjelajah dunia. Tapi ya itu… tetep motivator utamanya cuma demi kepentingan diri dan klannya saja. Koruptor dan kolutor memiliki sifat ini.

3. Think Globally and Act locally
Nah ini paporit simbah. Model manusia ini adalah orang mau peduli terhadap kepentingan manusia banyak. Meskipun yang dilakukannya terbatas di ruang lingkup tertentu, namun efek dari tindakannya memberikan efek global.

Ini model tukang bangunan yang saat menata batu bata di suatu sudut proyek bangunan ditanya, “Lagi ngapain loh?” Dia jawab dengan mantab, “Gue lagi mendirikan gedung pencakar langit, emang merem mata lo, sampe kagak liat gue mbangun ini gedung?”

Perlu diketahui, Rasulullah Muhammad saw merupakan profil yang tepat untuk manusia golongan ketiga ini. Berpikir untuk seluruh alam, namun dengan aksi lokal yang menjadi prototype kerja besar seluruh dunia.

4. Think Globally and Act Globally.
Ini jenis manusia langka. Mungkin anda berpikir ini lebih tepat buat propil seorang sekjen PBB. Halah, belum tentu. Sekjen PBB itu bisa masuk kategori kedua. Biayakannya ke sono-kemarinya hanya demi urusan duit, atau agak luas lagi demi mengharumkan nama bangsanya, atau agak lebih luas lagi demi negara-negara yang mensponsorinya.

Atau anda berpikir ini lebih tepat buat propil seorang Miss Universe dengan segala misinya. Hayyah… lebih gak ngambah lemah lagi. Wong ini orang wira-wiri berdiri dengan segudang sponsor di belakangnya kok. Keliatannya nyantuni korban bencana, nengok anak-anak yatim, kunjungan ke Panti Jompo, tapi ya intinya gimana produk yang mensponsorinya bisa laku dan laris, mengangkat image produk sambil sedikit pamer body semlohai kesana-kemari, siapa tahu ada duda milyarder sempat nglirik dan besoknya nglamar….. (Simbah embel-embeli: “yah, gak semuanya begitu sih”)

Klasifikasi ini boleh jadi dianggap mbambung saja. Agak mentereng karena pake boso londho gak ketang sak ndulit. Meskipun begitu, coba dipikir, sampeyan masuk kategori yang manah

powered by performancing firefox

Share and Enjoy:
  • Lintas Berita
  • Digg
  • del.icio.us
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • BlinkList
  • LinkedIn
  • Live
  • Ma.gnolia
  • Pownce
  • TwitThis
  • YahooMyWeb
  • Print this article!
  • E-mail this story to a friend!

Pingin Tau setiap simbah posting baru?
Kenapa tidak Langganan RSS simbah aja,
atau lewat email kawat di form ini
di jamin cespleng



6 Comments


  1. AKu yo iso mbah dadi sing nomer 3… Tulungi aku mbah yoo….


  2. biasanya seneng nomer 1, sekarang pilih nomor 3 :D


  3. Posisiku skr masih nomor 1 mbah, untuk berubah ke nomor 3 sebenarnya tinggal merubah pola pikir ya mbah. Tapi kok ya tuntutan perut ki lumayan merepotkan. Mohon pencerahan mbah ada solusi “CERDAS” nggak untuk masuk ke nomor 3 tapi Kantong ora keteteran :)


  4. sebenarnya pola pikir ini tak terkait urusan kantong cak. Karena dengan apa yang sampeyan kerjaken saat ini, bisa saja masup ke golongan 3. Tanpa harus menambah isi kantong. Golongan 1 di atas itu belum tentu didorong oleh kebutuhan domestik yang mepet-mepet. Tapi lebih karena tidak mampu melihat tujuan hidup ini secara lebih luas.

    Mangkanya simbah kasih contoh si tukang bangunan itu. Ha wong jelas2 mbangun gedung pencakar langit kok dibilang menata bata. Visinya saja yang terlalu sempit. Sekecil apapun peran dia dalam pembangunan gedung pencakar langit itu, namun tetap dia turut andil terhadap berdirinya gedung itu.


  5. pokoke aku njaluk
    enthing2 ae mbah…

  6. Tyo Reply to this comment

    Wah ndak ngerti masuk mana.
    Kalo Think Locally also Think Globally and Act Locally also Act Globally gimana Mbah? Lebih asik :)

Leave A Reply

Smileys:
:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



Sak Emploan

  • Ajax CommentLuv Enabled df82993325f26cd5ad448807e4ae1780
  • Add to Technorati Favorites
  • Add to Google
  • Subscribe in NewsGator Online
  • Subscribe in Bloglines
  • Powered by FeedBurner