SOK ARAB
Beberapa hari ini simbah panen undangan pernikahan. Ada yang kenal, ada juga yang gak kenal, tapi ngundang juga. Maklumlah, pasien simbah bejibun, jadi gak apal satu-satu.

Dari sekian undangan kawinan yang simbah hadiri, simbah selalu mendengarkan pidato dan doa yang hampir sama. Yakni doa : Semoga mempelai berdua dikaruniai Keluarga yang sakinah, mawadah dan wa rahmah. Tadinya simbah gak begitu peduli doa dengan bahasa kaco ini.Tapi akhirnya gatel juga mau ngomentari doa ini. Biar gak kaco terus.
Sebenarnya bahasa arab yang dipakai cuma sedikit, tapi kok tetep salah. Yakni kata sakinah, mawadah, wa, rahmah. Yang bikin ngganjel itu adalah persangkaan orang bahwa wa dan rahmah itu satu kata. Padahal itu dua kata. Wa artinya dan, rahmah artinya kasih sayang. Sakinah artinya tenang. Mawadah artinya tenteram.
Jadi yang betul : semoga mempelai berdua dikaruniai keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah. Gak perlu pakai kata dan lagi. Kalo pakai kata dan harusnya begini : Semoga mempelai dikaruniai keluarga yang sakinah, mawadah dan rahmah. Yah namanya juga ikut-ikutan, yang penting mambu arab. Ini akibat sitem belajar CBSA diterapkan. (CBSA = Cetho, Banter, Salah, Adoh, alias Jelas, kenceng, tapi salah dan muke lo jaooohh…)
Kesalahan model ini juga menimpa dalam hal pemberian nama. Maunya sih mau kasih nama islami yang aroma arabnya dominan. Tapi karena gak tahu artinya malah jadi wagu lan saru.
Lha gimana gak saru, mosok ada anak dinamai Suparji.. Parji itu kan bahasa arab yang artinya dalan bayi alias you know what I mean. Simbah pernah menerima lelayu, yang meninggal namanya ibu Sakiyun. Lhadalah saqiyun itu artinya sial. Ha orang kok dinamai sial… Sakiyun ini lawan kata Sa’idun (Sa’id) yang artinya beruntung.
Namanya juga cuma ikut-ikutan. Yang penting mentereng pakai nama menggunakan bahasa arab. Tapi ada juga yang berusaha pakai bahasa dhewek, tapi mleset juga. Mungkin kita gak begitu asing dengan nama Riswanda Himawan.. simbah gak paham artinya. Cuma di belahan mblusuk tlatah Jatiyoso kluthuk sana, ada seorang bapak yang ingin menamai anaknya dengan nama ini. Tapi karena gak ingin njiplak maka dibikin sedikit beda. Jadilah nama modifikasi : Rewanda Himawan. Blaik tenan… Rewanda ki lak Munyuk….

















Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah... Pingin luwih detail? 








wah bener skalee itu mbah…blom tau dia kalo diarab ada crita saru juga…alias gak setiap yang berbau arab samadengan rahmatan lil alamin
bung… ternyata komenmu dianggep spam sama WP.. mangkanyah ini simbah tuturi si WP, biar kalo bung o’on komen lagi gak ditilang…
..btw, kok disangka spam itu gimana tho bung? 
Tul mbah, orang endonesia banyak yang kasih nama yang berbau2 luar negri (arab kan juga luar negri to?) biar mentereng kali ya?
lah, orang sono ada yang kasih nama berbau2 endonesia gak?
Mbah dipo… lagi niliki sing anyar kih
tibake wis dadi….
semoga menjadi blog yang sakinah, mawadah wa rahmah
….mbah doctor, tjoeba kowe galie lebi djao so’al fardjie itoe poen…
he he he, apakah benar bahwa memberikan nama yang baik dengan bahasa arab itu sunnah ? Bahkan ada yng mengatakan bahwa mayoritas nama di dunia ini terdapat kata - kata Muhammad .. piye ki mbah ?
Karena BAYI ingin di Mengerti…. ya opo mbah yo?
nama gak harus arab cak andi. yang bener itu, bayi saat di dalam kandungan membentuk susunan huruf arab yang berbunyi Muhammad. Yakni MIM (kepala bayi), HA (kedua tangan bayi yang nekuk), MIM (perut bayi), DAL (kedua kaki nekuk). Kalau gak percaya bukalah buku anatomi bayi dalam kandungan…
sugeng mbah?, numpang liat2 rumah baru, wah kok ga pake selametan ya, nanti yang ‘nunggu’ rumah ngambek lho
salam untuk rewanda dari rwanda.
Haha… betul betul.
Ada tetangga saya menamaka putrinya Tasa (bukan Tasya). Seingat saya, Tasa itu artinya ular. Dudul deh.
Untung nama itu belum sempat didaftarkan sebagai akte. Masih bisa diperbaiki ejaannya.
lha kancaku byen jenenge dzolim mbah, diubah karo guru agamaku dadi salim..mbah mbah neng arab yo ono abu jahal, abu lahab lsp,
kata temenku ada juga management kalbun….eh salah manegemnt qolbu denk
Lha…ada teman menamai anaknya Lingga … kok nekat banget ya?!
wah apik iki… banyak juga yang suka salah dengan kata “Ana dan Antum”. Ana-nya dah betul, tapi penggunaan Antum sering salah. seharusnya Antum (kamu) untuk jamak, Anta yang biasanya berubah jadi Ente untuk 1 orang laki-laki dan Anti untuk 1 orang perempuan. varian lainnya masih banyak. ada yang mau nambahi?
haitu kantjane mbahe poenja nam asebagih “yoni” sewelas doewa welas artinjah dengen “fardjie’ poen….
perlu belajar lagi nih menyerap kata dari bahasa asing apalagi bahasa arab…
kasi nama arob biar disangka anunya gede, duooong.
hehe, tetangga saya ada yang namanya kapir. nah loh.
“orang sana” banyak pake nama tiger, asad, bagir, rhino untuk nama panggilan, “orang sini” ada gak ya yang namanya macan, sapi, badak.
btw salam kenal pak
DIPO artinipun nopo Mbah?
bisa saja maksud ortu ngasih nama baik, tapi diplesetkan jadinya bermakna jelek.
misalnya : Darwis
plesetannya : modar yo wis………..
Hirlan Darwis = Lahir neng ndalan modar yo wis
SENKLIW PATLASINOV = lair dino SENEN KLIWON, tanggal PAT BELAS, sasi NOVEMBER
wah ternyata simbah juga salah, yang terkenal itu Riswandha Imawan bukan Riswanda Himawan. Beliau guru saya yang meninggal agustus tahun lalu.
Kira-kira Mbah Dipo itu artinya apa ya mbah… Apa mungkin karena rumahnya dekat sama Dipo kereta api ya?? eh kalau itu Depo ya, bukan Dipo… ngapunten mbah
langsung kabuuuuurrrrrrrrrrrr……..