Langganan RSS Simbah

RSS FeedJika tulisan simbah ini bermanfaat monggo langganan RSS atau lewat e-mail Simbah arep kirim otomatis setiap simbah ada tulisan baru.


Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah…

27 responses to “Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian ketiga)”

  1. Djigoer

    perdana ;)

  2. Joko

    kalo macam² gurah itu gimana mbah??

  3. Aryo Sanjaya

    Sangat bermanfaat Mbah, karena hal seperti ini melekatnya erat di masyarakat. Jauh sebelum medis datang, herbal sudah bertandang *maksa biar berima*

    Yang saya tangkap dari artikel Mbah, herbal juga sama hebatnya dengan kimia sintetis, whichever cocok dengan kondisi pasien saat itu. Hanya sayang buzzword ‘herbal’ sering dijadikan label pemasaran dengan dibarengi penanaman pemahaman yang salah.

    Self-control masyarakat memang kurang. Kadang wes ada yang mau ‘modern’ dengan berobat secara medis pada umumnya, namun desakan dari paman/pakde/mbah/mertua untuk menggunakan obat herbal yang entah beneran herbal atau tidak, atau beneran herbal tapi entah obat apa bukan, jauh lebih kuat dibandingkan inisiatif tadi. Akhirnya ngalah aja, back to nature.

    Saya juga pro herbal, tapi gak sampe mania. Kadang risih juga melihat 1 obat herbal yang bisa menyembuhkan sederetan penyakit-penyakit top ten.

    Dengan ulasan seperti artikel ini, selain mengajak kita untuk back to nature, juga untuk mengajak untuk go mature. *berima lagi*

    Disclaimer:
    Komentar ini tidak bersambung

  4. KoNgono

    Semakin lama,semakin penasaran…

  5. ondra

    mbah ! yg ke empat nanti ngulas salah kaparah terapi “jin” nggiih

  6. embuh

    tulisan berantainya mohon dilanjutkan mbah.. lebih cepat lebih baik.. :)>-:d

  7. embuh

    mbahh.. komenku kok mlebu moderasi terus..?

  8. Jauhari

    Tambah Mumet tambah Herbal Tambah Cepet Tambah Buyar

  9. tonick

    terapi uyuh gimana mbah…terus terapi banyu towo?

  10. farikhsaba

    mbah, mbok mbahas tentang imunisasi dan vaksin… biar jelas.. apa dari babi atau dari apa…

  11. Stop Dreaming Start Action

    Kayaknya perlu diterbitken UU mengenai Malpraktek Pengobatan Alternatip. Kasihan Korps Dokter (tentu dokter yang baik, karena seperti di bidang lain, ada juga dokter yang mungkin tidak memegang kode etik kedokteran) sering kali sudah bekerja sesuai SOP tapi krn ndelalah memang kondisi pasien yang sudah sangat parah tidak tertolong, di cap malpraktek.

    Seperti biasa Mbah, menunggu artiel gayeng lainnya :)

    *ISDI* mode on
    Notes : ISDI = Ikatan Suami Dokter Indonesia :d

  12. Salim A. Fillah

    Mbah, aku yo mlebu moderasi terus je..
    Nek lafazh “Innal habbatas saudaa’ syifaa-un likulli daa’” itu pemahaman yang benernya bagaimana Mbah? Pernah baca paparannya Kanjeng Syaikh Yusuf Al Qaradlawi kalau nggak salah beliau bilang kaum muslimin harus punya semangat tinggi untuk sehat dan mengupayakan penyembuhan. Begitu saja. Pripun Mbah?

  13. syafei

    untuk herbal jenis lain udah pada paham mbah…. tapi kadang dari dokter jga kasi saran tambahan buat konsumsi herbal.. yang sering dipasarin model MLM… piye mbah…:-?

  14. ArekJowo

    Herbal vs Non Herbal bin Obat Dokter, Tradisional vs Modern, Tusuk Jarum vs Tusuk Injeksi, Jamu Gendong (Tak Gendong Kemana-Mana …. Mbah Surip) vs Obat Resep etc etc
    :)
    Bagaimana kalau saling melengkapi, Jamu Palsu banyak, tapi yang tidak palsu dan baik lebih banyak lagi. Dokter mal praktek juga tidak sedikit Dokter yang luar biasa ahli juga banyak …..
    Rakyat sebelum ada dokter dan obat2an modern pakainya ya apalagi kalau bukan jamu ne mas jamu neee ….. ;)
    Tapi begitulah dunia bisnis …..
    Persaingan selalu ada, semoga bisa bersaing sehat …. kan begitu mbah ……

    Mbah Dipo : Kalo sampeyan baca dengan lengkap, justru di tulisan ini simbah menawarkan konsep saling melengkapi, bukan saling meniadakan. Sedangkan urusan bisnis, biar dibahas sama ahlinya. Monggo disimak lagi dari seri pertama sampai ketiga. Jangan sepotong2 lah mbacanya.

  15. bagus Tarakan

    mbah… postingane kok kayak emosi ya? mbah sekarang memang produk kesehatan alami sedang berkembang. akan ada salah satu suplier produk kesehatan akan membangun tower alias kantor gedung tinggi 26 lantai pada 2010, kok kaya tenan ya mbah suplier iku…

  16. Nur Hardiyanto

    Di bidang dunia herbal (berkaitan dengan efek samping), ada satu teori yang namanya SEES = Side Effect Elliminating Substances, teori itu berbunyi sebagai berikut : suatu tanaman yang mengandung berbagai macam zat aktif (dan memiliki khasiat positif dan negatif), apabila dikonsumsi secara berbarengan (misalnya seluruh daun), maka akan membuahkan khasiat yang saling menetralkan.
    Jadi misalnya air tebu (yang produknya berupa gula, tidak baik untuk penderita DM) apabila si penderita ingin minum manis, boleh minum air tebu (tapi jangan gula, yg notabene dari tebu) karena di dalam air tebu terkandung senyawa Saccharant yang bersifat menurunkan gula darah.
    Demikian juga misalnya daun teh mengandung kafeina (stimulansia, menaikkan tensi) sekaligus mengandung pula katekina (penurun tensi), shg minum teh tidak berakibat tensi naik…beda dg minum kopi yg hanya mengandung kafeina saja.
    Teori ini tidak bisa berlaku di obat sintetik, karena obat sintetis selalu diperlakukan sebagai obat murni.
    Kesimpulannya : Obat herbal efek sampingnya bisa diperkecil krn efek saling menetralkan itu, sedang obat sintetik tidak ada fenomena “saling menetralkan” itu, sehingga efek sampingnya lebih besar.

  17. Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian pertama) | Pitutur 3.0

    [...] Seri Terapi Herbal Salah Kaprah Terapi Herbal Bagian Dua Salah Kaprah Terapi Herbal Bagian Ketiga [...]

  18. CIPADU HOLISTIC CENTRE

    Ga sido komentar lahh, sajake sudah lengkap komentar2 nya. Kulo Rek gambar kucing ” NDEREK WONTEN WINGKING” Mawon……………

  19. Aneka masakan Indonesia

    infonya sangat membantu saya agar lebih hati hati dalam berobat. Tank

  20. aldozee

    selamat yg dapat prediksi dari kami cuman pulsa>100 di>085278108310

  21. ratih

    mangstabzz mbah..
    Lagi deg deg dhierr amargi si mbok tak kunjung membaik, buka2x dokter google, berharap ada alternate..

    Eh nemu yg herbal2x, jdny obat dokter tak tambahi temulawak+kunyit, moga2x ga kontra dan malah berefek buruk : )

    Tulisan si mbah ini menghibur dan berilmu ya ^ ^ lanjutkan

  22. Raden Mas Gatot

    Mantep mbah artikelnya…. izin nyimak..

  23. umarfaisol

    Yen aku percaya karo herbal made in pak mbok. Isine jelas, kunir, asem, suruh ditambah madu.

Leave a Reply