Rejeki Berkah, Mau???
Siapapun tentu mengharapkan keberkahan dalam rejekinya. Termasup juga simbah. Hampir tiap hari simbah meminta pada Sang Maha Pemberi Rejeki agar diberi 3 hal dalam rejeki, yakni halal, baik dan berkah. Tapi mungkin sampeyan gak pernah terpikir bahwa yang namanya rejeki berkah itu ternyata belum tentu semua orang mampu menerimanya. Simbah adalah salah satu orang yang berusaha belajar akan hal ini. Terutama dari apa yang simbah alami sendiri. Begini ceritanya…
Tentunya sampeyan semua sudah tahu, bahwa simbah pada postingan yang terdahulu memulai bisnis permen dengan modal awal 30 juta ripis. Untuk memenuhi kebutuhan modal itu, simbah merelakan menjual mobil simbah yang baru simbah beli belum sampai 6 bulan. Mobil itu simbah beli dari ngumpul-ngumpulin duit plus pinjeman dari sanak saudara. Mobil tersebut adalah mobil kebanggaan, karena sepanjang sejarah keluarga, belum ada satupun ahli keluarga simbah yang mampu beli mobil. Maka tak mengherankan, walau sudah punya mobil, simbah belum bisa nyetir. Sekali pegang setir, cat samping mobil simbah langsung baret-baret nyrempet pager depan klinik. Ditambah lagi, untuk pergi ngantor simbah gak perlu mobil, karena simbah makan, minum, tidur dan kerja ya cukup distu-situ juga.
Dengan kondisi demikian mobil banyak ndongkroknya. Maka di saat butuh modal,opsi yang langsung terpikir adalah jual mobil. Opsi ini ditentang orang tua. Tapi simbah nekat, mengingat nilai bisnis yang dijanjikan juga besar.
Setelah mobil dijual, bisnis mulai berjalan. Simbah waktu itu hanya sebagai pemodal, yang menyerahkan bisnis dan urusannya sepenuhnya pada kenalan baru simbah. Tiga bulan pertama keuntungan dibagi, cukup lumayan. Berikutnya agak lumayan. Tapi menjelang yang ketiga, mulailah seret. Kenalan simbah yang ngurusi bisnis ini mulai berkilah macem-macem. Ujung-ujungnya kenalan simbah ini nggeblas bablas angine, lari tak tentu rimbanya. Modal pokok belum balik, keuntungan sama sekali gak nutup. Belakangan baru diketahui bahwa kenalan simbah ini juga melarikan duit orang lain puluhan juta.Tidak hanya satu orang, bahkan sampai lima orang lebih, yang jika ditotal nilainya bisa ratusan juta.
Di kondisi seperti itu, beberapa pihak menyesalkan tindakan simbah yang menjual mobil kebanggaan keluarga. Kondisi saat itu adalah yang terberat buat simbah. Namun waktu itu simbah masih tetep bisa husnudhan dan baik sangka dengan ketetapan Allah yang demikian itu. Dan berharap suatu ketika ada pelajaran di balik semua carut marut yang sedang terjadi.
Maka dengan sisa semangat yang masih ada, simbah rintis usaha baru yang menggabungkan permen dengan mainan. Simbah mulai dari tiga sales. Ternyata sales yang satu merupakan penjahat kelamin kelas gedibal pitulikur. Akhirnya tinggal 2 sales yang beroperasi. Lalu masuklah sales lain menjadi pengganti. Ha kok ternyata setelah masuk satu sales baru, salah satu sales lama simbah juga nggedibal pitulikur kelakuannya. Ngrampoki dagangan simbah sampai hampir kukut. Walhasil tinggal 2 sales lagi yang beroperasi.
Dalam kondisi demikian, simbah juga merintis cabang di Solo yang dikelola oleh adik simbah. Sang adik simbah suruh belajar ke Jakarta. Setelah paham dan melihat cara kerja bisnis ini di Jakarta, simbah suruh adik simbah pulang ke Solo dengan sekalian titip uang sekian juta. Lha ndilalah… di perjalanan pulang si adik simbah dirampok orang duitnya. HP plus duit sekian juta ludes. Dada simbah saat itu lumayan nyeseg. Di saat seperti itu, simbah tetep memohon pada Allah agar diberi rejeki yang halal, baik dan berkah. Walaupun simbah belum menjumpai dimana berkahnya jika melihat peristiwa pahit yang menimpa simbah bertubi-tubi itu.
Dua tahun berselang. Mobil ndongkrok simbah yang kesehariannya hanya simbah kendarai buat ngeluarin dan masukin lagi ke emper itu, telah berujud menjadi bisnis yang hasilnya dimakan oleh lebih dari sepuluh keluarga, baik suami, isteri maupun anak-anaknya. Sales di jakarta ini ada 4 orang. Semuanya berkeluarga. Ditambah dengan pembungkus dan rekan kerja simbah, semuanya makan dari bisnis simbah ini.
Di Solo, ada 3 sales yang semuanya bisa mendapat rejeki rutin dari usaha rintisan adik simbah disana. Sekaligus bisa menambah pemasukan buat orang tua, disamping uang pensiunan yang tak seberapa besar. Di Solo adik simbah juga menerima uang modal bulik yang diPHK untuk membesarkan bisnis, sekaligus mempekerjakan bulik biar tak nganggur dan mendapat penghasilan tambahan rutin.
Dalam tulisan yang lalu, simbah pernah menerangkan bahwa ciri keberkahan rejeki adalah rejeki tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang, dipakai tidak berkurang dan bahkan bertambah manakala dipakai. Rupa-rupanya peristiwa sial wal naas bin mengenaskan yang menimpa simbah bertubi-tubi itu adalah dalam rangka “MEMBERKAHKAN” rejeki simbah, yang tadinya berupa mobil kebanggaan yang hanya mampu disawang-sawang, diumuki, diusap-usap dan hanya memuaskan kesenangan napsu satu keluarga, menjadi satu rejeki yang bisa manpangati puluhan keluarga, mencukupi hajat hidup orang banyak, yang turut didoakan keberadaanya oleh banyak bibir yang turut memakan nikmatnya rejeki yang sampai pada mereka.
Nah sekarang kita bahas pertanyaan di atas. Mungkin sampeyan sering minta diberi rejeki yang berkah. Padahal, mungkin saat ini di rumah sampeyan banyak rejeki yang tidak berkah pating tlecek yang manpangatnya hanya buat memuaskan dapurane satu atau beberapa gelintir orang saja. Jika sampeyan konsekwen dengan isi doa sampeyan, maka bersiaplah untuk dioprek dan diobok-obok rejeki sampeyan oleh Kekuatan Tangan Yang Maha Berkah, yang barangkali diawali dengan hal-hal pahit untuk menguji kesungguhan doa dan permintaan sampeyan bahwa sampeyan bener-bener minta rejeki yang berkah.
Mungkin keberkahan rejeki sampeyan harus diawali dengan ilangnya mobil kinclong kesayangan sampeyan yang hanya berjok dua, hanya bisa dikendarai 2 orang, dan selalu ketangkep pulisi di jalur three in one. Atau diawali dengan ilangnya cocakrowo sampeyan yang siulannya bernilai jutaan ripis yang kemerduannya hanya bisa didengar oleh telinga kiri sampeyan, karena yang kanan sudah setengah budeg. Atau diawali dengan matinya ikan arwana sampeyan yang sampeyan yakini menjadi sumber rejeki. Yang jelas keberkahan rejeki yang sampeyan minta akan diawali dengan mengeliminasi rejeki yang tak berkah yang mungkin malah paling anda sayangi, dan dengan Tangan Yang Maha Berkah diberkahilah rejeki itu agar manpangat buat banyak orang. Mau?


















Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah... Pingin luwih detail? 








Subhanallah, mkasih mbah.
numero uno..
/
mbah dah setahun, modal saya juga dibawa lari orang.. tp ampe hari ini blum terlihat keberkahannya.. tp emang saya blum mengiklaskannya sih.. hehehehe.. alias masih dendam ama orangnya..
Mau
tapi apa harus selalu menemui hal seperti ini mbah?
InsyaAlloh akan selalu saya ingat nasihat simbah ini
alhamdulillah…menyulut lagi semangat ngurusi permen&mainan yg hampir redup…hehe…makasih mbah…
mantabh postinganya mbah.maaf lahir bathin ya mbah,biar telat ga papa.sing penting ngalap berkah…….
ya iya lah mau ama rejeki yang di berkahi ALLAH , masa ya nggak mau dong…….!
jadi dalam segala hal apa lagi dalam dunia bisnis , bahasa keren nya DONT GIVE UP…gitu kan mbah….!
buat djigour…tidak gampang memang meng ‘IKLHAS’ kan modal yang di bawa lari , saya percaya si mbah juga ngedumel .
tapi kalo memang nggak ada harapan untuk kembali , ya wis iklhas kan saja atuh…dari pada puyeng , mbah juga gitu !
tuh liat….si mbah bentar lagi jadi konglomerat .
ya ya ya…
tp kyknya saya blm siap kl dioprek2 mbah…
memberkahkan rejeki ilmu dan pikiran jernih kayak simbah ini jan mantabh.. dan tak beresiko dibawa lari gedibal suwidak rolas..
eh pitulikur..
hehehe.. coba iki
Translate ke INGGRIS
Mantap Tenan nek iki mbak… salut
Subhanallah, alhamdulillah, makasih mbah,,,,,saya lagi berniat bisnis ada postingan ini, bisa buat masukan
Klo yang ini sepertinya saya sudah diubek2x ini mbah, dan memang saya berdoa supaya diber rejeki yang banyak, halal, dan barokah. Dan sekarang sudah terasa hasilnya mbah. Kondisi keuangan diobok - obok seperti yang mbah bilang. Semoga tidak lama dan segera habis yang gak barokahnya tinggal yang barokah masuk kedalam keluarga yo mbah.
mantabss…. matur nuwun mbah.. postingan mbah ini ngingetin saya tentang peristiwa yang saya alami. tapi insyaAllah sekarang hidup saya malah lebih tentrem. ini karena saya selalu mencoba mensyukuri apa yang telah diberikan gusti Allah kepada keluarga kami. rasa syukur saya bertambah setelah membaca postingan mbah ini. matur nuwun mbah.. minal aidzin wal faidzin…
nggih mbah…
kyai slamet’s last blog post..Rejeki Berkah, Mau???
ya mbok dari dulu…..
moenthy’s last blog post..Rejeki Berkah, Mau???
wah.. pitutur makin seger aja mbah.. pilihan hurufnya makin mempertegas karakter yg punya.., karakter entrepreneur sejati..
juga pilihan warnanya… ini warna hoki lho mbah…
selamat yah…
dyt’s last blog post..Rejeki Berkah, Mau???
perjalanan hidup adalah perjalanan rohani juga ya mbah….
ibach77’s last blog post..Rejeki Berkah, Mau???
@ibach77:
Pengalaman Pribadi to mas?
wah..wajah baru nih pitutur, pake ilustrasi poto juga. Mantap mbah… Ditunggu terus posting barunya, maturnuwun
bu Ahmad’s last blog post..Rejeki Berkah, Mau???
kadang kalo diitung2 penghasilanku koq ga cukup … tapi koq diakhir bulan selalu aja ada sisa mbah, kadang saya koq sering terngiang di batin saya ngeliat yang udah2 “apa yang saya dapatkan dari memberi manfaat dari rejeki kita ke orang lain selalu lebih besar” … apakah rejeki saya sudah tergolong berkah mbah …
py mbah
/

urep ben ayem piye mbah