PREAMBULE

BBM naik… bukan berita tapi sering diberitakan. BBM turun harga… berita, tapi imposibel dimuat, ha wong gak ada realitanya. Akibat BBM naik, semua biaya naik. Sampe biaya MERTOMBO alias berobat ke dokter pun jadi mak clorot … naik drastis.

Sekedar konsultasi ke dokter spesialis, cuma ngobrol hewes-hewes… sinambi ngguya-ngguyu dan pringas-pringis, diberi tulisan urek-urek, mbayar Rp 75.000,-. Apalagi kalo sampai harus ndadak diperiksa jeroannya, misal : diobok-obok brutunya (rectal toucher), atau diingak-inguk usus dan blodotnya make USG….wah rekening bisa senilai rekening PAM setahun. Dokternya sih ramah, yang galak tagihannya.

Apalagi dokter sekarang susah akses ilmunya. Coba pas mertombo nanya agak banyak, lak langsung didamprat… “Dokternya kamu atau saya..??!!” Meskipun ada juga yang terbuka menerima pertanyaan, tapi tetep menutup pintu jawaban. Memang agak susah juga sih njawab pertanyaan orang awam dengan bahasa Kedokteran. Harus mencari padanan kata yang pas. Misalnya, menerangkan kata TUMOR. Ya yang paling terkenal pake istilah “Daging Tumbuh”. Padahal semua daging dalam tubuh kita itu kan tumbuh. Kalo nggak, gedenya gak akan proporsional seperti sekarang. Apalagi yang gak tumbuh punyanya laki-laki yang di selangkangan itu. Wah…. mak Erot pun kelimpungan…. “Iki manuk opo cacing ya?” pikirnya.

Untuk itu, blog yang sedikit rada jeblog ini mencoba membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar masalah mertombo ini. Kalo ada penyakit gatal-gatal, jangan malu untuk menggaruk sekalian sambil nanya ke Mbah Dokter. Kalo perut mules, jangan malu untuk ngenthut, tapi jangan di area publik, dan tentunya bisa sambil bertanya sama Mbah, mengapa kok brat-brut terus tak terkendali. Kalo punya masalah Medis jangan sungkan untuk mengajukan pertanyaan. Mbah Dokter akan menjawab dengan sekenanya disertai referensi yang dimiliki. Mudah-mudahn bisa mbantu kesembuhan. Kalo gak sembuh juga mbah pasrah sama Yang Ngecat Terong.

Ke mana pertanyaan diajukan? Bisa ke imel Mbah Dokter : insanif@yahoo.com, atau ke perawat Mbah di : abunafar@hotmail.com. Atau posting di blog ini kalo Mbah Dokter mbikin artikel berkala. Mudah-mudahan senantiasa bagas waras dan ngimannya kuat. Amiin..

Regards
Mbah Dr. Dipo

Pengasuh “Klinik Mertombo”
Berdiri Sejak usia 12 bulan (disertai duduk dan berbaring)

Popularity: 6%

The Best Query for the Content


Langganan RSS Simbah

RSS FeedJika tulisan simbah ini bermanfaat monggo langganan RSS atau lewat e-mail Simbah arep kirim otomatis setiap simbah ada tulisan baru.


Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah…

5 responses to “PREAMBULE”

  1. Andy

    Paklik Mantri…
    Hanya buleh bertanya soal kesehatan to…. ? Kalo tanya yang lain buleh ndak ?

  2. Jauhari

    When you say nothing at all :)

    Mugo mugo nek aku batuk pilek dan keluarganya bisa menemukan jawabnya di web ini, dan alangkah baiknya jika resepnya buka BULATAN-BULATAN KIMIA yang bikin saya KERACUNAN secara tidak langsung.

    GO!!!!!

  3. Andi Eko

    Preambulenya MAUT :)
    Mbah terima konsultasi apa aja yah .. selain medis juga ya :) supiritual :) misale …

    Soale skr kan banyak yang pada stress dengan kondisi Negara yang makin maju keterpurukannya :)

    Sukses deh Mbah

  4. Mbah Dr. Dipo

    Yang namanya Penyakit itu ya ada penyakit dhohir dan penyakit bathin. Maka semuanya tetep perlu MERTOMBO. Jadi silakan saja nanya penyakit lahir bathin. Meskipun Simbah lulusan dokter dhohir, tapi setidaknya penyakit bathin bisa nambani. Katanya Tombo Ati Ono Limo. Gimana atinya gak sembuh…wong diberi Limo (Limousine maksudnya..hehe..hehe).

    Jadi simbah usahakan bisa memberi referensi obat penyakit hati (tapi bukan liver lho).

    Warm Regards

    Mbah Dr. Dipo

  5. ripai

    sip mbah, salut..
    semoga tetep apdet terus mbah,
    ben utekku seng mampetan iki dadi rodo lancaran sithik
    thengkyuh mbah

Leave a Reply