Langganan RSS Simbah

RSS FeedJika tulisan simbah ini bermanfaat monggo langganan RSS atau lewat e-mail Simbah arep kirim otomatis setiap simbah ada tulisan baru.


Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah…

23 responses to “Plu Celeng”

  1. Djigoer

    asyyiikkk… petromax!!!

  2. embuh

    kasiji… yesss..!:d

  3. embuh

    bajdigoer.. kalah disit…!!:((

  4. Djigoer

    bahasane komprehensip, ciamik wal nyakdut mbah..

  5. embuh

    biar tau korelasinya nyewa jasa lembaga survey dan biro statistik aja mbah..:D

  6. Djigoer

    sedikit carios nggih mbah..
    ini kebetulan saya lg dines sebulan di negeri tumasek yg termasuk banyak kasus plu genjiknya.
    suatu hari teman satu apt-ku loro kademen wal jendindilen plus mriang watuk2.. wah aku langsung dilema, iki di tolongi opo mending di tinggal minggat.

    akhire tak niati nulung wong, aku peduli.. tak urusi teman saya itu, dan alhamdulillah besoknya sembuh..
    waktu itu aku pasrah maring Gusti Alloh.. pokoke aku niat nulung dan aku jaga kesehatan + mangan sing bener..

    tp asline yo ngeri.. wkwkwkw..

  7. Joko

    “kerusakan akibat kekemprohan jasmani itu memang lebih merusak dari kekemprohan jasmani”

    ga salah tu mbah :o

  8. okebebeh

    ghondes tenan, kalah cepet….wis ora popo, sing penting iso koment..

  9. ArekJowo

    Flu Babi, Flu Celeng, Flu Perkutut, Flu XYZ ets etc kok diributin, dicari kaitannya dengan macem2 akhir nanti bingung sendiri lho mbah. Mbok sudah, cari obatnya. Konon ‘semua penyakit ada obatnya’ ya to mbah. Yang dahar babi, para ‘kafir atau yang dianggap / diklasifikasikan kafir’ ratusan tahun lalu sudah ngemplok makan babi dan familinya babi, tapii.. wonge pinter2 sugih dak karu2an, digdoyo alias adikuasa. Piye iki, mbah ? Lha ada sedikit ‘insiden perbabian’ kok terus ngambrah2, opo ora kebablasan mbah. Opo pancen koyo ngono. Nek wong ‘kalah’, maaf kudu golek2 cacate liyan. Maaf mbah. Apa gak sebaiknya metani awake dewe.
    Lha nek wong kafir terus ngomong “kae lho wong terpuruk wae kok koyone paling bener dewe, aneh yo”
    :-?
    Adzab maksiat, haram halal, baik buruk kadosipun kok dua sisi mata uang yang gak bisa dipisah. Cobi dipun galih.
    Korelasi meniko menopo sanes ‘sebab akibat’; sing nandur mesti panen.
    Barangkali yang lebih haram dari babi adalah sifat seperti babi, jorok, makan apa saja termasuk yang paling kotor, hasil korupsi dan sfat2 kotor lainnya. Barangkali lho …..:d

    Mbah Dipo : Banyak poin yang tumpang tindih dari komentar sampeyan. Tak apa, terimakasih jazakumullah sudah memberikan kontribusi masukan :D. Tapi dalam rangka saling menasehati saya sampaikan beberapa hal :

    1. Dari tulisan sampeyan, tampak sisi materialistis yang dianut orang yang skeptis dgn hal ghaib mencuat. Sampeyan menyarankan “Mbok sudah, cari obatnya”, seakan solusi syariat bukan merupakan obat. Ringkesnya, simbah ingin berkata, “Wis ta lah, ojo mangan babi maning.” Sementara sampeyan tak menggubris sisi ini. Saya gak tahu agama sampeyan, sebelum berlanjut lihat dulu tulisan ini saya masukkan kategori apa. Ini “pengaosan”, dimana sisi spiritual simbah utamakan, dgn tetap tdk mengabaikan sisi lahiriah.

    2. Orang kafir pinter oke. Tapi kalau dikaitkan mereka yang makan babi malah pinter2, ini tak berkorelasi. Mereka pinter bukan karena makan babi. Yang lebih tepat Mereka sakit karena makan babi. Mereka dianggap digdoyo, adikuasa, sugih dlsb,… semuanya adalah definisi mereka. Umat Islam punya definisi sendiri untuk istilah adikuasa, digdoyo dan sugih. kalau kedigdayaan, adikuasa dan kesugihan kita merujukkan definisinya kpd musuh Allah, itu menunjukkan keminderan sampeyan akan definisi sugih, adikuasa dan digdaya yang dimilki ajaran Allah. Satu hal penting, dengan segala kekurangan sana-sini, tak pantas memberikan gelar pada muslimin sebagai “wong kalah”. Kata wong kalah ini disebabkan sampeyan menggunakan definisi kalah menang dgn kaca mata pemakan babi itu.

    3. Korelasi sebab akibat saya setuju. hanya saja sebab batiniah juga berkorelasi membuat akibat secara jasmani. Ini yang tak banyak dilihat kaum materialistis. Ingat, Dajjal matanya satu.. hanya bisa melihat sisi materialistisnya saja. Sisi ruhani buta.

    4. Saya setuju, sifat jorok, makan duit kotor (uang korupsi) harus diberantas, tanpa meniadakan kenyataan bahwa makan babi pun harus ditinggalkan. Semuanya sama penting, dan sama-sama bernilai universal.

    Demikian masukan dari simbah. jangan kapok komen :D . Toh ini dalam rangka tawashau bil haq wash shobr… :)

  10. Haris

    Mbah kalimatnya ada yg salah ketik :
    “Hanya saja simbah ingin menunjukkan, kerusakan akibat kekemprohan jasmani itu memang lebih merusak dari kekemprohan jasmani.”
    Harusnya :
    Hanya saja simbah ingin menunjukkan, kerusakan akibat kekemprohan ROHANI itu memang lebih merusak dari kekemprohan jasmani.
    Cuma maau saling bantu dalam kebaikan he…. :d
    Tapi isinya emang mantapzzz…
    I really2 like It so much…:x

  11. Djigoer

    aku wong bodo.. tp moco tulisane mas ArekJowo kok rumangsaku koyo arek cilik [-(

  12. Ndoro Seten

    jenenge wae Ngendonesya mbah….
    Sampah serapah memang makanan anak bangsa sehari-hari to?:((

  13. lady

    kalo di daerah saya sini banyak warga ber-ID muslim malah senengane njajan iwak ngokngok (babi). udah gitu daerahnya di bantaran bengawan yang penuh dengan kotoran manusia di area tanggul. komplit tho mbah kemprohnya, kemproh jasmani dan rohani :)

  14. ondra

    :-? siiiip tenan n kaya’ nya baru kali ini simbah maringi rekoment dowo koyo sepur eee koyo kali ciliwung (dowo ne lho mbah – bukan regetnya).

    Betul jeee msh banyak di ndesoku orang2x di suruh ndak usah makan genjik aja pada sewot …… di ajak resikan wae kokehan alesan …. opo maning di ajak gawe kabecikan …?

  15. Arbi

    Sing sabar yo mbaah….:x

  16. ArekJowo

    Maturnuwun komen2 nipun. Nyuwun duko nembe saged sowan.Kulo pancen Kejawen Ning Islami, dados syariat memang ‘sudah’ agak kendor. Mungkin rada ‘sesat’ atau malah sudah sesat banget miturut panjenengan yang ‘syariatnya’ kuat.
    Maaf kalo saya campur aduk antara spiritual dan material. Mungkin saya materialistis karena badan wadag saya dan alam semesta asalah metarial, sementara ruh/jiwa/spirit sifatnya spritual, sulit buat saya memisahkan.
    Mbah, sebetulnya tujuan/intisari ‘uneg2′ saya, maaaf lagi, saya merasa ‘jengkel’ karena umat Islam didunia umumnya terpojokkan dalam hampir disemua bidang, politik ekonomi budaya hankam, tentu saja lagi2 dari sudut materilistis. Tetapi apa yang umat perbuat? Berantem, terpecah belah, saling serang, bikin teror, saling menyalahkan. Mana pemuda Islam calon pemimpin bangsa calon pemimpin dunia, mana organisasi politik Islam di Indonesia yang hebat?. Mana negara Islam yang mampu dan berani melawan adikuasa (kecuali Iran -Syah. Neg2 Arab kaya uangnya dikelola para kafir …
    Maaf Mbah, APA, SIAPA (penyebab) , BAGAIMANA, MENGAPA umat Islam jadi seperti ini? Jika uneg ini tidak sesuai thread ini, mohon didelete saja. Saya cuma ingin umat Islam ‘bangkit’ dan cari API ISLAM, istlh BK, GALILAH API ISLAM !!

    Mbah Dipo : Saya salut dengan semangat panjenengan. Mohon dijaga semangat itu, yakni risau terhadap kondisi umat. Saya yakin semuanya keamburadulan dan keacakadutan yang terjadi dalam dunia Islam secara umum, akan bisa diambil hikmahnya di masa depan.

    Sebagaimana diketahui bersama menjadi tua adalah kepastian, namun menjadi dewasa adalah pilihan. Kemunduran secara umum dunia Islam dan belum diberikannya amanah mengurus alam semesta dgn rahmat ke tangan muslimin, adalah wujud muslimin belum dianggap pantas memegang itu semua sebagaimana pendahulunya dulu yang pernah berhasil. Artinya, Allah berharap di masa depan umat Islam mengambil pelajaran bhw apa yang sedang umat perbuat sekarang harus dikoreksi dan senantiasa melakukan perbaikan untuk masa depan lbh baik.

    Koreksi ini berlaku untuk saya dan panjenengan juga. Mungkin saya juga belum urun sepantasnya bagi kemajuan umat. Dan semoga semangat perbaikan spt ini selalu ada di kepala masing2 individu agar nantinya potensinya bisa sinergi.

    Demikian…. :D

  17. muhammad syafei

    :-?:d klo dipikir bueneer mbahh…. klo ta pikir kata kebebasanuda bablas tenan…. an. kebebasan semua dianggap wajib bin halal

  18. iik

    :)assalamualaikum mbah

  19. Oelil

    :d mringis dhisek mbah….
    ya intinya perbuatan harus dilandasi iman dan taqwa to mbah…. kalo gak begitu …. ya podho sak karepe dhewe… :o

    :)>- mbah…salam kenal

  20. Mhmd.Eko Prasetyo BN

    “Karena selamanya orang yang ‘pinter-pinter’ itu tak akan menemukan korelasi antara maksiat dan adzab. Kalo ketemu korelasinya, mereka sudah tobat dari dulu….”

    Josss tenan mbah, miturut kawulo inti tulisan mbah inggih puniko. pas kaliyan kahanan sakmeniko.

  21. achmad anwar

    arek jowo, mbah dipo mari kita khusukkan niat kta manembah sama sang pencita alam semesta,melalui jalur kita masing2 mbah dipo paring tombo lahir dan batin arek jowo dengan semangatnya berkiprah dengan jihat menuju bersih rohani jasamani,aku tak melu ngamini karo mbantu sak mapunya

  22. Bruce

    Sing sabar yo mbaah….:x

Leave a Reply