PERJALANAN HIDUP

Pagi ini simbah menemui roti yang disimpen di lemari mulai berjamur. Masih sedikit memang, tapi alamat roti itu harus segera dihabiskan. Simbah inget wejangan salah seorang ulama tentang cerita sepotong roti. Sepotong roti yang siap kita santap itu sebenarnya telah mengalami perjalanan panjang sebelum menjadi roti. Bahkan sekian ribu tangan terlibat di dalam pembuatannya.

Sebagaimana diketahui, komponen bahan roti setidaknya adalah gandum, mentega/margarine, telor dan pengembang. Cerita tentang gandum saja sudah melibatkan ribuan tangan. Petaninya, penjualnya, distributornya sampai industri pengolahannya. Belum cerita tentang telor, pasti akan melibatkan petaninya, industri pakan ayam, pembibitan ayam, distribusi telornya, hingga penjualan ecerannya. Intinya sepotong roti yang kita makan itu telah melibatkan banyak tangan sampai akhirnya menjadi roti yang siap santap di depan kita.

Itulah gambaran individu manusia. Kita hidup dibentuk oleh perjalanan hidup kita. Manusia memandang hidup sesuai dengan apa yang sebelumnya dia baca, dia lihat, dia alami, dan dia rasakan. Dari sinilah nantinya ilmu kejiwaan dapat membaca profil dan karakter seseorang.

Ketika seseorang ngeciwis dan ngomyang ngalor ngidul bahwa yang namanya perkawinan itu tidak perlu, karena cinta tidak perlu dilembagakan, maka itu tercetus dari apa yang dia alami, dia baca dan dia rasakan. Bisa saja dikarenakan bacaan-bacaan yang dia lahap adalah bacaan model gituan. Atau dia pernah mengalami perkawinan yang menyeramkan, dimana suaminya kejem dan suka njotosi isterinya, atau isterinya matre nggrogoti duitnya. Atau dia pernah kawin cerai sepuluh kali, dimana di awal perkawinan si suami atau isteri bilang ai lop yu, tapi begitu cerai yang muncul kata bajinguk dan pelacur. Atau mungkin memang si oknum ini suka free sex, ngecer-ngecer lendir sak nggon-nggon, atau wanita yang suka ngobral dalan bayek, sehingga perkawinan itu gak perlu. Yang jelas golongan orang ini jarang atau memang gak pernah diberi kesempatan melihat keluarga bahagia yang diikat dengan tali perkawinan yang syah.

Simbah pernah denger omongan yang menyatakan bahwa, “Di jaman ini gak mungkin hidup tanpa riba. Kita butuh riba dan harus mau menjalankan riba, barulah ekonomi bisa berjalan.” Orang yang ngomong ini kebetulan segala segi hidupnya ditopang oleh kredit berbunga. Rumahnya, motornya, mobilnya, bahkan segala perabot rumah tangganya, dibiayai dengan kredit berbunga dengan jangka waktu tertentu. Dia gak bisa membayangkan orang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa kredit berbunga. Gak masuk nalar dia, karena itulah yang dia alami, dia lihat dan dia rasakan berpuluh-puluh tahun, sehingga hampir menjadi satu ideologi. Dia terhalang dari kenyataan hidup bahwa beribu-ribu bahkan berjuta manusia, bisa punya motor, rumah, mobil ataupun perabotan rumah tanpa kredit. Bukan orang kaya, bukan konglomerat, bahkan mlarat ngempet, tapi hidup jauh dari kredit berbunga alias riba.

Itu jugalah yang mendasari seseorang bilang bahwa nikah tanpa pacaran dahulu adalah imposible, polygami bisa bahagia adalah dusta, Al Qur’an mengatur negara adalah mimpi, ustadz bisa hidup tanpa menerima amplop adalah nonsens, dan setumpuk omongan lainnya, macem lokalisasi adalah perlu karena pelacuran gak bisa diberantas, dan perjudian gak bisa dihilangkan.

Sayangnya, apa yang dialami, dibaca, dlihat dan dirasa oleh individu-individu di negeri ini cenderung menuju ke arah yang bertentangan dengan aturan Sang Pencipta. Maka satu generasi ke depan ini nanti, akan semakin banyak omongan-omongan yang ngalor ngidul, semakin bengkok dan sak karepe dewe.

Satu sabda Nabi menunjukkan bahwa Allah mengikuti persangkaan hamba-Nya. Jika seseorang memandang dan yakin bahwa cari makan yang haram saja susah apalagi yang halal…. maka seumur hidupnya akan dipersulit sama Yang Maha Pemberi Rejeki untuk mendapat barang halal. Jalan rejekinya selalu dikasih dari jalan haram.

Jika seseorang yakin bahwa kita hidup tak bisa terlepas dari riba alias kredit berbunga, maka seumur hidupnya akan dibikin begitu sama yang Ngecat Tomat. Jika seseorang yakin perjudian gak akan bisa diberantas, maka selamanya dia tidak akan mendukung diberantasnya perjudian. Bahkan ketika dikatakan padanya bahwa judi sudah berhasil diberantas, tetep saja tidak akan percaya. Malah akan dia bikin lokalisasi judi yang isinya dia sendiri.

Bagi kebanyakan orang, pandangan, keyakinan, dan pendapatnya turut dibentuk oleh perjalanan hidupnya. Dari apa yang  dilihat, dirasa, dibaca, dan  dialami. Hanya seseorang yang memiliki keyakinan yang kokohlah yang memiliki pendapat, keyakinan dan pandangan hidup yang tidak terpengaruh oleh perjalanan hidup. Justru perjalanan hidupnya akan dibentuk dan dialami sesuai dengan pemahaman dan pandangan yang dia yakini.

Popularity: 8%

The Best Query for the Content


Langganan RSS Simbah

RSS FeedJika tulisan simbah ini bermanfaat monggo langganan RSS atau lewat e-mail Simbah arep kirim otomatis setiap simbah ada tulisan baru.


Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah…

30 responses to “PERJALANAN HIDUP”

  1. okebebeh

    yakin inyong isih ngalor ngidul ngetan ngulon mbah…urung iso jejeg jeg..nek diibaratke seperti uwit doyong kenek angin…angin arah ngalor melu ngalor, arah ngidul melu ngidul…kok dadi elon2an ngene iki yo mbah yoo…

    Mbahmu : sing penting elon2 barang sing apik… :) 

  2. dirac

    memang kebanyakan yang saya temui itu pendapat yang dibentuk oleh perjalanan hidup, Mbah. Dan bukankah perjalanan hidup mereka kemudian juga dibentuk dari pendapatnya? contohnya kan yang Simbah ceritakan. Mereka yang berasal dari keluarga broken home, kemudian meragukan perkawinan, kemudian memilih perjalanan hidup sebagai single abadi *karena sudah nggak percaya sama yang namanya pasangan hidup*. Perjalanan hidupnya tentu akan berubah, manakala dia menemukan petunjuk dari Yang Maha Memberi Petunjuk, yang kemudian mengubah pendapatnya, dan selanjutnya perjalanan hidupnya.

    Mbahmu : akhirnya kayak ayam dan telor ya? mana yang duluan gak jelas :D .. kalo dalam Kitabullah disebutkan di awal surat, “Itulah Kitab yang tidak ada keraguan didalamnya.” ……. Jadi yang ada yakin dulu, lalu baru dipelajari, dijadikan pedoman hidup dan pandangan hidup. Bukan dipelajari dulu, dijalani, dipahami lalu diyakini…. :) 

  3. Wong Dau Wan

    Yang ini aku suka sekali mbah!. Terutama bagian renungan betapa banyak yang terlibat pada kehadiran sekerat roti di hadapan kita; dan tentang pandangan seorang hamba akan Tuhannya sangat menentukan kehidupannya. Dua hal ini mengarhuskan kita berterimakasih pada sesama, pada semesta dan pada Yang di atas Segala”. Memang Dialah sang Dzhahir yang di dalam segala, selalu hadir. BRAPO, MBAH DIPO!

    Mbahmu : suwun… alhamdulillah… :) 

  4. CICITMU

    Hanya seseorang yang memiliki keyakinan yang kokohlah yang memiliki pendapat, keyakinan dan pandangan hidup yang tidak terpengaruh oleh perjalanan hidup. Justru perjalanan hidupnya akan dibentuk dan dialami sesuai dengan pemahaman dan pandangan yang dia yakini.

    “perjalanan ini…..

    …..sayang engkau tak duduk disampingku kawan.

    Banyak cerita yang mestinya kau saksikan……..(ebiet g ade)

    [-([-([-(

    Mbahmu : mau bertanya pada rumput yang bergoyang ya? :-? Rumput dangdutmania :P

  5. Jauhari

    Hmm… Jadi SEMUA TAK SAMA mbah????

    *Clingak clinguk cari Padi Band

    Mbahmu : Berbeda tapi tak sama… :P 

  6. edyguard

    “Seje sil*t seje anggit”
    mungkin itu karena yang lewat situ asalnya juga macem2 ya mbah……. :-?
    apa yang dimakan juga mempengaruhi isi otaknya…………

    Mbahmu : apa yang dimakan itu mempengaruhi isi perut kang, trus mempengaruhi pikiran. Kan  mikirnya pake perut… :P 

  7. Cah Angon

    mbah piye q, kok awake sok2 merasa ke “keplak” kale kasunyatan di atas, soale awke sok2 yo ngalami hal2 sing kados mekaten, mosok “kadang2″ yo ra oleh, kan manusiawi to mbah? contone “PNS” kan rata2 pada KPR, mohon pengecualian :)????

    Mbahmu : kredit itu boleh kok kang… yang gak boleh itu riba… :D

    1. edi dosa

      mbah2 mana ada kredit yang tidak berbunga alias riba , bank syariah muamalat saja kalau diteliti betul2 dia juga pake riba untuk mendapatkan keuntungan terus mana ada lembaga keuangan yang ngga pakai riba? lama2 bicara sampeyan seperti pelawak mbah, mungkin sampeyan akan lebih terkenal kalau gabung dengan Jojon, budi anduk ,Tesi nah itu mungkin baru cocok mbah.

  8. abiyar

    sampeyan mesti inget sama penggalan hadist khutbatul hajat kanjeng Nabi mbah
    ” barangsiapa yang Allah beri petunjuk tidak ada yang dapat menyesatkannya,
    barangsiapa yang Allah sesatkan tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.”

    jadi menungso yang menus menus kakeyan dosa, wajib berdoa sama Gusti Allah
    biar dikasih petunjuk meniti jalan yang lurus. jangan sampai keblangsak jadi
    wong sesat, keblangsak dunia akhirat.

    Mbahmu : hidup cuma sekali, gak boleh spekulasi ya kang… :D 

  9. arip

    Alkhamdulillah mas kawinku mbiyen ‘Dibayar kontan bin lunas’
    seperangkat alat sholat berikut masjidnya.

    Mbahmu : jamaah masjidnya gak kontan ya kang.. :( 

  10. NBF

    saya sampe “speechless” mbaca tulisan simbah….
    uapik tenan uraiannya…
    :)

    Mbahmu : ah… tulisan simbah ini banyak kelemahannya kok kang…. :)

  11. Aryo Sanjaya

    Kalo dihubungkan dengan fenomena tayangan televisi, yang penuh dengan kekerasan, intrik keji, kelicikan, foya-foya, dikhawatirkan turut membentuk pola pikir masyarakat kita Mbah, terutama generasi muda.
    Sedangkan televisi yang dikejar cuma rating dan rating saja [-(

    Mbahmu : tontonan memang seringkali menginspirasi ya kang. Kalo menginspirasi kebaikan sih bagus, tapi kalo menginspirasi korup… wah… :( 

  12. Djigoer

    Duh Gusti.. ampun di laknat bongso meniko.. nyuwun di rahmati mawon.. :((

    Mbahmu : amiiin ..

  13. dianekawhy

    Terimakasih Mbah atas uraiannya.
    Benar2 perenungan mendalam. Dan sekali lagi sebuah nasehat yg manis. Bukannya nasehat itu harus berulang ulang supaya inget dan diingetkan terus. Jadi intinya kita harus optimis di jalanNya ya Mbah. Karena sungguh Allah mengikuti prasangka hambaNya. Tuengkyu Mbah.

    Mbahmu : nasehat ini terutama buat simbah sendiri kok. Simbah tulis buat menguatkan diri sendiri… :) 

  14. koeaing!

    soebhanalloh , terpoedjila kowe boeng doctor, bole kassie nasihat bagoes beginih….The singer is not the song….

    Mbahmoe : segala poedji milik Alloh boeng…. :)

  15. won9nDeso

    iya2… smua hal di dunia ini begitu memikat
    melenakan menjelomprongkan
    walahwalah… perjalanlan hidup atau hidup harus berjalan ????
    hanya orang yang punya keyakinan kali yang bisa kedua2nya dengan sempurna

    Mbahmu : hidup harus punya keyakinan kang… justru orang bisa hidup karena ada keyakinan, meskipun keyakinannya salah…. :) 

  16. Wong Cilik

    Mbah, aku beli sepeda motor ngutang nang Bank yang katanya sesuai syar’ie, harga sepedane patbelas ribu neng diregani bank-e wolulasewu, :((
    tak cicil 2 tahun. sak jane sing koyo ngunu iku riba opo dudu seh mbah?

    Mbahmu : wah…. nanyak ke ahlinya saja kang.. :) lah simbah kan bukan ahli pekih… :( 

  17. Fadli

    No comment lah…..bar kredit motor je :((

    Mbahmu : kredit kan gak identik dengan riba kang… :) 

  18. Mbah Gambleh

    Alhamdulillah, bar tuku motor merek e TERI. Maksude duite diteri morotuwo. Jadi gak nyentuh itu namanya riba. :x

    Mbahmu : satu contoh lagi bahwa motor gak harus pake riba, meski dapet dari mertua… :D

  19. Paman Tyo

    Mbah Dipo memang oye. Makasih untuk renungannya Mbah.

    Ttd
    Putu Mbarep

    Mbahmu : Panjenengan itu rendah hati tenan :) . Purun turun gunung nyambangi blogger amatiran kayak simbah… suwun Paman. :)

  20. Kang Kombor

    Wah, aku kalau nggak KPR mungkin masih ngontrak terus di bumi Banten, Mbah. Omah elek ndhik Sleman yang saya tinggal (karena nggak kuwat dibopong) itu hasil pesangon selama kerja dua tahun empat bulan di LinkNet.

    Jan-jane Kang Kombor dari dulu nggak mau KPR loh, apalagi yang namanya riba karena ada to sabda NABI yang menyebutkan bahwa dosa orang yang makan dan memberi riba itu seperti dosanya orang yang menyetubuhi ibu kandungnya. Hii… nggegirisi tenan. Mbuh hadise soheh po ora, ning riba pancen medeni.

    Apike piye, Mbah, KPR-ku?

  21. nur

    mbah… kandhane wong pinter, kiamat iku wis meh cedhak. tondho2ne yo bab sing dibahas neng dhuwur mengkono kuwi.
    wah bener mbah, sing penting piye awake dhewe isoh ngikuti dhawuhe Gusti Allah. nah sing penting meneh piye carane sinau Al Qur’an mbah…

  22. Nananging Jagad

    Njih leres to ngendikane Mbah Kiyai : “tholabul ‘ilmi ilal lahdi minal mahdi”, seko ceprotan tekan kuburan.

  23. Andi yg semedi

    Skr ini aku lg proses meyakini bahwa obat hanya sekian persen saja dlm menyembuhkan satu penyakit, sisanya adalah keyakinan kita utk sembuh. Meski kita tahu semua milik Allah tp jika tingkat keyakinan msh rendah piye ki mbah. Ulasan yg luar biasa mbah, jd merasa belum jd wong ISLAM ki mbah ha wong ktpne tok, tp tingkah polahe ora mencerminkan babar blas e, krn otak dan hatinya msh bebal dan kurang ilmu. Mohon disiram lg mbah dg pituturnya.

  24. pitik

    Mbah…aku termasuk orang yang sinis bin skeptis..,apakah karena hidup mengajarkan demikian padaku yo mbah?

    Mbahmu : mungkin sampeyan kerep gak kesampaian harapannya, kerep kapusan dan dikecewakan orang lain kang…. :( 

  25. iway

    just curious mbah, rekening-e njenengan sudah ke bank syarian blum mbah, bebas riba lho, kpr ato kredit kalo dengan prinsip syariah juga (insya allah) bebas riba karena meskipun ujung2nya lebih dari harga pokok tapi akad-nya beda antara kredit biasa dan kredit dengan prinsip syariah (pembiayaan) :)

    1. edi dosa

      itu mah sama aja kang cuma namanya saja yang diganti, kalau mau nggak riba harga barang yang dijual harus sama dengan yang dibayar meskipun diangsur beberapa bulan , nah kalau ada lembaga keuangan yang berani menerapkan managemant seperti ini baru mereka boleh menyebut bukan riba.

  26. KUPLE

    NGOMONG OPO WONG ORA NGERTI…..YO WES SAK KARAPMU

Leave a Reply