Posted 31 May 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Berat juga simbah mau nulis judul postingan ini. Yang jelas beberapa minggu terakhir ini banyak hal dan kesibukan yang harus simbah ayahi dan simboki. Sekaligus beberapa masalah mendasar menghadang di depan dan harus segera dikukuti.
Pertama : kontrak langganan internet unlimited simbah sudah rampung akhir Mei ini, dan tidak simbah perpanjang. Karena beberapa pos bisnis “ngupoyo upo” simbah butuh suntikan dana segar. Setidaknya buat nguripi 6 kurir simbah yang tiap hari blayangan blusukan di metropolitan dan juga di kota Solo Hadiningrat. Jadi buat konco-konco nggedabrus simbah yang biasa BAZZ!!! BUZZ!!! lewat YM, sementara ini akan menemui icon simbah dalam keadaan inpisibel olweis.
Hal ini tentu saja berimbas pada email yang masuk lewat rubrik konsultasi yang jumlahnya sudah mencapai…. halah… nggak usah dilanjut, (ndak tiru-tiru biang katrok…). Banyak yang akhirnya belum terjawab. Untuk itu simbah mohon maap. Read More
Posted 30 Apr 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Setelah menunggu sekian lama dengan harap-harap cemas, akhirnya lahir jugalah junior keempat dengan partus normal tanpa tindakan macem-macem pada tanggal 28 April 2007 pukul 08.45 pagi. Dengan hanya ditangani bidan tetangga sebelah, si junior putri terlahir dengan berat 3,7 kg dan panjang 50 cm.

Tentu saja ini membuat simbah makin repot dan sibuk. Sehingga mungkin untuk seminggu sampai 2 minggu ke depan simbah agak jarang online. Maka bagi para pembaca yang sudah mengirimkan pertanyaan konsultasi dan belum simbah jawab, simbah mohon maap yang sebesar-besarnya. Insya Allah jikalau kesibukan sudah normal lagi akan simbah jawab sebagaimana biasa.
Simbah berharap semoga junior putri yang terakhir (untuk saat ini) tersebut bisa menjadi wanita beriman dan sholihat yang menjadi asbab hidayah dan rahmat bagi seluruh alam.

Sedangkan untuk nama, simbah belum dapet. Kali aja ada yang mau usul nama. Yang jelas nama anak-anak simbah selalu 2 kata dan selalu ada huruf “F” nya. Misalkan anak pertama : Hanif Ubaidillah, anak kedua : Nadhifah Munawaroh, yang ketiga : Nafar Faqihuddin…. nah yang keempat…?? Silakan diusulkan, ditunggu sampai Rabu… 
Posted 26 Apr 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Sebagaimana wajarnya musim pilihan Kadal atau disingkat Pilkadal (Pemilihan Kepala Daerah Langsung), maka para balon Kadal itu mulai melancarkan jurus-jurus mawutnya. Ada yang mulai mbikin setiker, sepanduk, selebaran dan juga siap-siap bakul abab ke mana-mana. Dari cara-cara kampanye para Kadal itu ada satu cara kampanye yang rusuh dan memang khas cara Kadal Ijo yang matanya ijo kalo lihat duik. Yakni apa yang sering disebut sebagai Black Campaign atau kampanye item.
Nah Kampanye item itu rupa-rupanya merambah ke komplek simbah. Jurkam (bukan Juragan Kambing lho) yang dikadali para Kadal ini adalah justru dari kalangan Kyai bersorban, berudeng-udeng besar dan tanpa jenggot. Isu yang ditebar adalah isu GAM. Maksudnya GAM disini adalah Gerakan Anti Maulid, satu nama gerakan yang aneh yang dipopulerkan oleh kyai udeng-udeng sorban tadi. Read More
Posted 23 Apr 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Malam itu begitu dinginnya. Namun bagi Si Kiwik, spesialis pencuri ayam kelas kamso tidaklah begitu dirasakan. Padahal bagi kulit orang normal, dinginnya malam yang sedikit diselimuti gerimis itu lumayan bisa bikin sering kepuyuh-puyuh beser wal anyang-anyangen. Dengan tenangnya si Kiwik mengincar pitik babon yang sudah mambu wajan, tak lupa juga si jago lurik yang kluruknya bisa mbangunin si empunya ayam.
Setelah berbasah-basah lumayan lama, akhirnya kira-kira pukul dua malam, beraksilah si Kiwik mbedhog pitiknya tetangga simbah. Namun apa daya, ibarat untung dapat ditolak dan malang dapat diraih, dumadakan si pitik kaing-kaing dengan kenceng saat dibedhog. Temtu saja si Kiwik kaget. Lha biasanya dengan ilmu sirep pitiknya yang ampuh itu, si ayam dengan lulutnya manut dibedhog sampai ke rumahnya. Ha kok ayam yang ini malah berontak. Read More
Posted 17 Apr 2007 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Simbah kurang paham mana ejaan yang benar, apakah Bank Plecit atau Bang Plecit. Kalo di Jakarta sini orang menyebutnya Bank Keliling, tapi bisa juga maksudnya Bang Keliling, karena biasanya yang keliling itu laki-laki. Tampilannya pun biasa saja, bahkan keliatan culun, ndeso bahkan sebagian tampak kurang gizi. Namun aktifitas yang dilakukannya mbikin simbah miris.
Mereka adalah pelaku ekonomi riil di tengah masyarakat ekonomi lemah. Kerjanya memberikan pinjaman pada yang memerlukan. Tidak besar memang. Besarannya hanya ratusan rebu hingga jutaan, tapi tetap di bawah angka 5 juta.
Read More
Posted 13 Apr 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan
Sebagaimana yang sudah dipahami, yang namanya tokoh sentral kehidupan di alam raya ini adalah manusia, bukan alien, gendruwo, wewegombel, banaspati ataupun sundel bolong. Manusia diiringi oleh dua kekuatan makhluk, yakni malaikat sebagai suporter kebaikan serta syetan sebagai suporter keburukan. Kedua energi negatip dan positip ini setiap detiknya mempengaruhi keputusan manusia untuk beramal. Apakah amal baik ataukah amal jelek.
Di dalam menjalani amal kebaikan, manusia akan selalu dihalangi dan dimusuhi oleh setan dan wadyabalanya. Trik dan tipu daya setan itu banyak macam dan banyak ragam. Dari setan kelas ceremende sampai setan kelas pejabat eselon satu. Nah, berikut ini akan simbah wedar beberapa jurus yang biasa setan gunakan untuk menjlomprongkan manusia. Read More
Posted 10 Apr 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Sudah 5 hari ini simbah gelisah menunggu kelahiran anak ke-4. Hal yang sama sebagaimana simbah alami saat menunggu kelahiran anak pertama. Ha wong anak ke-2 dan ke-3 bancar-bancar saja lho, lha yang ke-4 ini kok pake ajian maju mundur segala. Sudah mulai kontraksi agak sering 5 hari yang lalu, bahkan sudah dicek bu bidan, sampai-sampai bidannya bilang “Paling 4 jam lagi lahir.” Lha kok sampai 5 hari gak maju-maju pembukaannya.
Memang sih, miturut ngelmu simbah itu belum masup persalinan. Hanya saja simbah was-was, karena anak ke-2 kemaren lahirnya cepet banget. Bidannya belum dateng, tapi si jabang bayi sudah lahir ceprot. Akhirnya simbah jadi bidannya. Tetangga yang datang gak berani mbantu, cuma ngliatin simbah biayakan nyari gunting dan alkohol buat motong tali puser. Begitu bidannya datang, semua sudah selesai. Ari-ari sudah beres, anak lahir sehat dan bidannya hanya kebagian bersih-bersih sama nyuntikin Methergin ke sibunya. Read More
Posted 05 Apr 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Siapapun akan merinding merkotog bulu kuduknya kalo diponis oleh dokter harus operasi. Terbayang sudah yang namanya pisau bedah ngekek-ekek dan ngodhel-odhel isi jerohan kita. Apalagi kalo dibumbui cerita-cerita perihal kegagalan operasi… ini akan makin menciutkan nyali si terponis.
Pasien penderita penyakit tiroid yang diponis harus operasi oleh sang dokter, mblirit gak mau ketemu dokternya lagi gara-gara denger kabar kalo dioperasi tiroidnya itu bisa bikin bisu. Penderita pembesaran prostat ndelik kabur kanginan gak mau dioperasi, gara-gara temennya yang menjalani operasi prostat manuknya berhenti manggung. Demikian juga si thole yang punya amandel, gak mau operasi gara-gara melihat temennya yang habis dioperasi amandelnya malah gak berhenti perdarahannya.
Dan rupanya rasa takut semacam ini dimanfaatkan oleh segelintir orang dengan liciknya. Memang bisnis yang memanfaatkan rasa takut itu selalu laris. Orang mau mengeluarkan duit berapa saja asalkan hilang dan terhibur rasa takutnya. Read More
Posted 03 Apr 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Syahdan, salah seorang jiran simbah memiliki satu orang anak perempuan yang hidup di perantauan. Pada suatu hari, keluarga simbah menerima woro-woro bahwa si anak perempuan tersebut telah menikah dengan seorang perjaka pribumi di tempat dia merantau. Walhasil, seluruh keluarga merasakan turut merasakan sukacita. Apalagi si Ibu anak perempuan itu, merasa mongkog, bungah dan sumringah melihat anak perempuannya sebentar lagi akan mentas.
Lima bulan setelah menikah, si ibu anak perempuan itu menyebarkan undangan untuk merayakan satu ritual upacara adat jawa, yakni :MITONI. Di level ini masalah muncul, masyarakat yang tadinya diem adem ayem menjadi kasak-kusuk dan rasan-rasan. Mengapa? Karena biasanya yang namanya mitoni itu dirayakan pada saat umur kehamilan tujuh bulan. Ha kok ini baru menikah lima bulan sudah mitoni. Ada apa gerangan? Topik beginian akan menjadi berita hangat di forum-forum petan, cangkrukan ataupun majelis prapatan ndalan. Read More
Posted 30 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan
Siang itu seperti biasa selepas sholat Jum’at beberapa murid ngaji simbah mengumpulkan kotak infaq masjid untuk dihitung hasilnya. Di tengah asyik-asyiknya ngetung hasil infaq jum’at itu, dumadakan salah seorang pengurus masjid mendekati para penghitung infaq itu. Dia bilang :
“Anu, maap… tadi saya salah naruh uang infaqnya. Mau saya tuker dulu…. Tadi saya masupin uang limapuluh rebuan. Ini mau saya tuker yang duapuluh rebuan…” kata sesepuh sekaligus pengurus masjid itu pada para pemuda penghitung infaq. Read More
Posted 28 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Kemarin simbah menyempatkan diri blayangan ke Pasar Pagi buat survey barang-barang mainan. Sibuk dan ruwet bukan main. Hingga akhirnya simbah sampai di satu sudut jembatan yang baunya minta ampun pesingnya. Rupa-rupanya khalayak ramai sepakat untuk ngrabuk sudut jembatan itu dengan uyuh bin kencing. Dan itu nampak dari beberapa orang yang dengan sengaja wira-wiri masuk kesitu untuk memenuhi panggilan alamnya.
Yang gak enak dipandang adalah prosesi dari ngrabuknya itu. Lha si oknum dengan santainya ngocor sambil singsut-singsut, trus dengan cueknya mengandangkan si waterbird ke paseban. Hampir tanpa tutup, di tengah lalu lalangnya orang. Jangan tanya cebok apa nggaknya. Atau istinjak pakai apa, karena baik air maupun batu tak ada. Kalopun dimungkinkan istinjak, paling dioset-oset ke tembok jembatan… jian malah mikir yang saru tho sampeyan.. Read More
Posted 25 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Yang namanya hidup bermasyarakat, maka kita akan sering berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita dengan beragam pemahaman dan pemikiran. Hal ini disebabkan oleh beragamnya latar belakang dan lingkungan hidup si orang tersebut.
Ada Lik Kartomarmo jebolan SD Inpres yang kesehariannya bakulan Blanggreng dan Limpung. Ada juga yu Suminten bakul jenang grendul yang bisa menamatkan sekolah sampai SMP, serta kang Dimpil adiknya pakde Ciwir yang jadi preman pasar merangkap jabatan penambang Cap Jie Kie. Dia sekolah saja tidak, mbaca buku grothal-grathul tapi kalo mbaca kertu jembrek lanyah wal lancar tanpa kendala. Tentu saja orang-orang semacam mereka sangat berbeda dengan Om Citrakso yang bisa menamatkan gelar S1 nya. Walopun jauh dari kumlot dan dekat dengan kemelut, namun yang jelas dia seorang sarjana. Read More
Posted 23 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Selingan
Pada kesempatan kali ini simbah mau sedikit menjelaskan perihal kalimat di bawah kata “Pitutur” yang belakangan muncul, seiring dengan dirombaknya dapurane blog ini. Karena rupanya kalimat itu ditangkap dengan beragam makna.
Lengkapnya kalimat yang simbah nukil itu adalah sebagai berikut :
Teman itu hakekatnya ada 3 macam, yakni :
1. Temanmu
2. Teman dari temanmu
3. Musuh dari musuhmu
Sedangkan musuh itu juga ada 3 macam, yakni :
1. Musuhmu
2. Teman dari musuhmu
3. Musuh dari temanmu
Read More
Posted 21 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Adalah satu kisah menceritakan bahwa Nashrudin Hoja disambati oleh sahabatnya yang bodoh, mengeluhkan rumahnya yang sumpeg karena kecilnya. Sedangkan anaknya kecil-kecil berjumlah 7 gundhul. Nashrudin lantas memberikan nasehatnya :
“Peliharalah ayam di rumahmu, setidaknya 5 ekor!”
Nasehat itu dituruti juga. Maka setelah seminggu, sahabat si Nashrudin itu dateng lagi. Keluhannya tambah menyayat hati. Soalnya rumah yang sudah sumpeg itu ternyata tambah makin sumpeg. Tapi si Nahsrudin menenangkan. :
“Sabar, namanya juga proses, jangan ingin cepat melihat hasil. Aku kan belum selesai kasih nasehat. Setelah kau pelihara ayam, peliharalah 5 ekor burung dara di rumahmu.”
Si sahabat itu nurut juga. Dan bisa ditebak, minggu berikutnya dia tambah misuh-misuh pada si Nashrudin. Rumahnya tambah gak karu-karuan. Ayam dan burung dara bikin tambah kaco ruangan rumahnya. Si Nashrudin menenangkan :
“Aku jamin dalam sebulan ke depan kau akan tenang tinggal di rumahmu. Tapi peliharalah 2 ekor kambing di rumahmu.”
Nasehat itu dijalaninya juga. Minggu berikutnya si sahabat bukan hanya misuh-misuh, tapi juga marah-marah hebat.
“Gara-gara nasehatmu, rumahku jadi tambah berantakan, tambah sempit dan tambah sumpeg. Teman macam apa kau ini. Kambing, ayam dan burung bikin tambah ruwet isi rumah!” bentaknya penuh emosi. Read More