Maaf dan Penyesalan

Posted 24 Sep 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Hari ini adalah hari yang melegakan buat simbah. Ada satu kasus berat yang simbah tuntasken. Seminggu sebelumnya simbah cukup dibikin pusing tujuhpuluh keliling dengan kasus ini. Yakni adanya satu sales yang mbalelo dan mbikin kaco proses dol tinuku yang simbah jalanken.

Adalah tadinya simbah memiliki 3 sales yang menjalankan tugas lapangan menjajakan dagangan simbah ke toko dan warung di blusukan metropolitan ini. Ada seorang sales yang mengundurkan diri karena merasa tidak mampu menjalankan tugas. Simbah ijinken, dan sesuai surat kontrak kerja, dia wajib menyerahkan warung-warung yang selama ini dia kelola di lapangan kepada sales penggantinya. Jumlahnya ada lebih dari dua ratus limapuluh warung dan toko. Read More

Ngantuk Saat Khutbah

Posted 21 Sep 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

Sudah menjadi pemandangan yang lazim setiap hari Jum’at, saat Khatib sedang berkhutbah tampak di beberapa tempat terpisah, jamaah sholat Jum’at terlihat terkantuk-kantuk dengan khusyu’. Ada yang sampai terdengar dengkurnya. Ada juga yang hanya tertunduk tenang dengan mata terpejam, sesekali diiringi hentakan kaget karena menahan tubuh yang limbung. Sementara suara sang Khatib terdengar seperti nyanyian Nina Bobo yang semakin menghantar sang jamaah memasuki alam mimpi.
 
Ironisnya hal ini terjadi tatkala ibadah suci sedang dilaksanakan, yakni ibadah sholat Jum’at. Suatu ibadah yang oleh Rasulullah saw amat sangat ditekankan untuk dilaksanakan, dengan ancaman dikunci mati hatinya oleh Allah, bagi mereka yang dengan sengaja tidak mengerjakan sholat Jum’at tiga kali. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa-I dan Ibnu Majah). Read More

Juri Amatir

Posted 21 Sep 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Pada suatu hari kang Ndoweh bertandang ke rumah kang Mbleweh yang sedang membuat onde-onde ceplus. Tanpak kang Mbleweh sedang sibuk membikin butiran-butiran kecil sang onde-onde ceplus.

Ndoweh  : Welhadalah, sedang ngapain kang?
Mbleweh : Halah.. sini mampir. Ini sedang mbikin onde-onde ceplus.
Ndoweh  : Waah.. kok sajak nyamleng. Mbikin kemecer saja ini.. Tak cicipi dulu ya kang.

Dengan tanpa ba-bi-bu kang Ndoweh tangannya nylonong menyambar sebutir adonan onde-onde ceplus tersebut. Lalu… Read More

Ngelmu, Ngalim dan Ngulama

Posted 15 Sep 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Ilmu adalah bahasa arab. Lidah wong jowo paling susah ngucap hurup ‘ain. Biasanya dibaca menjadi ngain. Maka jadilah masup dalam basa jawa menjadi ngelmu. Sedangkan ngelmu itu sendiri secara gathuk enthuk diartikan sebagai ‘aNGEL tineMU’ atau susah didapat. Karena syarat untuk mendapatkannya memang cukup berat.

Dalam ajaran agama, ngelmu terdiri dari dua bagian, yakni data/informasi dan aplikasi. Kedua-duanya harus ada jika mau disebut alim atau orang berilmu. Sedangkan bentuk jamak dari alim adalah ulama. Maka ulama adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan, informasi, atau teori serta mau mengamalkannya.

Iblis tidak masup dalem katagori alim, walopun dia memiliki banyak ilmu. Mengapa? Karena dia hanya menguasai satu bagian saja, yakni ‘data/informasi’. Sedangkan aplikasi dia gak punya. Informasi dan aplikasi ini seringkali dibahasaken dengan istilah lain, yaitu teori dan praktek. Read More

Indera Batin

Posted 13 Sep 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Sampeyan pernah nyaksiken orang makan Kepiting? Atau malah sampeyan pernah makan kepiting? Itu adalah aktifitas makan yang penuh perjuangan. Karena acara makannya diawali dulu dengan pertempuran melawan cangkang, yang seringkali mengorbankan jari, lidah, dan bibir. Tapi tetep saja makin asyik. Malah harganya muahal pol. Kenikmatannya berbanding lurus dengan perjuangannya.

Beda lagi dengan makan sego bandeng alias sego kucing. Ini menu khas kaum dhuafa wal marjinal, berupa sego sak kepel dirubung sambel sak uprit, plus bandeng atau ikan asin nyak mit. Tak sampai sepeminum teh bisa ludes sebungkus. Rasanya ngedabh-edabhi. Mak nyoss..kotos-kotos. Read More

Basa-basi Religius

Posted 10 Sep 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

Sekitar 4 tahun yang lalu salah seorang tetangga simbah yang sudah nenek-nenek memutuskan menghabisi hidupnya dengan gantung diri. Beberapa sohib menanyakan pada simbah mau menyolatkan jenazah apa tidak. Simbah menyatakan gak ikut solat, tapi juga tidak melarang yang mau menyolatkan. Yang menarik adalah kata sambutan pada saat pemakaman :

“Semoga arwah jenazah diterima di sisi Allah swt dan mendapat ridho-Nya. Serta amalan baiknya mendapatkan balasan yang yang pantas di akherat.”

Kata sambutan tersebut diucapkan di tengah keluarga jenazah yang justru sangat menyesali tindakan si nenek dan yakin bahwa apa yang dikerjakan oleh sang nenek adalah jalan yang salah. Namun saat hari ketiga, ketujuh dan keempatpuluh, tetap saja anggota keluarga mengadakan acara tahlilan dan kirim doa. Dengan tingkat pengharapan pada lepel “siapa tahu” nyampek. Dan sang tamu juga mendatangi acara tersebut, walau dengan glenak-glenik gak enak, karena kedatangannya hanya sekedar basa-basi agar tak menyakiti sohibul bait. Simbah merasakan nuansa aneh, asing, gak wajar, dan mbuhraruh. Sejak dari acara sambutan takziah sampe tahlilan yang disertai acara kirim doa tersebut. (Tentu saja ini di luar pembahasan masalah ikhtilaf tentang bid’ah sunnahnya tahlilan lho…) Read More

Sukarela atau Dukarela?

Posted 07 Sep 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Sekitar 2 tahunan yang lalu, simbah mengurus pengesahan pendirian Yayasan simbah ke salah satu Pengadilan Negeri di Jakarta. Sebenarnya ke sono cuma minta cap dan tanda tangan thok, tapi karena menjadi syarat ya simbah lakoni saja. Dan disitulah simbah mengalami hal yang simbah yakin juga dialami oleh berpuluh juta gundhul di negeri Indonesia Raya ini. Berikut cuplikannya :

Mbahmu : Cap dan tanda tangannya sudah selesai pak?
Oknum    : Oo, sudah… ini silakan diambil..
Mbahmu  : Biaya administrasinya berapa pak?
Oknum    : Terserah… sukarela aja kok..

Begitu diomongi ‘sukarela’ simbah jadi berpikir, berarti gak ada biaya babar pisan. Kebetulan waktu itu ada pengusaha tionghoa yang juga baru ngurus usahanya menanyakan hal sama. Akhirnya pengusaha itu ngasih limapuluh rebu ripis ke bapak oknum itu.

Oknum  : wah.. mosok cuma limapuluh rebu seehh….
Pengusaha : Lha sebenarnya berapa sih pak… katanya sukarela..
Oknum  : ya minimal seratus rebu gitulah….
Mbahmu  : Kalo gitu saya juga sama pak…???
Oknum  : Lha iya laah… Read More

Godhong

Posted 05 Sep 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Hampir selama sepuluh hari simbah pulang kampung. Blog jadi gak terurus. Banyak komen yang kesandung moderasi, lha karena kebanyakan komentator anyar. Mohon maap bagi para penanya yang belum kejawab pertanyaannya. Juga bagi penanya yang kebetulan pake email antah berantah, mohon maap kalo gak kejawab. Karena email jawaban simbah dianter pulang lagi sama kurirnya yahoo. Jadi tolong emailnya ditulis dengan baik dan benar.

Lima hari di kampung, simbah dikejutkan dengan penomena tanaman hias yang namanya jenmanii. Kebetulan memang kemarin sedang ada pameran tanaman hias di kampung simbah. Hampir di semua prapatan, pertelon maupun proliman orang-orang sama ngetuprus membicarakan tanaman yang namanya jenmanii dan gelombang cinta.  Walah, apalagi ini? Aromanya sih keliatannya seperti saat musim lohan, cupang dan ternak jangkrik beberapa tahun yang lalu. Muncul mak bedunduk, lalu ilang mak plekethis. Read More

Kelas Ekonomi

Posted 20 Aug 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Bagi sampeyan yang gemar melakukan perjalanan naik kendaraan umum dan kebetulan duiknya turah mblasah, Kereta Api kelas ekonomi bukanlah termasup daptar pilihan. Biasanya kereta api kelas ini hanyalah alternatip di kala duit sudah limit, posisi kocek terjepit, nyari yang lain sulit dan kondisi perut melilit.

Padahal kalo pingin melihat hakekat gambaran nyata kondisi rakyat Indonesia, ya disitulah tempatnya. Lha kalo kebetulan ada turis asing yang gak paham tentang Indonesia trus dituntun nglencer di sekitar Sudirman Thamrin, maka kesimpulannya Indonesia ini sudah memasuki era masyarakat adil makmur, gemah ripah loh diloloh, tata tentrem kerto dimejo. Lha yang diplototi gedung menjulang magrong-magrong, mobil mewah kinclong, prawan ayu denok deblong ayu moblong-moblong, hiasan jalan katon mencorong, serta jalan halus tanpa bolong. Read More

Destructive Food

Posted 14 Aug 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Simbah gak akan bercerita tentang makanan berpormalin di postingan ini. Sudah banyak situs yang ngonceki hingga mblejeti perihal pormalin ini sampai entek amek kurang golek. Tapi simbah hanya pingin menceritakan perihal pengalaman simbah yang bertemu dengan seorang mantan akuntan yang mertobat dan ketemu jalan rejekinya.

Adalah sohib simbah ini adalah anak seorang akuntan yang diarahkan orang tuanya berpropesi seperti bapaknya. Dan memang akhirnya jadi juga dia seorang akuntan sukses. Hidup berlebih dan dikaruniai keluarga yang miturut kacamata kasat mata pokoke keluarga bahagia sejahtera.

Satu hal yang dia gak kuat, yakni menipu diri. Tempat kerjanya menuntut agar dia melakukan kebohongan dengan membuat laporan dobel. Yang satu jujur, namun karena jujur bikin ajur maka dikubur. Sedangkan laporan satunya abal-abal, namun karena yang abal-abal ini digemari dan nyenengkeh, maka laporan abal-abal inilah yang diobral. Read More

Tawar Menawar

Posted 10 Aug 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Wak Codhot  : Kerupuknya satu berapa kang?
Wak Kluprut   : Mangatus
Wak Codhot  : telungatus ya…
Wak Kluprut   : codhotmu kuwi.. ha wong mangatus kok ditawar. Ya harganya segitu. Gak gableg duit gak usah beli.

Itulah reaksi wak Kluprut saat krupuknya yang seharga mangatus ripis ditawar wak Codhot yang selisih harganya cuma dua ratus ripis. Cuma duaratus, tapi sudah mbikin wak Kluprut sewot. Pasalnya orang biasa mbeli gak pernah nawar. Ha kok tahu-tahu ditawar cuma tigaratus ripis. Coba bandingken dengan wak Koplo yang mau mbeli mobil pada nyak Gembuk : Read More

Cangkriman : The Sequel

Posted 06 Aug 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Cangkriman kedua yang simbah tebar juga banyak yang kelimpungan njawabnya. Malah simbah dituduh sebagian orang sebagai orang yang bikin onar dan bidengah. Padahal sebenarnya intinya satu… gak isa njawab. Ada yang dengan legowo bilang, “Nyerah mbah, pasrah bongkokan.” Tapi ada juga yang malah balik nanya, “Kamu maunya apa dengan pertanyaan ini?” Dasar trondholo… yang namanyah pertanyaan ya maunya dijawab lah.

Cangkrimannya adalah : Amalan sunnah apakah yang lebih utama daripada amalan wajib?

Ada ustadz yang ahli membidahkan orang menjawab, “Gak ada itu. Yang ada amalan sunnah itu hanya bisa menyamai ganjaran amalan wajib. Misalnya sholat sunnah di bulan Ramadhan.” Setelah menjawab begitu sang ustadz melanjutkan ngajar ngaji di satu porum komprens, sambil membodohkan kelompok lain yang tak sepaham dengannya. Read More

CANGKRIMAN

Posted 02 Aug 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Beberapa waktu lalu simbah menebar cangkriman di beberapa forum. Ada dua cangkriman bin teka-teki. Sederhana tapi semua yang simbah temploki cangkriman itu ternyata nyerah. Sebagiannya minta klu-klu yang tadinya dikit, namun akhirnya setelah klunya sak ikrak tetep saja nyerah.

Salah satu dari cangkriman itu bunyinya begini :
Sesuatu yang halal, namun bisa menyebabkan orang tidak dapat masuk surga. Apakah itu?

Beberapa sohib chat yang ahli mencoba menjawab. Dari ahli agama, ahli ekonomi sampai ahli waris. Ahli kubur gak ikut-ikut temtunya. Ada yang njawab pernikahan, karena kalo nikahnya dholim bisa masup neraka. Yang njawab ini rodo mblero, ha wong jelas-jelas pertanyaannya suatu yang “halal” kok njawabnya nikah yang “dholim”. Sama sekali jauh dari Be 100%, mungkin tinggal 25%. Ada yang njawab sedekah tapi tidak ikhlas. Ini gak kalah mlethonya. Ha wong gak ikhlas itu kan jelas dosa, bukan hal yang halal. Lha yang simbah tanyaken itu yang “halal”. Read More

Duluan Mana?

Posted 28 Jun 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Ayam sama telor duluan mana Dul?” tanya Paijo pada Paidul.
“Duluan Ayam kang,” jawab Paidul.
“Lha kalo Telor sama ayam duluan mana?” tanya Paijo lagi.
“Yo genah duluan Telor…” jawab Paidul mantabh.
“Weh, ilmu ketoprakan mu sudah lulus tenan Dul… sip,” puji kang Paijo.

Itu adalah sepenggal dagelan lawas gaya Basiyo, yang masih sering dipakai oleh generasi dagelan berikutnya macam Srimulat atau Kirun. Di dunia nyata dagelan ala telor dan ayam itu juga banyak bertebaran. Kontroversi duluan mana yang muncul ala ayam dan telor, banyak mencuat. Semua teori diajukan, dari teori mbambung sampai teori mbuhraruh disodorkan demi mendukung pendapatnya. Read More