Perjodohan

Posted 20 Feb 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

“Gimana sih mbah caranya, supaya saya bisa mendapat jodoh yang baik?” begitu pertanyaan ini sering berulang ditanyakan ke diri simbah. Pertanyaan ini biasa simbah jawab dengan beragam jawaban, tergantung apakah si penanya ini type pemburu ataukah type yang suka diburu. Untuk type pemburu, simbah suka menasehatkan :

“Lha sampeyan mau mburu apa? Kalo mau mburu kijang, ya jangan blusukan turut waduk! Ntar dapetnya wader sama mujair. Lha kalo mau mburu ikan, ya jangan byayakan masup ke padang pasir. Ntar ketemunya ikan dendeng doang…!”

Biasanya kalo si penanya lepel otaknya hanya lulusan SD, atau lulusan S1 tapi nyogok lanjut bertanya…

“Maksudnya apa itu mbah?”
“Gini lho Dul… Kalau kamu memang mau nyari jodoh yang baik, ya carilah ke tempat-tempat yang baik. Orang-orang baik hanya akan betah tinggal di lingkungan yang sehabitat dengan dirinya, yakni lingkungan yang baik. Cuma masalahnya, kata “baik” itu beda-beda miturut isi jidat masing-masing.”

“Maksudnya apa itu mbah?” Read More

Dakwah Buat Siapa?

Posted 12 Feb 2008 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

Jika sampeyan akrab sama Al Qur’an, maka sampeyan akan dengan cepat mengenal ayat ini :

“Sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja buat mereka, apakah engkau beri peringatan mereka ataukah tidak engkau beri peringatan, tidaklah mereka akan beriman.” (Surat Al Baqoroh ayat 6)

Muncul pertanyaan, lantas apakah lalu orang-orang kepir itu gak usah didakwahi saja? Ha wong didakwahi, diingatkan, dikasih tahu ataupun tidak ya mbelgedhes gak berubah sama sekali. Diomongi sampai bibir jontor akhirnya toh juga gak jadi baik. Lantas bagaimana kaitannya ayat itu dengan seruan buat berdakwah? Read More

Serba-Serbi Rabi

Posted 05 Feb 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Bulan Muharram sebentar lagi lewat. Buat sebagian orang terutama wong Jowo, ini berarti akan memasuki bulan hiruk pikuk wong ewuh (orang punya hajatan), undangan hajatan pating klenyit datang ndrindil. Karena sebagaimana sudah dimaklumi, di bulan Muharram alias sasi Suro ini, tak ada seorang wong Jowo pun yang dianggep menjunjung tinggi budaya adiluhung, berani mengadakan hajatan. Kalo mingsih berani ngadain hajatan atau nduwe ewuh, maka dia harus siap-siap berhadapan dengan ratu danyang Nyi Roro Kidul… konon.

Itu hanyalah satu diantara pernak-pernik dan serba-serbi dunia perabian atawa pernikahan. Memang di era yang dibilang tambah modern ini, nasib para bujang dihadapkan dengan ujian berat. Ada 2 kemungkinan yang harus dihadapi. Read More

Obat Buat Si Orok

Posted 03 Feb 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Beberapa waktu yang lalu, untuk kesekian kalinya simbah kedatangan seorang ibu yang mengeluhkan penyakit diare.

“Oalah dok, sudah kembola-kembali ke mbese sampe mau mlotrok rasanya dengkul ini…” keluhnya. “Minta obat yang paten ya dok, yang manjur, biar langsung mampet.”

“Baik bu. Tapi coba saya periksa dulu,” kata simbah. Maka simbah pun segera memeriksa kondisi pencernaan si ibu itu. Herannya, kok lambung dan ususnya tak terdengar ada gangguan. Malah kedengaran normal-normal saja.

“Gini bu, kelihatannya ini sudah membaik. Jadi gak usah dimampetin lagi lah.” kata simbah. “Takutnya nanti malah sembelit.”

“Lho… tapi dok… maksud saya…”
ibu itu tiba-tiba bingung. “Gini lho dok, sebenarnya yang diare itu bukan saya. Tapi bayi saya yang masih berumur 4 bulan.” Read More

Bertuhan Tapi Tak Beragama?

Posted 30 Jan 2008 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

Trend yang sekarang marak berhembus di kalangan jahiliyah mutakhir adalah adanya paham yang mempercayai Tuhan, tapi tak percaya pada agama-Nya. Hmmm… mumet juga nggagas paham koplo bin koclok ini. Memang itu hak masing-masing sampeyan untuk berpaham kayak gitu. Dan hak simbah juga untuk mengatakan itu paham koplo bin koclok.

Jika penyakit paham ini mulai menyerang sampeyan, dan sampeyan mungkin sreg, cobalah sampeyan pikir, jangan sambil mengerutkan dengkul, karena otak sampeyan bukan disitu. Miturut simbah, orang yang percaya pada tuhan, tapi tak percaya pada agama-Nya, berarti ada 2 kemungkinan : Read More

Maling

Posted 23 Jan 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Kemarin Sabtu simbah pulang kampung ke Solo. Baru ke Jakarta lagi hari Selasa. Ada kejadian yang mbikin simbah agak miris sewaktu simbah balik ke Jakarta.

Sore itu simbah naik bis jurusan Solo-Jakarta. Di awal perjalanan, sang sopir dan kenek yang bertugas mendapat tawaran ngangkut barang sejumlah 15 karung. Sang Kondektur prengas prenges mengiyakan, karena ini berarti obyekan alias sabetan di luar inkam rutin dari penumpang resmi. Toh kalo diperiksa, penumpangnya cocok jumlahnya. Yang pasti gak diperiksa adalah bagasi, karena itu sudah pasti barang-barang milik penumpang.

Namun pada kasus ini kenyataannya tidak. Barang yang di bagasi itu adalah barang titipan yang harus diantar ke tujuan, yang tentu saja dengan biaya angkut tersendiri. Nah ini adalah kue buat sopir, kenek dan kondekturnya. Maka dengan semangatnya mereka njemput barang tersebut.

Simbah kira barang itu adalah beras sejumlah 15 karung. Setelah ketemu karungnya, jebulaknya karung itu berisi pete sak arat-arat. Lagian karungnya gedhe-gedhe. Maka dengan setengah mekso, karung itu dijejel-jejelkan ke bagasi. Sisanya yang 3 karung karena bagasi gak muat lagi, dijejelne ke toilet… Hwarakadah, bus yang judulnya “Bus Eksekutip AC Toilet” akhirnya kehilangan toiletnya karena dijejeli pete telung karung. Oalaah, dasar manungso ngrekesRead More

Penyesalan

Posted 14 Jan 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Saya dan sampeyan semua pasti pernah mengalami yang namanya menyesal. Rasanya gak enak. Bukan penyesalannya yang gak enak, namun rasa kecewa yang mendahului penyesalan itulah yang mbikin gak enak.

Tetangga simbah yang sudah mendahului ke alam barzah pernah mengupas perihal penyesalan ini berdasarkan durasinya. Dari durasi yang pendek sampai kepada yang panjang dan lama. Beliau menerangkan berulang-ulang perihal bab penyesalan ini di mimbar Kultum selepas sholat Isya. Sampai pendengarnya blokekan dan ngedumel…. “Halah, bola-bali iki wae. Nyetel kaset sampe nglokor…”

Namun simbah tak pernah bosen tetap mendengarkan materi kultum yang itu-itu juga. Karena simbah mencoba mencari hal yang lain di balik isi kultum yang diulang-ulang macem House Music Extended Version. Di antaranya beliau menerangkan begini : Read More

Sunnah Yang Telah dilupakan (2) : Sunnah saat hujan

Posted 09 Jan 2008 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

Hujan merupakan nikmat Allah. Dengan hujan Allah menurunkan banyak nikmat ke muka bumi. Dengan hujan Allah menghidupkan bumi yang gersang. Meskipun dengan hujan juga Allah dapat mengirimkan adzab, sebagaimana yang menimpa umat Nabi Nuh as.

Sehingga tidaklah mengherankan, manakala mendung datang, Rasulullah saw tampak cemas dan khawatir. Kecemasan dan kekhawatiran beliau sirna dan berubah menjadi kegembiraan manakala hujan benar-benar turun. Saat mendung datang, beliau khawatir jangan-jangan yang turun nantinya adalah adzab dari Allah. Begitu turun hujan, maka yakinlah beliau bahwa ternyata rahmat dan berkah Allah lah yang turun.

Saat hujan turun, ada beberapa amalan ibadah yang khas dikerjakan oleh Rasulullah saw. Dan kekhasan amalan ini hanya saat hujan turun saja. Sedangkan di saat biasa, dimana tidak turun hujan, amalan khusus ini tidaklah dikerjakan. Apa sajakah amalan tersebut? Sudahkah kita mengetahui dan mengamalkannya? Read More

Sunnah Yang Telah dilupakan (1) : Adzan Shubuh

Posted 08 Jan 2008 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

Amalan sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, jika lama tidak diamalkan oleh umat, maka suatu saat umat tidak lagi kenal dengan sunnah tersebut. Bahkan apabila ada sebagian umat yang mengamalkan lagi Sunnah-sunnah yang lama ditinggalkan tersebut, maka pastilah muncul tuduhan-tuduhan yang miring terhadap pengamal sunnah tersebut. Akan muncul cap dan tudingan sebagai pelaku aliran aneh, sempalan ataupun tudingan aliran sesat. Padahal yang diamalkan tersebut sebenarnya merupakan amalan sunnah, namun telah dilupakan umat dan ditinggalkan.

Hal ini telah diisyaratkan oleh Rasulullah saw, bahwa agama ini datang dengan asing, dan nantinya akan dianggap asing lagi sebagaimana awal datangnya. Hanya saja Rasulullah saw memberitahukan kepada kita, bahwa sungguh beruntunglah mereka yang mau menghidupkan amalan sunnah yang telah asing di kalangan umat tersebut. Adakah kita termasuk orang asing yang dianggap beruntung oleh Nabi saw? Marilah kita lihat. Read More

Belajar Bersama Keterbatasan

Posted 07 Jan 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Berulangkali sudah simbah  menyaksikan di tipi, seorang reporter melaporkan kondisi bencana di lapangan. Lalu dengan wajah seakan ikut prihatin, dia menanyakan pertanyaan koplo ini :

“Warga sini sudah menerima bantuan dari pemerintah apa belum pak?”

Mbuh nggak tahu kenapa, simbah menganggap pertanyaan macem begitu sebagai pertanyaan khas kere, yang hanya bisa membangkitkan energi pasif daripada energi untuk pro aktif. Tapi herannya pertanyaan model mas-mas dan mbak-mbak reporter itu terasa Indonesia banget. Mungkin maksudnya untuk menunjukkan, “Ini lho warga sedang kena bencana, mbok pemerintah ikut mbantu.” Padahal sudah sama dimaklumi, bahwa untuk proyek-proyek kemanusiaan model gini, selalu sepi peminat. Soalnya itu proyek gak ada basah-basahnya sama sekali, meskipun ngurusi banjir juga. Beda dengan proyek-proyek basah lain yang selalu dikejar karena berharap cipratan klebusnya. Apa pada lupa bahwa di Indonesia ini berlaku aturan “Semua pejabat itu korup, kecuali terbukti lain”? Read More

Tamasya ke Dunia Lain

Posted 24 Dec 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Sabtu pagi waktu subuh, simbah dikejutkan dengan suara gemrudug orang menggedor pintu klinik. Simbah sempat jengkel juga. Ha wong mau berobat kok caranya kayak mau nggarong. Setelah simbah bukakan pintu klinik, ternyata yang ngoprak-oprak pintu itu seorang remaja masih bau kunyit…

“Mbah, tolong mbah…. itu teman saya tolong diperiksa…!!” pintanya sambil agak ndrodog.
“Sabar.. coba bawa sini temen kamu itu.” kata simbah menenangkan.

Setelah pasiennya dibawa masup, simbah langsung periksa. Lhadalah.. jebul si pemuda bau kunyit itu nganter mayit. Ha wong pasien sudah ke alam barzah gitu. Akhirnya simbah interogasi si pemuda itu. Singkat kata, semuanya mengarah pada oper dosis. Simbah sendiri tak bisa mengambil kesimpulan apa penyebab kematiannya. Sayangnya si jenazah tak punya orang tua. Sehingga tak ada pihak keluarga yang meminta pengusutan lebih lanjut. Yang ada hanya beberapa saudara laki-laki yang sebagiannya juga sudah mulai akrab dengan narkoba. Read More

Puasa Arofah Bareng Saudi?

Posted 18 Dec 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

Polemik kapan dilaksanakannya puasa Arofah memang sedang rame-ramenya. Jika mendasarkan kepada beberapa fatwa ulama yang memfatwakan bahwa puasa Arofah dilaksanakan sesuai wilayah hukum dan sesuai keputusan pemerintah setempat, maka puasa Arofah tidak harus selalu bertepatan dengan 9 Dzulhijjahnya Saudi (Mekkah).

Pertanyaannya, apakah puasa Arofah itu harus bareng dengan tanggal 9 Dzulhijjahnya Saudi?? Sebagian muslimin berpendapat demikian. Mengapa? Karena mereka mendasarkan bahwa puasa Arofah itu harus bertepatan dengan dilaksanakannya wukuf di padang Arofah. Bisakah itu dijalankan oleh muslimin di seluruh dunia, dan haruskah pas tanggal 9 Dzulhijjahnya Saudi??? Marilah kita bahas. Read More

Idul Adha 1428 Kapan?

Posted 13 Dec 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

Setelah melewati Idul Fitri yang penuh perdebatan kapan hari jatuhnya, di bulan ini hal tersebut juga terjadi untuk penentuan Idul Adha. Bedanya, saat ini baik Pemerintah, NU maupun Muhammadiyah akur dalam hal penentuan jatuhnya Ied, yakni hari Kamis 20 Desember 2007.

Namun  beda halnya dengan mereka yang menjadikan Arab Saudi sebagai acuan untuk merayakan Idul Adha. Karena sebagaimana diketahui Kerajaan Saudi Arabia menetapkan hari Idul Adha jatuh pada tanggal 19 Desember 2007 bertepatan dengan hari Rabu. Maka potensi untuk 2 kali berhari raya di negeri ini terbuka lagi. Read More

Haji, Cermin Muslimin Dunia

Posted 06 Dec 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

“Hiyaaa…. buk..plak..dug…ngok..!!!”

Jangan salah, tulisan di atas bukan kutipan kisah silat Khoo Ping Ho. Bukan juga cerita tentang jurus kunyuk melempar buah. Namun sebenarnya itu adalah sepenggal kisah tentang pelaksanaan ibadah haji yang dialami oleh salah seorang rekan sejawat simbah yang berhaji beberapa tahun yang lalu.

Ha kok ada adegan kampleng-kamplengan itu pas njalani ritual apa tho? Trus kok ada “ngok” nya, kayak adegan saru aja…. Tunggu dulu! Itu adalah sepotong adegan di depan Hajar Aswad, dimana seorang jamaah tinggi besar, gothot dan methekol sedang berkompetisi hendak mencium Hajar Aswad. Untuk bisa menciumnya dia harus mengalahkan pesaingnya. Kontan saja sikat kanan, jotos kiri, lalu ...ngok… berhasillah tokoh kita mencium Hajar Aswad dengan penuh kemenangan, setelah menjungkalkan jamaah lain yang lebih kerempeng perawakannya atau lebih gothot (maksud dari gothot  yang iniadalah igone mencothot, alias bengkring alias kurus akut). Jangan harap Jamaah asal Indonesia bisa menang kompetisi ini. Read More

Page 5 of 18« First...23456789...Last →