Posted 06 Jun 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
(Setelah dipreambuli dengan tayangan tindakan FPI di Monas, dan dengan diiringi backsound yang mencekam ala pilem G 30 S PKI, mulailah narator yang terobsesi menjadi penyair membacakan narasinya. Lalu sesudah itu, ketika belum ilang rasa mencekam dari penonton, dimulailah acara Dialog Tokoh yang ditayangkan oleh Stasiun Balapan TV, satu stasiun tipi swasta yang telah berdiri sejak tahun Dal)
Reporter : Gimana menurut anda Cak, tindakan FPI yang barusan ditayangkan?
Cak Mat : Wah gak bener FPI itu. Itu memaksakan kehendak. Saya tidak setuju dengan segala macam kekerasan.
Reporter : Lalu tentang tuntutan mereka terhadap Pelarangan dan Pembubaran Ahmadiyah, apakah Anda juga sepakat?
Cak Mat : Biarkan keyakinan apapun berkembang di negeri ini. Jangan ada pelarangan dan pembubaran satu keyakinan. Itu melanggar hak asasi manusia. Pemerintah seharusnya melindungi semua keyakinan, apapun itu. Gak boleh ada pembubaran!! Jadi saya dukung AKKBB yang mau melindungi semua aliran dan keyakinan, apapun aliran dan keyakinan itu! (Berapi-api, setengah muncrat) Read More
Apapun propesi dan peran yang kita jalani, kita hidup di dunia ini ibarat mampir ngombe dalam satu perjalanan menuju satu tempat. Baik itu dokter, ingsinyur, pilot, chef, kacung, ataupun propesi lainnya, semuanya sedang melakukan satu perjalanan menuju ke suatu tujuan. Semuanya memiliki Bendoro yang sama, yakni Sang Maha Pencipta, Yang Maha Kuasa, Yang dalam Islam memperkenalkan diri-Nya dengan nama ALLAH, yang lantas secara tidak orisinil dipakai juga oleh pihak lain.
Bayangkan jika itu adalah Kang Ngaidin yang ditugasi bosnya kerja di kantor cabang di Ngapeman sono. Oleh sang Bos, Kang Ngaidin disuruh kembali ke kantor pusat di Jakarta. Dibekalilah Kang Ngaidin dengan uang limaratus rebu ripis untuk datang ke kantor pusat guna menghadap sang Bos. Maka Kang Ngaidin sudah memiliki tujuan perjalanan, yakni ke Jakarta, dan sudah memiliki uang bekal yakni limaratus rebu ripis. Read More
Posted 29 May 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Kang Isaac Newton pernah ngomong, bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki lawan atau kebalikannya. Kebaikan lawan dari keburukan, jauh kebalikan dari dekat, atau sebagaimana posting kemarin, borju merupakan kebalikan dari proletar, meskipun tak selamanya tepat.
Dalam hal kaya dan miskin, seringkali orang memberikan satu nilai pada masing-masing kata tersebut. Bagi Kanjeng Bendoro Tuan Sinyo, juragan Tahu Pong yang pernah ditodong clurit di kawasan kumuh, kata miskin atau kemiskinan tentu saja berkonotasi negatip. Apalagi selain ditodong, Kanjeng Bendoro Tuan Sinyo juga ditonyo bibirnya yang mrongos itu sampai bonyok. Makin pantaslah dia dipanggil Tuan Sinyo, karena kata tersebut bisa dimaknai Untu Kedawan Gusi Menyonyo. Read More
Masa co-ass (dokter muda) adalah masa yang cukup kelam buat simbah. Di masa ini, kurang lebih selama 3 tahun, simbah hampir yakin bahwa pilihan untuk menjadi dokter adalah pilihan yang keliru. Simbah masuk jadi co-ass adalah di tahun awal reformasi, dimana bengsin yang 700 ripis naik menjadi 1200 ripis. Massa marah, mahasiswa ngikut. Saat itulah kembali terbukti, bahwa perut lebih tajam dari pedang. Tuntutan keperluan perut, menimbulkan huru-hara di mana-mana, tak terkecuali di dunia perco-assan.
Di saat itu, dunia co-ass terbagi menjadi 2 kasta, yakni kasta co-ass borju dan kasta co-ass proletar. Kasta co-ass borju ditandai dengan adanya gejala fisik nenteng-nenteng pager (dibaca peijer, bukan pager makan tanaman) dan tentu saja HP yang kala itu ukurannya cukup membuat kirik bin asu ciut nyalinya jika diancam mau dibandem pakai HP itu. Kasta ini tongkrongannya di kantin, dan tentu saja jarang ditemui di halte bis, karena area parkir Rumah Sakit merupakan habitat mobil pribadi mereka. Member kasta co-ass borju ini kebanyakan adalah coass yang sugih kongenital. Read More
Posted 19 May 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Simbah punya tetangga di kampung yang bernama Mbah Gambreng. Gambreng adalah nama sejenis serangga. Tak jelas mengapa dinamai seperti itu. Tapi dia bukanlah satu-satunya warga kampung simbah yang dinamai dengan nama binatang. Mbah Gambreng adalah type wanita pejuang yang gigih. Masa mudanya dihabiskan jualan di pasar, dimana kulakan barangnya sampai ke tlatah Matesih sono. Matesih adalah daerah yang jaraknya sekitar 20 km dari kampung simbah. Jarak sejauh itu ditempuh hanya dengan jalan kaki oleh mbah Gambreng.
Makanya sejak dini hari uthuk-uthuk yakni sekitar jam 2 pagi, mbah Gambreng sudah meluncur dari rumah. Kulakan ke Matesih, lalu dijual di Pasar Jungke, siangnya pulang ke rumah. Begitu seterusnya.
Simbah pernah menjumpai satu komunitas penjual daun pisang di daerah Wonogiri –sebagaimana Mbah Gambreng- menempuh perjalanan menyebrangi gunung untuk menjual daun pisang ke desa sebelah. Mereka berangkat pagi-pagi buta, lalu pulang siang hari dengan keuntungan yang tangeh lamun bisa buat beli BMW. Bisa beli BMX saja sudah mukjizat buat mereka. Read More
Posted 14 May 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Bengsin dikabarkan mau naik harga. Harga sembako yang konon singkatan Sembilan Bahan Pokok malah mendahului naik. Bukan hanya Sembilan Bahan, bahkan mungkin Sembilanpuluh sembilan bahan yang sudah merangsek naik. Tukang adzan kampung simbah yang masih ngompolan di mesjid sudah gak punya nyali buat ngompol lagi. Karena begitu ngompol, sudah terbayang harga sabun cuci buat ngumbahi karpet mesjid bakalan tidak murah lagi.
Kemaren suami dari salah satu pegawe simbah yang kerjaannya ngrencengi dagangan meninggal. Menjandalah dia dengan tanggungan 5 anak. Waktu simbah kasih gaweyan buat si mpok, semuanya semata-mata karena simbah melihat kondisi suaminya yang kena penyakit gula, diPHK dari pabrik dimana ia bekerja. Itung-itung buat nyambung napas. Ternyata napasnya putus juga di usia 48 tahun. Sekarang tinggalah 6 napas yang harus disambung, seorang janda dengan 5 anak, dimana yang paling kecil belum selesai disapih dari tetek si mpok. Read More
Posted 02 May 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Hampir seminggu blog simbah mengalami gonjang-ganjing. Dengan tanpa dinyana dan diduga, blog simbah menghilang begitu saja tak tahu rimbanya. Yah, simbah pasrah saja. Ha wong memang gak mudeng babar pisan masalah server-serveran ataupun hosting-hostingan. Bisanya cuma posting doang. Sedangkan masalah server dan hosting simbah serahkan pada ahlinya, yakni Bang Johar.
Jadi kalau sampeyan kemarin mblasuk ke blog ini trus cuma dipituturi bahwa blog simbah sementara unavailable buat dioprak-oprak, itu semua di luar kemampuan simbah untuk menjelaskan What, why, when, where, dan how nya.
Maka untuk njagani dan mageri kemungkinan yang tidak diinginkan, bahwa sewaktu-waktu blog simbah tiba-tiba ghaib tak tentu rimbanya, simbah terinspirasi oleh pilem kartun paporitnya si thole mbarep, yakni Naruto. Maka simbah kloninglah blog ini dengan jurus Kage Boushin no Jutsu-nya Naruto. Sehingga muncullah kloningan Pitutur di alamat yang baru yakni di: http://www.pitutur.net .
Ada kemungkinan nantinya di kloningan itulah simbah akan mencurahkan muntahan isi otak dan hati ini. Sedangkan blog yang lama, masih belum jelas apakah mau eksis dengan materi yang berbeda ataukah diliquidasi.
Simbah juga mohon maaf, jika banyak pertanyaan konsultasi yang masup belum simbah jawab. Tak lain dan tak bukan ini semua gara-gara kesibukan offline yang sempat mbikin simbah jumpalitan. Sabar saja…….
Jika ada saran dan usul, jangan malu untuk menyampaikan. Dan jika menyampaikan usul, jangan usul yang malu-maluin. Dan jika usulnya sudah diterima, jangan lantas kehilangan rasa malu… 
Posted 18 Apr 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Sampeyan pernah naik sepur kelas ekonomi sambil mbawa duik tigapuluh juta ripis? Kira-kira rasanya pigimanah? Kira-kira sampeyan bisa tidur gak dengan kondisi seperti itu? Dengan kondisi keamanan sepur kelas ekonomi yang seperti sekarang, mbawa duik tigapuluh juta ripis di dalamnya adalah satu aktifitas yang menyiksa. Akan lebih menyiksa manakala duik itu adalah duiknya bos kantor dimana dia bekerja, yang harus diantar ke tujuan dengan selamat, dan kalo terjadi apa-apa harus ngganti… Mak nyuuut..
Bahkan jikalau bepergian di dalam fasilitas transportasi yang aman sekalipun, orang pingin bepergian dengan praktis dan aman. Gak mau direpotkan membawa-bawa barang yang malah membebani perjalanan. Maka menungso yang pikirannya begitu itulah yang setelah melalui ribuan tahun sejarah kemanusiaan, akhirnya menemukan yang namanya ATM dengan kartunya. Kartu kecil, gampang dibawa dan disimpan, yang manfaatnya lebih besar daripada mbawa tumpukan koper berisi tetek bengek bekal perjalanan. Read More
Posted 11 Apr 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Barusan simbah terkaget-kaget setengah tercengang, membaca data aliran dana BI kepada DPR yang ditayangkan di tipi. Data itu sumbernya didapat dari DPR sendiri. Yang mbikin simbah terkaget agak njondhil bukan masalah korupnya DPR atau oknum BI, kalo itu blas gak ngagetin. Malah terkesan wajar banget. Tapi yang mbikin simbah terkaget adalah penggunaan dana aliran yang gak beres itu.
Salah satu alokasi dana kemproh itu adalah untuk membiayai wal ngragadi acara Buka Puasa Bersama salah satu Komisi DPR yang nilai nominalnya sebesar 379 juta ripis. Mak nyusss… Rasanya hati ini jadi pilu kayak ditladhung pithik yang sedang angrem.
Bayangkan jika sampeyan punya duit segedhe itu, kira-kira warung es cendhol mana yang mau sampeyan beli buat minuman pembuka Buka Puasanya? Dan sego kucing berapa pincuk bisa sampeyan borong buat ngganjel usus wal blodhot yang gak pernah bisa penuh itu? Read More
Posted 03 Apr 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Sekitar dua tahun yang, di saat simbah asyik metangkring di satu cakruk sambil mengamati mobil simbah yang sedang dicat, duduklah bersama simbah seorang sahabat simbah beserta seorang mantan tukang kepruk lokalisasi Kramat Tunggak yang luntang-lantung nyari kerja, sebut saja namanya si Gopar.
Waktu itu simbah dan sahabat simbah sedang ngetuprus membicarakan perihal kejujuran. Sambil nyantai simbah mituturi si tukang cat mobil itu, sesekali ditambahi pitutur dari sahabat simbah. Sebutlah si tukang cat mobil itu si Osrat, jagoan cat yang sudah kawentar hasil catnya mesti kinclong..
“Srat, pokoke kerja yang tekun, ulet dan yang terpenting jujur. Jangan nipu. Kalo nipu, bagaimanapun caranya, hidup gak bakalan sukses.” kata sahabat simbah pada si Osrat.
“Lha itu, koruptor-koruptor itu pada sugeh mblegedhu dari hasil nipu… nyatanya hidup enak mbah..,” sergah Osrat pada simbah.
“Halah, enak apanya? Wong hidup dihantui kebohongan kok enak.. Lagian emangnya kesuksesan hidup itu kayak mereka..?? Wah jauh Srat.. Mereka itu sedang menggali lobang neraka di dunia. Kalo di akherat, nggak usah digali, nerakanya sudah tersedia dan dalem. Jikalau ada bayi dicemplungin ke situ, sampe ke dasar neraka sudah jenggoten saking dalemnya…, mau hidup kayak gitu..!!??” jawab simbah. Read More
Posted 14 Mar 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Beberapa hari terakhir ini simbah sedikit mengalami kesibukan yang lumayan dahsyat. Sampe-sampe mau posting aja sudah terlalu capek. Sudah nyumet komputer, mau posting tapi ternyata malah ketiduran dengan komputer terus nyala sampai pagi. Ini berulang sampai beberapa kali. PC autoshutdown yang biasanya menjadi penyelamat, ternyata cuma shareware yang hanya berlaku sampai 14 hari.
Sebenarnya bukan urusan berat, hanya ngurusi sales baru yang saat ini sudah mulai beroperasi ngabyantoro daerah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Tapi mengingat sudah beberapa sales simbah libas karena cluthaknya, simbah gak mau kasus itu terulang lagi.
Dulu sebelum bermasalah dengan sales-sales yang akhirnya simbah libas, simbah selalu memandang kaum mlarat wal dhuafa itu dengan pandangan bersih, tak banyak prasangka, dan malah menganggap mereka ini sebagai kaum yang harus banyak diberi kesempatan untuk memperbaiki nasib. Pandangan simbah jadi sedikit berubah manakala memasuki area bisnis yang melibatkan tenaga mereka. Read More
Posted 05 Mar 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Simbah inget dagelan mataraman ala Basiyo yang menyebutkan bahwa naik becak di Solo itu gratis. Weh, mangtabh… !! Tapi jangan seneng dulu, ternyata yang dimaksud, naik becaknya gratis, tapi mbayarnya pas turun.
Lalu beberapa waktu yang lalu. sebuah stasiun tipi swasta menayangkan iklan anti rokok. Iklan itu dimulai dengan gambar rokok dengan tulisan “Take It”. Lhadalah, iklan anti udud tapi malah nyuruh ngambil udud??? Tunggu dulu! Iklan itu lalu menampilkan gambar rokok dibakar, dan ketika rokok habis muncul gambar jerangkong. Saat muncul gambar jerangkong itulah ada tulisan “Pay Later”. Maksud iklan anti udud itu adalah ingin menyampaikan pesan, “Nyoh ndang udud sak kayangmu, tapi mbesuk bayarlah dengan taruhan nyawamu!”
Intinya, di dunia ini segala sebab pasti menimbulkan akibat. Akibat itu bisa kontan seketika mak jegagik, atau bisa juga lepas lambat alias sustained release, bahkan bisa juga delayed without permission. Tapi akibat itu pasti akan ditanggung oleh karena adanya sebab yang telah terbuat. Read More
Posted 29 Feb 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Dulu sewaktu simbah masih dapat jatah jaga di ICU, seringkali simbah menyaksikan para penunggu pasien menunggu di luar ruang dengan begitu cemasnya. Ada yang nggelar tikar sambil sesekali sledap-sledup ngudud dan srupat-sruput minum kopi, ada juga yang duduk merenung. Namun yang jelas semua jadi kuat melek.
Ibu-ibu yang tadinya ngantukan, jam sepuluh malem sudah mlungker selimutan, tiba-tiba menjadi bisa kuat melekan. Semalam tidur dua jam sudah cukup manakala menunggu anak kesayangannya dirawat di ruang batas hidup dan mati itu. Kang Pawiro Cobrot yang biasanya sebelum Dunia Dalam Berita sudah ngowoh, tiba-tiba jadi tukang melek selama berhari-hari karena nunggu isterinya yang kritis setelah cesar.
Itulah kekuatan asli manusia. Dalam keadaan normal, kekuatan manusia terasa terbatas. Orang sekuat apapun bisa kalah oleh capek dan letih. Kalo sudah kelelahan, oknum segothot apapun akan nglumpruk lemes karena dikalahkan oleh lelah. Read More
Posted 22 Feb 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Sore itu Mbokde Limbuk dan Yu Cangik kedatangan tamu wedhok yang sedang nangis membik-membik. Setelah ditanya, ternyata tamunya itu seorang Artis sekaligus Sutradara terkenal yang bernama Roro Bodhongwati, dan biasa dipanggil Rowati.
Cangik : Ada apa tho nduk, kok pakai acara nangis segala?
Rowati : Oalah mbokdhe, pilem saya disensor dan dipotongi abis-abisan sama Basopil (Badan Sensor Pilem). Padahal itu karya masterpis saya lho..
Limbuk : Ha mbok sabar tho yu…
Rowati : Sabar gimana..? Ini namanya pemasungan kebebasan berekspresi. Mbikin pilem yang kayak punya saya itu susah lho. Apalagi itu pilem saya bintangi sekaligus saya sutradarai sendiri…
Cangik : Lha memangnya kenapa kok banyak dipotongi adegannya?
Rowati : Ha embuh tuh si Basopil itu… Ada adegan bagus yang jarang ditemui di dunia sinematograpi dipotongi abis-abisan. Itu adegan dimana saya lagi meking lop sama lawan main saya. Ha kok adegan berdurasi 10 menit itu diprotholi tak bersisa… Read More