MENUNGGU MUKJIZAT : CHAPTER TWO

16 Comments
Posted 14 Dec 2006 in Uncategorized

Bagi yang pernah belajar ulumul Qur’an, maka pasti tidak akan asing dengan apa yang dinamakan i’jazul Qur’an. Memang setelah simbah rasakan, komen dari Kang Kombor ada betulnya juga, bahwa istilah mukjizat itu harus dijlentrehkan dahulu agar persoalannya jelas. I’jaz (kemukjizatan) asalnya dari bahasa Arab. Kata i’jaz digunakan untuk menisbatkan kelemahan kepada orang lain.

Mu’jizat atau mukjizat (setelah diindonesiakan) dinamakan mukjizat yang artinya melemahkan, karena manusia lemah dan dianggap lemah untuk mendatangkan hal yang serupa. Di jaman Nabi Musa si Fir’aun merasa mampu menandingi tongkatnya Nabi Musa yang bisa berubah jadi ular. Namun ternyata setelah adu tanding dengan mengerahkan tukang sihir untuk menandingi kemukjizatan Nabi Musa, si Fir’aun malah kewirangan. Tukang sihirnya mengakui bahwa apa yang didatangkan Nabi Musa itu bukan tandingannya.

Apa yang bisa dilakukan Nabi Isa pun, tak ada yang menandingi di zamannya. Demikian juga nabi-nabi yang lain. Fungsi mukjizat itu sendiri adalah sebagai penguat dan penegas bahwa Nabi atau rasul yang diutus ke tengah-tengah kaumnya itu benar-benar utusan Allah yang membawa kebenaran. Sekaligus sebagai hujah mengalahkan bantahan orang-orang yang menentangnya.

Nah, Nabi Muhammad saw itu diutus bagi umat sampai akhir jaman. Sementara manusia semakin maju daya pikir dan teknologinya, berkat eksplorasi mereka akan rongga perut dan rongga kepala (baca lagi Trilogy Eksplorasi). Lha kalo mukjizatnya cuma model bisa menyembuhkan penderita kusta, bikin orang buta bisa melihat, menyembuhkan orang lumpuh, lha nggak usah Nabi saja sekarang sudah banyak yang bisa. Makanya orang malah melecehkan mukjizat Nabi Isa a.s gara-gara sudah menemukan teknologi penyembuhan yang canggih.

Kemukjizatan Al Qur’an adalah terletak pada kenyataan bahwa manusia tidak mampu dan tidak akan pernah mampu dikarenakan kelemahannya, untuk mendatangkan apa yang bisa didatangkan dan dihasilkan oleh Al Qur’an.

Dimulai dari yang ringan dulu. Manusia ditantang untuk mendatangkan yang serupa dengan ayat-ayat Al Qur’an. Gak usah banyak-banyak, tiga ayat sajalah. Itu kalo manusia menganggap diri mereka benar, hebat, kuat, pinter dlsb. Nyatanya dari jaman unta sampai jaman Honda, dan dari jaman Abu Jahal sampai jaman Ulil Abshar, gak ada yang terbukti bisa.

Ini semua dikarenakan susunan Al Qur’an, keindahan bahasanya, serta kekuatan isinya tidak ada yang menandingi. Hanya Allah yang bisa begitu. Makhluk gak mungkin bisa. Nyatanya begitu sampai sekarang. Kalo ada yang mbaca Al Qur’an trus gak nemu sisi-sisi tersebut, itu lebih dikarenakan bodohnya yang mbaca saja. Ibarat pasien gegar otak grade IV mbaca teori Fisika Kuantum, habis mbaca malah tambah edan dan tidak menemukan sisi kemanfaatan apapun dari bacaannya tersebut.

Ini adalah sisi kemukjizatan Al Qur’an ke dalam Al Qur’annya sendiri. Sebagai bukti bahwa ini bukan bikinan manusia, buktinya gak ada manusia yang bisa mbikin. Teknologi manusia secanggih apapun yang bisa diraih manusia zaman ini, tak terbukti bisa mematahkan mukjizat ini. Bahkan sampai kapanpun.

NASA boleh ngaku-ngaku bisa mendaratkan manusia ke bulan, ahli kloning boleh saja bangga bisa bikin domba secara gak wajar, ilmu sastera boleh saja menghasilkan sasterawan yang hebat-hebat, ahli bahasa boleh saja mbikin tulisan yang indah-indah, tapi yang pasti, sampai saat ini mereka semua tidak bisa dan simbah yakin gak akan bisa membuat yang serupa dengan Al Qur’an secuilpun.

Hanya saja, ini adalah satu bagian  dari kemukjizatan Al Qur’an. Karena kalo ini saja, apa kemukjizatan Al Qur’an bagi manusia? Apa yang bisa dihasilkan, diperbuat dan diharapkan dari Al Qur’an, yang manusia tidak akan sanggup menandingi dan membikin yang serupa?

Eksplorasi perut dan otak sedemikian majunya. Sampai-sampai pada tingkatan manusia menjadi setengah tuhan. Bahkan bermain-main menjadi tuhan. Orang menyebutnya sebagai playing God. Manusia merasa bisa apa saja. Gak butuh tuhan lagi. Semua bisa diraih dengan kepandaian dan teknologi. Agama hanya hiburan pelengkap hidup. Sebagian manusia menggunakannya hanya sekedar sebagai kosmetik.

Karena menganggap mukjizat Al Qur’an hanya sebatas yang disebutkan di atas, maka Al Qur’an hanya dijadikan sebagai bacaan pengantar mati. Bacaan bagi orang mati, bacaan buat lomba, bacaan buat tombo koreng, bacaan buat ngusir lelembut, buat penglaris, buat nyari jodoh, buat….. ah sudahlah. Marginalisasi Al Qur’an, substitusi gaweyane mbah Dukun. Kadang komplemen piranti mbah Kyai Dukun… kurang ajar… dasar manusia pekok. Macem suku pedalaman afrika dikasih PC dengan prosesor Core 2 Duo saja. Gandeng gak mudeng dibikin jimat.

Lha lantas kemukjizatan Al Qur’an buat kita apa? Hmm … sampeyan pikir lagi. Bantu saya mikir agar diberi kemudahan mbikin Chapter ketiganya. Semoga Chapter ketiga ini sekaligus menjadi jawaban atas pertanyaan tentang tata cara eksplorasi hati yang kemaren menjadi pertanyaan.

Yang Membantu Simbah

The Best Query for the Content


16 Comments

  1. Djigoer

    Mugo2 entuk giliran sing perdana \:d/

    Reply
  2. mbah…menawi inyong maos alquran trus mboten ngertos artine bin ma’nane niku trus kepriben mbah??

    Mbahmu : selama hayat masih dikandung badan : Sinau sing nggethu!! Lha kalo nggak sinau kapan bisa pahamnya? :-? 

    Reply
  3. Ampun mbah .. tambah abot:((
    saya termasuk yang gegar otak level IV baca qur’an e
    dan orang afrika dapet intel core 2 duo

    Reply
  4. Wah..leres sanget niku mbah dukun :d ehh…kleru…mbah dipo maksude :">

    Mbahmu : ati-ati kesleo lidah :D … perlu diurut..? 

    Reply
  5. Maturnuwun, Mbah. Kang Kombor baru tahu saat ini loh kalau mu’jizat itu artinya melemahkan.

    Reply
  6. kalimat favoritku postingan iki:
    ah sudahlah :d

    Reply
  7. Bung YZ

    Al Qur’an itu adalah pedoman hidup mbah, jika manungso konsisten memegang teguh ajaran Al Qur’an, maka dijamin hidupnya tentrem sejati…itu salah satu mukjizat nya Mbah (salah yo?? :-?)
    tak ado satupun ajaran lainnyo yang bisa memberikan ketentraman sejati selain Al Qur’an…8-|

    Mbahmu : Iyo bagitulo sebenernyo…. *halah :D 

    Reply
  8. oon

    membaca saja aku sulit :(
    hiks..bener mbah, memang masih macem wong ndeso ngrebus telor pake microwave

    Reply
  9. :-?
    mmm… mu’jizat iku melemahkan ya mbah…?
    mmm… mbah mengkaji sama membaca lain nggak? mengkaji Al Qur’an atau membaca Al Qur’an. Kalo dalam Al Qur’an ada perintah Iqro’, “bacalah !”, maksudnya sekedar dibaca sekedar tahu atau, dibaca dan dimengerti serta diamalken. gmn mbah?/:)

    Mbahmu : Membaca itu bagian dari mengkaji…. :) Setelah kajiannya lengkap, barulah diamalken… :D

    Reply
  10. arip

    Assalamu’alaikum wr wb
    Mbah tek wei artikel,mbok menowo bermanfaat kanggo ugo rampe nyebul pasien sing rodo mbalelo (Insya Allah).Aku cuplik dari ‘Membumikan Al Qur’an’nya Q.Shihab

    Keajaiban Alqur’an

    Alqur’an sungguh luar biasa.Diturunkan ditempat yang berlainan dan dalam waktu yang relative panjang (22 tahun,2 bulan dan 22 hari).Melalui orang yang tidak bisa membaca dan menulis saat itu,namun banyak hal yang mengejutkan.Kata yang sepadan ditemukan dalam jumlah sama dan seimbang,dan kata yang berlawanan arti juga seimbang.
    Berikut selengkapnya :

    A. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan bilangan antonimnya
    - Al Hayah (hidup) dan Al Mawt (mati) masing masing sebanyak 145 kali.
    - An Naf’ (manfaat) dan Al Madharrah (mudarat) masing masing sebanyak 50 kali.
    - Al Har (panas) dan Al Bard (dingin) masing masing sebanyak 4 kali
    - As Shalihat (kebajikan) dan Al Sayyi’at (keburukan) masing masing sebanyak 167 kali
    - Al Thuma’ninah (kelapangan/ketenangan) dan Al Dhiq (kesempitan) masing masing sebanyak 13 kali
    - Al Rahbah (cemas/takut) dan Ar Raghbah (harap/ingin) masing masing sebanyak 8 kali
    - Al Kufr (kekufuran) dan Al Iman dalam bentuk definitife masing masing sebanyak 17 kali
    - Kufr dan iman dalam bentuk indefinite masing masing sebanyak 8 kali
    - Al Shayf (musim panas) dan As Syita (musim dingin) masing masing sebanyak 1 kali
    -
    B. Keseimbangan jumlah kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya
    - Al Harf dan Al Zira’ah (membajak/bertani) masing masing sebanyak 14 kali
    - As ‘Ushb dan Al Dhurur (membangggakan diri/angkuh) masing masing sebanyak 27 kali
    - Al Dhallun dan Al Mawta (Orang sesat/mati jiwa) masing masing sebanyak 17 kali
    - Al Islam dan Al Wahyu (Al Qur’an,wahyu dan Islam) masing masing sebanyak 70 kali
    - Al Aql dan An Nur (akal dan Cahaya) masing masing sebanyak 49 kali
    - Al Jahr dan Al ‘Alamiyah (nyata) masing masing sebanyak 16 kali
    -
    C. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk pada akibat.
    - Al Infaq (infaq) dengan Ar Ridha (Rela) masing masing sebanyak 73 kali
    - Al Bukhl (kikir)dengan Al Hasarah (penyesalan) masing masing sebanyak 12 kali
    - Al Zakat (Zakat) dengan Al Barakat (kebajikan yang banyak) masing masing sebanyak 32 kali
    - Al Fahisyah (kekejian) dengan Al Ghadhb (murka) masing masing sebanyak 26 kali
    -
    D. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan penyebabnya
    - Al Israf (pemborosan) dengan Al Sur’ah) (tergesa gesa) masing masing sebanyak 23 kali
    - Al Maw-izhah (nasehat) dengan Al Lisan (lidah) masing masing sebanyak 25 kali
    - Al Asra (tawanan) dengan Al Harb (perang) masing masing sebanyak 6 kali
    - Al Salam (kedamaian) dengan At Thayyibat (kebajikan) masing masing sebanyak 60 kali
    -
    E. Keseimbangan khusus
    - Kata Yawm (hari) dalam bentuk tunggal masing masing sebanyak 365 kali (sama dengan jumlah hari dalam satu tahun).Dan kata hari yang menunjukan kata plural (Ayyam) dan dua (Yaw-mayni) ada 30 (sama dengan jumlah hari dalam satu bulan).Dan kata yang berarti bulan (Syahr) hanya ada 12 kali (sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun.
    - Penjelasan bahwa langit itu ada tujuh diulang ulang sampai 7 kali pula
    - Kata kata yang menunjukan kepada utusan Tuhan,baik rasul atau Nabi atau Basyir (pembawa utusan) atau Nadzir (pemberi peringatan) semuanya berjumlah 518 kali.Jumlah ini seimbang dengan nama nama nabi,rasul dan pembawa berita tersebut yang 518 kali.

    Wassalamu’alaikum wr wb

    Mbahmu : wah, suwun kang. Ini adalah bagian dari mukjizat Al Qur’an dari sisi chapter ini. Ada masukan buat chapter ketiga nggak kang? 

    Reply
  11. Allahoe Akbar !!:x

    Reply
  12. Cah Angon

    mbah dos pundi nek wonten tiyang ahlul kitab yang coment “wah iku lak versi wong islam” buktine menurut survey buku paling laris sepanjang massa yoiku “Holly book” perjanjian baru/lama, Nyuwun….pendapate mbah??? :-?

    Mbahmu : tantangan Al Qur’an untuk membuat ayat yang serupa dgn Al Qur’an itu justru diserukan kepada mereka juga. Jadi kalo sampai sekarang belum bisa ngayahi tantangan itu, orang gak bisa mengatakan “iku versine wong Islam”… itu tantangan “Universal”, bahkan bukan hanya manungso,  sak jin iprit, gendruwo, banaspati, wewe gombel sisan… :D

    Kalo masalah kelarisan, itu tdk bisa dijadikan tolok ukur kang. Lha mengko mbareng dibandingke kacang goreng ternyata luwih laris kacang goreng lak tiwas kewirangan.. :)

    Reply
  13. Mbah & All…

    Kajeng Rasulullah jarang mengeluh, tapi dalam QS 25 : 30 digambarkan bahwa Kanjeng Rasulullah mengeluh kepada Allah bahwa nanti kaumku menjadikan Al Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan(Mahjura), yaitu :
    1. Tidak tekun mendengarkannya
    2. Tidak mengindahkan halal dan haramnya walau dipercaya dan dibaca.
    3. Tidak menjadikannya rujukan dalam menetapkan hukum
    4. Tidak berupaya memikirkan dan memahami apa yang dikehendaki oleh Allah yang menurunkannya.
    5. Tidak menjadikanya sebagai obat bagi semua penyakit-penyakit kejiwaan.

    Semoga kita merenungkannya ya Mbah…..

    Reply
  14. Saya yakin beriman, tidak ragu lagi degan al quran, bahkan sebelum kitab suci ini turun saya sudah beriman melalui pengetahuan dalam kitab induk dan kitab suci lain; taurat, zabur maupun injil. Karepa apa pun yang sudah kita lakukan akan diuji dengan al quran, bahkan rencana kita pun di masa-masa yang akan datang pasti akan berpedoman pada al quran. Keyakinan saya degan al quran, tidak akan tergoda lagi berbagai produk IPTEK yang maju, modern dan canggih pun tetap akan menambah keyakinan saya akan muzijat al quran.

    Reply
    • Karscirebon

      assalamualaikum, bang, karscirebon minta ditelaah lagi ttg penemuan code hujjah mujizat Al Quran ini. Pernahkah abang merasa hati berdebar^^ sangat kencang ketika bisa membuktikan sendiri mujizat Al Quran dengan tangan sendiri. Tanpa rekayasa. Coba abang klik posting karscirebon di http://orgawam.wordpress.com/2008/04/16/ahmadiyah-mirza-ghulam-ahmad-nabi/#comment-579 bang,hijjab Al Quran selama berabad abad, telah tersingkap bagi saya, subhanalloh. Semoga ilmu ini terus bermanfaat sebagai amal kita sampai akhir jaman. Silakan tinggalkan pesan di http://karscirebon.multiply.com/ wassalamualaikum wm wb. Maap saya entrinya memakai opera mini. Karscirebon 2008.

      Reply
  15. Karscirebon

    assalamualaikum, bang, karscirebon minta ditelaah lagi ttg penemuan code hujjah mujizat Al Quran ini. Pernahkah abang merasa hati berdebar^^ sangat kencang ketika bisa membuktikan sendiri mujizat Al Quran dengan tangan sendiri. Tanpa rekayasa. Coba abang klik posting karscirebon di http://orgawam.wordpress.com/2008/04/16/ahmadiyah-mirza-ghulam-ahmad-nabi/#comment-579 bang,hijjab Al Quran selama berabad abad, telah tersingkap bagi saya, subhanalloh. Semoga ilmu ini terus bermanfaat sebagai amal kita sampai akhir jaman. Silakan tinggalkan pesan di http://karscirebon.multiply.com/ wassalamualaikum wm wb. Maap saya entrinya memakai opera mini. Karscirebon 2008. :-?

    Reply


Add Your Comment