Tak dinyana dan tak direncana, ternyata sudah cukup lama simbah tidak menulis di blog ini. Diawali dengan sibuknya simbah ngurus Klinik baru yang menyebabkan simbah kepontang-kepanting harus berangkat pagi dan pulang petang. Lalu ditambah dengan kesibukan baru ngurus anak-anak yang harus simbah lakukan, dikarenakan simboknya anak-anak ternyata diketahui sedang isi lagi rahimnya dengan calon jabang bayi anak kelima. Maka praktis tak ada aktifitas online sama sekali.
Maka hari ini simbah mulai lagi nawaitu niat ingsun ndumuki kibord, menyusun aksara yang mudah-mudahan manpangati bagi yang mau mbaca. Dan ternyata memang agak berat. Sebagaimana hukum Newton tentang kelembaman, dimana benda berusaha mempertahankan keadaannya, maka demikian juga simbah…. Jian males pol mau memulai nulis kayak gini.
Untuk kali pertama, simbah mau mengucapkan dulu Taqobbalallohu minnaa wa minkum bagi panjenengan semua. Semoga amalan kita diterima dan dibalas sesuai bahkan melebihi apa yang bisa kita amalkan. Meskipun agak telat, tapi tak apa. Ha wong baru bisa njedhul saat ini.
Dan sebagaimana lazimnya hawa lebaran, dimana masing-masing orang punya cerita dan pengalamannya masing-masing,maka demikian juga simbah. Lebaran kemarin simbah bersama salah seorang senior simbah, yakni Mbah Kyai Ngahmad, mengadakan acara kumpul-kumpul bersama sohib-sohib yang dulu pernah terikat satu kerjasama yang dijuduli “pikir umat”. Acara dirancang dengan tidak seksama. Undangan disebar dengan sistem “Hantu ke Hantu” ala Trio Detektifnya Alfred Hitchcock, sehingga keakuratan jumlah pesertanya sangat mungkin meleset jauh dari perkiraan. Maka untuk menjaga agar tak banyak memubazirkan konsumsi, simbah dan Mbah Kyai Ngahmad merancang hanya snack saja yang keluar. Tata urutan USDEK (Unjukan, Snack, Dahar, Es, Kondur atawa Minuman, Snack, Makan, Es, Pulang) tak dipakai, karena kental dengan aroma kurang suguh atau turah suguh, dikarenakan jumlah peserta yang belum nggenah.
Dan benar adanya. Jumlah peserta yang hadir dibawah estimasi. Dari 100 dus konsumsi yang disediakan, sisa sekitar 30 dus, yang akhirnya dibagi-bagi buat sodakoh ke tetangga kiri kanan. Walau begitu, acara yang baru diadakan sekali dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun itu cukup mengobati kerinduan hati akan semangat yang simbah dan sohib-sohib simbah miliki waktu lajang dulu, dalam mengelola apa yang disebut sebagai “pikir umat” Apalagi dalam acara itu diawali oleh Kyai Mochtar yang memang sudah kesohor kezuhudannya, sehingga selalu menjadi tempat curhatnya sohib-sohib simbah yang ngabyantoro ke njaban rangkah. Yang nglemboro ke Jakarta, ke Pati, ke Bandung, ke Manchester ataupun ke Kanada, kalau pulang ke Solo tak lupa selalu njujug ke Kyai Mochtar.
Kyai Mochtar mewejang kita semua untuk selektip mencari harta. Karena harta yang kita cari itulah yang kita masukkan ke perut kita, ke perut anak dan isteri kita. Maka tak ada kompromi dalam hal kehalalan harta yang kita cari. Nasehat ini lantas dilanjutkan dengan petuah santai yang diwedar oleh Kanjeng Kyai Sembodo. Sebagaimana biasa, kalau yang memberi nasehat Kyai Sembodo, bersiaplah untuk tidak mengisi perut dengan kenyang. Karena dijamin pasti mules, tergoncang oleh tausiyah yang tajam tapi kocak yang mampu ngocak-ocak isi perut sampeyan semua. Kyai Sembodo membuka memori lama kita perihal kesemangatan dalam berdakwah dan pikir umat semasa SMA di SMA 1 Solo Margoyudan dulu. Diawali dengan awal mula kebangkitan MKI, lalu disambung dengan kisah Muadzin pocokan yang membutuhkan navigator, karena tiap kali mbengok wal teriak melafadzkan adzan dia selalu lupa lafadz apa yang akan diucap berikutnya. Intinya,Kyai Sembodo mengingatkan kita agar keep the spirit, karena banyak aktifis “pikir umat” yang dulunya aktif sekarang cuma jadi pupuk bawang penggembira dunia, yang sugih juga nggak, tapi meninggalkan dakwah… bahkan sholatnya juga bablas…!! Naudzubillaah.
Dilihat dari persiapan yang acakadut, acara kumpul lebaran kemaren cukup sukses. Mengumpulkan konco dakwah dari tim kecil dan tim MKI SMA 1 Margoyudan dari angkatan 1990 sampai 1996. Masing-masing peserta membawa isteri dan anak-anaknya. Tak dinyana dan disangka, simbah yang anaknya baru akan lima, dimana kalau di rumah sudah dianggap kakehan anak, begitu kumpul dengan kyai-kyai senior simbah jadi kalah awu. Lha salah satu konco simbah yang pernah simbah ceritakan diposting lama, sudah punya momongan sembilan anak. Saat silaturahim ke rumah simbah di Solo sohib simbah ini bikin kaget, karena dia memboyong istri dan 9 anaknya dalam satu mobil pikup tronthong, sehingga adik simbah mengira ada rombongan TPA mau mampir. Kyai Mochtar sendiri sudah 6, Kyai Sembodo 7, sedangkan Kyai Probo 8 anak.
Kyai Sembodo menerangkan perihal banyaknya anak ini, dimana program pemerintah menyebutkan bahwa “Dua Anak CUKUP”, maka jika anaknya 3 disebut “Lebih Dari Cukup”. Kalau anaknya 4 maka statusnya meningkat jadi “Baik”. Kalau anaknya 5 menjadi “Baik Sekali”, jika menjadi 6 menjadi “Istimewa” dan seterusnya. Simbah jadi inget skala nilai dalam rapor, bahwa jika nilainya 6 itu “Cukup”, kalau 7 dianggap “lebih dari cukup”, sedangkan nilai 8 dianggap “baik”…. Dan seterusnya. Memang jos gandos qiyasnya Kyai Sembodo ini. Gara-gara qiyas ini, sekarang semboyan KB diubah menjadi “Dua Anak Lebih Baik” walaupun semboyan ini tetep gak mempan bagi yang ingin meraih nilai “Istimewa”.
Walhasil ‘alakullihal, acara ini menginspirasi satu usulan agar acara serupa diadakan lagi di waktu mendatang dengan frekwensi lebih sering dan berkualitas. Maka bagi pembaca yang masih mengalir pada tubuhnya trah waris MKI SMA 1 Margoyudan Solo, bersiaplah untuk dikabari akan adanya acara serupa di waktu depan ini insya Allah. Sedangkan bagi pembaca yang lain, mudakan lagi semangat sampeyan di dalam mengupayakan kemanpangatan bagi orang lain, terutama yang berkaitan dengan ngalam keakheratan, dan “tak lupa” juga “ngalam ndonya”. Ingat… tak satupun yang kita perbuat di dunia ini, melainkan pasti akan membawa akibat pada diri kita. Maka siapkan diri sampeyan bagi akibat yang baik, tentu saja diawali dengan perbuatan yang baik pula.
Powered by ScribeFire.
Popularity: 8%

Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah... Pingin luwih detail? 




Weh jebule dowo.. tak KOMEN sik ah
suwe ra nggedabrus, nggedabrus pisan sing suwe sisan…
amin.. amin… kapan melepas “Joko”nya dan punya momongan?
Buat jamaah pitutur, maaf lahir batin..
buat simbah.. selamat buat kehamilan istrinya.. mantab..
btw, we miss u mbah…
we miss u too
baru muncul si mbah.
pa khabar mbah ?
selamat ya mbah mo dikarunai anak yg ke-5.
moga menjadi anak yg memberatkan timbangan kebaikan buat orangtuanya.
met lebaran juga mbah
Gendang melayu bunyinya lantang,
Dara di hilir menari Zapin
Ramadhan berlalu Syawalpun datang
Mohon maaf lahir & batin
Berharap padi dalam lesung,
Yang ada cuma rumpun jerami,
Harapan hati bertatap langsung,
Hanya bermimpi dari sini.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429H.
Taqobalallahu minna waminkum wataqabbal ya karim.
Amiin…


Alhamdulillah, buka klinik maning toh mbah dimana?
Taqabbal ya karim.
moga-moga kecipratan berkah mbaca postingan inih
(anak baru mau 1) -minta doanya ya mbah-
salam
Berkah? wah itu hal berat… coba simak postingan simbah berikutnya.
Tsqobalaallahu ya karim
taqobbal yaa Kariim…
alhamdulillaahirobbil’alamin, selamat atas kehadiran calon putra ke-5 mbah, salam buat mbah putri ya. Wah nyesel juga gak ikutan kumpul bakdan dan dengerin wejangan para kyai legendaris tsb, pas masuk angin ni mbah. Semoga masih ada kesempatan lain ya mbah…
congratulatons for new clinic….mabrook….untuk nyonya nya. have a nice time for reouni….apa lagi ya…. oh ya…ied mubbarak , maaf lahir batin telat nggak apa apa ,dari pada tidak sama sekali… !
jadi repot toh mbah….? luuuaaama banget nunggu judul baru nya
tapi acara “pikir umat” nya sukses kan mbah…?
itu bisa jadi tombo ati si mbah setelah sibuk ngurus ini itu.
akhir kalam…sukses ya mbah…!
mbah aku yo sma 1 ………..tapi sma 1 ndemak …….kekeekek
(rung mari moco) 5 mbah??????? byuh byuuuuuhhhh. yo wes alhamdulillaaaahhh. semoga sehat dan jadi anak soleh. (karo gedeg2)