Konsultasi Acakadut

6 Comments
Tags:
Posted 26 May 2010 in Bumbu Urip, Selingan

Lama sudah simbah tak pernah posting di blog ini. Bukan karena malas nulis. Justru hampir setiap hari simbah menulis walau hanya beberapa paragrap. Tapi simbah nulis dalam rangka ngupoyo upo menjemput takdir rejeki yang masih gemandul di depan mata simbah. Simbah hanya berikhtiar menggerakkan tangan sehingga yang berada di depan mata tersebut bisa berpindah ke tangan simbah.

Beberapa hari terakhir simbah agak dikejutkan dengan membanjirnya email yang masuk yang berasal dari kotak konsultasi di blog ini. Bayangkan, biasanya konsultasi hanya 2 hingga 3 email seminggu. Lha ini sehari saja bisa puluhan email.

Maka satu persatu email simbah buka dan simbah baca. Welhadalah, ha kok isi konsultasinya rada pating klenyit. Bayangkan saja, ada puluhan email menanyakan pada simbah nomer buntutan togel Singapura. Ada lagi pertanyaan perihal buntutan di Batam. Pertanyaannya cukup ringkes, “Sabtu ini keluarnya apa Mbah?”

Yang lain tak kalah banyaknya adalah pertanyaan tentang nasib dan masa depan. Di awali dengan menyebut hari, weton, tanggal bulan dan tahun kelahiran. Terus dipungkasi dengan ending pertanyaan yang cukup mantabh: “Pekerjaan apa yang cocok buat saya mbah?” atau “Bagaimana masa depan karir saya mbah?” atau “Kapan saya kaya mbah?” atau “Saya kok dari dulu cuma tukang becak, apakah saya akan terus jadi tukang becak mbah?”…. Haduh.. Yo embuh lee..le..

Simbah tidak tahu, apakah ini efek samping dari kematian Mama Loren, sehingga simbah jadi paran pitakonan perihal nasib? Ha wong nasib simbah sendiri entar pigimanah juga tidak tahu, ha kok disuruh mbaca nasibnya orang lain. Walaupun sebenarnya jika simbah pingin kaya mendadak sebenarnya bisa. Lha tinggal simbah kasih nomer rekening, trus semua pertanyaan yang masuk diharuskan menyerahkan sesajen sekian ripis ke rekening simbah agar mendapatkan kesuksesan karir atau tembus togelnya.

Biar makin mantabh, secara berkala simbah bikin testimoni dari pihak-pihak yang sudah berhasil berkat berkonsultasi dengan simbah, kayak begini misalnya:

“Tadinya saya gak percaya simbah gadungan ini bisa mengubah nasib saya. Ha wong cuma cukup kirim seratus ribu ripis ke rekeningnya kok. Tapi rupanya setelah saya kirim uang tersebut, perlahan tapi pasti nasib saya berubah. Bayangkan hanya dalam waktu seminggu saya bisa membeli rumah di kawasan Pantai Indah kapuk. Luar biasa.” (Jon Koplo, 0811288xxxx)

“Tak dinyana, empat angka yang saya minta ternyata benar-benar tembus. Sayang saya agak ragu, sehingga hanya pasang kecil. Coba kalo pasang gede, bandar Singapura bisa kobol-kobol itu… Tapi satu setengah eM cukup lumayanlah. Terimakasih Mbah, simbah memang Oye..! (Tom Gembus, 08194345xxx)

“Berkat wejangan simbah, suami saya sekarang tak pernah nglirik wanita lain. Entah karena matanya blawur atau mulai sadar bahwa isterinya sekarang tampil cantik. Dan tiap malam bagaikan malam bulan madu. Terimakasih Mbah Dipo.” (Lady Cempluk, 08154534xxx)

“Setelah berkonsultasi dengan mbah Dipo, saya sekarang bisa mendapat kursi empuk di kantor saya. Sebelumnya saya selalu berkarir di kursi yang bisa bikin pantat kapalan. Dan semua itu cuma bermodalkan seratus rebu ripis yang saya kirim ke rekening Mbah Dipo. Trust me, it’s work.” (Genduk Nicole, 081209867xxxx)

Padahal tak ada pembaca yang tahu siapa itu Jon Koplo, Tom Gembus, Lady Cempluk atau Genduk Nicole. Apalagi orang Jakarta. Tapi kalo ketanggor wong Solo, cilaka mencit tenan simbah. Konangan pisan…

Yah semoga semuanya diberi pemahaman bahwa nasib seseorang betul di Tangan Tuhan, tapi keputusan memilih adalah di otak dan tindakan sampeyan.

Oya, dalam waktu dekat ini insya Allah simbah segera merampungkan buku kedua simbah. Isinya tentang perjalanan lahir dan batin simbah di dalam menempuh perjalanan hidup. 90 persen tulisan di dalamnya belum pernah dimuat di blog manapun. Jadi tunggu saja, semoga masih ada penerbit yang mau menerbitkannya.

Yang Membantu Simbah


6 Comments

  1. hoowalah mbah.. mbok ditulis di blog aja, ben gak bingung2 cari di gramed.. *padine wegah tuku.. hehehe…

    Reply
  2. Djigoer

    wah pertamax gagal.. pejwan wae lah..

    Reply
  3. Itu namanya BODOH sejak DALAM KANDUNGAN mbah :D

    Reply
  4. Joko

    mungkin karna menyandang kata mbah itu kali ya :D

    Reply
  5. Wah, suwe ora jamu, jamu godhong kates. suwe ra ketemu, ketemu pisan mbah dipo hewes-hewes. Taktunggu bukunya mbah.

    Reply


Add Your Comment