Peristiwa ini terjadi tahun lalu. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 2 dini hari. Saat itu rombongan keluarga simbah dari Solo hendak berta’ziah ke Cilacap, atas meninggalnya bapak Mertua yang tinggal di desa pelosok yang berjudul Citepus. Melihat medannya, perjalanan ke Citepus bukanlah perjalanan yang ramah pantat. Karena sepanjang perjalanan, pantat kita akan berulang kali terpontang-panting dikarenakan jalanan -yang walaupun berulang kali diperbaiki tetep saja- mirip lintasan off road.
Dini hari itu mobil rombongan keluarga simbah tepat melintasi daerah yang kawentar dengan kewingitannya. Masyarakat Citepus menamai daerah itu sebagai daerah “Punden”. Di situ terdapat kuburan keramat yang senantiasa diberi sesajian secara rutin. Dumadakan mobil yang ditumpangi rombongan ngadat. Ngadatnya tepat di area punden tersebut. Secara berseloroh, ibunda simbah berkata:
“Wah iki mesti diganggu demit …” kata beliau. Perlu diketahui, bahwa seluruh rombongan tak satupun yang mengetahui bahwa di dekat situ ada punden keramat. Dan kebetulan daerah tempat mogoknya mobil agak gelap. Maka didoronglah mobil tersebut ke tempat yang ada lampu jalannya.
Setelah dioprek sebentar, diketahuilah bahwa penyebab mogoknya mobil adalah koil mobil yang terletak di bawah dalam keadaan basah kuyup. Setelah dilap dan dikeringkan, mobil dapat berjalan kembali.
Peristiwa mogoknya mobil di dekat punden tersebut diceritakan kepada warga Citepus saat itu. Kebanyakan dari mereka berkomentar:
“Wah, kejadian kayak gitu biasa mbah. Makanya kalo lewat situ, mobilnya harus kasih klakson sebagai isyarat permisi mau lewat,” begitu kata mereka.
Klakson dibunyikan sebagai bentuk kata permisi buat si penunggu punden. Karena kalo tidak kasih klakson dianggap lancang dan tidak menghormati demit dan danyang penunggu punden. Halah, mbuh ra weruh… Buat simbah keberadaan danyang atau demit penunggu punden itu saja sudah cukup merusak akal sehat dan keimanan. Apalagi kalo harus diikuti dengan ritual tetek bengek yang makin merendahkan derajat kemanusiaan.
Simbah teringat akan hadits yang kurang bunyinya kurang lebih begini:
Rasulullah Shalallahu Alayhi Wa Salam Bersabda “Ada seseorang masuk surga karena seekor lalat dan masuk neraka karena seekor lalat pula” Para Sahabat bertanya, “Bagaimana bisa terjadi demikian, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab “Terdapat dua orang yang berjalan melewati suatu kaum yang mempunyai berhala, tak seeorangpun diperkenankan melewati berhala itu sebelum memberikan sesuatu. Mereka berkata kepada salah seorang dari kedua lelaki tersebut,
“Berikanlah korban kepada berhala itu!”
Dia menjawab, “Aku tidak mempunyai apa-apa untuk berkorban.”
Mereka berkata lagi, “Berikanlah korban sekalipun dengan seekor lalat.” Kemudian dengan seekor lalat itu, ia memberikan sesaji dan oleh mereka diperkenankan ia meneruskan perjalanannya. Karena perbuatannya itu, ia kemudian masuk neraka!
Kemudian mereka berkata kepada yang seeorang lagi,”Berikanlah korban!” Orang yang kedua ini menjawab, “Aku tidak akan berkorban sedikitpun kecuali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kemudian ia memenggal leher orang itu, dan ia masuk syurga.”
Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian dini hari itu adalah, betapa banyak orang tidak menyadari bahwa syirik menyekutukan Allah bisa terwujud dalam amalan yang sangat sepele. Syirik yang merupakan dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah tersebut bisa berujud lalat, ataupun sekedar sekali pencet tombol klakson. Karena dengan mempersembahkan lalat atau bunyi klakson, seseorang sudah bersaksi bahwa ada zat lain yang dapat memberi madharat, bencana, ataupun kecelakaan selain Allah.
Di beberapa daerah, bunyi klakson tersebut bisa berujud sapaan semisal: kulonuwun mbah, nderek langkung, permisi, amit-amit jabang bayi atau kadang cukup dengan kedipan lampu mobil. Namun pada intinya, semua perilaku tadi dilakukan adalah untuk menghindari terjadinya musibah ataupun madharat.
Dengan dalih berusaha menghindari madharat ini jugalah maka di setiap awal tahun baru China, tiba-tiba kaum muslimin ikut-ikutan menilik nasib mereka melalui shio. Juga tak lupa menghitung peruntungannya melalui zodiac, nogo dino, weton dan itungan-itungan koclok lainnya. Yang sudah tentu dengan ilmu pernujuman semacam ini, muslimin menghendaki terhindar dari kemadharatan dan kecelakaan.
Sangat disayangkan, umat Islam merasa tidak cukup memiliki satu illah yang diyakini dapat mendatangkan manfaat dan menolak musibah. Padahal inti dari syahadat yang diucapkan tatkala memeluk Islam adalah meniadakan segala macam illah yang diyakini mendatangkan manfaat dan mendatangkan madharat, KECUALI ALLAH. Dan umat tidak sadar, bahwa hanya dengan sekali pencet klakson, tindakan sepele ini dapat mengantar seseorang masuk ke neraka jahanam. Na’udzubillah min dzalik.

Popularity: 15%

Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah... Pingin luwih detail? 




“Namun pada intinya, semua perilaku tadi dilakukan adalah untuk menghindari terjadinya musibah ataupun madharat.”
Bagaimana dengan ucapan assalamu’alaikum yang biasa kita ucapkan kalau ketemu sesama muslim itu mbah? itu artinya juga supaya slamet lho (terhindar dari musibah)…
Boleh tidak setuju asal jangan menuduh kafir, jahanam dan kawan-kawan … gitu lebih wise dan santun kayaknya… :)
“Assalamu’alaikum” itu PERINTAH ALLAH DAN RASUL-NYA. Menjalani perintah Allah dan Rasul-Nya itu justru wujud peribadatan. Lha nglakson dan sebangsanya itu yang mrentah siapa?
Tulisan ini tak berisi tuduhan kok kang… Tapi keyakinan penulis terhadap sesuatu. Orang sah-sah saja menganggap dengan nglakson masup surga. Tapi sah-sah juga meyakini bahwa dengan itu orang bisa masup jahanam. Dan semuanya masih santun..
Lha aku ning endi2 numpak pit raono klasone jeh mbah :D
setubuh karo si mbah..!! tapi btw citepus kui ngendi je mbah?? aku yo wong cilacap..hee
Nyang Jeruklegi kang… mosok Citepus gak ruh.. aja kayakuwe lah…
jika kita melewati sebuah jalan dan disitu ada orang sedang duduk2 sebagai orang yg tau tatakrama kita pasti mengucap “permisi”..
kita hidup disini tidaklah sendiri masih banyak mahluk lain yg tidak bisa kita jangkau melalui penglihatan kita..
dengan mengucap permisi bukan berarti derajat kita menjadi lebih rendah,tetapi justru lebih tinggi karena kita sudah menghormati orang/mahluk lain..
kita selain harus derhubungan dg Allah,kita jg harus saling menghormati sesama mahluk ciptaan-Nya..
agama dan tatakrama tidaklah bertentangan..
justru sekarang banyak sekali orang yang pandai dalam hal agama tapi tatakramanya nol..
sungguh memprihatinkan,untuk berhubungan dengan sesama manusia saja mereka tidak becus…
apa salahnya mengucap permisi kepada mahluk Allah??
apakah dengan mengucap permisi berarti kita menyekutukan Allah??
“TATAKRAMA BUKANLAH PERINTAH ALLAH DAN RASUL-NYA,APAKAH JIKA KITA MELAKSANAKAN TATAKRAMA BERARTI KITA JUGA MENYIMPANG?”
jika kita melakukan segala sesuatu jangan hanya gunakan pikiran kita bung gunakan rasa juga,,percuma kita sebagai manusia diberi RASA”
Pendekar 212 Yth
Perlu dipahami bahwa tatakrama itu sesungguhnya adalah perintah Allah. Jadi bukan 2 hal yang terpisah. Bahkan kita juga diajarkan bertatakrama dgn yg ghaib, terbukti adanya perintah: Tidak boleh istinjak (bersuci) dengan tulang dan kotoran hewan, karena merupakan makanan jin.
Namun semua perilaku tsb ada dasar perintahnya. Bukan dilakukan atas dasar prasangka. Karena dalam hal yang ghaib kita mendasarkan informasi dari Yang Maha Tahu, bukan dari dzhon/duga-duga.
Adapun penggunaan rasa, maka dapat dipakai jika ‘rasa’ tersebut terasah dengan didikan agama. Jika tidak, maka rasa hanya akan dikendarai syaitan dan nafsu. Misalnya:
Orang Musyrik Quraisy menyembah berhala karena ‘MERASA” lebih dekat pada Allah dengan cara penyembahan spt itu (Az Zumar 39:3) Ini penggunaan ‘rasa’ yang ngawur dan sangat ditentang agama.
Orang kafir Quraisy “merasa” malu jika membiarkan anak perempuannya hidup, dan “merasa” mulia (tidak hina) ketika berhasil menguburkannya hidup-hidup (An Nahl 16:58-59) Ini penggunaan “rasa” yang nggladarah yang berefek destruktif.
Dalam hal berinteraksi dengan sesama makhluk Allah Islam sudah mengajarkan caranya dengan lengkap, tidak perlu bermain-main rasa dengan membuat aturan-aturan yang tidak ada dalam syariat. Apalagi hanya karena tuntutan rasa mau disuruh kasih sesajen atau bentuk pengorbana lain walaupun sepele, sesepele memencet klakson. Itu pesan inti dari tulisan ini.
Ngeri mbah.. nek koyo mengkono…
Assalamualaikum, (langsung komeng), betul mbah Dipo, tatakrama sesuai perintah Tuhan, jangan sampai kita terpeleset gara-gara fitnah Syaitan. meski tampak baik tapi kalo bukan tuntunan dari agama alias syariat yah itu tetep namanya fitnah.
“Assalamu’alaikum” itu PERINTAH ALLAH DAN RASUL-NYA. Menjalani perintah Allah dan Rasul-Nya itu justru wujud peribadatan. Lha nglakson dan sebangsanya itu yang mrentah siapa?”
Kalau ngomong masalah perintah, banyak yang tidak diperintahkan tapi kita lakukan…. Contoh sholat tarawih, Nabi SAW tidak pernah tarawih dimasjid selama puasa berturut2… dan lagi Al-Quran tidak ada perintah untuk dibukukan… coba kalau tidak ada inisiatif para sohabat untuk membukukan.. kita mau baca apa?? dan masih banyak lagi….
Anda tidak menjawab kalimat yang anda kasih tanda petik itu.
Perihal tarawih, Nabi tidak melakukan (secara berjamaah) karena takut diwajibkan, namun beliau melakukan tiap malam (tarawih tsb) sendiri di rumahnya. Ketika sampai wafat ternyata tidak diwajibkan maka ketakutan itu tak ada. Sehingga umat dapat melakukannya secara berjamaah. Dalam hal ini contoh beliau sudah cukup dijadikan hujah.
Perihal Al Qur’an dibukukan, dari sejak turunnya, para shahabat sudah menuliskannya. Karena masih dalam proses penurunan, maka pembukuan tidak bisa dilakukan. (Kalo sampeyan kerja di percetakan/penerbitan pasti paham hal ini). Di saat Al Qur’an sudah genap turun semua ayat dan suratnya, malaikat jibril menginstruksikan peletakan ayat-ayat dan urutannya sesuai perintah Allah. Adapun naskah yang dimiliki sahabat saat itu masih belum terurut karena turunnya ayat dan surat juga tidak seperti urutan dalam Kitab (buku) al Qur’an yang sekarang.
Yang dilakukan Abu Bakar ra pada penyusunan awal bukanlah “Pembukuan” tapi penyusunan naskah dari naskah2 yang sudah dibukukan sebelumnya yang masih terserak. Naskah ini tersusun atas beberapa versi qiraat.
Di zaman Utsman ra, terjadi penyeragaman Qiraat yang penyusunannya oleh Zaid bin Tsabit ra. Yang lantas disebut qur’an utsmani.
Jadi kalo disebut Nabi tidak memerintahkan pembukuan ya genah salah. Wong Qur’an masih dalam proses turun apanya yang mau dibukuan???? Tapi pencatatan jelas dilakukan. Sampai Nabi memerintahkan penulisan Al Qur’an juga dan melarang mencatat hadits takut tercampur dengan Al Qur’an.
Tolong fokus, ini sudah melenceng dan sebaiknya kita bersama belajar agama terus. Kalo anda mau nglakson atau bikin sesajen silakan saja, wong itu keyakinan anda. Lakum diinukum waliyadiin.
setuja mbah .memang hal hal seperti itu yang perlu kita cermati, kalau tidak kita akan terperosok jalan kesesatan.seperti halnya dengan sms yang isinya kalo tidak kirim ke 9 orang nanti akan celaka.
Masih ngomongin perintah… di Qur’an ada perintah untuk poligami… gimana tanggapan Anda mbah?
Perintah dalam Al qur’an itu ada beberapa macam.
Ada perintah wajib, semisal sholat, puasa, jihad, dlsb.
Ada perintah tapi menunjukkan kebolehan. Misal: bertebaran di muka bumi mencari nafkah selepas sholat Jum’at. Walaupun menggunakan kata perintah “Bertebaranlah kalian…” namun maksudnya “kebolehan”. Karena di ayat sebelumnya ada larangan mencari nafkah ketika waktu Jum’at. Perintah setelah adanya larangan ini difahami sebagai “kebolehan”.
Ada perintah wajib tapi bersyarat. Semisal: haji. Karena ada kata “Inistatho’a ilaihi sabiila” (jika mampu melakukan perjalanannya).
Ada perintah yang bermaksud sebaliknya (melarang). Seperti bunyi ayat: “i’maluu maa syi’tum” (Berlakulah semau kalian). Atau “wa man syaa’a falyakfur” (Barangsiapa mau, silakan kafir). Walaupun dalam bentuk kalimat perintah, tapi maksudnya bukan berarti sampeyan lantas disuruh maksiat dan kafir. Tapi isinya sebaliknya, yakni disuruh memikirkan konsekwensi tindakannya yang sudah dijelaskan di ayat lainnya.
Untuk Poligami, walaupun bentuknya perintah, tapi maksudnya adalah kebolehan dan itupun bersyarat. Karena menyangkut hak dan kewajiban terhadap makhluk, bukan hanya hak dan kewajiban kepada Khalik. Wallahu a’lam
Duh, kayanya dulu pernah ngasih klakson.
Semoga terhindar dari syirik kepada Allah.
Jadi kelingan pengalaman saya waktu ujian kelas XII dulu mbah. guru agama ngajak sak kelas buat ziarah makam, trus doa disana.
Untunge saya ndak ikut, dengan dalih. opo hubungane kelulusan karo ziarah makam? raketan guru saya ngomongnya ‘pas doa disana ndak minta sama mayitnya, tapi tetep karo Gusti Allah’, sama aja. lha ke makam kan men nggolek maqbul sama istijabahe tho? podho wae…
Bener mbah,,kalo percaya2 ma weton dll, musyrik namanya,, gmana ga musyrik, masa mau nikah aja pake ngitung2 hari baik berdasarkan weton, toh semua hari baik kan mbah, di luar negeri juga ga pake itung2an weton y baik2 aja..aneh2 memang orang jawa itu..
@Nindy: kalo menurutku, mencari hari baik, bahkan waktu baik itu memang perlu dilakukan. Ambil contoh kalo kita nikah pada waktu jam 01.01 WIB, kayaknya cuma sedikit tamu yg mau hadir, dan acara pernikahan mungkin akan berjalan kurang lancar, karena semua pada nguanntukkk….. hehe
gimana menurut Mbah Dipo??
btw, trim’s nasehatnya Mbah…
subhanallah…sbuah ibrah yg disampaikan dg santun dan gampang di cerna…namanya jg dunia,ono ae analogi – analogi yg kadang gak nyambung mo dipaksakan utk membenarkan perbuatannya yg musyrik,,hemm…
monggo mbah di lanjut postingan parikeno tp sarat makna dan hikmah..kulo nderek kemawon selama tdk mnyimpang drj jalan Allah dan Rasul-Nya
perlakuan seperti itu sudah lazim di daerah bantaran sungai bengawan mbah..
bahkan kalo tidak mengikuti kebiasaan mereka dianggap aneh dan soktau :(
Yen nang prapatan karo pengkolan aku sering nglakson ki mbah..? ono hadise ora ya?
Assalamu’alaikum.
Maju terus mbah…….
Lha yo wis dadi ciri wancine manungso.
wis diwenehi dalan ombo
nanging senenge malah ngiwo
Wis diweruhi aturan syariat
nanging golek dalan kesrakat
Wassalamu’alaikum
Buenerr niku mboah! Malah itu termasuk kepercayaan agama hindu, jarene biar ndak diganggu sing sumare..
assalamuálaikum mbah… sugeng tepang….
mugo2… keberkahan lan kerahmatan saking Gusti Alloh keparingan teng njenengan….
nang Indonesia iki pancen muslime akeh sing iseh njalanno tradisi2 sing asale ora ono neng Islam (animisme, dinamisme lan agama2 sak durunge Islam teko)… nanging iku wis nggetih mbalung…
pencerahan mendasar marang tauhidulloh ditambah analogi sing sederhana mugo2 nekakake kesadaran muslim Indonesia pentinge aqidah sing bener…. kemungkaran ilang muspro … kang pungkasan Alloh ora nyicil anggone maringi keberkahan soko langit lan bumi …. monggo mbah dilanjut …
Subhanallah… salam kenal buat Mbak.
salat atas dakwah yang mbah sebarka kepada umat….
terimakasih atas nasehatnya Mbah. Maju terus.
saya ingin kenal sama semua orang yang ada disini, untuk bisa saling bertukar pikiran.
mohon temen2 disini bisa kirimartikel atas sebagai tegusr sapa ke maman.t@plasa.com
Mbah Dipo,
Njuk kepiye ngilangin tradisi-traidisi syirik tsb dikalangan masyarakat? Ya setidaknya biar kita, istri/suami, orang tua/mertua, anak dll ngga melok2 perbuatan syirik. Klo orang tua/mertua bilang,”kamu ini, bocah cilik diomongi wong tuwo kudu manut, nek ora durhaka.” Jadinya ya terpaksa deh kita ngikutin kemauan untuk ngadain 4 bulanan, 7 bulanan, sambil mbelah kelapa kuning, biar inilah..biar itulah.. halah… Maksudte pingin ngga musrik tapi tetep menghormatin wong tuwo…..
Kangen karo mbah kie, kapan mbah ke Griya Ihsani Jln kecapi VJagakarsa lagi?
Wassalamu’alaikum
Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Artikel yang RUAR BIASA mengungkap Tabiat buruk Sekte Puritan yang arogan………….
?????????? ??????? ???? ?????? ??????? ?????????? ???????? ???? ?????? ???? ????? ?????? ???? ??????? ???? ????? ?????? ????? ?????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????????? ??????? ????? ??? ????????? ?????????? ??????? ????? ??? ????????? ??????? ??? ??????? ??????? ????? ????????? ????? ?????????? ??????? ????? ??? ????????? ?????????? ??????? ????? ??? ????????? ??????? ??? ??????? ??????? ????? ????????? ??????????? ????? ??? ???????????? ??????? ???????????? ??????????? ??????? ???????? ?????? ????????????
Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami Azhar bin Sa’d dari Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu Umar mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memanjatkan doa; Ya Allah, berilah kami barakah dalam Syam kami, ya Allah, berilah kami barakah dalam Yaman kami.
Para sahabat berkata; ‘ya Rasulullah, dan juga dalam Nejed kami! ‘ Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam membaca doa:
” Ya Allah, berilah kami barakah dalam Syam kami, ya Allah, berilah kami barakah dalam Yaman kami “.
Para sahabat berkata; ” Ya Rasulullah, juga dalam Nejed kami! “……. dan seingatku, pada kali ketiga, beliau bersabda; “” Disanalah muncul keguncangan dan fitnah, dan disanalah Tanduk setan muncul “”. [ HR - Imam Bukhari ].
??? ???????? ???????? ?????????? ???????????? ??? ???????? ?????????? ???????? ???? ????? ?????????? ?????????? ??? ????????
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian manusia, jauhilah sikap berlebih-lebihan (ghuluw) dalam beragama. Sesungguhnya yang membinasakan umat-umat sebelum kalian adalah sikap berlebih-lebihan dalam agama”
(HR Ibnu Majah >Ibnu Abbas,).
[ ???????? ???? ???? ???? ????????????? ???????????????? ??????? ???????? ???????????? ??????????????? ???????? ]
Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
http://thesaltasin.wordpress.com/2011/05/31/syaikh-nasiruddin-al-albani-al-hanafi-ulama-bantat/
kenapa ya – kok huruf Arabic , hasil jadi Kode tanda tanya ????????????????? ???????????????????????????????????????????????????????????????????????
kulonuwon mbah… bade derek perso….
sa’ umpaminipon wonten tonggo umpomo tiyang tebeh ingkang bade lewat ing pekarangan sampean… perlu nopo mboten ijin kaliyan sampean ingkang gadah pekarangan meniko… sak umpami ijin gadah sopan santun / akhlak mboten tiyang meniko… sak umpami mboten ijin sampean siram cluret mboten tiyang meniko… keranten mlebet pekarangan sampean sak penak udele dewe….
nuwon…..
Analogy sampeyan yang ini agak nggladrah. Coba dibaca jawaban simbah di komen sebelumnya. Jika gak paham juga, ya maaf… saya tidak bisa memaksakan pemahaman seseorang. Makaten.
Mas Kenyot ki orang non muslim kan? Minimal sekali dapet didikan dari orang2 kafir, lihat aja tuh dapet pendidikan dimana.
Jadi yang ngga heran komentarnya kaya gini, lha ilmune wae ngga gathuk.
Jalan terus mbah, Allah yang akan menilai… biarkan anjing menggonggong, lha wong gonggongane juga ga merdu babar blas.
Alah..biasany yg bnyak ngomongny justru gak prnah mnjalankanny dan ujung2ny cuma cari popularitas.dah banyak contohny tuh..kayak yg dibritakan di tv.intinya iman itu tak klihatan maka jangan mudah menilai dari luarny aja
He…he…. lucu
sing jelas ngonekne klakson tujuanne dhemite ben podho nisih, soale podho cangkruan & mendem karo bocah2, dadi lek klaksone ra dionekne kawatir ketabrak ….aq nate ngonekne klakson, niate malah ora kulo nuwun tapi biar kaget gik mlayu ngaciiir, dhemit kaget apa ora yo krungu klakson…..?
maanteb…setuju banget… izin copas yo mbah…
manteb mbah dipo ki. . . . Gadah padepokan teng Bali mbah? Pengen meguru mbah.
Suwun. . .
memang islam yang ada di indonesia ini khususnya pulau jawa sangat bermacam -macam oleh karenanya ketika kita ingin berdakwah kepada orang islam yang ada diindonesia kita harus memahami adat istiadat setempat agar kita tidak malah jadi cemoohan bahkan tidak menutup kemungkinan awalnya kita mau berdakwah malah jadi berperang karena dakwah kita tidak sesuai denganadat istiadat setempat dan dulu juga pertama kali islam masuk dibawakepulau jawa oleh para wali tidak langsung serta merta ini musrik ini bid’ah dll..intinya kita harus faham bagaimana dan apa metode dakwah yang relevan masalah 4 bulanan,7 bulanan dsb asal tidak ada kemusrikan kenapa tidak toh yang dibaca ayat-ayat dan dzikir kepada allah …wallahu a’lam
mboh ra weruh mbah aq wong jowo kok>>>isone melu tho’ raroh karepe>>>> eee beneran mbah mbo’ kandani……
dari tanggapan dan jwbn mudah dicerna, dan lengkap dengan contoh dan dasar2nya, terimakasih artikelnya mbah, semoga Allah Swt selalu memberkahi,,,,,,,, pemahaman saya, syirik itu bukan berasal dari klakson, permisi, lalat, dsb. Tapi syirik itu berasal dari hati yg diwujudkan dengan niat…
HAL POLYGAMI, juga Allah menekankan dalam Al Quran :” Wainkhiftum ala ta’dilu fawahidatan, dzalika adnaa ala tuluu” “kalau kamu takut berlaku tidak adil, maka nikahilah satu. Yang demikian itu lebih dekat dari TIDAK BERBUAT ANIAYA..” Allah sendiri memahami bahwa dalam polygami bisa mengandung sikap berbuat aniaya. Maka Allah memerintahkan menikahi satu. Polygami itu mengandung resiko yang tinggi. Tetapi mengapa polygami yang Hirisck itu diijinlan oleh Allah? Coba kita lihat dari hukum biologi: chromosom untuk melahirkan manusia satu pasang, (satu lelaki satu perempuan ) membutuhkan tiga chromosom X (XXX ) dan cukup satu chromosom Y. Mengapa? Karena cromosom lelaki = X + Y Sedangkan chromosom wantia : X+X. Jika Allah mengehndaki “melahirkan” chromosom yang “adil” XX dan YY sama-sama dua, maka pasti yang terjadi adalah hanya akan lahir 1 ( satu ) perempuan SAJA ( XX ) atau dua orang lelaki saja, tanpa perempuan ( XY + XY ) atau artinya tak ada manusia sama sekali ( tak ada keturunan ). Hal itu terjadi karena hanya ada seorang perempuan saja , chrom : XX ( yang YY kan tak bisa memungkin jadi manusia ) atau dua orang lelaki ( XY-XY ) yang tidak bakal melahirkan manusia. Karena itulah agar manusia jumlahnya seimbang barangkali Allah kemudian memfertilkan chromosom X dari pada chrormorsom Y. Tetapi hal ini lah yang kemudian mengakibatkan fertilnya “bayi” perempuan dari pada bayi lelaki. Maka besok zaman akhir jumlah wanita akan jauuuuh lebih banyak dari lelaki, secara biogenetik. Poligami walaupun mengandung resiko adalah solusi. Sebagaimana Allah juga tetap menciptakan uranium yang HIRISK, sebagai SOLUSI bila minyak bumi pada suatu saat nanti habis sebagai bahan bakar/energi. Disamping itu perlu di ketahui bahwa Agama Islam bukan hanya agama untuk manusia jaman sekarang tetapi akan menjadi agama manusia barangkali ribuan tahun yang akan datang dimana jumlah wanita jauh lebih besar. Jadi dalam polygami resiko memang ada. Tetapi kalau manungsa gelem nurut Gusti Allah insya Allah resikonya kecil. Jangan suka menghina Islam lah . Bertaubatlah! Allah Maha tahu.
Tulisan saya tentang polygami itu ditulis keburu (sehingga banyak salah tunyuk hurup ) Tulisan mau sangking dene pengin ngandhani kang Jarwo kuwi sing arep nyrempet-nyrempet bab polygami. Pesenku Kang, sinau bab Islam kuwi apike kanti niyat kang becik, sokur gelem mlebu Islam kanti kaaffah.
Suwun dulur2 kabeh…iki aku dadi sinau maneh bab polygami…lha perintahe R0SULULL0H pan ben nambah akeh umat t0w…gag nyamb0ng nggeh…ngapuntene lha kul0 tasik awam 0wg !
apakah mbah dipo pny akun fb? Saya ingin mengenal sampeyan lbh dekat.
Sampeyan memang masya allah, mbah !