KISAH SI TUKANG BATU

Simbah mendengar dongeng tentang Tukang Batu ini waktu masih SD, saat diceritakan oleh almarhum bapak tercinta, yang biasa mendongeng saat sebelum tidur. Sedikit simbah kisahkan di sini :

Ada seorang tukang batu yang menginginkan menjadi makhluk yang paling kuat. Pekerjaan sehari-harinya adalah memecah gunung batu, diambil batunya sedikit demi sedikit, dijualnya untuk mendapatkan imbalan demi menyambung hidupnya. Di saat bekerja memecah batu ini, si tukang batu seringkali mengalami kepanasan oleh terik matahari.

Maka dia berpikir, “Wah, seandainya aku jadi matahari, maka tak ada lagi yang bisa mengalahkan aku.” Maka dia berdoa agar dirinya berubah menjadi matahari. Permintaannya terkabul. Jadilah dia matahari. Merasa dirinya paling kuat. Tapi ternyata cuma sementara. Datanglah awan menutupi sinarnya. Si Matahari alias tukang batu berpikir, “kalo begitu, menjadi awan lebih kuat. Matahari saja bisa kalah.” Maka berdoalah dia agar berubah menjadi awan. Permohonannya terkabul lagi.

Setelah menjadi awan, dia puas bisa mengalahkan matahari, bisa menurunkan hujan, mendatangkan banjir. Tapi itu pun cuma sebentar, bertiuplah angin. Awan menjadi kocar-kacir. Mendung hilang, dan si awan a.k.a Tukang Batu itu merasa kok dirinya dengan gampangnya dihembus oleh angin. Maka dia berpikir, berarti anginlah yang paling kuat. Maka berdoalah sekali lagi si tukang batu itu, meminta agar dijadikan angin. Permohonannya terkabul. Maka setelah menjadi angin, mengacaulah dia. Merasa dirinya paling kuat, semua benda ditiupnya. Porak poranda, berantakan, tak ada yang kuat menghalangi kekuatannya.

Kecuali Gunung Batu, dia kempusi sekuat tenaga tak bergeser sedikitpun. Sampai kehabisan daya kempus, tetep tak bergerak si gunung itu. Sehingga kesimpulan si angin alias tukang batu berubah. Gunung Batulah makhluk paling kuat. Maka untuk kesekian kalinya, permintaannya dikabulkan, yakni menjadi gunung batu.

Baru sehari menjadi Gunung Batu, paginya dia merasa kesakitan karena dirinya dipukuli dan dimartil bertubi-tubi oleh makhluk yang namanya manusia yang profesinya sebagai “Tukang Batu”. Secuil demi secuil tubuhnya digerogoti terus. Maka sadarlah si Gunung Batu, bahwa sebenarnya mahkluk yang paling kuat adalah “Tukang Batu”, makhluk yang dulu pernah dia anggap paling lemah.

Kitabullah bicara bahwa ,”Seandainya Kami turunkan Al Qur’an ini di atas gunung, maka akan kau lihat Gunung tersebut  hancur berantakan, karena takutnya kepada Allah.” (Surat ke 59 Al Hasyr, ayat 21). Tapi manusia diberi Al Qur’an, ternyata kuat menerimanya. Kepengurusan alam inipun juga diamanahkan ke pundak manusia. Bukan kepada bumi, atau langit.

Meskipun methisil, manusia mampu membuat kerusakan besar terhadap alam semesta, namun sekaligus bisa juga membuat kemakmuran di alam semesta ini. Gunung njeblug gak akan bisa melobangi langit. Tapi manusia koclok bisa melobangi ozon sehingga menganga lebar.

Gunung meletus, gelombang tsunami, meskipun dahsyat, kerusakannya tak akan sebanding dengan bom nuklir bikinan manusia. Gunung njeblug bisa mbikin tanah subur. Kalo bom nuklir, efek radioaktifnya belum tentu seratus tahun bisa kelar. Kitabullah juga mengisyaratkan bahwa, kerusakan di darat dan di laut yang ada ini, semuanya merupakan buah perbuatan tangan-tangan manusia (Lihat Surat ke 30 Ruum ayat 41).

Tak terkecuali yang sekarang terjadi di Porong. Jika ini merupakan buah dari perilaku dholim manusia, maka Kitabullah sudah mengingatkan :
“Katakanlah (hai Muhammad), Dia (Allah) mampu mengirim siksa kepada kalian dari arah atas kalian, atau dari bawah kaki-kaki kalian…(Surat ke-6 AL An’am ayat 65)

Timbul pertanyaan, apakah suatu ketika Jakarta adalah target bencana berikutnya? Bukalah mata.. sekarang pun sudah. Lhaladalah, mana?? Setelah simbah amati dan dalami, hidup di Jakarta ini ternyata penuh bencana. Lha yang mana mbah? Simbah sarankan amati dan dalami dulu, nanti akan ketemu. Setidaknya simbah sebutkan satu disini… hilangnya rasa aman. Yang lainnya nyusul setelah semua mengamati dan mendalami.

Gambar diambil dari sini.
Kisah tukang batu ini ternyata ada juga diceritakan dengan sedikit beda versi di sini.

Popularity: 16%

The Best Query for the Content


Langganan RSS Simbah

RSS FeedJika tulisan simbah ini bermanfaat monggo langganan RSS atau lewat e-mail Simbah arep kirim otomatis setiap simbah ada tulisan baru.


Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah…

20 responses to “KISAH SI TUKANG BATU”

  1. dirac

    Itulah manusia …

    Mbahmu : Itulah kita kang.. :)

  2. medon

    mo sampe kapan nyari kepuasan di dunia.. bukan begitu? :)>-

    Mbahmu : betul bang.. :)

  3. iway

    setuju mbah, mbah waskita banget, turunan Raden Ngabehi Rangga Warsita ya?? **serius mode**

    Mbahmu : simbah keturunan Nabi kang… :P

  4. koeaing!

    …..koffiene koffie soesoe…soesoene soesoe iboe…iboene iboe tani…tanine tani koffie…koffiene koffie soesoe…..

    Mbahmu : poewasa boeng…..

  5. oón

    waks…aku liat crita ini di extravagansa :P
    welkom bak meneer koeaing!

    Mbahmu : simbah jarang nonton tipi kang.. :(

  6. andi

    He he .. manusia itu memang luar biasa, Semua sifat Allah ada di manusia mulai yang baik sampai yng buruk.
    Gak tahu ini hadist ato apa :(( (payehh ingatannya nih mbah)
    “Jika manusia itu baik dia melebihi malaikat, tapi jika buruk maka keburukannya melebihi setan”
    Kalimat lengkapnya lupa :(( pokok e intinya begitu :-p simbah yng lebih hapal..
    :(( (Kapan bisa jadi ustadz seperti simbah klo ayat n hadist ae gak ada yng apal)

    Mbahmu : cak… apa ada sifat Allah yang buruk…? :-?

  7. Jauhari

    Ngendikane Dr. Quraish Shihab (Metro TV 02/10/2006 – Acara Tafsir Al Misbah) musibah meniko wonten tigo macem Balak, Musibah lan Fitnah.

    Dadi pye yo mbah yo… Awake dewe kudu arip lan bijaksana lan sabar, nek URIP kwi cuma MAMPIR NGOMBE (koyo blog simbah sing mbiyen yo =)) ) dadi ayo do podo podo lomba ing kebecikan… mboko titik, kawitan seko awake dewe, kawitan seko saiki… ayo mbah.. ayo ayoo….

    Mbahmu : kok ono Balak‘e barang… balak piro sam? Balak nem opo balak ndol..?

  8. arip

    Pituture mbahku…(mbahku tenanan)…
    Ojo mung nggugu tumrap benere wong liyo naliko tumindak.Ono uger ugere sing baku,sejatine omonge ati,tumrap agomo lan tumrap negoro.Sing keri kuwi ojo pate digugu mergo “aparat ” saiki wis nggilani tumindake.

    Mbahmu : nggungu tumrap benere Gusti Allah wae kang :) . Aparat tumindak nggilani kuwi yo termasup bencana kang… :)

  9. aribowo

    aku juga pernah denger tuh ceritanya waktu masih sd.
    bener kata mbah saat ini emang susah mencari aman, aman untuk makan, aman untuk hidup, semua emang gak lepas dari tangan manusia

    Mbahmu
    : manusia tidak aman dari manusia… aneh ya kang.. :)

  10. pitik

    critane sing terakhir, tukang batu kalah karo mandor-e, mandor kalah karo bojone mandor, opo yo tukang batu akhire milih dadi bojone mandor-e?lha rak rusak malahan ndonya iki…:)>-

    Mbahmu : Bojone mandor kalah sama anak semata wayangnya, anaknya ini kalah sama kirik milik tetangga… wah, ternyata kirik ini namanya koeaing…. maap boeng, kebetoelan sahadja itoe poen! :P

  11. Kombor

    sama dengan #1 deh komentarnya.bvg

  12. tjokro

    barangsiapa yang mengenal dirinya, akan mengenal…… (lali terusane :"> )

    Mbahmu : terusan kan cuma 2, kalo gak Suez ya Panama… :D

  13. Irwan van Kalong's

    Bencana yang tiap hari terjadi dijakarta adalah: MACET!
    dan udh pasti itu perbuatan Manusia… hihihihi…
    \:d/

    Mbahmu : betul kang, meskipun ada juga macet karena polisi tidur.. :)

  14. rdp

    Jadi si Tukang Batu itu paling kuat kan Mbah ? http://pitutur.web.id/smilies/yahoo_dance.gif
    \:d/

     Mbahmu : ya pakdhe, gak ada makhluk lain sekuat manusia dalam memberi dampak pada alam semesta :)

  15. Nananging Jagad

    Kabeh jane mung sawang sinawang Mbah. Sakabehane makhluke Pengran jane mulya, yen dipapanake ing papan kang trep(hakekate adil). Anane kabecikan lan barang ala mung kanggo proses dialaktis kareben urip iki sumarak lan ora monoton alias mboseni.

    Mbahmu : weleh… jero temenan pilosopine kangmas.. :) sing penting barang alane ojo ngasi ditindakne dening awake dewe.. :)

  16. topan

    padahal kita sudah di ingatkan toh Mbah
    ” Jangan merusak bumi jika sudah baik keadaannya “\:d/

    Mbahmu : iya, surat ke 7 Al A’raf ayat 56 ya kang?

  17. singa padang pasir

    Allah kuasa mahluk tak kuasa

  18. BISNIS INTERNET « Rakadewa

    [...] tetapi jangan sampai mengulang kisah seorang tukang batu, yang akhirnya tetap memilih menjadi tukang batu yang dalam perjalanan kehidupanya telah merubah [...]

  19. mierz

    pernah denger cerita yang diatas..
    ceritanya baguss…
    :)

  20. haby

    piye maneh lah, kalau wong macam simbah kabeh yo isa slamet awak kabeh tapi…………………

Leave a Reply