Idul Adha 1428 Kapan?
Setelah melewati Idul Fitri yang penuh perdebatan kapan hari jatuhnya, di bulan ini hal tersebut juga terjadi untuk penentuan Idul Adha. Bedanya, saat ini baik Pemerintah, NU maupun Muhammadiyah akur dalam hal penentuan jatuhnya Ied, yakni hari Kamis 20 Desember 2007.
Namun beda halnya dengan mereka yang menjadikan Arab Saudi sebagai acuan untuk merayakan Idul Adha. Karena sebagaimana diketahui Kerajaan Saudi Arabia menetapkan hari Idul Adha jatuh pada tanggal 19 Desember 2007 bertepatan dengan hari Rabu. Maka potensi untuk 2 kali berhari raya di negeri ini terbuka lagi.
Iseng-iseng simbah mbuka website yang memang membahas tentang awal bulan Dzulhijjah, dimana disitulah titik awal perbedaan penentuan tanggal-tanggal selanjutnya. Di website ini menyebutkan, bahwa awal bulan berdasarkan berbagai macam metode dan kriteria menyepakati bahwa tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 11 Desember 2007. Kesimpulan itu pun juga memakai kriteria yang dipegang oleh Kerajaan Arab Saudi, yakni “Ijtima Qoblal Ghurub”.
Namun tak dinyana, Kerajaan Saudi mengumumkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 10 Desember 2007, berdasarkan pengakuan adanya orang yang melihat hilal pada tanggal 9 Desember 2007 sore hari. Padahal di saat itu secara perhitungan hisab, posisi bulan masih sekitar 5 derajat di bawah ufuk.
Pernyataan Kerajaan Saudi tersebut disanggah oleh ICOP (Islamic Crescents’ Observation Project) yang menyatakan bahwa pada tanggal itu hilal tidak nampak di Saudi. Bahkan secara perhitungan oleh team RHI, hilal juga tak nampak di belahan bumi manapun baik Zona Barat maupun zona Timur. ICOP yang beranggotakan ahli astronomi muslim dari berbagai negara di dunia itu juga melaporkan bahwa hilal tak nampak pada tanggal 9 Desember 2007 di negara2 seperti : Indonesia, Pakistan, Iran, Oman, Bahrain, Kuwait, Saudi, Yordan, Mesir, Algeria, Marokko, Senegal, Tanzania, Nigeria, UK, Trinidad and Tobago, Guyana dan USA. Maka di negeri-negeri itu tak ada yang mengawali Dzulhijjah pada tanggal 10 Desember 2007, kecuali negara yang hanya mengekor Arab Saudi tanpa melihat keadaan astronomis posisi bulan.
Permasalahannya adalah, ada yang berpegang dengan paham bahwa, jika di satu tempat sudah terlihat hilal maka ini berlaku untuk seluruh dunia. Namun ada juga yang berpaham bahwa keputusan tentang hal tersebut berlaku apa yang disebut sebagai wilayatul hukmi atau wilayah hukum masing-masing daerah/negara.
Apa yang diputuskan oleh Kerajaan Arab Saudi bisa jadi benar, tapi bisa jadi salah. Namun jika yang dipakai adalah ilmu astronomi yang saat ini dipegang dan dipelajari oleh masyarakat dunia, maka keputusan pemerintah Saudi tersebut lumayan kontroversial. Namun mereka sudah memutuskan dan berani memutuskan, apapun itu kriteria dan ilmu yang mereka pakai. Jikalau ada kesalahan, tentu saja besar akibatnya. Haji orang sedunia jadi ngaco waktu ibadahnya.
Yang jelas bagi kita, jalanilah ibadah sesuai keyakinan. Yang namanya “yakin”, haruslah di atas hujjah dan ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Jadi beramallah, dan siapkanlah jawaban mengapa kita semua beramal begitu. Karena kita ditanya Allah tidak secara kolektif, namun kita nanti menjawab pertanyaan tersebut sendiri-sendiri.
Saat ini mungkin ada yang beramal, lantas saat ditanya mengapa beramal begitu, dia menjawab:
“Lha Saudi begitu sih, maka saya begitu.”
“Lha kelompok ngaji saya menetapkan begitu sih, saya ngikut aja.”
“Saya ikut keputusan organisasi saya, apapun keputusannya, karena saya member yang setia.”
“Pokoke pejah gesang nderek Kang Panjul.”
………………..
Semua tak berlaku di hadapan Allah. Maka tetapkan keputusan sampeyan semua, dan bayangkan nantinya Allah bertanya secara pribadi meminta pertanggungjawaban sampeyan, “Mengapa sampeyan memperbuat itu?”
Siapkah kita semua???
![]()

















Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah... Pingin luwih detail? 








koment dhisik baru moco..nomer loroh
mung iso unjal ambegan mbah
kapan ae mbah, seng penting iso ngunggahke tensi

sing penting niat ngibadah mbah.. perkara bener ato salah, Gusti Allah yang hakim yang Maha Adil bukan si muhamaddiyah, NU, saudi arabia atau yg lain.
Kan innama a’maallu bi niaati.. kan gitu to mbah. Mending mikirken orang-orang yang belum mau ngibadah mbah daripada kita sibuk larut dalam debat soal kapan ini kapan itu.
nyuwun sewu mohon maaf sebelumnya.
weleh…no 5…

begini mbah…a man the man..lain ladang lain belalang menikolah manusia mbah …dimana ada gula disitu ada semut…idul fitri bagi mereka nyang paham peluang adalah situasi yang menguntungkan, jenis keuntungan macem2 dari dodolan baju sragam sampe jadwal idul fitri, la..mungkin idhul adha masih kalah tren dibanding idhul fitri jd aku kira mereka males2an buat ribut soal jadwal, lawong usaha haji lebih nguntungkan ngapa ngurusi jadwal…sampe direwangi dodol peci supaya bisa nyicipi korupsi, nggenah ora nggenah dilaen sisi ini adalah peluang syetan buat ngancurin amal ibadah umat islam nyang mo ibadah idhul adha, ibarat sebuah bangunan…arab saudi yang ndelalah diwarisi kakbah buat kiblat umat islam adalah tiangnya dan bangsa kita adalah dinding, syetan dah banyak sukses nggrogoti tembok, ngujuk-ngujuki korupsi dengan memanfaatkan moment haji, sekarang sasaranya adalah tiang bangunan yaitu arab saudi, belajar dari tulisan simbah….aku setuju klo sekarang sekarang setan lagi mbrodoli ngamal ibadah yang merupakan bulu-bulu indah nan lembut umat islam sedunia….ditompo nggak ditompo masalah seperti ini adalah beban tanggungjawab kita semua, jangan asal jawab tapi gak mau menanggung…
sekarang saatnya aku minta tanggung jawab mbah dipo, gara2 sering dugem dan bergaul sama acarane simbah di internet sekarang aku tidurnya jadi tambah malem malh kadang2 sampe pagi…
tak tunggu tanggungjawabnya mbah dip…
=================================================
waduh, piye ya mbah? saya kan cuma makmum
Assalamualaikum
Salam kenal mbah.
Njenengan kok siip banget tho mbah?
kyknya kok rumit dan sulit ya mbah… katanya ibadah dalam islam itu sebenarnya mudah dan jgn dipersulit. org awam spt sayah jadi binun sendiri…
Assalamualaikum
Salam kenal mbah…..

Santri baru dari cepu
Arab ki cen ra nggenah!!!
lha kalo org yg gak paham astronomi kayak saya trus gimana mbah…?apakah tidak boleh ngikut aja keputusan para ulama yg tentunya sdh didasari ilmu yg cukup?
kali ini aku sepakat, saudi memang rodo ngawur ketoke
“
mangan balungan wedhus?
niat ngibadah saja tidak cukup kang… harus dengan cara yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya pada kita. Kita tak boleh menmbuat cara sendiri buat ngibadah. Karena pada intinya yang namanya ngibadah itu adalah ketundukan pada aturan-Nya. Kalo masih nggugu karepe dewe, berarti masih ada bagian dari diri kita yang masih kita tuhankan…
kosik tho… lha ndugem kok yang disalahkan simbah itu ketemu pirang perkoro?
Nginternet sampai pagi ki chatting sama kuntilanak po piye? Mending chatting sewelas rokangat… alias tahajud.. 
kalo sampeyan makmum, lantas imam sampeyan sopo budhe? Jangan ngaku makmum kalo gak ada imamnya lho…
wa’alaikumsalam
Salam kenal juga. Ampun kapok mampir…
Ulama yang baik adalah ulama yang setiap kali menyimpulkan sesuatu, dia akan memahamkan pada umat mengapa mereka mengambil kesimpulan seperti itu. Hujjah dan landasannya akan dibeber secara terbuka. Umat jadi pandai.
Ulama yang buruk dan bertendensi untuk jahat, adalah ulama yang setiap kali membuat satu kesimpulan atau keputusan, dia tak pernah menyampaiakan alasan, dalil, hujjah atau alatar belakang apapun dari kesimpulan atau keputusannya itu. Dia membentuk suasana agar umat mengikuti dirinya. Dia mendidik umat untuk bertaklid pada keakuannya…
Jadi kalau ulamanya bener, tak ada satu umatpun yang akan bilang “saya pokoknya ngikut ulama ini, karena saya gak paham apa-apa.”
Jadi ngikut satu ulama pun harusnya setelah paham dulu mengapa ulama tersebut memutuskan A atau B.
kira2 suatu ketika, kalo saudinya ngawur terus, wukuf di arofah bisa 2 hari gak ya? satu hari buat mereka yang beda tanggal…
Semoga menjadi haji yang mabrur buat jamaah haji sedunia tahun ajaran 1428 H. amin
Buat yg punya rencana tahun depan, semoga terlaksana. amin
Buat yg mau nabung dulu, semoga terus bertambah saldonya. amin
Buat yg belum punya rencana apa² semoga di berikan niat. amin
Ah, beneran ngaco nih pemerintah Arab Saudi. Entah siapa yang salah, ‘ulama-nya kah? atau pemerintahnya?
jadi idul adha ne kapan mbah?
kalo saya sih pake surat Al Israa’ ayat 36, mbah..
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
Slawe….pas… lha nek njenengan riyoyo kurban kapan mbah… paling ora nek ngko di tanyai Gusti Allah iso njawab…melu mbah Dipo
terus jagn lupa alasannya mbah Dipo kasih tau ke saya ya…biar jawabane podho 

semoga wukuf arafah haji taun ini Allah Mabrurkan dan yang lebaran duluan atau yang nyusul juga tepat menurut Allah
ojo ngeces lho…
Lha simbah sendiri ikut yang mana?
ikut si mbah aja ahhhh
lanjuttt mbah
ada sesuatu dibalik rempeyek …. opo kuwi mbah ?
/
Nek manut arabe si Saud kuwi yo repot mbah…hla wong sejarahe ngedeke kerajaane yo berdarah-darah ngono…….
Maknyus mbah… karena Agama itu Keyakinan tiap individu
Tapi yang penting harus merujuk pada sumber yang tepat…
Boso kasare nek arep gawe SEGO GORENG yo takon ahline… SEGO GORENG ojo takon BAKUL MIE AYAM… engkok malah RUNYAM
wah komentku diliwati simbah
lha bakul mie ayam yo dodol sego goreng pisan lho. piye jal?
Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh…
yang ana tahu, keputusan dalam masalah penetapan puasa, hari raya dilakukan dengan cara rukyat, yaitu dengan melihat bulan, baik itu hari raya idul fitri dan hari raya idul adha….tetapi dalam dua kasus hari raya itu ada perbedaan….,
yakni untuk hari raya idul fitri maka yang digunakan adalah rukyat lokal yang artinya tergantung keadaan hilal di negeri masing-masing…karena di tiap negeri hilalnya akan berbeda-beda( ini pendapat jumhur ).
sedangkan untuk hari raya idul adha maka yang digunakan adalah rukyatnya penguasa Mekkah untuk seluruh negeri di dunia…(Rosululloh Solallohu ‘alaihi wassalam telah menyerahkan perihal haji kepada penguasa Mekkah…) hal ini didasarkan pada definisi hari arofah…yaitu hari dimana para jama’ah haji wukuf di arofah….(ntar dalil haditsnya dicari dulu).
Jadi sebenarnya hari raya iedul adha sudah seharusnya mengikuti ketetapan dari pada penguasa Mekkah dalam hal ini adalah Pemerintah Arab Saudi….
Sekarang masalahnya perkara adanya kesalahan dalam penentuan hari raya oleh pemerintah Arab Saudi…., Seperti kita tahu bahwa Arab Saudi mempunyai lembaga untuk mengamati bulan(yang dianggap terpercaya) dan ternyata telah menetapkan hari tersebut meskipun banyak lembaga yang mengkritisinya…..( ana sendiri gak tahu siapa yang benar )
Tetapi yang harus diingat adalah ini adalah sebuah perkara Ijtihadiyah… yang mana Pemerintah Arab Saudi mempunyai hak untuk berijtihad…. dan kaidah dalam ijtihad yang kita ketahui bersama adalah: “APABILA SEORANG MUJTAHID BERIJTIHAD, DAN IJTIHADNYA BENAR MAKA DIA MENDAPATKAN DUA KEBAIKAN/PAHALA TAPI JIKA IJTIHADNYA SALAH MAKA DIA MENDAPATKAN SATU KEBAIKAN” wallohu ‘alam.
afwan…
wassalam
ra pye pye…. soale RESEPEe ora Original.. dan ada kecampuran Bumbu Mie Ayam tambah kacau dah.. walaupun untuk makanan ada beberapa orang suka awur awuran gitu
menawi kulo iedul qurban-ipun milihi tanggal 10 dzulhijah kemawon mbah….
wah, biasa copy paste kih…
Wa’alaikumsalam warohmatullohi wa barokatuh
Perihal Idul Adha harus merujuk pada Mekkah yang sampeyan bilang karena didasarkan pada wukuf di arofah, maka ini justru bertentangan dengan fatwa ulama mekkah yang memfatwakan bahwa masing-masing wilayah memiliki mathla’ sendiri2 dan tidak harus mengikut Iednya Mekkah. Bahkan demikian juga dengan perihal puasa arafahnya.
Perihal ijtihad, jika ijtihadnya salah maka mendapat satu kebaikan. Simbah sepakat. Karena yang diganjar kebaikan bukan kesalahannya, namun kesungguh-sungguhan di dalam mencari kesimpulan yang benar. Permasalahannya, sejauh mana kesungguhan itu tercermin dan terwujud? Sejauh mana kesungguhan itu ditempuh?
Sebagaimana dipahami, bahwa jika di satu daerah hilal sudah nampak, maka semakin ke arah barat, hilal akan lebih tinggi dan lebih jelas. namun yang terjadi pada kasus di Saudi ini, Saudi mengklaim sudah melihat hilal, tapi negeri yang posisinya lebih ke barat ternyata tak mendukung klaim tersebut. Jika memang Saudi mau sedikit membuka mata dan tak buru-buru mengambil keputusan, maka kesungguhan ijtihad mereka akan diakui dunia.
Yang jelas peganglah hujjah sampeyan, dan sampaikan nanti di hadapan Allah kalo ditanya. Wallahu a’lam.
10 dzulhijjah’e sopo?
sego kucing
afwan….ana emang salah dalam masalah perayaan iedul adha, ana ruju’ sama pendapat antum
, seharusnya maskud ana puasa arofah tetep ngikutin saudi….yaitu saat wukufnya para jama’ah di Mekkah….sedangkan ied-nya ikut keputusan penguasa kita…, karena kita dituntut untuk tunduk kepada penguasa kita(dalam hal yang ma’ruf tentunya) untuk menjaga persatuan kaum muslimin.
Mengenai kesungguhan penguasa Saudi… ana nggak tahu, hanya saja ana berhusnudzon kalo mereka telah memilih saksi-saksi yang adil dalam masalah rukyat hilal ini…. wallohu ‘alam apakah terjadi kesalahan dalam persaksiannya semoga Alloh Subhanahu ‘wata ‘ala mengampuni mereka sebagai pelayan para jama’ah haji seluruh dunia dan mengampuni kita semua…
Syukron atas informasinya….selamat hari raya dan jangan lupa perbanyak ibadah…..
maap mbah dipo, kayaknya gembul pernah dengar pendapat seperti yang diutarakan oleh kangmas realstupid, bahwa untuk puasa arofah, patokannya ya wuquf di arofah deh..
ups, maaf kalo salah, ilmunya masih cethek sih..:”>
assalamu’alaikum ww.wrb.
salam kenal ya mbah…
banyak pelajaran disini..ehe..gw jadi suka..
truss kalo masalah penentuan aji, tak usah kita fikirkan mbah. kita masih sibuk dlm masalah khilafiah…sementara wong barat udah kebulan…iya nggak mbah….pokoke kita berbuat sesuatu buat umat ini..setuju nggak mbah..ehe..thanks.
assalamualaikum,
Mbah,kalo memang kita harus bener2 tahu apa dan mengapa kita melakukan suatu hal kan ngga mungkin tho!!!
Ngga mungkin satu individu bisa tau berbagai hal, masih ada orang yang lebih ahli dari kita untuk menentukan itu.
Ana pikir itulah guna pemimpin(pemimpin yang sebenarnya) untuk bisa menyatukan ummat.
wassalamualaikum
Biarin aja orang barat ke bulan, lha tujuan umat ini kan ke surga ya mbah…
sengtuju mbah..
Shalat Ied 10 Dzulhijah, trus nyembelih hewan qurban deh, sambil niat nyembelih sifat hewani dalam jiwa kita…
Sugeng Riyaya Idul Adha mbah..
“
“
“
Ngaturaken sedoyo daging qurban, nyuwun agunging samudra pangaksami…
Lha surat Al Isra ayat 36 kan menuntut kita untuk paham, tahu dan siap bertanggung jawab akan apa yang kita kerjakan. Tentang seberapa dalam pengetahuannya memang beda2 masing2 orang. Tapi yang penting bisa dipakai buat mempertanggungjawabkan amalan kita.
Jadi, tetep kita harus tahu dan paham seberapa pun pengetahuan dan pemahaman kita, akan semua apa yang kita kerjakan.
Ok. Susyeh emang, karena ummat islam sekarang nggak punya pemimpin, so!! sekarang wajib umat islam memperjuangkan kembalinya kepemimpinan islam melalui Daulah Khilafah Islamiyah “ala Minhaj Nubuwwah
Aku saiki ra melok Ngarab, Mbah.
khilafah itu datang ketika kualitas umat memenuhi syarat… jadi sekarang tingkatkan kualitas umat dulu… latih hidup berjamaah secara komunitas kecil2an.. jika sudah bagus ketika khilafah ada, semua sudah siap.
Kalopun khilafah sdh ada, bukan berarti semua lantas diseragamkan. Tapi yg jelas persatuan akan terjaga dan terkendali. Karena persatuan adalah beda dgn penyeragaman. Kalo mau lihat contoh persatuan, lihatlah kehidupan para shahabat nabi. Kalo mau lihat penyeragaman, lihatlah rezim orba…
Asl…mbah bukan khilafah tapi khilafiah, mbah tau khilafiah ? itu-itu lho….iya kayak yg simbah tulis ini.., ini khilafiah namanya gitu lho mbah..ehe…maap..bukan maksud meng-gurui simbah, klarifikasi ajah…ehe..salam kenal mbah..banyak pelajaran disini. Tapi ada yg kurang kayaknya,,,,to simbah…: simbah-nya koment melulu di blog dia sendiri..ehe…bukan koment balik….nggak tau lah apa maksud simbah…, pokeke salam kenal…
koment gw kok nggak tmapil ya..