Hidup dan Matinya Anak

Dalam hidup berumah tangga, adakalanya dalam sebuah keluarga dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Namun adapula yang mengalami kematian anak dengan berbagai sebab. Baik yang diamanahi anak maupun yang diambil amanahnya, masing-masing memiliki keutamaan dan keuntungan sendiri-sendiri. Berikut beberapa keterangan yang bisa diambil pelajarannya:

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang dari kalian ditinggal mati oleh tiga orang anaknya dan dia mencari ridha Allah dengannya, melainkan dia masuk surga.”
Seorang wanita dari mereka bertanya: “Atau dua orang anak ya Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Atau dua orang anak.” (HR. Muslim)

Dalam keterangan hadits yang lain disebutkan, bahwa anak yang meninggal tersebut belum mencapai usia hints atau baligh.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim ditinggal mati oleh tiga orang anaknya yang belum baligh, melainkan Allah memasukkan keduanya ke surga karena keutamaan kasih sayang-Nya kepada mereka”

Beliau bersabda: “Dikatakan kepada mereka (anak-anak itu) ‘Masuklah kalian ke surga’. Lalu mereka berkata: ‘(Tidak) hingga orang tua kami masuk’. Maka dikatakan: ‘Masuklah kalian dan orang tua kalian ke surga!’”(HR. Nasai, Shahih)

Keterangan di atas bagi yang kematian dua atau tiga anak. Bagaimana jika hanya seorang anak saja?? Lihatlah hadits di bawah ini:

Dari Qurrah, seorang lelaki mendatangi Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam dengan seorang anaknya. Nabi saw bertanya: “Apakah engkau mencintainya?” Dia jawab: “Semoga Allah mencintaimu sebagaimana aku mencin-tainya”.
Lalu anak itu meninggal dunia dan diapun merasa kehilangan, lalu dia bertanya tentang itu. Nabi shallallaahu alaihi wa sallam pun bersabda:

“Tidakkah kamu suka jika kamu datangi salah satu pintu dari pintu surga, melainkan kamu dapati (anakmu) di sisinya, dia berusaha membukakannya untukmu?” (HR. An Nasai, Shahih)

Dalam riwayat Ahmad: Laki-laki itu bertanya: “Apakah ini hanya untuknya saja atau untuk kami semua?”
Beliau menjawab: “Bahkan untuk kalian semua.”

Dari hadits ini, kematian satu anakpun dapat menolong orangtuanya ke surga. Bahkan jika orang tuanya sabar, anaknya sendirilah yang nantinya akan membukakan pintu surga tersebut bagi orang tuanya.

Bagaimana jika anaknya hidup dan diasuh dengan tanggung jawab oleh orang tuanya? Perhatikan hadits-hadits di bawah ini:

Dari Uqbah bin Amir ia berkata, aku mendengar rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan dan ia bersabar terhadap mereka, serta memberi pakaian kepada mereka dari hartanya, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari neraka.” (HR. Bukhari, Shahih).

Dari Anas bin Malik ra ia berkata, Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa merawat dua anak perempuannya hingga keduanya baligh, maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku bersama dia,” seraya beliau menyatukan jari-jarinya. (HR. Muslim, Shahih).

Dan Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam

Dari Abu Hurairah, secara marfu’ :
“Sebaik-baik wanita penunggang unta adalah wanita Quraisy yang shalihah, yang sangat penyayang pada anak-anaknya di masa kecil dan lebih memelihara hak-hak suaminya.” (HR. Bukhari, Shahih).

Hadits-hadits di atas menunjukkan, anak yang hidup dan dititipkan pada orang tuanya bisa menjadi asset untuk masuk surga atau terhindar dari api neraka, manakala anak-anak tersebut dipelihara dengan penuh amanah serta bertujuan dalam rangka peribadatan kepada Allah.

Adalah bunyi doa Nabi shallallaahu alaihi wa sallam kepada sahabat Anas bin Malik sebagai berikut:
“Ya Allah banyakkanlah hartanya dan banyakkanlah anaknya, dan berkahilah apa yang Engkau telah berikan kepadanya.” (HR. Bukhari, Muslim).

Anas berkata, “Demi Allah hartaku sangat melimpah, sampai kurma dan anggurku berbuah dua kali dalam setahun. Jumlah anak-anak dan cucuku – cucuku mencapai seratus.” dalam riwayat lain seratus enam. Dalam riwayat lain juga disebutkan dari anak perempuannya Aminah, mengabarkan tentang anak beliau yang mati dan dikuburkan saja itu mencapai 120 anak, selain cucunya, itu pada saat Hajjaj berkuasa di Basrah.

Dari hadits ini kita mengetahui bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyukai umatnya memiliki banyak anak. Dalam hadits lain disebutkan, beliau akan berbangga dengan banyaknya umat beliau kelak di hari kiamat. Tentu saja banyak anak yang diurus penuh rasa tanggung jawab dalam rangka ikut serta menegakkan agama Allah.

Popularity: 13%

The Best Query for the Content


Langganan RSS Simbah

RSS FeedJika tulisan simbah ini bermanfaat monggo langganan RSS atau lewat e-mail Simbah arep kirim otomatis setiap simbah ada tulisan baru.


Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah…

7 responses to “Hidup dan Matinya Anak”

  1. Janmbuh

    Janmbuh menyukai ini

  2. Hanifah Zuhri

    Bagaimana dg yg tidak diamanahi anak Mbah?

  3. Klowor

    Anak laki laki bgmna mbah?

  4. alif

    ngono yo mbah.. sayang aku durung ketemu jodho je.. arepe produksi anak sing akeh,,, dongak ke yo mbah,,

  5. vj sweet

    pengen punya lima anak…cukup deh.dongak no yo,,mbah :p

  6. achmad

    Allahumma jannibnassyaithon wajannib ma rozaqtana… amiin… ws dadi anak sholeh lan sholehah mbah………………

  7. amelia ramadhani

    ya wat anak yanx banyak ajha deh ?

Leave a Reply