Tentunya sampeyan sudah pada tahu, bahwa para Kyai MUI sudah mengharamkan 2 hal yang selama ini menjadi polemik. Yakni rokok dan Golput. Untuk rokok, salah seorang kyai MUI menerangkan bahwa keharamannya tidak sebagaimana babi. Jadi memiliki perbedaan. Rincian perbedaannya diterangkan dengan sangat njlimet sampai simbah gak mudeng babar blas. Tetapi keharamannya dilandasi bahwa kemadharatannya lebih besar dari manfaatnya.
Kyai NU dan beberapa ormas Islam lainnya gak sependapat kata “Haram” digunakan untuk memfatwai rokok. Haram yang bukan sebagaimana haramnya babi itu sudah ada kriteria tersendiri, yakni “makruh”. Jadi tak perlu menggunakan kata “Haram” jikalau ada kata lain yang lebih bisa mengakomodasi pengertian tidak diperbolehkannya merokok itu.
Alasan yang memakruhkan ini juga masuk akal, walaupun kang Jupri salah seorang teman simbah yang gak suka dengan kyai NU ini nyeletuk, “Halah, itu kan karena banyak kyai NU yang sudah nggathok ngudud kayak lokomotip sepur. Bilang aja gak mau ninggal klangenan.”
Bang Kamid yang lebih moderat menanggapi, “Bukan begitu kang Jupri. Mengharamkan sesuatu harus hati-hati. Karena mengharamkan yang halal itu hukumnya sama dengan menghalalkan yang haram. Lha kalau rokok diharamkan, akan timbul pertanyaan susulan. Misalnya, perokok pasip itu mau dihukumi pigimanah? Padahal perokok pasip itu lebih bahaya daripada perokok aktip. Trus bertani cengkeh dan tembakau itu hukumnya apa? Bekerja di pabrik rokok itu hukumnya haram apa tidak? Lalu jualan rokok itu duitnya haram apa tidak? Lantas event-event yang disponsori pabrikan rokok itu haram apa tidak untuk diikuti?”
Kang Jupri mulai mengerutkan kening. Rentetan pertanyaan susulan itu belum ada fatwa resminya. Namun tentu saja fatwa haram rokok mengandung konsekwensi bagi terjawabnya pertanyaan Bang Kamid di atas.
“Pengharaman rokok atas dasar madharat yang lebih besar dari manfaat juga mengandung konsekwensi lain kang. Misalnya, haram tidak pakai AC berfreon? Bukankah sudah diketahui bahwa barang itu bisa mbikin ozon tambah amoh. Lha kalo ozonnya tambah mbedah, milyaran manusia harus nanggung madharatnya. Padahal manfaatnya cuma sekedar ngilangi sumuk. Tapi milyaran manusia lain yang juga sumuk karena gak gableg AC harus menanggung derita akibat ozonnya dibrakoti AC sampeyan. Pigimanah itu ya?” tanya bang Kamid.
“Wah… yo mbuh lah bang. Lama-lama kok tambah nggladrah.”
Hal kedua yang difatwai haram adalah Golput. Hal ini memang juga kontroversial. Seingat simbah ketika terjadi pertentangan antara dua kubu dalam tubuh mukminin, yakni Khalifah Ali r.a dan Muawiyah r.a, ada salah seorang sahabat yang sama sekali tak memilih dan berpihak pada salah satu dari 2 kubu itu. Kalau tidak salah beliau adalah Abdullah bin Umar r.a yang lebih terkenal dengan sebutan Ibnu Umar r.a.
Salah satu alasan beliau tidak ikut di antara 2 kubu yang ada adalah karena tidak ingin pedangnya menumpahkan darah muslimin. Maka beliau memilih memisahi dari 2 kubu itu. Simbah gak tahu apakah langkah ini bisa disebut sebagai golput atau tidak. Namun dengan alasan yang syar’i beliau memilih untuk tidak memilih.
Coba sekarang kita tarik ke Abad Plu Manuk ini. Adakah alasan syar’i yang bisa membolehkan seseorang untuk Golput?
“Kalau miturut saya gak ada alasan syar’i yang mewajibkan saya buat nyoblos bang,” kata Kang Jupri. “Ditambah lagi calegnya rata-rata sudah kita ketahui motipnya mengapa mereka nyaleg. Genah motip blodot wal cocakrowo tho? Kalau miturut saya itu cukup bahan buat memfatwai bahwa nyoblos itu haram.”
“Lho jangan terburu napsu kang, jangan su’udzhon”, kata Bang Kamid. “Lha kalo sampeyan dan juga jutaan muslimin lainnya gak milih, lalu justru yang kepilih orang-orang yang gak punya iman, sampeyan nanggung dosanya juga lho.”
“Gak usah kawatir bang, dulu orang beriman pernah dijajah sama Pir’on, itu lho orang kapir yang juga O’on. Tapi nyatanya ketika orang berimannya sabar menjalani perintah demi perintah Allah, sang Pir’on akirnya keok juga. Yang kita perluken hanya mengikuti risalah kenabian dengan cara nurut sama syareat. Lha sampeyan sekarang kawatir diplekoto sama Pir’on modern. Harusnya kita kawatir bahwa justru kita akan dikangkangi Pir’on-Pir’on modern ini manakala kita ikut-ikutan jejak mereka.” kata kang Jupri berapi-api.
Kang Jupri nambahi, “Kita ini kan sudah punya waham, bahwa muslimin gak bisa jaya kalo gak ikut pemilu. Sudah tertanam pada diri sampeyan semua, bahwa jalan satu-satunya untuk mencapai kejayaan adalah dengan ikut pemilu, gak ada alternatip lain. The only way, the one and only. Makanya ada patwa haram golput itu. Lha buat saya, alternatip buat mencapai kejayaan umat itu banyak, bahkan pemilu bukan salah satunya.”
Bang Kamid dengan tetep kalem (Kayak Lembu) menjawab pidato kang Jupri, “Yo wis… gak usah sewot kang. Prinsipnya kita beda, gitu aja.”
Simbah hanya bisa plonga-plongo. Mau milih Kang Jupri atau Bang Kamid… atau Golput ajah??
Popularity: 10%

Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah... Pingin luwih detail? 




hidup golput


aku milih golput mbah…..
PERTAMAX
golput wae!
pas liat di plang² banner² caleg.. ndelok ono caleg sing ayu, yo wis di iling² partai karo nomere.. wkakakaka
parani omahe pora?
njaluk nomer telpone sisan, tho…
v(^_^)
iya calegnya ada yang cakep
, sayang beda dapil 

kalo sama dapilnya kan bisa nonton kali dia pas kampanye
contreng golpuutt…
:”>
coblos sing ayuu…
golput kuwi ora apik kang.paling ndak yo merem trus nyenthang.
Yen merem trus nyenthange luput, tetep wae golput. Golput terselubung kang
.
golput wae lah, berjuang sesuai cara rosul aja.
Ngawe parte dewe ae mbah…
tak dukung…
judule “PARTAI GOLPUT”
Khan… GOLONGAN PUTIH = GOLONGAN SURGA
Mbah…TITIP IKLAN TERI, Yaa…
Pernikahan akan terasa bermakna bila ada kenangan…
Kenangan akan lebih terasa bila bermanfaat dunia akhirat…
Mau nikah….
Bingung cari souvenir pernikahan yang pas dan berkesan…
Kami siap mewujudkan impian Anda…
Temukan di : http://www.bursabukusolo.wordpress.com
Suwun Mbah
Ojo golput sing lanang sebab
GOLPUT = Golongan Putri hahahahah
Ojo golput sing Wedok
GOLPUT = Golongan Putra hehehehe
jadi …pilihlah sak karepmu karena akan menyalurkan suara …mbuh suara opo kuwi
Halah aku yo Ora Nyontreng kok …gak terdaptar neh
memang sulit pilihan demokrasi karena tidak sesuai dengan syariat, akan tetapi umat islam di Genthonesia ini memang belum ada pilihan lain, lihat saja umat islam di Turki, walau pingin Islam di tegakkan bahkan ingin mewujudkan Khilafah akan tetapi kenyataannya masih tidak memungkinkan karena cengkraman sekuler disana, jadi untuk sementara Pilih Aja PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Masih lebih baik ketimbang yang lain.
amin…..
weleh, ada juga yang kampanye di sini
kalau ada yang bisa membuktikan bahwa partai itu terang-terangan mau menerapkan syariat islam di indonesia bolehlah ???
Sabar sabar sabar…
GOLPUT : GOLongan Penerima dUiT
“
judulnya membingungkan bos…

lhaa itu bigimana mbah calon nya julia peres, wah nanti rakyate di ajak mbelah duren kabeh…..walah…yo repot….!!! aku tak melu nek ngono….
Kalau menurut saya si mbah;
1. Rokok itu ya haram. Jelas keharamannya. Madharatnya jauh dan jauh lebih besar dari manfaatnya. Kerja di pabrik rokok ya dosa, masalah petaninya tergantung niatnya. kalau niatnya biar yg dia tanam dibuat rokok, ya dosa. Kalau ada yang berpikir, kan tembakau gunanya emang buat rokok. Ya pemerintah dan orang-orang cerdas nan jenius harus bisa cari solusi/terobosan bisa untuk apa tembakau itu selain rokok. Nah, kalau disamain dengan AC, ya jelas gak adil. Sama seperti tajam mana pedang dengan tongkat. Pasti jawabannya pedang. Nah, begitupula rokok dalam hal madharat.
2. Kita ini kan hidup di lingkungan plural. Menghukumi Golput itu haram jelas edan. Nah, makanya kita harus pinter-pinter menempatkan diri. Yaitu memilih yang paling baik dari 2 hal yang buruk. Misalnya; yang nyalon Jupe dan Rhoma irama, ya jelas kita harus milih Rhoma Irama kalau nggak pengen saudari2 kita, putri2 kita bakal jadi kayak Jupe. Yang nyalon non-muslim dan muslim, ya jelas kita harus memilih yang muslim. Jadi, alasan nggak milih karna semua calon buruk itu kurang bener. Justru tugas kita sebagai manusia yang arif nan bijaksana untuk memilih yang paling baik dari dua/lebih hal yang buruk. Daripada yang menang malah yang buruk. Wallahu a’lam