Langganan RSS Simbah

RSS FeedJika tulisan simbah ini bermanfaat monggo langganan RSS atau lewat e-mail Simbah arep kirim otomatis setiap simbah ada tulisan baru.


Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah…

21 responses to ““Haram” yang Haramnya tidak sama dengan Haram”

  1. rachma

    hidup golput :)>-:)>-:d

  2. hasan

    aku milih golput mbah…..

  3. lembucinta

    PERTAMAX
    golput wae!

  4. Djigoer

    pas liat di plang² banner² caleg.. ndelok ono caleg sing ayu, yo wis di iling² partai karo nomere.. wkakakaka

  5. Farijs van Java

    njaluk nomer telpone sisan, tho…

    v(^_^)

  6. Joko

    iya calegnya ada yang cakep :d, sayang beda dapil :))
    kalo sama dapilnya kan bisa nonton kali dia pas kampanye :d

  7. embuh

    contreng golpuutt…
    coblos sing ayuu… :d:”>

  8. a.lek

    golput kuwi ora apik kang.paling ndak yo merem trus nyenthang.

  9. mahmudi siwi

    golput wae lah, berjuang sesuai cara rosul aja.

  10. Bursa Buku Solo

    Ngawe parte dewe ae mbah…
    tak dukung…
    judule “PARTAI GOLPUT”
    Khan… GOLONGAN PUTIH = GOLONGAN SURGA

    Mbah…TITIP IKLAN TERI, Yaa…
    Pernikahan akan terasa bermakna bila ada kenangan…
    Kenangan akan lebih terasa bila bermanfaat dunia akhirat…
    Mau nikah….
    Bingung cari souvenir pernikahan yang pas dan berkesan…
    Kami siap mewujudkan impian Anda…
    Temukan di : http://www.bursabukusolo.wordpress.com
    Suwun Mbah

  11. tonick

    Ojo golput sing lanang sebab
    GOLPUT = Golongan Putri hahahahah
    Ojo golput sing Wedok
    GOLPUT = Golongan Putra hehehehe
    jadi …pilihlah sak karepmu karena akan menyalurkan suara …mbuh suara opo kuwi :o
    Halah aku yo Ora Nyontreng kok …gak terdaptar neh

  12. bagus

    memang sulit pilihan demokrasi karena tidak sesuai dengan syariat, akan tetapi umat islam di Genthonesia ini memang belum ada pilihan lain, lihat saja umat islam di Turki, walau pingin Islam di tegakkan bahkan ingin mewujudkan Khilafah akan tetapi kenyataannya masih tidak memungkinkan karena cengkraman sekuler disana, jadi untuk sementara Pilih Aja PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Masih lebih baik ketimbang yang lain.

    amin…..

  13. bangun

    weleh, ada juga yang kampanye di sini :( kalau ada yang bisa membuktikan bahwa partai itu terang-terangan mau menerapkan syariat islam di indonesia bolehlah ???

  14. Jauhari

    Sabar sabar sabar… :D

  15. bheddhor

    GOLPUT : GOLongan Penerima dUiT :-\

  16. albri

    :) Saya tahu blog ini setelah membeli buku Republik Genthonesia, hehe Tadi googling dengan key Mbah Dipo akhirnya dibawah kesini. Bagus sekali Mbah bahasannya

  17. Mas Adi

    judulnya membingungkan bos…
    :D :D :D

  18. NURROCHIM

    lhaa itu bigimana mbah calon nya julia peres, wah nanti rakyate di ajak mbelah duren kabeh…..walah…yo repot….!!! aku tak melu nek ngono….

  19. yahya nauval

    Kalau menurut saya si mbah;
    1. Rokok itu ya haram. Jelas keharamannya. Madharatnya jauh dan jauh lebih besar dari manfaatnya. Kerja di pabrik rokok ya dosa, masalah petaninya tergantung niatnya. kalau niatnya biar yg dia tanam dibuat rokok, ya dosa. Kalau ada yang berpikir, kan tembakau gunanya emang buat rokok. Ya pemerintah dan orang-orang cerdas nan jenius harus bisa cari solusi/terobosan bisa untuk apa tembakau itu selain rokok. Nah, kalau disamain dengan AC, ya jelas gak adil. Sama seperti tajam mana pedang dengan tongkat. Pasti jawabannya pedang. Nah, begitupula rokok dalam hal madharat.
    2. Kita ini kan hidup di lingkungan plural. Menghukumi Golput itu haram jelas edan. Nah, makanya kita harus pinter-pinter menempatkan diri. Yaitu memilih yang paling baik dari 2 hal yang buruk. Misalnya; yang nyalon Jupe dan Rhoma irama, ya jelas kita harus milih Rhoma Irama kalau nggak pengen saudari2 kita, putri2 kita bakal jadi kayak Jupe. Yang nyalon non-muslim dan muslim, ya jelas kita harus memilih yang muslim. Jadi, alasan nggak milih karna semua calon buruk itu kurang bener. Justru tugas kita sebagai manusia yang arif nan bijaksana untuk memilih yang paling baik dari dua/lebih hal yang buruk. Daripada yang menang malah yang buruk. Wallahu a’lam

Leave a Reply