Buku Republik Genthonesia

Categorized | Mampir Ngombe, Pengaosan

“Haram” yang Haramnya tidak sama dengan Haram

Tentunya sampeyan sudah pada tahu, bahwa para Kyai MUI sudah mengharamkan 2 hal yang selama ini menjadi polemik. Yakni rokok dan Golput. Untuk rokok, salah seorang kyai MUI menerangkan bahwa keharamannya tidak sebagaimana babi. Jadi memiliki perbedaan. Rincian perbedaannya diterangkan dengan sangat njlimet sampai simbah gak mudeng babar blas. Tetapi keharamannya dilandasi bahwa kemadharatannya lebih besar dari manfaatnya.

Kyai NU dan beberapa ormas Islam lainnya gak sependapat kata “Haram” digunakan untuk memfatwai rokok. Haram yang bukan sebagaimana haramnya babi itu sudah ada kriteria tersendiri, yakni “makruh”. Jadi tak perlu menggunakan kata “Haram” jikalau ada kata lain yang lebih bisa mengakomodasi pengertian tidak diperbolehkannya merokok itu.

Alasan yang memakruhkan ini juga masuk akal, walaupun kang Jupri salah seorang teman simbah yang gak suka dengan kyai NU ini nyeletuk, “Halah, itu kan karena banyak kyai NU yang sudah nggathok ngudud kayak lokomotip sepur. Bilang aja gak mau ninggal klangenan.”

Bang Kamid yang lebih moderat menanggapi, “Bukan begitu kang Jupri. Mengharamkan sesuatu harus hati-hati. Karena mengharamkan yang halal itu hukumnya sama dengan menghalalkan yang haram. Lha kalau rokok diharamkan, akan timbul pertanyaan susulan. Misalnya, perokok pasip itu mau dihukumi pigimanah? Padahal perokok pasip itu lebih bahaya daripada perokok aktip. Trus bertani cengkeh dan tembakau itu hukumnya apa? Bekerja di pabrik rokok itu hukumnya haram apa tidak? Lalu jualan rokok itu duitnya haram apa tidak? Lantas event-event yang disponsori pabrikan rokok itu haram apa tidak untuk diikuti?”

Kang Jupri mulai mengerutkan kening. Rentetan pertanyaan susulan itu belum ada fatwa resminya. Namun tentu saja fatwa haram rokok mengandung konsekwensi bagi terjawabnya pertanyaan Bang Kamid di atas.

“Pengharaman rokok atas dasar madharat yang lebih besar dari manfaat juga mengandung konsekwensi lain kang. Misalnya, haram tidak pakai AC berfreon? Bukankah sudah diketahui bahwa barang itu bisa mbikin ozon tambah amoh. Lha kalo ozonnya tambah mbedah, milyaran manusia harus nanggung madharatnya. Padahal manfaatnya cuma sekedar ngilangi sumuk.  Tapi milyaran manusia lain yang juga sumuk karena gak gableg AC harus menanggung derita akibat ozonnya dibrakoti AC sampeyan. Pigimanah itu ya?” tanya bang Kamid.

“Wah… yo mbuh lah bang. Lama-lama kok tambah nggladrah.”

Hal kedua yang difatwai haram adalah Golput. Hal ini memang juga kontroversial. Seingat simbah ketika terjadi pertentangan antara dua kubu dalam tubuh mukminin, yakni Khalifah Ali r.a dan Muawiyah r.a, ada salah seorang sahabat yang sama sekali tak memilih dan berpihak pada salah satu dari 2 kubu itu. Kalau tidak salah beliau adalah Abdullah bin Umar r.a yang lebih terkenal dengan sebutan Ibnu Umar r.a.

Salah satu alasan beliau tidak ikut di antara 2 kubu yang ada adalah karena tidak ingin pedangnya menumpahkan darah muslimin. Maka beliau memilih memisahi dari 2 kubu itu. Simbah gak tahu apakah langkah ini bisa disebut sebagai golput atau tidak. Namun dengan alasan yang syar’i beliau memilih untuk tidak memilih.

Coba sekarang kita tarik ke Abad Plu Manuk ini. Adakah alasan syar’i yang bisa membolehkan seseorang untuk Golput?

“Kalau miturut saya gak ada alasan syar’i yang mewajibkan saya buat nyoblos bang,” kata Kang Jupri. “Ditambah lagi calegnya rata-rata sudah kita ketahui motipnya mengapa mereka nyaleg. Genah motip blodot wal cocakrowo tho? Kalau miturut saya itu cukup bahan buat memfatwai bahwa nyoblos itu haram.”

“Lho jangan terburu napsu kang, jangan su’udzhon”, kata Bang Kamid. “Lha kalo sampeyan dan juga jutaan muslimin lainnya gak milih, lalu justru yang kepilih orang-orang yang gak punya iman, sampeyan nanggung dosanya juga lho.”

“Gak usah kawatir bang, dulu orang beriman pernah dijajah sama Pir’on, itu lho orang kapir yang juga O’on. Tapi nyatanya ketika orang berimannya sabar menjalani perintah demi perintah Allah, sang Pir’on akirnya keok juga. Yang kita perluken hanya mengikuti risalah kenabian dengan cara nurut sama syareat.  Lha sampeyan sekarang kawatir diplekoto sama Pir’on modern. Harusnya kita kawatir bahwa justru kita akan dikangkangi Pir’on-Pir’on modern ini manakala kita ikut-ikutan jejak mereka.” kata kang Jupri berapi-api.

Kang Jupri nambahi, “Kita ini kan sudah punya waham, bahwa muslimin gak bisa jaya kalo gak ikut pemilu. Sudah tertanam pada diri sampeyan semua, bahwa jalan satu-satunya untuk mencapai kejayaan adalah dengan ikut pemilu, gak ada alternatip lain. The only way, the one and only. Makanya ada patwa haram golput itu. Lha buat saya, alternatip buat mencapai kejayaan umat itu banyak, bahkan pemilu bukan salah satunya.”

Bang Kamid dengan tetep kalem (Kayak Lembu) menjawab pidato kang Jupri, “Yo wis… gak usah sewot kang. Prinsipnya kita beda, gitu aja.”

Simbah hanya bisa plonga-plongo. Mau milih Kang Jupri atau Bang Kamid… atau Golput ajah??

Share and Enjoy:
  • Lintas Berita
  • Digg
  • del.icio.us
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • BlinkList
  • LinkedIn
  • Live
  • Ma.gnolia
  • Pownce
  • TwitThis
  • YahooMyWeb
  • Print this article!
  • E-mail this story to a friend!

Yang Membantu Simbah


Pingin Tau setiap simbah posting baru?
Kenapa tidak Langganan RSS simbah aja,
atau lewat email kawat di form ini
di jamin cespleng



19 Comments

  1. rachma Reply to this comment

    hidup golput :)>-:)>-:d


  2. aku milih golput mbah…..

  3. Djigoer Reply to this comment

    pas liat di plang² banner² caleg.. ndelok ono caleg sing ayu, yo wis di iling² partai karo nomere.. wkakakaka


  4. njaluk nomer telpone sisan, tho…

    v(^_^)

  5. Joko Reply to this comment

    iya calegnya ada yang cakep :d, sayang beda dapil :))
    kalo sama dapilnya kan bisa nonton kali dia pas kampanye :d


  6. contreng golpuutt…
    coblos sing ayuu… :d:”>

  7. a.lek Reply to this comment

    golput kuwi ora apik kang.paling ndak yo merem trus nyenthang.


  8. Yen merem trus nyenthange luput, tetep wae golput. Golput terselubung kang :D.


  9. golput wae lah, berjuang sesuai cara rosul aja.

  10. Bursa Buku Solo Reply to this comment

    Ngawe parte dewe ae mbah…
    tak dukung…
    judule “PARTAI GOLPUT”
    Khan… GOLONGAN PUTIH = GOLONGAN SURGA

    Mbah…TITIP IKLAN TERI, Yaa…
    Pernikahan akan terasa bermakna bila ada kenangan…
    Kenangan akan lebih terasa bila bermanfaat dunia akhirat…
    Mau nikah….
    Bingung cari souvenir pernikahan yang pas dan berkesan…
    Kami siap mewujudkan impian Anda…
    Temukan di : http://www.bursabukusolo.wordpress.com
    Suwun Mbah


  11. Ojo golput sing lanang sebab
    GOLPUT = Golongan Putri hahahahah
    Ojo golput sing Wedok
    GOLPUT = Golongan Putra hehehehe
    jadi …pilihlah sak karepmu karena akan menyalurkan suara …mbuh suara opo kuwi :o
    Halah aku yo Ora Nyontreng kok …gak terdaptar neh


  12. memang sulit pilihan demokrasi karena tidak sesuai dengan syariat, akan tetapi umat islam di Genthonesia ini memang belum ada pilihan lain, lihat saja umat islam di Turki, walau pingin Islam di tegakkan bahkan ingin mewujudkan Khilafah akan tetapi kenyataannya masih tidak memungkinkan karena cengkraman sekuler disana, jadi untuk sementara Pilih Aja PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Masih lebih baik ketimbang yang lain.

    amin…..

  13. bangun Reply to this comment

    weleh, ada juga yang kampanye di sini :( kalau ada yang bisa membuktikan bahwa partai itu terang-terangan mau menerapkan syariat islam di indonesia bolehlah ???

  14. bheddhor Reply to this comment

    GOLPUT : GOLongan Penerima dUiT :-\


  15. :) Saya tahu blog ini setelah membeli buku Republik Genthonesia, hehe Tadi googling dengan key Mbah Dipo akhirnya dibawah kesini. Bagus sekali Mbah bahasannya


  16. judulnya membingungkan bos…
    :D :D :D

Leave A Reply

Smileys:
:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



Sak Emploan

  • Ajax CommentLuv Enabled df82993325f26cd5ad448807e4ae1780
  • Add to Technorati Favorites
  • Add to Google
  • Subscribe in NewsGator Online
  • Subscribe in Bloglines
  • Powered by FeedBurner