Archive for the ‘Selingan’ Category

Konsultasi Acakadut

Posted 26 May 2010 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip, Selingan

Lama sudah simbah tak pernah posting di blog ini. Bukan karena malas nulis. Justru hampir setiap hari simbah menulis walau hanya beberapa paragrap. Tapi simbah nulis dalam rangka ngupoyo upo menjemput takdir rejeki yang masih gemandul di depan mata simbah. Simbah hanya berikhtiar menggerakkan tangan sehingga yang berada di depan mata tersebut bisa berpindah ke tangan simbah.

Beberapa hari terakhir simbah agak dikejutkan dengan membanjirnya email yang masuk yang berasal dari kotak konsultasi di blog ini. Bayangkan, biasanya konsultasi hanya 2 hingga 3 email seminggu. Lha ini sehari saja bisa puluhan email.

Maka satu persatu email simbah buka dan simbah baca. Welhadalah, ha kok isi konsultasinya rada pating klenyit. Bayangkan saja, ada puluhan email menanyakan pada simbah nomer buntutan togel Singapura. Ada lagi pertanyaan perihal buntutan di Batam. Pertanyaannya cukup ringkes, “Sabtu ini keluarnya apa Mbah?”

Yang lain tak kalah banyaknya adalah pertanyaan tentang nasib dan masa depan. Di awali dengan menyebut hari, weton, tanggal bulan dan tahun kelahiran. Terus dipungkasi dengan ending pertanyaan yang cukup mantabh: “Pekerjaan apa yang cocok buat saya mbah?” atau “Bagaimana masa depan karir saya mbah?” atau “Kapan saya kaya mbah?” atau “Saya kok dari dulu cuma tukang becak, apakah saya akan terus jadi tukang becak mbah?”…. Haduh.. Yo embuh lee..le.. Read More

Back From The Future

Posted 18 Mar 2010 — by Mbah Dipo
Category Selingan

Pertengahan 2010 : Pengajuan Draft RUU Perkawinan yang mengatur tentang Nikah Sirri, poligami dan larangannya.

November 2010 : Pro Kontra perihal Kriminalisasi Nikah sirri dan poligami. Banyak demo digelar, baik oleh aktifis perempuan maupun aktifis laki-laki. Anggota Komnas Perempuan turun ke jalan-jalan, sedangkan Komnas laki-laki tidak, karena belum terbentuk.

Back from the Future

Back from the Future

Awal Januari 2011 : UU Perkawinan disyahkan, termasuk pasal mengenai Nikah sirri dimana dalam RUU tersebut nyata-nyata terkandung klausul pemidanaan (kriminalisasi). dengan kata lain bagi siapa saja yang melakukan nikah siri, poligami dan juga kawin kontrak mereka bisa diancam dengan hukuman penjara maksimal 5 bulan dan denda 5 juta rupiah. Aktifis perempuan syukuran dengan bancakan tumpeng yang bentuknya berbeda. Karena bentuk tumpeng yang sudah ada, dan biasanya dipangkas ujungnya tersebut dianggap merendahkan salah satu organ perempuan.
Read More

Atas Nama Kemiskinan

Posted 06 Oct 2009 — by Mbah Dipo
Category Mampir Ngombe, Selingan

Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka angkotku tak perlu taat rambu
Kejar setoran lebih perlu
Maka ku ngetem seenak brutu
Kalian yang sekilo meter di belakangku jangan menggerutu
Ini juga demi anak isteriku

Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka ku tak mampu beli mobil
Hanya motor itupun mencicil
Jalan mobil ku srobot dan kuambil
Pecicilan di jalanan macam si kancil
Kupikir tak apa karna ku miskin dan ekonomi labil
Read More

Plu Celeng

Posted 15 Jul 2009 — by Mbah Dipo
Category Selingan

Salah seorang kawan simbah yang biasa blayangan ke njaban rangkah seringkali membandingkan kondisi sanitasi lingkungan di Indonesia, khususnya di Daerah Khusus Ibukota mBetawi dengan negeri-negeri yang konon maju macem Singapura, Hong Kong, mBeijing dll.

Tak bisa dipungkiri, kekemprohan warga mBetawi Raya ini memang sangatlah mblondrok sekali. Dengan anggunnya kekemprohan itu diperagakan melalui aliran sungai yang lebih tepat disebut The Giant Comberan. Atau melalui gunungan sampah yang dirubung laler dan belatung beraroma jumbleng. Atau kelakuan warga yang seenaknya ngidu wal meludah sak karepe jidat, atau mbuang ingus yang mungkin berpirus, atau mbuang hajat seenak pantat.

Selalu dan selalu sang kawan berkomentar, dengan beragam komentar melihat perilaku kemproh dan tidak disiplin warga mBetawi yang barusan ulang tahun ini. Misalnya :

“Wah, kalo di Singapur, ngidu kayak preman itu sudah didenda sekian dollar tuh.” katanya saat melihat preman ngidu nggilani yang didahului bunyi khoak-khoek yang meneror sistem antimuntah kita.

“Lhadalah, lha kali kok nggilaninya ngudubilah setan. Kayak gitu kok buat ciblon adus plus umbah-umbah. Opo gak gudigen orang-orang itu. Lhah, itu malah kumur-kumur buat gosok gigi… jian kumuh temen..” katanya saat melihat asiknya komunitas pengguna air Ciliwung yang sedang memanfaatkan hitamnya air Ciliwung untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Read More

Warga Baru

Posted 27 Apr 2009 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip, Selingan

Kamis lalu, tepat pukul 04.20 pagi simbah dipaksa nangis lagi dengan hadirnya satu warga baru yang sudah 9 bulan ini menghuni alam rahim yang Allah titipkan di perut istri simbah. Bayi perempuan berbobot 3,7 kg ini pecah tangisnya di tanggal 23 April 2009, tepat sebagaimana HPL (Hari Perkiraan Lahir) yang simbah hitung dari HPMT simboknya. Tak terlalu cepat ataupun terlalu lambat barang seharipun. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa sang jabang bayi nantinya menjadi orang yang disiplin dan tepat waktu.

Dan sebagaimana doa-doa simbah terdahulu terhadap anak simbah, semua simbah harapkan akan menjadi manusia yang menjadi sebab diturunkannya hidayah dan rahmat bagi seluruh alam. Harapan simbah tak berlebihan. Karena anak adalah “Kemungkinan Tak Terbatas”. Tak ada yang menyangka jabang bayi yang lemah dan mewekan itu setelah dewasa ternyata ada yang tumbuh dan berkembang menjadi pribadi semacam Hitler atau Fir’aun. Dan juga tak ada yang menyangka, jabang bayi yatim di tanah Mekkah beberapa abad yang lalu ternyata setelah dewasa menjadi orang yang namanya paling banyak disebut di dunia, yakni Baginda Nabi Muhammad saw.

Simbah gak tahu anak-anak simbah nantinya menjadi bagaimana. Tapi simbah sangat berpegang pada hukum Allah yang mendasari keputusan takdir, yakni hukum sebab akibat. Maka simbah usahakan simbah membuat sebab-sebab yang baik pada diri anak-anak simbah. Semoga dengan memulai sebab-sebab yang baik secara maksimal, Allah turunkan akibat yang baik pada anak-anak simbah.

Memiliki 5 anak memang bukan hal yang ringan. Beberapa teman sejawat simbah bahkan ketar-ketir melihat simbah. Ha wong dia beranak satu saja sudah ngetung-ngetung berapa jumlah duit yang dia butuhkan buat mewujudkan anaknya menjadi orang yang sukses. Dia sebut angka sampai sekian “M”. Lha kalo lima anak wah… lima kali sekian “M”. Busyet dah, kata dia.

Anak tidak mengurangi rejeki orang tua dan juga tidak menambahnya. Anak membawa rejekinya sendiri. Kalaupun orang tua seperti ketambahan rejeki, itu hanya ’seperti’ saja. Hakikatnya, itu adalah rejeki anak yang memang Allah titipkan lewat orang tuanya.

Mohon doanya agar warga baru ini menambah jumlah populasi orang solehah sedunia. Amin

Sayembara

Posted 18 Mar 2009 — by Mbah Dipo
Category Selingan

Boleh dibilang njanur gunung atawa numbeni, bahwa simbah pada kesempatan kali ini ingin memberikan sesuatu kepada pembaca setia blog ini. Sebagai penyambung lidah dari pihak yang menerbitkan buku simbah, kali ini simbah bekerjasama dengan pihak penerbit (atau sebenarnya lebih tepat penerbit bekerjasama dgn simbah… halah, kewolak walik yo ben lah) ingin memberikan kesempatan bagi pembaca buku Republik Genthonesia untuk bersama-sama mengikuti lomba Resensi Buku.

Ngresensi itu gimana tho? Terus terang simbah juga belum pernah melakukannya. Hanya saja bagi sampeyan yang berminat disediakan hadiah sebagai berikut :

1. Juara 1 : uang tunai senilai Rp 500.000,- dan satu paket buku senilai Rp 700.000,00
2. Juara 2 : uang tunai senilai Rp 400.000,- dan satu paket buku senilai Rp 600.000,00
3. Juara 3 : uang tunai senilai Rp 300.000,- dan satu paket buku senilai Rp 500.000,00

Caranya pigimanah?

Resensi aja buku simbah, yakni Republik Genthonesia. Lalu kirimkan lewat pos ke:

PRO-U Media
d.a. Jln. Jogokariyan 35, Yogyakarta 55143, dengan mencantumkan “LOMBA RESENSI” di pojok kiri atas amplop.

Resensi harus karya sendiri, bukan hasil nunggu wahyu turun, karena wahyu gak pernah turun lagi. Juga bukan hasil njiplak pake kertas karbon, apalagi hasil potokopian… gak kreatip blas.

Panjang resensi minimal 2 (dua) halaman A-4, 1,5 spasi, font Arial 12.

Resensi akan memiliki bobot penilaian lebih jika sudah pernah dimuat di media cetak, blog, atau media massa lainnya. Yang jelas jangan memakai media penampakan.. ndak medheni bocah. Bukti pemuatan adalah dengan mencantumkan potokopi atau link website yang dipakai untuk ngresensi.

Sayembara ini ditutup tanggal 15 Agustus 2009.

Selain buku Republik Genthonesia, sampeyan juga boleh ngresensi buku lainnya untuk kategori non fiksi yakni Ada Singa Dalam Dirimu, karya Asa Mulchias. Bagi yang suka Nopel bisa ngresensi buku fiksi :

1. Tembang Ilalang, karya MD. Aminudin
2. Kabar Bunga, karya Marsiraji Thahir

Semuanya terbitan Pro U Media. Untuk mendapatkan bukunya silakan hubungi alamat dan nomor berikut :

TB. Gunung Agung, Gramedia, Toga Mas,
Tisera atau di Jakarta 08128024672 / 02168991133, 0213153928,
02193042604, Depok 08129209922, Bandung 08122118475 / 08122221475,
Surabaya 0813650643322, Medan 0811647932, Makasar 04115705302,
085299519800, Semarang 081328784604

Atau bisa didapatkan melalui pemesanan ke kantor Pro-U Media, Jl. Jogokariyan 35, Yogyakarta. Telp. 0274-376301

Jika sampeyan meragukan kandungan judul postingan ini, silakan dikroscek ke alamat ini :

http://proumedia.blogspot.com/2009/03/lomba-resensi-buku-pro-u-media.html

Agar tidak ragu bahwa apa yang simbah sampaikan ini benar adanya, bukan kabar manuk, gosip, kasak-kusuk, glenikan, atau omyangan tak bermakna. Selanjutnya …selamat mengikuti.

Tribute to Bush : Pro dan Kontra

Posted 16 Dec 2008 — by Mbah Dipo
Category Mampir Ngombe, Selingan
Sebagaimana sudah diketahui bersama, bahwa Presiden Amerika Serikat yang namanya mirip bunyi kenthut untuk telinga orang Indonesia, yakni “Bush”, dibalang tapuk sandal eh… sepatu oleh salah seorang audience yang konon sedang mabuk. Tentu saja aksi ini mengundang komentar pro dan kontra dari berbagai pihak. Tak ketinggalan kalangan bakul underground pasar Paingan yang sibuk ngeciwis membicarakan aksi berani pelempar sepatu itu.

Salah seorang wartawan koran “Pitutur Times” yang terbit di negeri entah berentah, menangkap komentar para tokoh underground yang terangkum dalam tulisan berikut ini.

Komentar Pro :

1. Saya setuju terhadap tindakan memberi penghargaan pada si Bush dengan cara lemparan sepatu mawut itu. Itu sudah sepantasnya dianugerahkan pada tokoh haus darah itu. (Drs. Gendro Sutejo, MM, Hansip Pasar Paingan).

2. Tindakan tepat, untuk orang yang tepat, di saat yang tepat. (Mbah Gableng, penjual akik bersertifikat)

3. Tak ada ucapan yang pantas selain ucapan, Selamat, Anda layak untuk dibalang. (Mpok Patimeh, bakul pecel non formalin).

4. Salut. Sungguh berani. Dua acungan jempol tak cukup buat si pelempar sepatu. Selamat berlatih untuk lemparan berikutnya, semoga sukses dan tepat sasaran. (Kyai Ngaidin, penjual bunga plus doa dan jopa-japunya)

Selain komentar yang pro, berikut adalah komentar yang kontra.

Komentar Kontra :

1. Saya sangat tidak setuju dengan tindakan pelemparan sepatu itu. Mengecewakan… Harusnya kan pas di jidatnya… ha kok luput!! Mengecewakan….! (Bang Somali, centeng pasar Paingan)

2. Saya tidak setuju. Saya sangat tidak setuju kalau si pelempar sepatu dikatakan mabok. Justru dia sedang waras-warasnya dengan derajat kesadaran tinggi. Jika makin sadar, mungkin granat yang dia lempar. (Mang Pi’i, mantan penjual Ciu).

3. Saya sangat menentang aksi pelemparan sepatu itu. saya lebih setuju jika clurit yang dilemparkan. (Cak Kon Peno, pengrajin sekaligus tukang pande besi pasar Paingan).

4. Aksi yang pantas disesalkan. Saya sangat menyesalkan, mengapa tak ada lemparan ketiga setelah dua lemparannya gak kena… (Jang Odeng, mantan aktivis judi lempar dadu).

Itulah sebagian komentar pro dan kontra yang sempat terekam. Nama yang tercatat bukanlah nama sebenarnya sebagaimana yang tertulis di akta kelahiran mereka. Jika anda memiliki komentar pro maupun kontra, silakan tulis saja. Koran “Pitutur Times” dengan senang hati akan memuatnya.

Teman

Posted 23 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Selingan

Pada kesempatan kali ini simbah mau sedikit menjelaskan perihal kalimat di bawah kata “Pitutur” yang belakangan muncul, seiring dengan dirombaknya dapurane blog ini. Karena rupanya kalimat itu ditangkap dengan beragam makna.

Lengkapnya kalimat yang simbah nukil itu adalah sebagai berikut :

Teman itu hakekatnya ada 3 macam, yakni :

1. Temanmu
2. Teman dari temanmu
3. Musuh dari musuhmu

Sedangkan musuh itu juga ada 3 macam, yakni :

1. Musuhmu
2. Teman dari musuhmu
3. Musuh dari temanmu
Read More