<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pitutur 4.0 &#187; Pengaosan</title>
	<atom:link href="http://www.pitutur.net/category/pengaosan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pitutur.net</link>
	<description>teman, teman dari teman, musuh dari musuh</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Jun 2010 03:25:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>&#8220;Haram&#8221; yang Haramnya tidak sama dengan Haram</title>
		<link>http://www.pitutur.net/haram-yang-haramnya-tidak-sama-dengan-haram.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/haram-yang-haramnya-tidak-sama-dengan-haram.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 04:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>
		<category><![CDATA[Golput]]></category>
		<category><![CDATA[Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/haram-yang-haramnya-tidak-sama-dengan-haram.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Tentunya sampeyan sudah pada tahu, bahwa para Kyai MUI sudah mengharamkan 2 hal yang selama ini menjadi polemik. Yakni rokok dan Golput. Untuk rokok, salah seorang kyai MUI menerangkan bahwa keharamannya tidak sebagaimana babi. Jadi memiliki perbedaan. Rincian perbedaannya diterangkan dengan sangat njlimet sampai simbah gak mudeng babar blas. Tetapi keharamannya dilandasi bahwa kemadharatannya lebih [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/haram-batas-halal.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Haram Batas Halal'>Haram Batas Halal</a> <small>Yang namanya halal dan haram itu sebenarnya sudah jelas. Tapi...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/yang-tegang-yang-asyik.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Tegang, Yang Asyik'>Yang Tegang, Yang Asyik</a> <small>Sebagaimana biasa Kang Paidul bersama wadyabalanya sesama penggemar pilem kungpu...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentunya sampeyan sudah pada tahu, bahwa para Kyai MUI sudah mengharamkan 2 hal yang selama ini menjadi polemik. Yakni rokok dan Golput. Untuk rokok, salah seorang kyai MUI menerangkan bahwa keharamannya tidak sebagaimana babi. Jadi memiliki perbedaan. Rincian perbedaannya diterangkan dengan sangat njlimet sampai simbah gak mudeng babar blas. Tetapi keharamannya dilandasi bahwa kemadharatannya lebih besar dari manfaatnya.</p>
<p>Kyai NU dan beberapa ormas Islam lainnya gak sependapat kata <em>&#8220;Haram&#8221; </em>digunakan untuk memfatwai rokok. Haram yang bukan sebagaimana haramnya babi itu sudah ada kriteria tersendiri, yakni <em>&#8220;makruh&#8221;</em>. Jadi tak perlu menggunakan kata &#8220;Haram&#8221; jikalau ada kata lain yang lebih bisa mengakomodasi pengertian tidak diperbolehkannya merokok itu.</p>
<p>Alasan yang memakruhkan ini juga masuk akal, walaupun kang Jupri salah seorang teman simbah yang gak suka dengan kyai NU ini nyeletuk, <em>&#8220;Halah, itu kan karena banyak kyai NU yang sudah nggathok ngudud kayak lokomotip sepur. Bilang aja gak mau ninggal klangenan.&#8221;<br />
</em><br />
<span id="more-317"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Bang Kamid yang lebih moderat menanggapi, <em>&#8220;Bukan begitu kang Jupri. Mengharamkan sesuatu harus hati-hati. Karena mengharamkan yang halal itu hukumnya sama dengan menghalalkan yang haram. Lha kalau rokok diharamkan, akan timbul pertanyaan susulan. Misalnya, perokok pasip itu mau dihukumi pigimanah? Padahal perokok pasip itu lebih bahaya daripada perokok aktip. Trus bertani cengkeh dan tembakau itu hukumnya apa? Bekerja di pabrik rokok itu hukumnya haram apa tidak? Lalu jualan rokok itu duitnya haram apa tidak? Lantas event-event yang disponsori pabrikan rokok itu haram apa tidak untuk diikuti?&#8221;</em></p>
<p>Kang Jupri mulai mengerutkan kening. Rentetan pertanyaan susulan itu belum ada fatwa resminya. Namun tentu saja fatwa haram rokok mengandung konsekwensi bagi terjawabnya pertanyaan Bang Kamid di atas.</p>
<p><em>&#8220;Pengharaman rokok atas dasar madharat yang lebih besar dari manfaat juga mengandung konsekwensi lain kang. Misalnya, haram tidak pakai AC berfreon? Bukankah sudah diketahui bahwa barang itu bisa mbikin ozon tambah amoh. Lha kalo ozonnya tambah mbedah, milyaran manusia harus nanggung madharatnya. Padahal manfaatnya cuma sekedar ngilangi sumuk.  Tapi milyaran manusia lain yang juga sumuk karena gak gableg AC harus menanggung derita akibat ozonnya dibrakoti AC sampeyan. Pigimanah itu ya?&#8221;</em> tanya bang Kamid.</p>
<p><em>&#8220;Wah&#8230; yo mbuh lah bang. Lama-lama kok tambah nggladrah.&#8221;</em></p>
<p>Hal kedua yang difatwai haram adalah Golput. Hal ini memang juga kontroversial. Seingat simbah ketika terjadi pertentangan antara dua kubu dalam tubuh mukminin, yakni Khalifah Ali r.a dan Muawiyah r.a, ada salah seorang sahabat yang sama sekali tak memilih dan berpihak pada salah satu dari 2 kubu itu. Kalau tidak salah beliau adalah Abdullah bin Umar r.a yang lebih terkenal dengan sebutan Ibnu Umar r.a.</p>
<p>Salah satu alasan beliau tidak ikut di antara 2 kubu yang ada adalah karena tidak ingin pedangnya menumpahkan darah muslimin. Maka beliau memilih memisahi dari 2 kubu itu. Simbah gak tahu apakah langkah ini bisa disebut sebagai golput atau tidak. <strong>Namun dengan alasan yang syar&#8217;i beliau memilih untuk tidak memilih.<br />
</strong><br />
Coba sekarang kita tarik ke Abad Plu Manuk ini. Adakah alasan syar&#8217;i yang bisa membolehkan seseorang untuk Golput?</p>
<p><em>&#8220;Kalau miturut saya gak ada alasan syar&#8217;i yang mewajibkan saya buat nyoblos bang,&#8221;</em> kata Kang Jupri. <em>&#8220;Ditambah lagi calegnya rata-rata sudah kita ketahui motipnya mengapa mereka nyaleg. Genah motip blodot wal cocakrowo tho? Kalau miturut saya itu cukup bahan buat memfatwai bahwa nyoblos itu haram.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Lho jangan terburu napsu kang, jangan su&#8217;udzhon&#8221;,</em> kata Bang Kamid. <em>&#8220;Lha kalo sampeyan dan juga jutaan muslimin lainnya gak milih, lalu justru yang kepilih orang-orang yang gak punya iman, sampeyan nanggung dosanya juga lho.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Gak usah kawatir bang, dulu orang beriman pernah dijajah sama Pir&#8217;on, itu lho orang kapir yang juga O&#8217;on. Tapi nyatanya ketika orang berimannya sabar menjalani perintah demi perintah Allah, sang Pir&#8217;on akirnya keok juga. Yang kita perluken hanya mengikuti risalah kenabian dengan cara nurut sama syareat.  Lha sampeyan sekarang kawatir diplekoto sama Pir&#8217;on modern. Harusnya kita kawatir bahwa justru kita akan dikangkangi Pir&#8217;on-Pir&#8217;on modern ini manakala kita ikut-ikutan jejak mereka.&#8221;</em> kata kang Jupri berapi-api.</p>
<p>Kang Jupri nambahi, <em>&#8220;Kita ini kan sudah punya <strong>waham</strong>, bahwa muslimin gak bisa jaya kalo gak ikut pemilu. Sudah tertanam pada diri sampeyan semua, bahwa jalan satu-satunya untuk mencapai kejayaan adalah dengan ikut pemilu, gak ada alternatip lain. The only way, the one and only. Makanya ada patwa haram golput itu. Lha buat saya, alternatip buat mencapai kejayaan umat itu banyak, bahkan pemilu bukan salah satunya.&#8221;<br />
</em><br />
Bang Kamid dengan tetep kalem (Kayak Lembu) menjawab pidato kang Jupri, <em>&#8220;Yo wis&#8230; gak usah sewot kang. Prinsipnya kita beda, gitu aja.&#8221;</em></p>
<p>Simbah hanya bisa plonga-plongo. Mau milih Kang Jupri atau Bang Kamid&#8230; atau Golput ajah??</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/haram-batas-halal.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Haram Batas Halal'>Haram Batas Halal</a> <small>Yang namanya halal dan haram itu sebenarnya sudah jelas. Tapi...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/yang-tegang-yang-asyik.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Tegang, Yang Asyik'>Yang Tegang, Yang Asyik</a> <small>Sebagaimana biasa Kang Paidul bersama wadyabalanya sesama penggemar pilem kungpu...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/haram-yang-haramnya-tidak-sama-dengan-haram.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Tegang, Yang Asyik</title>
		<link>http://www.pitutur.net/yang-tegang-yang-asyik.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/yang-tegang-yang-asyik.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 02:55:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Rental]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/yang-tegang-yang-asyik.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana biasa Kang Paidul bersama wadyabalanya sesama penggemar pilem kungpu sedang berkumpul menyaksikan salah satu pilem kungpu yang disewanya dari pisidi rental. Adegan demi adegan dilewatinya. Hingga sampailah pada satu keadaan dimana sang lakon jagoan terdesak dan hampir koit diterjang musuh. Semua penonton tercekam tegang. Dumadakan muncullah Kang Pailul. Sambil prengas-prenges dia nyeletuk dengan koplonya [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagaimana biasa Kang Paidul bersama wadyabalanya sesama penggemar <em>pilem kungpu</em> sedang berkumpul menyaksikan salah satu pilem kungpu yang disewanya dari <em>pisidi</em> rental. Adegan demi adegan dilewatinya. Hingga sampailah pada satu keadaan dimana sang lakon jagoan terdesak dan hampir koit diterjang musuh. Semua penonton tercekam tegang. <em>Dumadakan</em> muncullah Kang Pailul. Sambil prengas-prenges dia nyeletuk dengan koplonya :<br />
<em><br />
&#8220;Halah gak usah tegang, itu entar lakonnya selamat, tapi nantinya dibunuh juga oleh boss penjahat&#8230;&#8221;</em> katanya sambil nyruput secangkir coklat tubruk.</p>
<p><em>&#8220;Woo, lha semprul&#8230; &#8220;</em> kata kang Paidul marah-marah yang juga diikuti gerutuan wadyabalanya. <em>&#8220;Kamu kalo udah pernah nonton mbok diem tho. Mbikin gak asik aja. Awas kalo nyobrot lagi, jotos sisan&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Begitulah adanya. Keasyikan nonton pilem akan sirna manakala jalannya pilem tiba-tiba di-spoiled oleh oknum yang sudah pernah nonton, apalagi spoilednya amat trocoh.<span id="more-313"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Sebagus apapun jalannya satu pilem, apabila pernah menonton sampai rampung, maka untuk kedua kalinya dia nonton gak akan sama rasanya dengan yang pertama kali. Ketegangan yang dirasa saat pertama kali nonton tak akan dirasa asyik lagi pada kedua kalinya. Karena jalan ceritanya sudah ketebak. Demikian juga apabila sampeyan mbaca satu nopel atau buku cerita.</p>
<p>Mengapa begitu? Karena tingkat keasyikan satu alur cerita justru makin terasa dikarenakan kita tidak tahu cerita itu akan mengalir kemana. Makin tegang dan kritis keadaan yang dimunculkan, makin mengasyikan manakala ketegangan itu berakhir. Makin kacau suasana yang dihadirkan sehingga seakan tanpa solusi, makin indah ending cerita itu manakala semuanya ditutup dengan ending yang tak disangka.</p>
<p>Maka sungguh amat mengherankan, jika sudah tahu bahwa menonton pilem yang sudah pernah itu ditonton itu tak lagi mengasyikkan, mengapa orang pingin tahu nasib peruntungannya di masa depan? Bagaimana sampeyan mau menikmati indahnya hidup ini, jika sampeyan sudah tahu alur cerita hidup sampeyan dari lair ceprot sampai nggeblak ke liang lahad? Apa enaknya jika ketika sampeyan dirudung kesusahan tapi sudah tahu bahwa ending dari kesusahan itu pasti nanti begini dan begitu? Sampeyan akan merasakan plong, lega dan sangat gembira manakala sampeyan terlepas dari sesuatu yang menimpa sampeyan, dan disaat tertimpa sesuatu itu sampeyan gak tahu kalau akan bisa terlepas dari bencana yang menimpa sampeyan itu. Bahkan kebahagiaan yang sejati itu adalah kebahagiaan yang didapat manakala kebahagiaan itu seakan tak mungkin diraih karena bertubi-tubinya kesusahan yang menimpanya.</p>
<p>Dimana letak kebanggaan sampeyan, manakala sampeyan bisa menang catur melawan anak TK yang saat main catur itu, langkahnya saja nanya pada sampeyan? Sampeyan tak merasakan kesenangan yang sesungguhnya karena sampeyan menyangka sudah pasti menang. Klub AC Milan pun juga tak akan mongkog hatinya manakala bisa mengalah klub <em>Persemaka (Persatuan Sepak Bola Main Kayu)</em> binaan ketua RT sampeyan. Tapi kalau AC Milan menang lawan Real Madrid padahal dua pemainnya dikartu merah sehingga main hanya dengan 9 pemain&#8230;. wah itu kemenangan yang spektakuler. Karena bahkan mereka gak nyangka akan menang. Para fans Milan yang nonton pun akan ikut <em>njeblug</em> atinya saking senengnya, karena GAK NYANGKA klub kesayangannya akan menang. Tapi coba sampeyan lihat siaran ulangnya&#8230; babar blas gak asyik.</p>
<p>Mangkanya, ngapain sampeyan repot-repot main SMS &#8220;ketik reg spasi masa depan&#8221;? Justru hidup ini akan lebih indah jika ending tiap fragmen kehidupan kita gak pernah kita sangka akan mengalir kemana. Bahkan khusus buat orang yang bertakwa, rejekinya pun selalu datang dari arah yang tak pernah dia sangka. Untuk itu Imam Ghazali pernah menyampaikan, jika rejeki sampeyan sudah bisa diduga darimana asalnya, maka itu bukan rejeki yang dikhususkan buat orang yang bertakwa&#8230;. Nah lho..<br />
<strong><br />
Maka jika Gusti Allah menginginkan hidup sampeyan indah</strong>, sampeyan akan diberi ketegangan-ketegangan yang sepertinya tanpa solusi. Sampeyan akan dibikin keple sehingga semua usaha dhohir yang ditempuh seakan tanpa hasil. Dan dengan begitu sampeyan diharap mau tawakal kepada Sang Maha Pencipta. Dengan tertib amal yang baik, maka Gusti Allah akan membalik keadaan. Dari Underdog menjadi pemenang kehidupan.</p>
<p>Itulah yang terjadi saat peristiwa Badar. Dan itu juga yang terjadi pada saat kemenangan Islam diraih. Pada awalnya digoncang, dihantam, dan dihempas dengan musibah bertubi-tubi sehingga bahkan para shahabat dan bahkan Kanjeng Nabi saw sendiri berkata, <em>&#8220;Kapan pertolongan Allah datang?&#8221;</em> Ketahuilah, justru pada saat itulah pertolongan Allah dekat, yang membuat ending perjuangan jadi hebat dan indah. Mungkinkah kondisi umat saat ini sedang mengalami tahapan ini?? Semoga..</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/yang-tegang-yang-asyik.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oh, Pak Penghulu</title>
		<link>http://www.pitutur.net/oh-pak-penghulu.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/oh-pak-penghulu.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 04:33:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>
		<category><![CDATA[prediksi 4d 10-06-2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/oh-pak-penghulu.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Minggu-minggu terakhir ini jika sampeyan mau memperhatikan gang-gang di pinggir jalan di Jakarta, akan tampak yang namanya umbul-umbul janur disertai nama pasangan pengantinnya berderet seperti bendera merah putih di saat agustusan. Sewaktu simbah menyusuri jalanan di daerah Pondok Kopi dan wilayah Semper, tak sampai jarak seribu tombak sudah melewati hampir sepuluh umbul-umbul janur. Yang berarti [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu-minggu terakhir ini jika sampeyan mau memperhatikan gang-gang di pinggir jalan di Jakarta, akan tampak yang namanya umbul-umbul janur disertai nama pasangan pengantinnya berderet seperti bendera merah putih di saat agustusan. Sewaktu simbah menyusuri jalanan di daerah Pondok Kopi dan wilayah Semper, tak sampai jarak seribu tombak sudah melewati hampir sepuluh umbul-umbul janur. Yang berarti setidaknya ada sepuluh pasang anak manusia sedang dinikahkan hari itu. </p>
<p>Tak salahlah jika bulan ini disebut sebagai musim kawin. Bukan lantaran hawa dingin yang cocok buat bulan madu pasangan pengantin, namun karena ketakutan orang menjalankan acara nikah di bulan Muhamram lah yang menjadi penyebab. Ada yang menyangkal pendapat ini dengan mengatakan bahwa banyaknya acara pernikahan di bulan ini lantaran bulan Dzulhijjah adalah bulan haram,yakni bulan baik yang dimuliakan oleh Allah. Tentu saja ini merupakan <i>pendobosan publik</i> yang membodohkan. Karena yang namanya bulan haram itu ada empat, tiga di antaranya berurutan. Yakni Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Jadi jika memang yakin bahwa pernikahan yang pating drindil itu karena menepati bulan haram seharusnya musim kawin itu akan berlanjut sampai Sasi Suro alias bulan Muharram nanti. Namun kenyataannya saat masuk bulan Muharram,aktifitas kawin mengawinkan pun libur sebulan penuh, terutama bagi orang <i>javanese van ndesonese</i>.</p>
<p>Berbicara masalah urusan kawin mengawinkan, maka kita tak bisa lepas dengan yang namanya pejabat pencatat pernikahan dari Kantor Urusan Agama (KUA) yang biasa disebut dengan <i>Pak Penghulu</i>. Perlu diketahui bersama bahwa fungsi utama dihadirkannya Penghulu dalam acara pernikahan adalah semata-mata sebagai pejabat negara yang mencatat dan memberikan kekuatan hukum legal bagi pernikahan yang berlangsung, sehingga pernikahan tersebut syah menurut agama dan undang-undang yang berlaku. Sedangkan yang namanya menikahkan itu adalah tugas dari bapaknya si pengantin perempuan.</p>
<p>Pada prakteknya yang namanya penghulu ini mendadak berubah menjadi raden Ngabehi yang mengambil alih semua peran dalam acara pernikahan. Dari sejak menikahkan,mencatat, mengatur dan bahkan menyutradarai jalannya acara pernikahan bak sutradara tiban. Sehingga acara akad nikahpun jadi seperti sinetron atau opera sabun deterjen yang tak berbusa. Sampai-sampai bermunculanlah ide-ide baru yang disisipkan dalam acara nikah yang sebenarnya bukan merupakan rukun nikah, tapi dijejalkan dengan paksa. Akibatnya publik awam beranggapan bahwa itu adalah wajib, karena yang  nyuruh pak Penghulu yang dianggap paham dalam urusan agama.</p>
<p>Di antara perkara yang dijejalkan itu adalah saat akad nikah akan dijalani, sang mempelai perempuan disuruh minta ijin dulu pada bapaknya untuk menikah dengan pria pilihannya. Ini sebenarnya acara yang <i>ngoyoworo</i>, lucu dan kadang mbikin simbah <i>ngempet ngguyu</i>. Ha wong bapaknya sudah nyewa gedung jutaan ripis, nyewa <i>sonsistem dolby stereo</i> serta tata panggung berhias sinar laser, semuanya jelas mengindikasikan kalau bapaknya jauh-jauh hari (tanpa Nurudin) sudah mengijinkan dan bahkan menyiapkan semuanya, kok ya masih dijejali lagi acara <i>ketoprakan</i> mubadzir yang namanya <b>&#8220;minta ijin&#8221;</b>. Coba bayangkan jika tiba-tiba bapaknya njawab, <i>“saya tidak mengijinkan nduk”….</i> Apa nggak kaget para tamu undangannya. Tiwas dandan berjam-jam, minjem gelang kalung tetangga buat kondangan, ha kok gak jadi nikah. <i>“Tiwas ngamplopi,”</i> begitu mungkin pikiran para tamu undangannya melihat acara pernikahannya gagal total.</p>
<p>Di antara perkara yang kadang dibikin-bikin dan ini didukung oleh pihak keluarga pengantinnya  adalah diulang-ulangnya ucapan ijab kabul karena dianggap tidak syah lantaran alasan yang mengada-ada. Ada yang menganggap tidak syah karena saat pengantin laki-laki mengucap lafal ijab kabul disela dengan batuk. Ada yang menganggap tidak syah karena ucapan ijab kabulnya tidak lancar. Ada yang menganggap tidak syah karena antara ucapan sang bapak dan pengantin laki-laki jaraknya lebih dari dua detik. Sehingga saat si bapak selesai mengucap lafal menikahkan, sang pengantin laki diberi kode untuk segera menyambut. Ada juga yang menganggap tidak syah lantaran ucapan ijab kabulnya agak tergagap karena gugup. Alangkah sialnya jika pengantin lakinya seorang yang memang gagap. <i>“Ssaa..sa.. ya te…te.. teri..terr….terima…nnnn…nik..nikahnya……..”</i> GLODAAK!!! Sampai lebaran kucing gak akan syah nikahnya lantaran perlu diulang lagi dan diulang lagi.</p>
<p>Dan perkara yang membuat makin miris adalah biaya nikah yang ditetapkan oleh pihak KUA yang tidak jelas juntrungnya. Ada yang bilang lebih transparan tarif short time gang Dolly daripada nikah resmi. Sebenarnya yang menjadi penyulit adalah keharusan datangnya pak Penghulu ke tengah acara akad nikah. Padahal jika acara nikah dijalankan,lantas KUA hanya berfungsi sebagai pencatat, maka akad nikah tak harus dihadiri Penghulu. Pernikahan cukup didaftarkan dengan menghadirkan saksi ke KUA. Namun karena masyarakat dicekoki pemahaman bahwa acara akad nikah harus dihadiri penghulu dari KUA,maka akhirnya muncullah biaya transport untuk menghadirkan penghulu. Biaya transport inilah yang akhirnya menjadikan biaya nikah jadi melambung. Karena biaya transport yang dikehendaki pak Penghulu seringkali harus ditetapkan dengan nego bak bakul ayam. Ada yang kena sejuta, setengah juta, bahkan yang sial adalah jika pak Penghulu sudah buka harga empat juta. Mau ditawar berapapun kenanya tetap di atas sejuta ripis. Kasian juga Lik Sarmin yang sudah bujang lapuk ngempet nikah karena tak kuat menghadirkan penghulu ke acara nikahnya.</p>
<p>Ada satu kisah nyata di komplek simbah di tahun 2007 saat komplek simbah kena banjir. Salah seorang warga mengadakan acara pernikahan di tengah suasana banjir yang melanda. Pak Penghulu pun dihadirkan. Karena suasananya sedang banjir, jalan yang ditempuh pun penuh keklebusan dan basah. Selepas akad nikah diucap dan Pak Penghulu pamitan, mendadak pak Penghulunya bilang dengan setengah berbisik pada sohibul hajat, <i>“Maaf pak, berhubung keadaan banjir seperti ini, saya mohon kebijakan dari bapak untuk memberikan ‘uang banjir’ pada kami. Bapak tahu sendiri kan, cukup susah mencapai daerah sini dengan suasana banjir kayak gini. Paling tidak 200 rebu pak”</i>.  Sekali lagi : <b>GLOODAAKK !!!</b> <br />Salah seorang kawan simbah simbah masih bisa bersyukur dengan nyeletuk, <i>“Untung cuma kena uang banjir 200 rebu, untung gak diminta uang klebush, uang laundry dan uang becek.” </i>Oh… pak penghulu. Simbah yakin, tak semua begitu.</p>
<p>
<p class="poweredbyperformancing">Powered by <a href="http://scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/oh-pak-penghulu.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesetiaan</title>
		<link>http://www.pitutur.net/kesetiaan.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/kesetiaan.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 02:06:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesetiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Mukminin]]></category>
		<category><![CDATA[Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/kesetiaan.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Dalam satu riwayat disebutkan satu percakapan yang menarik antara Abu Bakar r.a dan anaknya. Sebagaimana difahami, salah seorang anaknya Abu Bakar yang laki-laki masuk Islamnya belakangan setelah perang Badar. Sehingga di saat perang Badar si anak berperang di pihak musyrikin, melawan bapaknya yang berperang bersama kaum mukminin. Berkatalah si anak:
“Wahai bapak, dulu di saat perang [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam satu riwayat disebutkan satu percakapan yang menarik antara Abu Bakar r.a dan anaknya. Sebagaimana difahami, salah seorang anaknya Abu Bakar yang laki-laki masuk Islamnya belakangan setelah perang Badar. Sehingga di saat perang Badar si anak berperang di pihak musyrikin, melawan bapaknya yang berperang bersama kaum mukminin. Berkatalah si anak:</p>
<blockquote><p>“Wahai bapak, dulu di saat perang badar, aku memiliki kesempatan untuk membunuhmu, dan aku yakin jika aku lakukan maka engkau pasti sudah terbunuh.”</p></blockquote>
<blockquote><p>“Lantas apakah yang menghalangi dirimu untuk melakukannya wahai anakku?” tanya Abu Bakar.</p></blockquote>
<blockquote><p>“Aku masih memiliki rasa sayang kepadamu. Itulah yang membuat diriku ragu.”</p></blockquote>
<blockquote><p>“Itulah sifat kemusyrikan wahai anakku. Loyalitas dan kesetiaan kepada tuhan kalian bisa kalah dengan kecintaan kalian pada yang lain. Sungguh jika aku berada di posisimu saat itu, sudah aku tebas lehermu.”<span id="more-224"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p></blockquote>
<p>Salah seorang sahabat Nabi saw yang digelari “Orang Kepercayaan Umat ini” yang gigi seri depannya rontok karena mencabut besi yang menancap di pipi Nabi saw, dan merupakan Panglima Besar Islam, adalah seorang yang tadinya senantiasa menghindari bapaknya di medan perang, karena bapaknya berperang dipihak musyrikin. Dengan kemantapan hati dan kecintaan kepada tauhid, akhirnya dibunuh jugalah bapaknya di medan peperangan. Beliau adalah Abu Ubaidah ibnul Jarrah.</p>
<p>Dalam satu riwayat disebutkan juga, bahwa Umar bin Khathab menyatakan kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya melebihi apapun yang ada di dunia ini kecuali dirinya. Jadi kecintaan pada dirinya masih nomor satu, barulah diikuti kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya. Halini dijawab oleh Nabi saw, bahwa tidak sempurna iman seseorang sebelum dia mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi apapun di dunia ini, bahkan terhadap dirinya sendiri.</p>
<p>Jika sampeyan perhatikan, ada yang hilang dari kehidupan beragama dari umat Islam,yakni kesetiaan atau loyalitas. Beragamanya orang-orang yang telah diridhoi Allah, yakni para shahabat Nabi, adalah beragama yang disertai loyalitas pada apa yang diyakini. Beragamanya orang saat ini, apapun agamanya, selalu diikuti loyalitas pada kebesaran nafsunya. Mengaku menyembah Allah tapi loyalitas hidupnya diserahkan pada keluarga, pangkat, jabatan, partai, bendera golongan, demokrasi, selangkangan wanita, perut, pluralisme, dan segala tetek bengek yang diringkes oleh Al Qur’an dengan nama Thaghut.</p>
<p>Dahulu kala, di saat Nabi mengajarkan ajaran wahyu, ada juga si bangsat Musailamah yang mengaku menerima wahyu. Di saat Nabi menerima surat Al Ashr, Musailamah mengaku menerima surat Al Wabr. Di masa kekalifahan Abu Bakar dibentuklah laskar khusus yang dikirim untuk membasmi para bangsatwan. Sang Nabi palsu bangsat Musailamah laknat dipenggal oleh salah seorang saudara Umar bin Khathab. Inilah loyalitas. Kesetiaan pada keyakinan.</p>
<p>Sesungguhnya semua orang  memiliki loyalitas. Semua orang mempunyai kesetiaan pada sesuatu. Sabda Nabi mengatakan, “Ad Diinu Nasihah”. Agama itu Nasihah. Nasihah di sini seringkali diartikan nasehat atau wejangan atau petuah. Jika melihat isi keseluruhan haditsnya, makna itu kurang tepat. Nasihah lebih pas jika dimaknai “kesetiaan.”</p>
<p><em>Agama itu kesetiaan. Kepada siapa? Kepada Allah, Rasul, Kitab, Imam kaum mukminin dan pada umat keseluruhan.</em></p>
<p>Sudahkah kesetiaan sampeyan diletakkan pada ad diin (agama)? Atau sampeyan letakkan pada karir, jabatan, pangkat, keluarga,  golongan, suku, blog, traffic, adsense, rating, rokok, tuak, sosialisme, humanisme, demokrasi, kesetaraan gender …. Atau thaghut??</p>
<p>Berapa kali sampeyan telat masuk kantor dan bandingkan dengan berapa kali sampeyan telat sholat jamaah lima waktu?? Lebih loyal pada apa sampeyan?</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/kesetiaan.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dakwah Buat Siapa?</title>
		<link>http://www.pitutur.net/dakwah-buat-siapa.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/dakwah-buat-siapa.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 18:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pitutur.web.id/2008/02/12/dakwah-buat-siapa/</guid>
		<description><![CDATA[Jika sampeyan akrab sama Al Qur&#8217;an, maka sampeyan akan dengan cepat mengenal ayat ini :
&#8220;Sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja buat mereka, apakah engkau beri peringatan mereka ataukah tidak engkau beri peringatan, tidaklah mereka akan beriman.&#8221; (Surat Al Baqoroh ayat 6)
Muncul pertanyaan, lantas apakah lalu orang-orang kepir itu gak usah didakwahi saja? Ha wong didakwahi, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/plesetan-warisan-siapa.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: PLESETAN, WARISAN SIAPA?'>PLESETAN, WARISAN SIAPA?</a> <small>Plesetan, siapapun tahu tentangnya. Tidak perlu diterangkan secara lebih rinci....</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/obat-buat-si-orok.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Obat Buat Si Orok'>Obat Buat Si Orok</a> <small>Beberapa waktu yang lalu, untuk kesekian kalinya simbah kedatangan seorang...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sampeyan akrab sama Al Qur&#8217;an, maka sampeyan akan dengan cepat mengenal ayat ini :</p>
<p><i>&#8220;Sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja buat mereka, apakah engkau beri peringatan mereka ataukah tidak engkau beri peringatan, tidaklah mereka akan beriman.&#8221;</i> (Surat Al Baqoroh ayat 6)</p>
<p>Muncul pertanyaan, lantas apakah lalu <i>orang-orang kepir</i> itu gak usah didakwahi saja? Ha wong didakwahi, diingatkan, dikasih tahu ataupun tidak ya <i>mbelgedhes</i> gak berubah sama sekali. Diomongi sampai <i>bibir jontor</i> akhirnya toh juga gak jadi baik. Lantas bagaimana kaitannya ayat itu dengan seruan buat berdakwah?<span id="more-208"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Sebagaimana sudah diketahui bahwa, setelah turunnya ayat tersebut, Nabi Muhammad saw masih tetap berdakwah kepada orang-orang kepir, dan bahkan meskipun beliau tahu bahwa orang-orang kepir itu gak bakal beriman. Tentu saja kenyataan ini seharusnya menjadi bahan pembelajaran buat kita. Kalau berdakwah, memberi peringatan, menasehati dan ngomongi orang yang akhirnya sudah diketahui gak bakalan berubah, lantas <i>kemanfaatan dakwah itu sebenarnya buat siapa?</i></p>
<p>Salah seorang guru ngaji simbah menjelaskan, bahwa semua perintah di dalam Kitabullah, itu pasti ada manfaat dan kebaikannya. Justru karena baik buat manusia, maka diperintahkan. Salah satunya adalah perintah berdakwah. Pertanyaannya, <i><b>kebaikan itu buat siapa kalau ternyata yang didakwahi mbegegeg blas gak berubah sama sekali?<br /></b></i><br />Inilah yang tidak disadari oleh para pendakwah. Para pendakwah merasa bahwa kemanfaatan dakwah adalah buat yang didakwahi dan yang diajak untuk menjadi baik dan beriman itu. Dengan demikian manakala yang diajak itu menunjukkan gejala penolakan, apalagi penolakannya <i>brutal wal vandal</i>, maka yang ada adalah sikap meninggalkan dan merasa sudah pernah <i>mituturi</i>.</p>
<p><i>&#8220;Yo wis, gak mau ya gak papa. Kita gak akan patheken kalo situ gak mau &#8230; dasar manusia jahil, anjing-anjing neraka&#8230;. pokoke kita sudah ngasih tahu&#8230;.&#8221; </i>dan <i>bla-bla-bla</i> kata-kata lainnya terlontar, yang sebenarnya menunjukkan secara vulgar, kelas pendakwah itu pantesnya derajatnya seberapa.</p>
<p>Padahal si pendakwah tahu, hal yang dia lakukan itu tak pernah dilakukan oleh pendahulunya, yakni Nabi saw dan para dai awal rodiyallohu anhum. Meskipun beliau-beliau itu tahu, bahwa si orang-orang kepir itu gak bakalan iman bagaimanapun juga, toh dakwah jalan terus kepada orang yang itu-itu juga. Apa maknanya?</p>
<p>Maknanya, sebenarnya hakikat kebaikan dan kemanfaatan dakwah itu yang pasti adalah <u><b>buat si pendakwah</b></u>. Sedangkan kalo buat yang didakwahi, bisa jadi dia beroleh manfaat manakala menyambut kebaikan yang ditawarkan, boleh jadi juga dia tak beroleh manfaat apa-apa manakala menolak.</p>
<p>Ibaratnya seorang petinju <i>bengkring, otot kawat balung thok</i>, yang bercita-cita pingin jadi petinju <i>gothot, methekol </i>dan <i>pating plenthuk</i> otot-ototnya, maka dia latihan <i>ngamplengi, nonjoki, mukuli, nggajuli</i> sandsack alias kantong pasir. Lha yang namanya kantong pasir, meskipun <i>kembola-kembali dipukuli, digajuli, dikoploki, dikabruki dan ditonyo</i>, tetep saja dia kantong pasir. Gak bakalan berubah jadi Mike Tyson atawa Mak Wok. </p>
<p>Namun coba lihat yang mukuli dan nonjoki!! Yang tadinya <i>gothot</i> alias <i>igone mencothot </i>alias kurus kering, <i>nggambang balung iganya kayak kulintang</i>, otot gak mbejaji karena gak mbentuk babar blas, karena rajin mukuli sandsack itu, berubah menjadi petinju yang ototnya kuat, balungannya kokoh, gak gampang patah tulang, kuda-kudanya <i>mantabhs</i> dan gak gampang ambruk.</p>
<p>Jadi sadarilah wahai para pendakwah, sebenarnya kemanfaatan dakwah itu adalah buat kalian. Maka semakin kalian dimusuhi, ditolak, diejek dan dilecehkan, jangan lantas <i>mbales</i> kepada yang didakwahi dengan lontaran kata-kata kotor dan keji yang sama. Itu sama saja dengan petinju yang latihan mukuli sandsack, lantas setahun kemudian ada 2 sandsack nggantung disitu. Sandsack yang satu adalah petinju itu. Ha kok malah ketularan kesetrum jadi sandsack.</p>
<p>Harusnya penolakan, ejekan, bantahan, cemoohan dan lontaran kasar kepada kalian itu semakin menjadikan hati kalian sekuat baja, seteguh batu karang dan sekokoh gunung yang menancap di kaki langit. Dan menjadikan wawasan kalian menjadi makin luas, ilmu kalian jadi bertambah, kepahaman kalian meningkat dan ketajaman berpikir kalian terasah.</p>
<p>Jadi kalau mau berdakwah, jangan menunggu hati jadi sekuat baja dan seteguh karang dulu. Jangan menunggu wawasannya jadi luas dulu atau biar kepahamannya tinggi dulu, atau berpikirnya tajam dan terasah dulu. Itu semua justru akan datang manakala sudah mau terjun ke dunia dakwah. Berapa banyak orang yang justru berpikir sebaliknya?</p>
<p>Hikmah yang lain dengan kesabaran dalam berdakwah itu adalah, kita gak ada yang tahu, apakah orang yang kita ajak itu memang orang yang sebagaimana disebutkan Al Qur&#8217;an itu atau tidak. Boleh jadi orang yang didakwahi itu baru mau ngikut jadi baik setelah kita dakwahi sepuluh kali. Padahal kita baru ngajak lima kali. Lha kalo setelah ngajak sepuluh kali ternyata masih belum mau, yakinlah boleh jadi setelah sebelas kali dia baru mau. Begitu seterusnya.</p>
<p>Dengan demikian, si pendakwah selalu optimis, bahwa pada ajakan dan dakwah kita yang ke sekian, orang ini akan mau. Jadi bukan malah bersikap skeptis dan putus asa. malah menyuburkan pikiran-pikiran syaitan dalam benaknya :</p>
<p><i>&#8220;Halah, paling kalo diajak kebanyakan alasan&#8230; dasar wong alasan. Emang pantes jadi Tarzan&#8230;huh!&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Gak usah diajak tuh orang. Dulu sudah pernah gue ajak&nbsp; malah maki-maki gue. Syeeet dah&#8230;Sialan bener tuh orang..!&#8221;</i></p>
<p><i>&#8220;Yang penting inyong sudah pernah ngajak kayakuwe.. Lha kalo disuruh bulak-balik ngajak maning ya kepriwe&#8230; prei bae lhaa..&#8221;</i></p>
<p>Lha kalo para pendakwah dan pengajak kebaikannya&nbsp; malah bersikap menghijab begini, bagaimana mau berubah orang yang diajaknya??? </p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/plesetan-warisan-siapa.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: PLESETAN, WARISAN SIAPA?'>PLESETAN, WARISAN SIAPA?</a> <small>Plesetan, siapapun tahu tentangnya. Tidak perlu diterangkan secara lebih rinci....</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/obat-buat-si-orok.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Obat Buat Si Orok'>Obat Buat Si Orok</a> <small>Beberapa waktu yang lalu, untuk kesekian kalinya simbah kedatangan seorang...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/dakwah-buat-siapa.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertuhan Tapi Tak Beragama?</title>
		<link>http://www.pitutur.net/bertuhan-tapi-tak-beragama.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/bertuhan-tapi-tak-beragama.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 22:23:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena tidak bertuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pitutur.web.id/2008/01/30/bertuhan-tapi-tak-beragama/</guid>
		<description><![CDATA[Trend yang sekarang marak berhembus di kalangan jahiliyah mutakhir adalah adanya paham yang mempercayai Tuhan, tapi tak percaya pada agama-Nya. Hmmm&#8230; mumet juga nggagas paham koplo bin koclok ini. Memang itu hak masing-masing sampeyan untuk berpaham kayak gitu. Dan hak simbah juga untuk mengatakan itu paham koplo bin koclok.
Jika penyakit paham ini mulai menyerang sampeyan, [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Trend yang sekarang marak berhembus di kalangan jahiliyah mutakhir adalah adanya paham yang <i>mempercayai Tuhan, tapi tak percaya pada agama-Nya</i>. Hmmm&#8230; mumet juga nggagas paham <i>koplo bin koclok</i> ini. Memang itu hak masing-masing sampeyan untuk berpaham kayak gitu. Dan hak simbah juga untuk mengatakan itu paham koplo bin koclok.</p>
<p>Jika penyakit paham ini mulai menyerang sampeyan, dan sampeyan mungkin sreg, cobalah sampeyan pikir, jangan sambil mengerutkan dengkul, karena otak sampeyan bukan disitu. Miturut simbah, orang yang percaya pada tuhan, tapi tak percaya pada agama-Nya, berarti ada 2 kemungkinan :<span id="more-205"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>1. <b>Kemungkinan Pertama</b>, Orang itu salah memilih tuhan sebagai sesembahannya. Karena orang itu gagal diyakinkan -bahkan oleh tuhannya sendiri- bahwa agama-Nya itu benar dan bisa dipercaya. Boleh jadi karena ajaran agama yang dianutnya kacau balau, banyak dogma yang tak masuk akal, lantas dengan segala tumpang tindih kekacauan yang ada pada ajaran agama yang dianutnya itu, dia dipaksa oleh keadaan untuk menganutnya. Sebenarnya ada pilihan agama lain, namun egonya, kemaluannya, dan perutnya tak cukup mengijinkan dia untuk menjangkaunya.</p>
<p>Saran simbah, carilah tuhan dengan ajaran agama yang kebenarannya bisa diuji dengan apapun. Karena kebenaran dari Al Haq pasti tahan uji. Jika satu hal yang dianggap benar gagal mempertahankan nilai kebenarannya, maka pastilah itu bukan kebenaran, dan pasti bukan dari tuhan. </p>
<p>2. <b>Kemungkinan Kedua</b>, Tuhan dengan ajaran agama-Nya sebenarnya sudah benar, sudah pas dan proporsional sesuai dengan Maha Adil-Nya Sang Pencipta. Namun hawa nafsu manusia yang memang tak mau diatur dan tak mau menyesuaikan diri dengan aturan-Nya melakukan penyangkalan. Sehingga meskipun si manusia mengaku bertuhan, namun agama yang diturunkan-Nya ke muka bumi yang berisi aturan ini-itu, <i>menghalangi dia memuaskan hawa napsunya</i>. Dia tak percaya pada agama karena agama <i>mrintah ini dan itu, melarang ini dan itu</i>, yang miturut otaknya yang sudah <i>mlotrok</i> ke kemaluan bahkan sampai ke <i>dengkul</i> itu, bertentangan dengan <i>nilai-nilai yang dianggapnya lebih tinggi, daripada nilai yang ditawarkan oleh agama tuhan</i>.</p>
<p>Maka orang ini, ketika dia berkata bahwa dia percaya pada tuhan namun tak percaya pada agamanya, sebenarnya Tuhan yang dia percayai itu adalah <i>hawa nafsunya atau dirinya sendiri</i>. Ini adalah ego terbesar manusia, yang dengan lantang diteriakkan dengan vulgar penuh tantangan oleh Fir&#8217;aun ribuan tahun yang lalu, dengan teriakan yang diabadikan dalam Al Qur&#8217;an, <i><b>&#8220;Akulah tuhan kalian yang maha tinggi.&#8221;</b></i> Namun di abad ini, teriakan itu kembali dikumandangkan dengan volume agak kecil, tapi frekwensinya kenceng.</p>
<p>Sebenarnya kedua golongan di atas, mereka ini intinya kecewa dengan ajaran agama. Bisa jadi karena ajaran agamanya yang memang tak bisa meyakinkan pemeluknya, tapi bisa jadi karena ajaran agama tersebut tak bersesuaian dengan hawa nafsunya. Tapi yang jelas, konsekwensi bertuhan dan percaya pada tuhan, sudah pasti menuntut untuk percaya pada agama yang diturunkan-Nya. Wallahu a&#8217;lam.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/bertuhan-tapi-tak-beragama.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sunnah Yang Telah dilupakan (2) : Sunnah saat hujan</title>
		<link>http://www.pitutur.net/sunnah-yang-telah-dilupakan-2-sunnah-saat-hujan.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/sunnah-yang-telah-dilupakan-2-sunnah-saat-hujan.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 00:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pitutur.web.id/2008/01/09/sunnah-yang-telah-dilupakan-2-sunnah-saat-hujan/</guid>
		<description><![CDATA[Hujan merupakan nikmat Allah. Dengan hujan Allah menurunkan banyak nikmat ke muka bumi. Dengan hujan Allah menghidupkan bumi yang gersang. Meskipun dengan hujan juga Allah dapat mengirimkan adzab, sebagaimana yang menimpa umat Nabi Nuh as. 
Sehingga tidaklah mengherankan, manakala mendung datang, Rasulullah saw tampak cemas dan khawatir. Kecemasan dan kekhawatiran beliau sirna dan berubah menjadi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/sunnah-yang-telah-dilupakan-1-adzan-shubuh.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sunnah Yang Telah dilupakan (1) : Adzan Shubuh'>Sunnah Yang Telah dilupakan (1) : Adzan Shubuh</a> <small>Amalan sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, jika lama...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/ngantuk-saat-khutbah.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngantuk Saat Khutbah'>Ngantuk Saat Khutbah</a> <small>Sudah menjadi pemandangan yang lazim setiap hari Jumâ€™at, saat Khatib...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/yang-tegang-yang-asyik.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Tegang, Yang Asyik'>Yang Tegang, Yang Asyik</a> <small>Sebagaimana biasa Kang Paidul bersama wadyabalanya sesama penggemar pilem kungpu...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hujan merupakan nikmat Allah. Dengan hujan Allah menurunkan banyak nikmat ke muka bumi. Dengan hujan Allah menghidupkan bumi yang gersang. Meskipun dengan hujan juga Allah dapat mengirimkan adzab, sebagaimana yang menimpa umat Nabi Nuh as. </p>
<p>Sehingga tidaklah mengherankan, manakala mendung datang, Rasulullah saw tampak cemas dan khawatir. Kecemasan dan kekhawatiran beliau sirna dan berubah menjadi kegembiraan manakala hujan benar-benar turun. Saat mendung datang, beliau khawatir jangan-jangan yang turun nantinya adalah adzab dari Allah. Begitu turun hujan, maka yakinlah beliau bahwa ternyata rahmat dan berkah Allah lah yang turun.</p>
<p>Saat hujan turun, ada beberapa amalan ibadah yang khas dikerjakan oleh Rasulullah saw. Dan kekhasan amalan ini hanya saat hujan turun saja. Sedangkan di saat biasa, dimana tidak turun hujan, amalan khusus ini tidaklah dikerjakan. Apa sajakah amalan tersebut? Sudahkah kita mengetahui dan mengamalkannya?<span id="more-202"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p><b>Amalan Khusus Saat Hujan Turun</b><br />1. Dari Abdullah ibn Haris ra berkata : Ibnu Abbas berkata kepada muadzinnya pada suatu hari turun hujan :<i> â€œApabila engkau telah membacakan <b>Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah</b>, janganlah engkau membacakan <b>Hayya alash sholah</b>. Bacalah <b>Sholluu fii buyuutikum</b>.â€</i> Para hadirin menyanggah yang demikian itu. Maka Ibnu Abbas berkata : <i>â€œApa yang aku suruhkan, telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dari aku (yakni Nabi saw). Ketahuilah bahwasannya shalat Jumâ€™at adalah kewajiban yang ditekankan benar. Aku tidak suka menyempitkan kamu atau memaksa-kan kamu berjalan ke tempat shalat di dalam lumpur.â€</i> (Hadits shahih riwayat Al Bukhari).</p>
<p>2. Dari Nafiâ€™ Maula Ibnu Umar ia berkata : Bahwasannya Ibnu Umar membacakan adzan di Dajnan, suatu tempat di antara Makkah dan Madinah. Maka beliau membacakan : <b>Sholluu fir Rihal</b>. Kemudian Ibnu Umar ra berkata :<b> </b><i>â€œAdalah Nabi saw memerintahkan muadzinnya di saat malam yang dingin, atau hujan atau yang berangin kencang untuk mengucapkan : <b>Sholluu fir rihal</b></i><b>.â€</b> (Hadits riwayat Abu Daud, An Nasai dan Al Baihaqi).</p>
<p>3. Dari Abdullah ibn Haris ra berka-ta, pada saat turun hujan Ibnu Abbas menjadi khatib. Pada saat muadzin sampai (hendak membaca) <i>Hayya alash sholah</i>, beliau menyuruh supaya mengucapkan seruan <i><b>Ash sholatu fir rihal.</b></i> Maka kami saling memandang kepada sesama kami. Maka berkatalah Ibnu Abbas : <i>â€œSeakan-akan kalian mengingkari hal ini. Ketahuilah, sungguh telah mengamalkan hal ini orang yang lebih baik dari aku (yakni Nabi saw), padahal sesungguhnya Jumâ€™at itu suatu amalan yang ditekankan.â€ </i>(Hadits shahih riwayat Al Bukhari)</p>
<p><b>Perkataan Para Ulama</b><br />1. Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Muhibbut Thabari berkata : <i>â€œDi musim dingin atau hujan, di dalam adzan tidak dibacakan hayya â€˜alash sholah, hayya â€˜alal falah. Melainkan diganti dengan Ala shollu fir rihal.â€</p>
<p></i>2. Imam As Sindi berkata : <i>â€œDari hadits-hadits ini dapat dimengerti bahwa para muadzin Jumâ€™at yang membacakan adzan di kala hujan turun, tidak menyempurnakan adzannya. Yakni mengganti hayya â€˜alash sholah, hayya â€˜alal falah dengan asholatu fir rihal.â€</i> </p>
<p><b>Praktek Pengamalan</b><br />Dari hadits-hadits di atas dapat disimpulkan, bahwa manakala hujan turun, ataupun hawa dingin maupun berangin kencang, maka lafadz adzan diucapkan tidak seperti biasanya. Yakni perkataan hayya â€˜alash sholah, hayya â€˜alal falah diganti dengan lafadz <b><i>Ash sholatu fir rihal</i></b> atau bisa juga <b><i>shollu fir rihal</i></b> (yang artinya sholatlah di tempat kalian), atau <b><i>Sholluu fii buyuutikum</i></b> (sholatlah di rumah-rumah kalian).</p>
<p>Amalan sunnah ini hampir tidak dikenal lagi. Jangankan di zaman sekarang, di zaman shahabat Ibnu Abbas saja (yakni zaman Tabiin) sunnah ini hampir tidak dikenal lagi. Ini jelas terlihat di dalam hadits di atas, dimana saat Ibnu Abbas meminta mengganti lafadz hayya â€˜alash sholah, hayya â€˜alal falah, <u><i>banyak yang mengingkarinya</i></u>. Pada-hal kita tahu, zaman itu masih dekat dengan zamannya Nabi saw.</p>
<p>Maka tidaklah mengherankan, semakin jauh dari zaman Nabi, banyak sunnah yang semakin dilupakan orang. Seandainya ada sebagian dari umat Islam yang mengamalkan warisan amal sunnah ini, maka hampir bisa dipastikan akan bermunculan penolakan, protes dan tanda tanya besar dari umat Islam di sekitarnya. Bahkan cap <i>aliran aneh, nyleneh,</i> dan lebih jauh lagi cap aliran sesat akan dialamatkan kepada mereka yang mau menghidupkan sunnah ini. Kalau tidak percaya, silakan mencoba.</p>
<p><b>Sunnah yang lain</b><br />Sunnah yang lain yang juga diamalkan Rasulullah saw manakala turun hujan adalah sholat jamak. Sholat jamak saat turun hujan ini lazim disebut sebagai<i><b> jamak mathor</b></i>, yakni sholat jamak yang dikerjakan dikarenakan turun hujan.</p>
<p>Diriwayatkan dari Ibu Abbas, <i>bahwa Nabi saw mengerjakan sholat jamak Dhuhur dan Ashar, serta Maghrib dan Isyaâ€™ (dijamak), bukan karena takut maupun karena safar (perjalanan). Berkata Malik (sang rawi): diberitahukan padaku bahwa yang demikian itu saat turun hujan.</i> (Hadits riwayat Abu Dawud).</p>
<p>Di dalam kitab Aunul Maâ€™bud syarah Sunan Abu Dawud dijelaskan bahwa sholat jamaâ€™ mathor saat hadhor (bukan saat safar/perjalanan) dikerjakan oleh sebagian besar ulama salaf sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Umar, juga diamalkan oleh Urwah, Ibnu Musayyab, Umar bin Abdul Aziz, Abu Bakar bin Abdurrahman, Abu Salamah dan sekalian fuqaha (ahli Fikih) Madinah. Dan demikian juga, <b><i>sholat jamak mathor ini menjadi qaul (pendapat) Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Ahmad bin Hambal.</p>
<p></i></b>Sholat jamak mathor merupakan rukhshoh yang dikerjakan oleh Rasulullah saw. Maka apabila kita ambil rukhshoh tersebut, hal ini akan membuat ridha Allah swt.</p>
<p>Namun sebagaimana sunnah-sunnah yang lain, sholat jamak mathor inipun sudah jarang yang mau mengamalkan. Jangankan mengamalkan, mengetahuinya saja barang-kali hanya sedikit orang.</p>
<p>Namun dengan sedikitnya umat Islam yang mengamalkan suatu sunnah, bukan berarti sunnah itu tidak ada. Harus ada segolongan umat ini yang mau menghidupkan sunnah-sunnah yang langka dan jarang diamalkan umat. Resiko yang harus ditempuh memang berat. Perlawanan datang bukan dari orang kafir, akan tetapi justru akan datang perlawanan dari umat Islam sendiri yang tidak mau belajar dan merasa sudah tahu semuanya tentang Islam.<br />Memang yang menyebabkan umat semakin jauh dari sunnah adalah ketidakmauan mereka untuk&nbsp; membuka lagi kitab-kitab hadits dan mempelajarinya dengan benar. Amalan yang saat dikerjakan semata-mata hanya meneruskan kebiasaan yang sudah berlaku, tanpa mau menelusuri sumbernya langsung. Sehingga kebiasaan ini menjadi Sunnah dan bahkan wajib, namun justru yang sunnah dan wajib menjadi tergusur.</p>
<p>Hal ini bukan berarti bahwa apa yang sudah diamalkan oleh umat saat ini semuanya hanya kebiasaan atau tradisi, namun seyogyanya apa yang sudah biasa diamalkan ini ditelaah lagi dan dipelajari sumber hukumnya. Dengan demikian umat terbiasa untuk mengamalkan sesuatu dengan dasar ilmu yang jelas. Bukan hanya ikut-ikutan, ataupun sekadar mengikut apa omongan kiyainya ataupun ucapan sesepuhnya</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/sunnah-yang-telah-dilupakan-1-adzan-shubuh.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sunnah Yang Telah dilupakan (1) : Adzan Shubuh'>Sunnah Yang Telah dilupakan (1) : Adzan Shubuh</a> <small>Amalan sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, jika lama...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/ngantuk-saat-khutbah.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngantuk Saat Khutbah'>Ngantuk Saat Khutbah</a> <small>Sudah menjadi pemandangan yang lazim setiap hari Jumâ€™at, saat Khatib...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/yang-tegang-yang-asyik.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Tegang, Yang Asyik'>Yang Tegang, Yang Asyik</a> <small>Sebagaimana biasa Kang Paidul bersama wadyabalanya sesama penggemar pilem kungpu...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/sunnah-yang-telah-dilupakan-2-sunnah-saat-hujan.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sunnah Yang Telah dilupakan (1) : Adzan Shubuh</title>
		<link>http://www.pitutur.net/sunnah-yang-telah-dilupakan-1-adzan-shubuh.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/sunnah-yang-telah-dilupakan-1-adzan-shubuh.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 01:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>
		<category><![CDATA[Adzan]]></category>
		<category><![CDATA[Adzan shubuh]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan adzan subuh]]></category>
		<category><![CDATA[dua kali adzan jumat menurut imam hambali]]></category>
		<category><![CDATA[dua kali adzan jumat menurut imam maliki]]></category>
		<category><![CDATA[Shubuh]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah rasulullah yang telah dilupakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pitutur.web.id/2008/01/08/sunnah-yang-telah-dilupakan-1-adzan-shubuh/</guid>
		<description><![CDATA[Amalan sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, jika lama tidak diamalkan oleh umat, maka suatu saat umat tidak lagi kenal dengan sunnah tersebut. Bahkan apabila ada sebagian umat yang mengamalkan lagi Sunnah-sunnah yang lama ditinggalkan tersebut, maka pastilah muncul tuduhan-tuduhan yang miring terhadap pengamal sunnah tersebut. Akan muncul cap dan tudingan sebagai pelaku aliran [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/sunnah-yang-telah-dilupakan-2-sunnah-saat-hujan.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sunnah Yang Telah dilupakan (2) : Sunnah saat hujan'>Sunnah Yang Telah dilupakan (2) : Sunnah saat hujan</a> <small>Hujan merupakan nikmat Allah. Dengan hujan Allah menurunkan banyak nikmat...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/yang-tegang-yang-asyik.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Tegang, Yang Asyik'>Yang Tegang, Yang Asyik</a> <small>Sebagaimana biasa Kang Paidul bersama wadyabalanya sesama penggemar pilem kungpu...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Amalan sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, jika lama tidak diamalkan oleh umat, maka suatu saat umat tidak lagi kenal dengan sunnah tersebut. Bahkan apabila ada sebagian umat yang mengamalkan lagi Sunnah-sunnah yang lama ditinggalkan tersebut, maka pastilah muncul tuduhan-tuduhan yang miring terhadap pengamal sunnah tersebut. Akan muncul cap dan tudingan sebagai pelaku aliran aneh, sempalan ataupun tudingan aliran sesat. Padahal yang diamalkan tersebut sebenarnya merupakan amalan sunnah, namun telah dilupakan umat dan ditinggalkan.</p>
<p>Hal ini telah diisyaratkan oleh Rasulullah saw, bahwa agama ini datang dengan asing, dan nantinya akan dianggap asing lagi sebagaimana awal datangnya. Hanya saja Rasulullah saw memberitahukan kepada kita, bahwa sungguh beruntunglah mereka yang mau menghidupkan amalan sunnah yang telah asing di kalangan umat tersebut. Adakah kita termasuk orang asing yang dianggap beruntung oleh Nabi saw? Marilah kita lihat.<span id="more-201"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Kita awali dengan amalan yang setiap harinya diamalkan oleh umat Islam. Dalam hal ini adalah adzan Shubuh. Bagaimanakah adzan shubuh ini diamalkan oleh para Shahabat r.anhum atas petunjuk Rasulullah saw?</p>
<h3>Sabda Rasulullah saw</h3>
<p>Pertama : Dari Umar dan A&#8217;isyah ra berkata : <em>Rasulullah saw bersabda: &#8220;Bahwasanya Bilal beradzan di malam hari (sebelum masuk waktu Shubuh). Karena itu makanlah dan minumlah sehingga Ibnu Ummi Mak-tum membaca Adzannya. Ibnu Ummi Maktum adalah orang buta, yang beradzan Shubuh di kala orang mengatakan kepadanya :&#8221;Telah pagi, telah pagi.&#8221;</em> (Hadits Shahih Riwayat Al Bukhari, Muslim dan Ahmad).</p>
<p>Kedua : Dari Ibnu Mas&#8217;ud ra me-nerangkan: Bahwasanya Rasulullah saw bersabda : <em>&#8220;Janganlah adzan Bilal menghalangi kamu makan sahur. Ia membacakan adzan masih malam hari (sebelum masuk Shubuh)</em> <em>untuk memberi peringatan kepada orang yang shalat malam dan untuk membangunkan orang yang masih tidur.&#8221;</em> (Hadits shahih Riwayat Al Jamaah selain At Tirmidzi)</p>
<h3>Pendapat &amp; Perkataan Para Ulama</h3>
<p>Imam Al Baihaqi berkata: <em>&#8220;Seluruh ulama membenarkan adanya adzan Shubuh yang dikumandangkan sebelum terbit fajar.&#8221;</em></p>
<p>Imam Nawawi dalam Syarah Muslim berkata :<em> &#8220;Para ulama menetapkan, bahwa Bilal ditugaskan membaca adzan sebelum fajar . Sesudah ia membacakan adzannya, duduklah ia menunggu fajar sambil berdzikir. Apabila terbit fajar, ia mengambil wudhu. Sesudah itu dia naik untuk membacakan adzan yang kedua di permulaan fajar (shubuh).</em></p>
<p><em></em>Ibnu Hazm di dalam syarah Al Muhalla berkata :<em> &#8220;Tidak boleh dilakukan adzan sebelum waktu shalat, selain shalat Shubuh saja. Untuk Shubuh boleh diadzankan dua kali, yang pertama sebelum terbit fajar, yang kedua setelah terbit fajar. Adzan yang kedua tidak boleh ditinggalkan, tidak boleh dicukupi dengan adzan yang pertama saja. Karena adzan yang pertama untuk sahur, yang kedua untuk shalat.&#8221;</em></p>
<p><em></em>Dalam Al Majmu Imam Nawawi berkata : <em>&#8220;Semua pengikut Syafi&#8217;i berpendapat, bahwa menurut sunnah adzan Shubuh dua kali, sekali sebelum fajar dan sekali sesudahnya. Dan amat utama dilakukan oleh dua muadzin. Seorang untuk sebelum shubuh dan seorang sesudah fajar.&#8221;</em></p>
<p><em></em>Dinukilkan oleh Ibnu Jarir bahwa <em>para ulama telah berijma menetapkan adzan sebelum waktu tidaklah sah. Hendaklah adzan itu dilakukan apabila telah masuk waktu, kecuali untuk shalat shubuh. Untuknya sah dilakukan adzan sebelum waktunya. Demikianlah pendapat Malik, Asy Syafi&#8217;i, Ahmad, Al Auzai, Abu Yusuf, Abu Tsaur, Ishaq dan Daud</em></p>
<p><em></em>Imam Malik, Asy Syafi&#8217;i, Ahmad, Al Auzai, Abu Yusuf, Abu Tsaur, Ishaq, Daud dan jumhur ulama menetapkan : <em>Dua Adzan untuk shalat shubuh.<br />
</em><br />
<strong>Praktek Adzan Shubuh </strong><br />
Sebenarnya dengan melihat dalil hadits dan keterangan dari para Imam Madzhab dan juga para ulama, cukuplah bisa dipahami bahwa memang adzan Shubuh dikerjakan dua kali. Bahkan inilah yang menjadi pendapat Imam Syafi&#8217;i, yang konon merupakan Imam Madzhab bagi mayoritas penduduk Muslim di Indonesia. Akan tetapi dapat kita lihat sendiri bagaimana pengamalan dari warisan Rasulullah saw ini. Berapa masjidkah di seantero Nusantara ini yang mau mengamalkan tuntunan Rasulullah ini. Bahkan setelah membaca dalil dan keterangan di atas, masih saja ada yang berkata dengan nada membantah, bahwa hal tersebut bid&#8217;ah dan tidak pernah dilakukan oleh sesepuh-sesepuh dan ulama-ulama mereka. Sehingga yang menjadi patokan amalan adalah para sesepuh dan ulama mereka, bukan-nya Rasulullah dan para sahabatnya.</p>
<p>Sebagiannya mengamalkan parsial saja. Yakni dengan mengumandangkan <em>Ash sholatu khairun minan naum</em> saat mendekati fajar. Padahal dengan jelas diterangkan di dalam hadits shahih tersebut, bahwa yang dibacakan Bilal di adzan pertama adalah benar-benar adzan, komplit dengan lafal-lafalnya. Mengapa bisa dikatakan demikian? Karena Rasulullah saw bersabda : <em>&#8220;Janganlah adzan Bilal menghalangi kamu makan sahurâ€¦â€¦.&#8221; </em>Hal ini mengi-syaratkan bahwa yang dibaca memang benar-benar adzan lengkap. Kalau hanya bacaan Ash sholatu khairun minan naum, maka Rasu-lullah saw tidak perlu mengingatkan tentang hal ini. Karena saat sahur itu berakhir saat dibacakan adzan, bukan dibacakan <em>ash sholatu khairun minan naum.<br />
</em><br />
Ada yang menolak dua adzan shubuh ini dengan berdalih bahwa di Mekkah saja adzannya cuma satu kali. Hal ini sudah jauh dari pedoman agama. Pegangan di dalam beramal di dalam diinul Islam ini adalah Al Qur&#8217;an dan Al Hadits, bukan Makkah ataupun Madinah ataupun negeri yang lain. Karena jika negerinya yang dijadikan patokan, apabila nantinya ketemu pedagang di Makkah atau Madinah yang curang di dalam timbangan atau takaran, apakah kita lantas mengikuti langkahnya saat kembali ke negeri kita, hanya karena kita berdalih bahwa di Mekkah dan Madinah orang curang di dalam me-nakar dan menimbang?<br />
<strong><br />
Dampak Lain</strong><br />
Apabila satu Sunnah ditinggalkan, maka akan terbuka jalan bagi ditinggalkannya sunnah yang lain. Kita lihat saja.</p>
<p>Dari Abu Mahzurah ra berkata :<em> &#8220;Adalah aku membaca adzan fajar yang pertama : hayya &#8216;alal falah, ash sholatu khairun minan naum, ash sholatu khairun minan naum. Allahu akbar Allahu akbar, laa ilaaha illa Allah</em> (Hadits Riwayat Nasai, kata Ibnu Hazm sanadnya shahih).</p>
<p>Dari Nafi&#8217; Maula Ibnu Umar ra berkata: Ibnu Umar berkata: <em>&#8220;hendaklah dibaca dalam adzan yang pertama dari Shubuh sesudah hayya alal falah : ash sholatu khairun minan naum dua kali&#8221;.</em> (Hadits riwayat At Thabarani dan Al Baihaqi, kata Ibnu Hajar dalam At Talkhish : sanadnya hasan).</p>
<p>Dari Abu Sulaiman ia berkata: <em>bahwa Abu Mahdzurah ra membacakan tatswib (ash sholatu khairun minan naum) dalam adzan yang pertama dari sholat shubuh dengan perintah Nabi saw</em> (Hadits riwayat Al Baihaqi).</p>
<p>Kata Ash Shan&#8217;ani di dalam Subulus Salam: <em>&#8220;Hadits Abu Mahdzurah menegaskan bahwa tatswib (ash sholatu khairun minan naum) diucap-kan dalam adzan shubuh yang pertama, bukan dalam adzan yang kedua dan bukan dalam kedua-duanya.&#8221;</em></p>
<p><em></em>Kata Ibnu Ruslan : <em>&#8220;Hadits Abu Mahdzurah telah disahkan sanadnya oleh Ibnu Khuzaimah, karena itu kita dapat menetapkan bahwa tatswib itu dituntut dalam adzan pertama sholat Shubuh, karena adzan itu diucapkan untuk membangunkan orang-orang. Adzan yang kedua untuk memberita-hu masuk waktu shalat, serupa adzan shalat yang lain.&#8221;</em></p>
<p><em></em>Maka dapatlah kita lihat sekarang, dengan ditinggalkannya adzan shubuh yang pertama, maka ucapan tatswib (ash sholatu khairun minan naum) dikumandangkan saat adzan Shubuh yang kedua, yakni adzan saat sudah masuk waktu Shubuh.</p>
<p>Satu-satunya alasan yang  seringkali dilontarkan bagi mereka yang melupakan sunnah ini adalah, bahwa hal ini merupakan masalah khilafiyah. Jadi silahkan saja bagi mereka yang mau menjalankan ataupun tidak menjalankannya. Padahal di dalam suatu amalan yang sudah jelas dalil dan hujjahnya, maka tidak pantas disebut sebagai khilafiyah. Janganlah keengganan kita mengamalkan sunnah Rasulullah saw ditutupi dengan dalih &#8220;khilafiyah&#8221;.</p>
<p>Adzan Shubuh merupakan amalan harian. Sunnahnya sudah banyak ditinggalkan. Lantas bagaimana pula jika amalan tersebut sifatnya mingguan atau bahkan bulanan maupun tahunan? Jika amalan sunnah ditinggalkan, maka akan ada celah kosong. Dan celah kosong ini pasti akan terisi dengan bid&#8217;ah. Bid&#8217;ah akan hilang jika sunnah diamalkan semua, sehingga umat tidak sempat lagi mengamalkan bid&#8217;ahnya, dikarenakan amalnya telah penuh sesak dengan yang sunnah. Tidak ada celah lagiâ€¦.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/sunnah-yang-telah-dilupakan-2-sunnah-saat-hujan.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sunnah Yang Telah dilupakan (2) : Sunnah saat hujan'>Sunnah Yang Telah dilupakan (2) : Sunnah saat hujan</a> <small>Hujan merupakan nikmat Allah. Dengan hujan Allah menurunkan banyak nikmat...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/yang-tegang-yang-asyik.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Tegang, Yang Asyik'>Yang Tegang, Yang Asyik</a> <small>Sebagaimana biasa Kang Paidul bersama wadyabalanya sesama penggemar pilem kungpu...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/sunnah-yang-telah-dilupakan-1-adzan-shubuh.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puasa Arofah Bareng Saudi?</title>
		<link>http://www.pitutur.net/puasa-arofah-bareng-saudi.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/puasa-arofah-bareng-saudi.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 03:29:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pitutur.web.id/2007/12/18/puasa-arofah-bareng-saudi/</guid>
		<description><![CDATA[Polemik kapan dilaksanakannya puasa Arofah memang sedang rame-ramenya. Jika mendasarkan kepada beberapa fatwa ulama yang memfatwakan bahwa puasa Arofah dilaksanakan sesuai wilayah hukum dan sesuai keputusan pemerintah setempat, maka puasa Arofah tidak harus selalu bertepatan dengan 9 Dzulhijjahnya Saudi (Mekkah).
Pertanyaannya, apakah puasa Arofah itu harus bareng dengan tanggal 9 Dzulhijjahnya Saudi?? Sebagian muslimin berpendapat demikian. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/idhul-adha-kapan.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Idul Adha 1428 Kapan?'>Idul Adha 1428 Kapan?</a> <small>Setelah melewati Idul Fitri yang penuh perdebatan kapan hari jatuhnya,...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Polemik kapan dilaksanakannya puasa Arofah memang sedang rame-ramenya. Jika mendasarkan kepada beberapa fatwa ulama yang memfatwakan bahwa puasa Arofah dilaksanakan sesuai wilayah hukum dan sesuai keputusan pemerintah setempat, maka puasa Arofah tidak harus selalu bertepatan dengan 9 Dzulhijjahnya Saudi (Mekkah).</p>
<p>Pertanyaannya, apakah puasa Arofah itu harus bareng dengan tanggal 9 Dzulhijjahnya Saudi?? Sebagian muslimin berpendapat demikian. Mengapa? Karena mereka mendasarkan bahwa puasa Arofah itu harus bertepatan dengan dilaksanakannya wukuf di padang Arofah. Bisakah itu dijalankan oleh muslimin di seluruh dunia, dan haruskah pas tanggal 9 Dzulhijjahnya Saudi??? Marilah kita bahas.<span id="more-198"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Namun sebelumnya, kita harus paham dulu kapan dilakukannya ritual wukuf tersebut. <a href="http://www.hajiumroh.com/list_tanya_jawab.php?&amp;page=3">Sebagian ulama</a> sepakat bahwa waktu wukuf yang disunnahkan dan dicontohkan Nabi saw adalah sejak tergelincirnya matahari, sampai terbenam matahari.&nbsp; Namun <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1975/slash/0">sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Bin Baz</a>, waktu wukuf dapat juga dilakukan dari sejak terbit fajar tanggal 9 Dzulhijjah, sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Sehingga menurut beliau, durasi waktu wukuf tersebut adalah 24 jam.</p>
<p>Dari kedua pendapat yang menjelaskan durasi waktu wukuf tersebut, kita bisa melihat adanya 2 kemungkinan berkaitan dengan puasa Arofah.</p>
<p><b><u>Kemungkinan Pertama :</u></b> jika durasi waktu wukuf adalah dari sejak Dhuhur sampai matahari terbenam (Maghrib), maka pendapat yang mengatakan bahwa <u><i>&#8220;Puasa Arofah HARUS dilaksanakan bertepatan dengan dijalankannya wukuf di Padang Arofah&#8221;</i></u> adalah <b>&#8220;Hal Yang Mustahil&#8221; </b>bisa dijalankan oleh umat Islam di seluruh dunia. Mengapa? Karena Durasi wukufnya hanya setengah siang, alias sekitar 6 jam doang. Belahan bumi macem propinsi Papua atau Negara Papua Nugini gak akan pernah bisa menjalani puasa Arofah. Mengapa? Karena selisih waktu mereka dengan pelaksanaan wukuf adalah 6 sampai 8 jam. Jadi saat di daerah papua ini matahari tenggelam, di Padang Arofah baru masuk Dhuhur, dan wukuf baru mulai. Maka <i>seumur hidup </i>muslimin yang tinggal di Papua tidak akan pernah mengalami yang namanya Puasa Arofah bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Arofah. Jadi menuntut keseragaman harus ngikut Tanggal atau rukyat Saudi adalah <u><b>IMPOSSIBLE</b></u>, jika alasannya agar puasa Arofah bisa mbarengi wukuf.</p>
<p><b><u>Kemungkinan Kedua </u></b>: Jika durasi wukuf itu adalah sejak terbit fajar tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbit fajar 10 Dzulhijjah waktu Saudi, maka durasi wukuf adalah 24 jam. Dengan demikian seluruh belahan bumi manapun, baik yang kalendernya sama dengan Saudi atau tidak, bisa menjalani Puasa Arofah sekaligus mbarengi waktu wukuf. Maka penyeragaman tanggal dengan kalender Saudi adalah TIDAK PERLU, karena puasa Arofahnya pasti bisa mbarengi waktu wukuf.</p>
<p>Kesimpulannya : <br />1. Pelaksanaan puasa Arofah bisa mbarengi waktu wukuf di padang Arofah tanpa harus menyamakan kalender dengan Saudi, dengan pemahaman bahwa waktu wukuf adalah dari terbit fajar 9 Dzulhijjah sampai terbit fajar 10 Dzulhijjah alias 24 jam.</p>
<p>2. Jika yang dipakai adalah pemahaman bahwa durasi waktu wukuf itu dimulai sejak Dhuhur sampai Maghrib, maka Puasa Arofah yang harus mbarengi wukuf di Arofah hanya bisa dilakukan oleh belahan bumi yang &#8220;kebagian&#8221; durasi waktu wukuf. Mengingat syariat islam harus bisa dilakukan oleh seluruh umat manusia di muka bumi, maka pendapat bahwa puasa Arofah harus mbarengi wukuf di sini menjadi Impossible.</p>
<p>Jadi&#8230;. jalankanlah puasa Arofah sesuai keyakinan dan ilmu yang sampai pada kita&#8230;. Wallahu a&#8217;lam.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/idhul-adha-kapan.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Idul Adha 1428 Kapan?'>Idul Adha 1428 Kapan?</a> <small>Setelah melewati Idul Fitri yang penuh perdebatan kapan hari jatuhnya,...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/puasa-arofah-bareng-saudi.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Idul Adha 1428 Kapan?</title>
		<link>http://www.pitutur.net/idhul-adha-kapan.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/idhul-adha-kapan.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 08:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pitutur.web.id/2007/12/13/idhul-adha-kapan/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melewati Idul Fitri yang penuh perdebatan kapan hari jatuhnya, di bulan ini hal tersebut juga terjadi untuk penentuan Idul Adha. Bedanya, saat ini baik Pemerintah, NU maupun Muhammadiyah akur dalam hal penentuan jatuhnya Ied, yakni hari Kamis 20 Desember 2007.
Namun&#160; beda halnya dengan mereka yang menjadikan Arab Saudi sebagai acuan untuk merayakan Idul Adha. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/puasa-arofah-bareng-saudi.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Puasa Arofah Bareng Saudi?'>Puasa Arofah Bareng Saudi?</a> <small>Polemik kapan dilaksanakannya puasa Arofah memang sedang rame-ramenya. Jika mendasarkan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melewati Idul Fitri yang penuh perdebatan kapan hari jatuhnya, di bulan ini hal tersebut juga terjadi untuk penentuan Idul Adha. Bedanya, saat ini baik Pemerintah, NU maupun Muhammadiyah akur dalam hal penentuan jatuhnya Ied, yakni hari <a href="http://www.kompas.co.id/ver1/Nasional/0712/12/162651.htm">Kamis 20 Desember 2007.</a></p>
<p>Namun&nbsp; beda halnya dengan mereka yang menjadikan Arab Saudi sebagai acuan untuk merayakan Idul Adha. Karena sebagaimana diketahui Kerajaan Saudi Arabia menetapkan hari Idul Adha jatuh pada tanggal 19 Desember 2007 bertepatan dengan hari Rabu. Maka potensi untuk 2 kali berhari raya di negeri ini terbuka lagi.<span id="more-197"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Iseng-iseng simbah mbuka website yang memang membahas tentang awal bulan Dzulhijjah, dimana disitulah titik awal perbedaan penentuan tanggal-tanggal selanjutnya. Di <a href="http://rukyatulhilal.org/visibilitas/1428/zulhijjah.html">website ini</a> menyebutkan, bahwa awal bulan berdasarkan berbagai macam metode dan&nbsp; kriteria menyepakati bahwa tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 11 Desember 2007. Kesimpulan itu pun juga memakai kriteria yang dipegang oleh Kerajaan Arab Saudi, yakni <a href="http://rukyatulhilal.org/visibilitas/1428/zulhijjah.html">&#8220;Ijtima Qoblal Ghurub&#8221;.</a></p>
<p>Namun tak dinyana, Kerajaan Saudi mengumumkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 10 Desember 2007, berdasarkan pengakuan adanya orang yang melihat hilal pada tanggal 9 Desember 2007 sore hari. Padahal di saat itu secara perhitungan hisab, posisi bulan masih sekitar 5 derajat di bawah ufuk.</p>
<p>Pernyataan Kerajaan Saudi tersebut disanggah oleh <a href="http://www.icoproject.org/icop/hej28.html">ICOP (Islamic Crescents&#8217; Observation Project)</a> yang menyatakan bahwa pada tanggal itu hilal tidak nampak di Saudi. Bahkan secara perhitungan oleh team RHI, hilal juga tak nampak di belahan bumi manapun baik Zona Barat maupun zona Timur. ICOP yang beranggotakan ahli astronomi muslim dari berbagai&nbsp; negara di dunia itu juga melaporkan bahwa hilal tak nampak pada tanggal 9 Desember 2007 di negara2 seperti : Indonesia, Pakistan, Iran, Oman, Bahrain, Kuwait, Saudi, Yordan, Mesir, Algeria, Marokko, Senegal, Tanzania, Nigeria, UK, Trinidad and Tobago, Guyana dan USA. Maka di negeri-negeri itu tak ada yang mengawali Dzulhijjah pada tanggal 10 Desember 2007, kecuali negara yang hanya mengekor Arab Saudi tanpa melihat keadaan astronomis posisi bulan.</p>
<p>Permasalahannya adalah, ada yang berpegang dengan paham bahwa, jika di satu tempat sudah terlihat hilal maka ini berlaku untuk seluruh dunia. Namun ada juga yang berpaham bahwa keputusan tentang hal tersebut berlaku apa yang disebut sebagai wilayatul hukmi atau wilayah hukum masing-masing daerah/negara.</p>
<p>Apa yang diputuskan oleh Kerajaan Arab Saudi bisa jadi benar, tapi bisa jadi salah. Namun jika yang dipakai adalah ilmu astronomi yang saat ini dipegang dan dipelajari oleh masyarakat dunia, maka keputusan pemerintah Saudi tersebut lumayan kontroversial. Namun mereka sudah memutuskan dan berani memutuskan, apapun itu kriteria dan ilmu yang mereka pakai. Jikalau ada kesalahan, tentu saja besar akibatnya. Haji orang sedunia jadi ngaco waktu ibadahnya.</p>
<p>Yang jelas bagi kita, jalanilah ibadah sesuai keyakinan. Yang namanya <b>&#8220;yakin&#8221;</b>, haruslah di atas hujjah dan <b>ilmu</b> yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Jadi beramallah, dan siapkanlah jawaban mengapa kita semua beramal begitu. Karena kita ditanya Allah tidak secara kolektif, namun kita nanti menjawab pertanyaan tersebut sendiri-sendiri.</p>
<p>Saat ini mungkin ada yang beramal, lantas saat ditanya mengapa beramal begitu, dia menjawab:<br />&nbsp;<br /><i>&#8220;Lha Saudi begitu sih, maka saya begitu.&#8221; <br />&#8220;Lha kelompok ngaji saya menetapkan begitu sih, saya ngikut aja.&#8221;<br />&#8220;Saya ikut keputusan organisasi saya, apapun keputusannya, karena saya member yang setia.&#8221;<br />&#8220;Pokoke pejah gesang nderek Kang Panjul.&#8221;<br />&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</i></p>
<p>Semua tak berlaku di hadapan Allah. Maka tetapkan keputusan sampeyan semua, dan bayangkan nantinya Allah bertanya secara pribadi meminta pertanggungjawaban sampeyan, <i>&#8220;Mengapa sampeyan memperbuat itu?&#8221;</i><br />Siapkah kita semua??? <img src='http://www.pitutur.net/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /> <img src='http://www.pitutur.net/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /> <img src='http://www.pitutur.net/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/puasa-arofah-bareng-saudi.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Puasa Arofah Bareng Saudi?'>Puasa Arofah Bareng Saudi?</a> <small>Polemik kapan dilaksanakannya puasa Arofah memang sedang rame-ramenya. Jika mendasarkan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/idhul-adha-kapan.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
