August 8th, 2008
in
Mampir Ngombe
Jika sampeyan ngisi bengsin ke pom bengsin yang katanya “Pasti Pas” tapi harganya gak pernah Pas karena selalu naik terus itu, sampeyan pasti akan selalu ketemu dengan tulisan “Dilarang Merokok” atau “No Smoking”. Buat kang Durmogati yang jebolan SMA Inpres, tulisan itu gampang dipahami. Namun buat kang Durmogandul yang cuma jebolan SD karena utheknya agak [...]
27 Comments →
July 31st, 2008
in
Mampir Ngombe
Setidaknya ada 5 keluarga yang selama ini bekerja di perusahaan kecil simbah, dengan penghasilan per bulan berkisar antara 1 hingga 1,4 juta. Angka sebesar itu bukanlah apa-apa jika dibanding dengan jumlah pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk tinggal di Jakarta. Maka tak heran jika mereka sampai saat ini masih istiqomah ngekasbon pada perusahaan yang nantinya ditutup [...]
18 Comments →
July 7th, 2008
in
Mampir Ngombe
Sudah beberapa kali simbah menerima email konsultasi yang isinya senada dengan bunyi email di bawah ini :
“Mbah, perkenalkan nama saya Gemblong. Saya lahir pada tanggal 7 Mei 1978 jam 02.00 pagi. Saat ini saya sedang membina hubungan dengan gadis bernama Brintik yang lahir pada tanggal 4 Agustus 1982. Menurut simbah, pigimanakah nasib perjodohan kami? Apakah [...]
18 Comments →
June 2nd, 2008
in
Mampir Ngombe
Apapun propesi dan peran yang kita jalani, kita hidup di dunia ini ibarat mampir ngombe dalam satu perjalanan menuju satu tempat. Baik itu dokter, ingsinyur, pilot, chef, kacung, ataupun propesi lainnya, semuanya sedang melakukan satu perjalanan menuju ke suatu tujuan. Semuanya memiliki Bendoro yang sama, yakni Sang Maha Pencipta, Yang Maha Kuasa, Yang dalam Islam [...]
21 Comments →
May 27th, 2008
in
Mampir Ngombe
Masa co-ass (dokter muda) adalah masa yang cukup kelam buat simbah. Di masa ini, kurang lebih selama 3 tahun, simbah hampir yakin bahwa pilihan untuk menjadi dokter adalah pilihan yang keliru. Simbah masuk jadi co-ass adalah di tahun awal reformasi, dimana bengsin yang 700 ripis naik menjadi 1200 ripis. Massa marah, mahasiswa ngikut. Saat itulah [...]
15 Comments →