Archive for the ‘Bumbu Urip’ Category

Mencari Harta Karun Bung Karno

Posted 22 Feb 2007 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Ini pengalaman nyata menjelang tahun-tahun krismon, tepatnya 1997 kemaren. Mau bisnis, duit simbah ditilep sama tetangga sekaligus rekan ngaji di mesjid. Padahal konco akrab, tapi jadi tega gara-gara kepepet. Duit 7,5 juta ripis di saat kurs dollar cuma 3 rebuan digondol ke arah gak jelas. Kira-kira itu setara dengan 20 juta ripis zaman sekarang. Bukan hanya simbah yang kena, si konco simbah ini, sebut saja si Kruwil, juga berhutang ke banyak  teman yang lain, Bank dan para rentenir. Total hutangnya lebih dari setengah M.

Karena sudah kepepet dan malu, ditempuhlah jalur klenik demi menyelesaikan tanggungan utangnya. Pucuk dicinta, dukun pun tiba. Tersebutlah Mbah Haryo Congor sang dukun sakti, menjanjikan akan menyelesaikan segala urusan si Kruwil. Si Kruwil pin didatangi. Ditawari harta karun Bung Karno. Mulanya mbah Dukun itu dicibir, karena si Kruwil ini meskipun kesrakat, dulunya pernah berguru ke Pesantren Ngruki. Tapi herannya si Kruwil jadi berubah 180 derajat. Apa sebabnya? Read More

Kan Cuma Dikit…

Posted 18 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Salah seorang kakak kelas SMA pernah menuturkan pengalamannya saat diajar salah seorang guru galaknya. Waktu itu suasana kelas sedang hening. Namun tiba-tiba dari kursi belakang terdengar bunyi “thiiiit…”. Sebenernya pelan, tapi karena hening kedengaran juga. Bukan enthut mberut kategorinya, tapi hanya sekedar enthut urang.

Si guru mendadak murka. Dilacaklah asal bunyi tadi. Maka akhirnya tertangkap jugalah si pelaku peledakan bom biologis itu. Dengan pucat pasi dia menjawab tuduhan sang guru…. : Read More

Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan?

Posted 07 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Kita sering mendengar istilah “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”. Namun rupanya tidak banyak yang tahu darimana istilah ini berasal, dan apa makna sebenarnya dari kalimat tersebut. Pokoknya asal pakai saja, dan ngaku-ngaku itu ajaran Islam, karena kalimat tersebut ‘kelihatannya’ berasal dari Al Qur’an.

Dalam bahasa sehari-hari kata ‘fitnah’ diartikan sebagai penisbatan atau tuduhan suatu perbuatan kepada orang lain, dimana sebenarnya orang yang dituduh tersebut tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan. Maka perilaku tersebut disebut memfitnah. Tapi apakah makna ‘fitnah’ yang dimaksud di dalam Al Qur’an itu seperti yang disebutkan itu? Mari kita telaah.
Read More

Orang Gila Di Tengah Orang Waras

Posted 15 Nov 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Sabtu sore kemarin, simbah dikagetkan dengan adanya seorang wanita berambut gaya Kopasus duduk ndeprok di depan pintu klinik. Dia minta minum dan dikasih minum sama karyawan klinik. Seusai nggarap pasien, simbah lihat si wanita Kopasus tadi masih ndeprok di tengah pintu klinik. Karena ngganggu jalan, simbah persilakan duduk di lincak yang sengaja simbah sediakan di depan klinik.

Rupanya si wanita Kopasus ini wanita yang gak genep otaknya. Tadinya dia hanya bercelana dalam saja saat lewat di gang depan klinik. Lantas oleh tetangga simbah dikathoki dengan kathok kolor. Meskipun gak begitu wangun, tapi mendingan, lha tinimbang cawetan thok. Read More

Hamil Konspirasi

Posted 11 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Sewaktu simbah praktek di daerah Pasar Kemis, Tangerang, ada kejadian menarik yang sempat mbikin simbah gak habis pikir. Waktu itu malam belum begitu larut. Datanglah seorang laki-laki dengan ditemani seorang kerabatnya ingin konsultasi masalah kehamilan.

Waktu itu si laki-laki menunjukkan hasil test kehamilan yang katanya hasil pemeriksaan seorang bidan di tempatnya. Wanita yang dicek kehamilannya adalah pacarnya yang saat itu menuntut tanggung jawab dari perilaku cocakrowonya yang dengan lancangnya bertamu ke mulut rahimnya.

Pak dokter, saya mau tanya, itu tes kehamilan hasilnya positip apa negatip sih. Lha saya dioyak-oyak sama itu cewek dan sedulur-sedulurnya agar saya menikahi cewek itu. Katanya sih positip. Tapi saya kok ragu, makanya saya bawa kesini,

katanya memelas. Read More

Wawancara Imaginer Dengan Cak Mat Aphi

Posted 25 Sep 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

ReporterCak Mat Aphi adalah tokoh pluralis dari tlatah Lava Timur, sebuah propinsi dari Negeri Diawan. Lontaran-lontarannya cukup mengagetkan dan suka nyleneh. Berikut petikan wawancaranya yang diliput Stasiun Solo Balapan TV, dengan reporter Arip Sudipomo :

Sudipomo : Cak, apa kabar?
Cak Mat     : Baik mas… (prengas-prenges)

Sudipomo : Gini Cak, bagaimana pendapat Cak Mat dengan gerakan-gerakan Islam yang tidak setuju dengan wacana pluralis yang Cak Mat lontarkan??Cak Mat    : Yah, gimana ya. Mereka itu kan suka memonopoli kebenaran. Menurut anggapannya yang benar itu hanya mereka saja.

Sudipomo : Lantas bagaimana yang sebenarnya Cak?
Cat Mat      : Ya, kita ini kan masyarakatnya majemuk. Jadi gak boleh merasa benar sendiri. Saya sudah lama melontarkan hal ini pada mereka. Tapi mereka gak mau tahu. Konsep kita ya masing-masing memiliki nilai kebenaran sendiri, gak bisa dipaksakan. Itu baru konsep yang benar.
Read More

Rahasia Profesi

Posted 21 Sep 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Dalam jagad tombo mertombo, simbah dituntut untuk merahasiakan status pasien. Gak boleh sembarang umbar kondisi pasien kepada siapapun. Ini juga menjadi bagian dari kode etik yang harus simbah tunaikan. Makanya kalo tiba-tiba ada dokter yang didatengi team Inpotainmen menanyakan kondisi penyakit seorang artis yang dirawatnya, lantas sang dokter mengumbar data-data, ini dokter sudah melanggar kode etik dan bahkan sumpah jabatan.

Namun menyimpan rahasia kondisi pasien itu bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika penyimpanan rahasia ini mengalami dilema. Dan rekan sejawat simbah mengalami masalah ini. Adalah seorang haji kaya yang menjadi pasiennya datang dengan keluhan kencing nanah. Rekan simbah ini heran juga, haji kok kena kencing nanah (GO=Gonorrhoe), padahal itu kan penyakit menular seksual yang biasanya didapat dari para Pramunikmat. Lha apa pak Haji itu blayangan wal kluyuran ke lokalisasi. Atau tak sengaja mblasuk? Read More

Mitos Pasien

Posted 05 Sep 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Sewaktu simbah praktek, simbah banyak menemui pasien yang keliru pemahamannya tentang gejala penyakit maupun penanganannya. Maklumlah, di masyarakat yang namanya omongan tetangga itu pantang ditentang. Gak enak kalo gak nurut omongan tetangga, meskipun menyesatkan dan mencelakakan. Terlebih dalam urusan penyakit dan penanganannya.

Di bawah ini simbah sebutkan beberapa kekeliruan yang terjadi dan berkembang menjadi semacam mitos di masyarakat. Read More

Hidup Ala Ruwet

Posted 16 Aug 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Sebagai ‘wong jowo’, simbah merasakan betul betapa yang namanya adat terkadang mbikin hidup tambah ruwet. Mungkin tadinya bermaksud baik, namun seiring bergesernya waktu, adat yang tadinya terlihat adiluhung, malah terasa menyesakkan hidup. Apalagi kalo diembel-embeli keyakinan.

Simbah gak begitu tahu banyak adat-adat apa yang harus dilalui seumur hidup manusia. Namun yang sedikit simbah ketahui saja sudah cukup merepotkan manusia. Di sini simbah kutipkan sedikit. Read More

Produsen Kotoran

Posted 12 Aug 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Berhubung ngoprek-oprek orang sakit, simbah tak jarang harus bersinggungan dengan yang namanya barang-barang menjijikan produk manungso.

Suatu saat simbah harus mbuang yang namanya cerumen atau biasa juga disebut cureg, atau kotoran kuping. Kalo cuma sak uprit sih gak nggilani… tapi kalo gedhenya sak jempol, pasiennya saja mau muntah ngliatnya…

Yang paling sering kontak dengan barang ginian adalah staf laboratorium klinik. Mereka harus berurusan dengan barang berlendir macem dahak, ingus, uyuh binti urine, tinja, kerokan kulit, cairan nanah, sperma, darah, dan cairan menjijikan lainnya. Read More

Forbidden Party

Posted 05 Aug 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Jambu MerahSaat simbah masih bujangan, bagi yang memiliki tanaman buah di rumahnya, hampir semuanya pernah mengalami yang namanya kecurian. Bahkan sampe saat ini. Dari buah mangga, jambu, belimbing ataupun buah lainnya. Bahkan blimbing wuluh yang terkenal kecut (ngungkuli kecutnya ketek  orang  yang belum mandi satu musim), tetep saja nekat dicuri. 

Saat itu yang namanya anak-anak muda kalo kumpul-kumpul malem, selain sekedar kongkow, biasanya ada saja usul iseng untuk mengembat buah-buahan dari pohon tetangga yang sudah ranum. Jam sergapnya mulai di atas jam 21.00 malam. Targetnya adalah pohon buah-buahan yang sudah dirasa layak santap. Biasanya siang harinya disurvey dulu, malamnya digasak.

Nah, saat itu telik sandi dari gerombolan fruitarian colongan ini melaporkan adanya satu pohon jambu air yang sudah merah-merah menantang. Hebatnya lagi buahnya berdompol-dompol, nggrombol utuh dibiarkan saja oleh pemiliknya. Mungkin si pemilik sudah bosen makan jambu, pikir gerombolan itu.

Maka malamnya dibentuklah team suksesi. Satu team mbikin sambel rujak di rumah, satu team lagi dibentuk buat nggasak jambu airnya. setelah terkumpul jambunya, dirujak bareng-bareng.

Singkat cerita, simbah malam itu menolak ikut. Ha wong mangan barang colongan, harom….. Maka berangkatlah team penggasaknya tanpa keikutsertaan simbah. Mereka naik dengan sukses ke pohon jambu air tersebut. Sesampai di atas, tas kresek yang sudah disiapkan mulai diisi, sambil terus waspada tengok sana-tengok sini. Setelah penuh, mereka tidak segera turun. Namun malah mencicipi jambu tersebut di atas pohon…

Lhadalah… ha kok kata mereka jambunya muaanis buangeet… mak nyus di lidah. Satu gak cukup, ya imbuh. Entah jambu air jenis apa itu, yang jelas manisnya luar biasa. Akhirnya team penggasak tersebut baru turun setelah perut mereka sudah tidak muat lagi untuk makan jambu lagi.

Malam itu jambu air hasil curian yang mereka dapat, diserahkan ke team pembuat sambel rujak. Sambil ngakak-ngakak mereka menceritakan aksi mereka dengan bangga. Namun tiba-tiba tawa mereka berubah menjadi senyum kecut. Apa pasal?

Sewaktu team sambel rujak mulai membelah jambu-jambu itu satu persatu, ternyata hampir tak ada satupun jambu-jambu tersebut yang utuh. Semuanya belatungan, pating tloler, klugat-kluget…. nggilanik…!!  Nyooohh kowe…. matreng pora kowe… hahahahaaa..

Berarti yang mereka makan sak kayange di atas pohon tadi pasti belatungan semua itu. Pantesan buahnya gak disenggol sedikitpun sama yang empunya jambu. Rupanya jambu bosok kabeh…. Haaha… jadi rupanya rasa manis yang luar biasa tadi berasal dari citarasa belatung itu mungkin. Kontan saja team penggasak itu muntah-muntah, mukok sak kayange…

Mangkanya tho le, ndhuk… gak usah nggragas, cluthak, ngongso…. barang haram diemplok juga… nyari yang halal saja. Memang sih manis… tapi manisnya barang haram apa sepadan dengan resikonya….??

MUSIM SUNATAN

Posted 11 Jul 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Musim liburan ini Simbah banyak kedatangan pasien yang hendak mengkhitankan anaknya. Ritual satu ini punya banyak nama. Ada yang nyebut sunat, karena merupakan sunnah (perjalanan perilaku) Nabi saw. Ada yang nyebut supitan, tetakan, angislamaken, sirkumsisi, malah guru bahasa Inggris Simbah waktu SMP menyebut ritual itu dengan nama “pothol”.

Yang datang pun beragam umur. Yang paling tua yang pernah datang ke rumah Simbah adalah anak SMA. Hmmm… ini agak susah, daging sudah alot, suket itemnya sudah runggut dan yang jelas lebih godres getih. Sedangkan yang paling muda umur 5 tahun. Inipun bukannya tanpa kendala, karena si anak non kooperatif dan rewelnya minta ampun.

Orang Jawa lebih suka anaknya disunat pada umur-umuran anak SMP. Sedangkan orang sunda lebih suka umur anak balita sudah disunat.

Ngomong-ngomong tentang sunat, rupa-rupanya kata sunat yang berarti sunnah ini berubah makna. Sunat yang yang pada prakteknya ada proses memotong, akhirnya diasosiasikan dengan arti kata ini, yakni memotong. Maka jika ada kalimat “Jatah makannya disunat”, bisa bermakna jatah makannya dikurangi atau dipotong jumlahnya.

Nah di bulan ini wacana gaji ke-13 mulai ramai dibicarakan. Kita tahu angka 13 sering diasosiasikan dengan angka sial. Tentunya tidak demikian dengan gaji ke-13 ini. Ini angka yang ditunggu-tunggu malahan. Banyak PNS yang mengeluh gaji ke-13 nya diterima dalam keadaan tidak utuh alias disunat. Nah kalo sunatan yang ini bukannya sunnah, tapi harom jiddan. Tapi ya begitulah masyarakat Indonesia… kecilnya disunat, gedhenya nyunat…. tapi nyunat gaji orang lain.

Simbah termasuk golongan orang yang menerima gaji ke-13 ini, bahkan gaji ke-14, ke-15 dan seterusnya…. Hawong gajiannya mingguan je… Kelasnya masih kelas buruh proletar, belum mborjuis. Mudah-mudahan di musim sunat tahun ini, perilaku nyunat jatah rejeki orang lain segera hilang ….

115163807294788322

Posted 29 Jun 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

KERAJAAN TUHAN

Pemimpin tahta suci kerajaan tuhan divonis 2 tahun. Begitu divonis sang penjelmaan molekat Jibril langsung misuh-misuh dengan wahyunya, yang berisi ancaman. Mungkin kalo naik banding dan menang, ancaman kutukan itu akan ditarik. Kalo bandingnya kalah juga, bahkan masa hukuman ditambah jadi 3 tahun, si Lia eden ini akan tambah misuh-misuh juga. Maka turunlah wahyu pisuhan yang bertubi2. Trus kasasi… blaik ternyata kalah juga, tambah misuh-misuh lagi. Iki molekat cap opo tho…??

Para pluralis menganggap vonis itu tidak pantas, karena menghukumi keyakinan seseorang. “Ya biarin saja toh, wong itu keyakinannya. Mau nerima wahyu apa ilham apa wangsit kan urusannya sendiri. Jadi ya harus kita hormati dong…” begitu ucap mereka.

Termasuk rekan saya yang setengah kenyung dari tlatah Rembang, mendukung statement para pluralis itu. Simbah jadi gerah. Karena ini menyangkut keyakinan umat Islam juga. Agamanya diobok-obok. Ini simbah kutipkan wahyu dari sang Liar (bukan salah tulis… memang bukan Lia, tapi Liar yang artinya tukang Gabrul)..

Wahyu Perihal nabi Muhammad

“Adapun Nabi Muhammad Kubangkitkan di Betawi. Tak akan pernah kausangka dan tak ingin kaupercaya. Tapi benarlah ruhnya itu adalah ruh Muhammad…………

Nah, silaken dipahami… Nabi Muhammad bangkit di Betawi… bujug buneng …busseeeeet dah. Emangnya ondel-ondel apa? Nanti naik haji tinggal tawaf di monas aja. Lempar jumrah di gedung DPR, karena biasanya disinilah para demonstran sering lempar-melempar melawan aparat keamanan. Bagaimana bisa ini dibiarkan, sebagaimana omongan kaum pluralis..??

Simbah iseng-iseng mendatangi seorang kaum pluralis, trus bilang… “Ndul, kalo simbah bilang padamu, bahwa simbah semalem menerima wahyu… kamu percaya dan masih menghormati simbah apa tidak..?”
“Wah percaya tidak percaya itu urusan simbah, tapi itu harus dihormati mbah…. jangan dibantah”, jawabnya.

“Gini Ndul, simbah menerima wahyu isinya simbah disuruh mbacok gundulmu…” sahut Simbah enteng. “Gimana kalo Simbah njalani keyakinan simbah ini… ini wahyu lho Ndul…. terimakasih kamu mau menghormati. Sekarang simbah tak ngungkal (ngasah) golok, kamu jangan ke mana-mana ya Ndul…!”
Si Ndul (Simbah lupa nama panjangnya… mungkin Bajindul atau si Gundul…mbuh lah) langsung plonga-plongo.

“Wah ya jangan gitu mbah…. ya jangan wahyu yang nyilakain orang, lha saya hormati kok trus dibacok….”
“Nah itulah Ndul, penghormatan kepada keyakinan orang, itu ya nyawang gitoknya orang lain tho… jangan asal mbacot. Kalo ada orang ngaku2 nerima wahyu trus isinya ngaco agama orang lain itu kan sudah melukai hati jutaan orang. Masih mending nerima wahyu suruh mbacok gundhulmu. Yang luka cuma ndhasmu yang otaknya rada slewah itu.”

“Tapi keyakinan kan harus dijalani dan disyiarkan mbah…”
“Lha kalo keyakinan simbah tadi dijalani dan disyiarkan, mestinya sekarang ndhasmu moncrot getih Ndul. Trus simbah ditangkep pulisi dan diadili… gitu kan? Ya sama saja yang dilakoni sama Molekat wedhok si Lia eden itu. Kalo divonis 2 tahun… ya wajar saja. Nanti kalo keluar penjara 2 tahun lagi dan belum tobat.. ya tuntut lagi.. 2 tahun lagi gak papa lah… sampe modarnya.”

Sebagai penutup simbah kutipkan beberapa wahyu yang katanya diterima Lia eden dari tuhannya.

Wahyu Perihal Gus Dur

“Adakah kamu terlahir sebagai manusia saat ini dan menjadi mulia sebagai presiden? Selayaknya kamu tahu bahwa kau Kujadikan pemimpin negara dan ulama, yang ketika saatnya kamu memerintah, bangsamu ini bercitra buruk karena ulahmu. Apa yang ingin kauproteskan pada-Ku, sedangkan kamu tak lagi berdiri di atas kekuasaanmu? Kau sedang melayang di atas neraka…..”

“Sidang istimewa tak akan menurunkannya bila Aku tak berkenan menurunkan dia. Aku berkenan menjadikannya pemimpin yang tak bisa mengendalikan diri dari perintah jinnya itu. Dan bangsanya tak berdaya menahannya. Perilaku Gus Dur adalah perilaku dajjal yang memperalatnya……….”

Wahyu perihal Nabi Isa

“……Dialah Lia yang diselubungi Ruhul Kudus, yang bersamanya menyampaikan pengadilan-Ku dan wahyu-wahyu-Ku. Dia dan anaknya, Ahmad Mukti, menyibak kisah di Wahyu 12, ‘Perempuan dan Naga’. Dialah Nyi loro kidul, si ular naga merah yang memusuhinya dan merampas anaknya dan dibawakan kepada-Ku. Dan pergilah Mukti meninggalkan ibunya dan dia pun membawa beban salibnya dan menebus dosa umatnya yang menuhankan dia……”

Monggo dipun penggalih…!

115093896620799350

Posted 21 Jun 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

MIE SOOH

Jenis mie ini memang nggak ada di warung bakmi manapun. Karena yang dimaksud memang bukan nama makanan, namun MISUH. Satu kata yang susah dicari padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Beragam kata yang masuk kategori misuh ini susah dicari di dalam kamus Bahasa Indonesia paling mutakhirpun, kecuali beberapa nama hewan yang diucapkan dengan nada khas tertentu, semisal : wedhus, asu,, celeng dlsb. Tapi kata-kata macem : bajindul, bajinguk, ndladuk, diamput, ndlogok dlsb. merupakan kata-kata tanpa makna yang kalo diucapkan dengan intonasi tinggi, jadilah misuh.

Tarohlah kata wedhus, binatang qurban berkaki empat ini jika diucapkan saat Idhul Adha maka tidak bermakna misuh. Tetapi jikalo diucap saat jidat kejedot kusen trus ngucap .Wedhuuusss..nah, jadilah misuh.

Herannya ada ustadz simbah yang saat pengajian seringkali misuh. Malah bilang ,Iku ono dalile lee. Wah, jos tenan misuh ada dalilnya. Akhirnya ustadz simbah ngasih keterangan. Lha wong Gusti Allah wae nate misuh-misuh lho letak kandhani kene
Lha wonten Al Qur’an surat nopo ayat pinten tadz? simbah nanya.
Iki, surat Al Lahab, Tabbat yadaa Abi Lahabiw wa tabb’ kuwi coro aluse ngono miturut Al Qur’an artine: Celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan celakalah!!’ lha ukoro Tabbat Yadaa kuwi ukoro sing digunakne wong-wong arab kono dinggo misuh-misuh le Coro jowone ngoko kasar ngono keno diarani Pancen ndlogok tenan si Abu Lahab kuwi!! Tapi iki lak Al Qur’an le, bosone wis digawe alus karo Sing Moho Alus. Dadi ra mungkin pisuhane kasar. Ukoro-ukorone ora mungkin porno. Ha nek moco Al Qur’an kok rasane koyo moco majalah Playboy trus dianggep porno, kuwi lak mergo sing moco ki wis impoten akibat penyakit gulane wis parah. Dadi pantasine nggladrah. Ha wong moco ayat perintah menyusui kok mbayangke Ayu Azhari nyusoni tanggane lho Yo dadi porno kae no lee.

Wah mathuk thok iki oleh dalil misuh.
Ustadz melanjutkan lagi wejangan tafsirnya, Tapi misuh kuwi kenone diarahno menyang wong-wong kapir kures jahiliyah (baca: kafir Quraisy jahiliyah) lan-lan sing sak bongsone le. Misuhi wong munapik, pasik, musrik.. Ora keno misuhi angin, kewan, lan samubarang makhluk e Gusti Allah. Lha yen wong-wong sing kapir musrik kuwi pancen pantes dipisuh-pisuhi le
Nah, bagi yang masih gemar memisuh, camkan nasehat ustadz simbah di atas.

Page 3 of 41234