<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pitutur 4.0 &#187; Bumbu Urip</title>
	<atom:link href="http://www.pitutur.net/category/bumbu-urip/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pitutur.net</link>
	<description>teman, teman dari teman, musuh dari musuh</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Jun 2010 03:25:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Konsultasi Acakadut</title>
		<link>http://www.pitutur.net/konsultasi-acakadut.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/konsultasi-acakadut.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 03:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[togel yg klr hr sabtu 10 07 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/konsultasi-acakadut.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Lama sudah simbah tak pernah posting di blog ini. Bukan karena malas nulis. Justru hampir setiap hari simbah menulis walau hanya beberapa paragrap. Tapi simbah nulis dalam rangka ngupoyo upo menjemput takdir rejeki yang masih gemandul di depan mata simbah. Simbah hanya berikhtiar menggerakkan tangan sehingga yang berada di depan mata tersebut bisa berpindah ke [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lama sudah simbah tak pernah posting di blog ini. Bukan karena malas nulis. Justru hampir setiap hari simbah menulis walau hanya beberapa paragrap. Tapi simbah nulis dalam rangka <i>ngupoyo upo</i> menjemput takdir rejeki yang masih <i>gemandul</i> di depan mata simbah. Simbah hanya berikhtiar menggerakkan tangan sehingga yang berada di depan mata tersebut bisa berpindah ke tangan simbah.</p>
<p>Beberapa hari terakhir simbah agak dikejutkan dengan membanjirnya email yang masuk yang berasal dari kotak konsultasi di blog ini. Bayangkan, biasanya konsultasi hanya 2 hingga 3 email seminggu. Lha ini sehari saja bisa puluhan email.</p>
<p>Maka satu persatu email simbah buka dan simbah baca. Welhadalah, ha kok isi konsultasinya rada <i>pating klenyit</i>. Bayangkan saja, ada puluhan email menanyakan pada simbah nomer buntutan togel Singapura. Ada lagi pertanyaan perihal buntutan di Batam. Pertanyaannya cukup ringkes, <i>&#8220;Sabtu ini keluarnya apa Mbah?&#8221;</i></p>
<p>Yang lain tak kalah banyaknya adalah pertanyaan tentang nasib dan masa depan. Di awali dengan menyebut hari, weton, tanggal bulan dan tahun kelahiran. Terus dipungkasi dengan ending pertanyaan yang cukup mantabh: <i>&#8220;Pekerjaan apa yang cocok buat saya mbah?&#8221;</i> atau <i>&#8220;Bagaimana masa depan karir saya mbah?&#8221;</i> atau <i>&#8220;Kapan saya kaya mbah?&#8221; </i>atau <i>&#8220;Saya kok dari dulu cuma tukang becak, apakah saya akan terus jadi tukang becak mbah?&#8221;</i>&#8230;. Haduh.. Yo embuh lee..le..<span id="more-435"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Simbah tidak tahu, apakah ini efek samping dari kematian Mama Loren, sehingga simbah jadi <i>paran pitakonan</i> perihal nasib? Ha wong nasib simbah sendiri entar pigimanah juga tidak tahu, ha kok disuruh mbaca nasibnya orang lain. Walaupun sebenarnya jika simbah pingin kaya mendadak sebenarnya bisa. Lha tinggal simbah kasih nomer rekening, trus semua pertanyaan yang masuk diharuskan menyerahkan <i>sesajen sekian ripis </i>ke rekening simbah agar mendapatkan kesuksesan karir atau tembus togelnya. </p>
<p>Biar makin mantabh, secara berkala simbah bikin testimoni dari pihak-pihak yang sudah berhasil berkat berkonsultasi dengan simbah, kayak begini misalnya:</p>
<p><i>&#8220;Tadinya saya gak percaya simbah gadungan ini bisa mengubah nasib saya. Ha wong cuma cukup kirim seratus ribu ripis ke rekeningnya kok. Tapi rupanya setelah saya kirim uang tersebut, perlahan tapi pasti nasib saya berubah. Bayangkan hanya dalam waktu seminggu saya bisa membeli rumah di kawasan Pantai Indah kapuk. Luar biasa.&#8221;</i> (Jon Koplo, 0811288xxxx)</p>
<p><i>&#8220;Tak dinyana, empat angka yang saya minta ternyata benar-benar tembus. Sayang saya agak ragu, sehingga hanya pasang kecil. Coba kalo pasang gede, bandar Singapura bisa kobol-kobol itu&#8230; Tapi satu setengah eM cukup lumayanlah. Terimakasih Mbah, simbah memang Oye..!</i> (Tom Gembus, 08194345xxx)</p>
<p><i>&#8220;Berkat wejangan simbah, suami saya sekarang tak pernah nglirik wanita lain. Entah karena matanya blawur atau mulai sadar bahwa isterinya sekarang tampil cantik. Dan tiap malam bagaikan malam bulan madu. Terimakasih Mbah Dipo.&#8221;</i> (Lady Cempluk, 08154534xxx)</p>
<p><i>&#8220;Setelah berkonsultasi dengan mbah Dipo, saya sekarang bisa mendapat kursi empuk di kantor saya. Sebelumnya saya selalu berkarir di kursi yang bisa bikin pantat kapalan. Dan semua itu cuma bermodalkan seratus rebu ripis yang saya kirim ke rekening Mbah Dipo. Trust me, it&#8217;s work.&#8221;</i> (Genduk Nicole, 081209867xxxx)</p>
<p>Padahal tak ada pembaca yang tahu siapa itu Jon Koplo, Tom Gembus, Lady Cempluk atau Genduk Nicole. Apalagi orang Jakarta. Tapi kalo ketanggor wong Solo, <i>cilaka mencit</i> tenan simbah. Konangan pisan&#8230;</p>
<p>Yah semoga semuanya diberi pemahaman bahwa nasib seseorang betul di Tangan Tuhan, tapi keputusan memilih adalah di otak dan tindakan sampeyan.</p>
<p>Oya, dalam waktu dekat ini insya Allah simbah segera merampungkan buku kedua simbah. Isinya tentang perjalanan lahir dan batin simbah di dalam menempuh perjalanan hidup. 90 persen tulisan di dalamnya belum pernah dimuat di blog manapun. Jadi tunggu saja, semoga masih ada penerbit yang mau menerbitkannya.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=dd57ba44-f22a-87ee-bb1e-d9b9b6e7a204" /></div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/konsultasi-acakadut.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tabib Dukunoid</title>
		<link>http://www.pitutur.net/tabib-dukunoid.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/tabib-dukunoid.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 02:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun]]></category>
		<category><![CDATA[gempita]]></category>
		<category><![CDATA[Tabib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/tabib-dukunoid.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Adalah Kang Cidromoto, seorang penyandang katarak akibat diabetes yang disandangnya, sudah bertahun-tahun mertombo ke segala penjuru dokter ahli mata. Sudah mengalami kembola-kembali dioperasi dengan hasil cukup mengecewakan. Mata blawur bin kabur hasil kerja kataraknya tak kunjung cerah. Yang namanya keblegong wal kejlungup comberan, menjadi kekhawatiran utamanya. Karena jikalau tak hati-hati, selokan deket masjid yang menganga [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adalah <em>Kang Cidromoto</em>, seorang penyandang katarak akibat diabetes yang disandangnya, sudah bertahun-tahun mertombo ke segala penjuru dokter ahli mata. Sudah mengalami kembola-kembali dioperasi dengan hasil cukup mengecewakan. Mata <em>blawur bin kabur</em> hasil kerja kataraknya tak kunjung cerah. Yang namanya keblegong wal kejlungup comberan, menjadi kekhawatiran utamanya. Karena jikalau tak hati-hati, selokan deket masjid yang menganga cukup lebar, hampir pasti menjadi area <em>accidental crash landing</em> yang cukup bikin kedandaban wal babak bundhas.</p>
<p>Lain lagi dengan <em>Kang Paroloyo</em>, penderita stroke yang sekarang lumpuh separo itu masih penasaran menanti turunnya sang penyembuh yang mampu memulihkan kelumpuhan akibat strokenya. Segala macem omongan baik yang berupa katanya-katanya tetangga maupun advis medis ngeciwis dilakoninya demi kepulihan anggota badannya yang lumpuh. Dari <em>ngemplok jamu deplok</em> hingga <em>tablet kaplet berderet</em> terpaksa dia kepret hingga kadang sampai mencret. Namun kesembuhan yang ditunggunya tak kunjung menjemputnya.</p>
<p>Baik Kang Cidromoto maupun Kang Paroloyo tak pernah menyerah. Dengan aktifnya, dicarilah segala macam sarana penyembuh. Dan saat ini kebetulan di kantor RW di komplek simbah sedang kedatangan seorang yang konon tabib top markotop yang mampu mengusir segala macam penyakit. Baik penyakit akibat makhluk kasar maupun makhluk halus. Konon ini adalah tabib yang sakti, hingga ibarat <em>setan ora doyan, demit ora ndulit, iblis ora nggubris, vampir ora mampir, tapi duit ora nolak.<br />
</em><br />
<span id="more-344"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Lapaknya digelar dengan gegap gempita. Disampaikan juga bahwa arena penyembuhan tersebut tidak memungut biaya tertentu. Hanya infaq seiklashnya saja, agar sang tabib dan para cantriknya bisa menyambung napas. Tak disebut infaqnya berapa, bahkan katanya seribu ripis pun tak masalah asalkan ikhlas dan punyanya hanya itu. Kesan pertama sungguh menggoda. Kesan hebat, jumawa, jauh dari cinta dunia, dan semua kesan yang dibutuhkan bagi seorang penyembuh yang turun dari kayangan ada semua. Beda dengan kesan saat masuk ruang dokter spesialis yang kempling, sejuk dingin, berhalaman luas dengan minuman gratis disediakan di pojok ruangan, dimana sudah terbayang tarif konsultasinya pasti sudah mengakomodasi segala kegratisan yang dinikmati saat ngantri.</p>
<p>Hingga pada satu malam, datanglah kang Cidromoto ke tempat sang tabib. Setelah dilihat dan diperiksa sebentar, diberilah sejumlah air yang katanya sudah dihewes-hewesi oleh sang tabib. Kang Cidromoto dipeseni agar matanya ditetesi dengan air hewes-hewes itu tiap hari. Dan walhasil, sampai air hewes-hewes itu habis nggusis, sang mata tetep burem. Hingga kang Cidormoto datang lagi ke tempat sang tabib. Rupanya karena pasien mangkin membludak, pasien dilayani sesuai panggilan sang tabib. Kalau tak dipanggil ya mlongo saja hingga pengobatan tutup. Sementara yang ketiban sampur dipanggil sang tabib, dilayani hingga tuntas. Mulai dari amandel yang diambil tanpa operasi secara demonstratip hingga batu ginjal yang diambil pakai gelas dan silet tanpa rasa sakit. Tentu saja demonstrasi pengobatan ala abrakadabra dan alakazam ini menjadi tontonan spektakular warga komplek simbah.</p>
<p>Setelah mlongo beberapa hari, Kang Cidromoto akhirnya tak sabar untuk bertanya pada para cantrik mengapa dirinya tak kunjung dipanggil dan segera didumuk agar seger waras matanya. Maka para cantrikpun menyampaikan aspirasi kang Cidromoto ke sang tabib. Hingga akhirnya dijawablah pertanyaan kang Cidormoto:</p>
<p><em>&#8220;Begini kang, mata sampeyan itu sudah terlanjur dioprek-oprek oleh para dokter. Maka sudah kebacut rusak dan memang agak susah. Jadi butuh sarana tersendiri yang tentu saja &#8216;ono rego, ono rupo&#8217;&#8230;.&#8221;</em> begitulah kira-kira isi pernyataan sang tabib.</p>
<p>Singkat cerita, maksud dari ono rego ono rupo itu adalah harus bayar duit setidaknya 3,6 juta ripis. Harga yang cukup murah buat sarana yang namanya penglihatan. Yang menjadi pertanyaan adalah uang 3,6 juta ripis itu nantinya buat mbayar apa belum jelas. Kalau itu operasi di RS, sudah jelas duit itu rinciannya buat cost apa saja. Buat obat, bea operasi, bea dokter, bea perawatan dlsb. Lha ini 3,6 juta ripis masih gelap buat apa. Mekanisme sembuhnya gimana juga tak dijelaskan. Walhasil kang Cidromoto pilih tak melanjutkan terapi. Dan musnah sudah gambaran tabib yang bak dewa penyembuh turun dari kayangan itu. Yang ada adalah pemburu rupiah dengan segala polesan modus operandinya.</p>
<p>Lain lagi dengan kang Paroloyo, beliaunya memang hanya mencari terapi yang mangsuk akal. Maka didatanginyalah tabib penyembuh yang informasinya didapat di satu acara terapi alternatip. Sesuai dengan klaim sang tabib, bahwa dia hanya menggunakan bahan herbal alami, maka tabib ini menjadi pilihan kang Paroloyo.</p>
<p>Taripnya lumayan mahal untuk ukuran seorang tabib. Namun bagi kang Paroloyo harga tak menjadi masalah asalkan sembuh. Untuk konsultasi doang setidaknya duit bergambar Soekarno-Hatta harus pindah kantong. Sedangkan untuk dua kali terapi, setidaknya enam lembar uang bergambar Soekarno Hatta harus ikhlas pindah kantong. Lumayanlah, soalnya duit itu tak seperti Naruto yang bisa dikloning dengan jurus<em> kage bunshin no jutsu</em> nya. Jika dua kali terapi belum sembuh bisa ikut paket selanjutnya.</p>
<p>Lantas dapat apa dari dua kali terapi itu? Kang Paroloyo mendapatkan terapi dipijit dan <em>diborehi</em> dengan ramuan tumbukan wal deplokan herbal. Mulai dari kencur, bawang merah, dan segala rempah-rempah diracik, ditumbuk dan dipoles ke tubuh yang sakit. Dan itulah yang dibawa pulang. Disangoni dan disuruh bawa brambang bawang macem <em>bumbu pawon</em> untuk ditumbuk dan diboreh sendiri di rumah.</p>
<p>Setelah dua kali terapi, kang Paroloyo baru ngeh. Ternyata enam lembar soekarno Hattanya hanya mendapat bumbu pawon itu. Hingga akhirnya dia ngomong di akhir sesi terapinya :</p>
<p><em>&#8220;Pak Tabib, terimakasih sudah mau menterapi saya. Namun maaf saya belum mendapat manfaat berarti dari dua kali terapi ini. Dan saya nilai terapi pak tabib ini terlalu mahal untuk hanya sekedar mborehi bumbon ke tubuh saya. Jadi saya mungkin tak bisa melanjutkan terapi lagi,&#8221;</em> katanya.</p>
<p>Sang tabib akhirnya buka bicara, <em>&#8220;Maaf Kang, sebenarnya saya ini bekerja tidak sendiri. Saya ini hanya buruh, di bawah satu manajemen bersama.&#8221; </em>kata sang tabib mulai menerangkan. Dan akhirnya terungkap bahwa dia hanya alat, yang diperalat satu pemodal memanfaatkan jaringan televisi swasta. Dimunculkan secara karbitan, tampil wawancara di tipi dalam satu acara terapi alternatip. Sasaran tembak konsumennya adalah pasien yang penasaran yang belum pernah mencoba cara terapinya. Bukan hendak sungguh-sungguh membantu terapi, tapi hanya mengorek duit pasien yang masih terus mencari jalan kesembuhan.</p>
<p>Duit yang dikeluarkan pasien adalah <strong><em>&#8220;tarip rasa penasaran&#8221;</em></strong> sang pasien, seperti apa sih model terapinya? Kalo seratus orang saja yang penasaran ingin mengetahui terapinya, itu berarti 60 juta ripis. Sedang bea untuk bisa tampil di tipi, cukup dengan pengeluaran sekitar 6 jutaan ripis setor ke stasiun tipinya. Hasilnya sepuluh kali lipat. Masalah nantinya pasien gak kembali lagi itu no problem. Tinggal bikin lagi dengan tabib yang lain yang serupa modusnya. Lalu duplikasi ke kota lain. Masih ratusan kota di seluruh Indonesia dengan stasiun swasta di daerah masing-masing. Dan masyarakat hanya tahu, kalo sudah bisa masup tipi pasti valid. Padahal tipi itu bisa dimasupin siapa saja asalkan taripnya sesuai buat menyambung napas tayang tipinya.</p>
<p>Pesan simbah, buat yang masih sakit kronis dan berusaha sembuh jangan putus asa. Hanya saja berhati-hatilah memilih terapi. Contoh kang Cidromoto adalah kasus riil dimana dia hampir cilaka karena mendatangi tabib dukunoid. Tabib tapi sebenarnya dukun materilistis manipulatif yang bisa mengancam amalan akheratnya dan menguras kantongnya. Sedangkan kang Paroloyo adalah contoh kasus yang juga riil, betapa terapi alternatip dijadikan ajang mencari duit dengan memanfaatkan rasa penasaran sang pasien seperti apa bentuk terapi yang ditawarkan. Bukan sungguh-sungguh berpraktek hendak menyembuhkan. Intinya adalah berhati-hatilah terhadap <strong><em>tabib dukunoid manipulospekuloopportunismaterialisadistis</em></strong>. Satu julukan bikinan mbah Dipo yang boleh dikoreksi ejaannya dan gak bakalan masup di search engine sehingga memang kurang menjual dari segi SEO.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/tabib-dukunoid.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiamat</title>
		<link>http://www.pitutur.net/kiamat.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/kiamat.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 04:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[akherat]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tentang hari kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena alam 6 juli 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Holiwud]]></category>
		<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/kiamat.jsp</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kapan Kiamat datang?&#8221; tanya Kang Harjo Linthing.
&#8220;Yo embuh,&#8221; jawab Lik Giman Mbako. &#8220;Gak ada yang tahu itu, kecuali Gusti Allah.&#8221;
&#8220;Halah, sebentar lagi kiamat juga dateng, biasanya datengnya bareng nyi amat,&#8221; sahut Kadi Semprul sambil nglekar. &#8220;Kalo nggak percaya silakan ditunggu deket lincak situ..hehehe..&#8221;
Glodakk..!! Kadi Semprul bablas njlungup didhupak Kang Harjo Linthing.
&#8220;Dapurmu kuwi, ditanya serius malah [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kapan Kiamat datang?&#8221; tanya Kang Harjo Linthing.</p>
<p>&#8220;Yo embuh,&#8221; jawab Lik Giman Mbako. &#8220;Gak ada yang tahu itu, kecuali Gusti Allah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Halah, sebentar lagi kiamat juga dateng, biasanya datengnya bareng nyi amat,&#8221; sahut Kadi Semprul sambil nglekar. &#8220;Kalo nggak percaya silakan ditunggu deket lincak situ..hehehe..&#8221;</p>
<p>Glodakk..!! Kadi Semprul bablas njlungup didhupak Kang Harjo Linthing.</p>
<p>&#8220;Dapurmu kuwi, ditanya serius malah njawabnya ngomyang,&#8221; bentak Kang Harjo Linthing.</p>
<p>Kejadian di atas adalah fiktif. Nama dan tokohnya juga fiktif. Tapi percakapan model di atas pernah terjadi. Kalo di dunia pilem, biar mengangkat temanya jadi lebih riil, di posternya diembel-embeli &#8220;Diinspirasi oleh Kisah Nyata.&#8221;<span id="more-339"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Melihat bertubi-tubinya bencana datang silih berganti, beberapa orang yang mengaku memiliki daya linuwih mulai mengeluarkan statement yang nganeh-nganehi. Topik bahasannya adalah tentang Kiamat, bukan Ki Amat suaminya Nyi Amat. Entah demi mengatrol namanya di dunia perparanormalan, atau demi embuh ra weruh, tiba-tiba muncullah ramalan-ramalan yang memprediksi datangnya saat kiamat.</p>
<p>Saat Ramadhan kemarin anak simbah yang mbarep bertanya, &#8220;Pak kata bu guru, kiamat itu terjadi nanti tahun 2020. Apa bener itu pak?&#8221;</p>
<p><em>&#8220;Wah, gurumu salah le. Dapet info darimana itu? Wong molekat Jibril dan Kanjeng Nabi saja nggak tahu. Yang tahu hanya Allah le,&#8221;</em> jawab simbah.</p>
<p>Tak kalah ramenya, topik kiamat ini juga diangkat oleh dalang-dalang pilem <strong>Holiwud</strong> spesialis pilem disaster macem dalang pilem The Day After Tommorow. Judulnya 2012, yang menggambarkan datengnya kiamat ala Holiwud. Apa dasarnya menetapkan angka 2012 gak jelas, tapi ada dalang pilem lain yang mbikin pilem dijuduli Doomsday 2012. Kayaknya ada sesuatu di angka 2012 ini.</p>
<p>Padahal di tahun 1999 kemarin, tukang otak atik angka juga sempat bikin heboh dengan ramalan bahwa kiamat akan terjadi tanggal 9 bulan 9 tahun 99. Dan ternyata saat tanggal itu lewat, <em>&#8220;Dunia Belum Kiamat&#8221;</em>. Untung saja gak ada penjahat segila David Quraisy ..eh. David Koresh yang ngajak bunuh diri rame-rame di hari yang diramalkan kiamat itu.</p>
<p>Tema kiamat memang tema yang menarik. Banyak orang yang berusaha mengambil untung dengan tema ini. Korbannya adalah orang yang tak paham perihal kiamat. Ataupun kalo ngaku paham, ternyata salah paham. Banyak isu bisa diusung dari tema kiamat, yang dapat diambil keuntungan duniawinya.</p>
<p>Isu Imam Mahdi menjelang kiamat, dipakai segolongan orang buat melegitimasi ketokohan dirinya dilambari hadits gathuk enthuk buat menguntungkan diri. Mulai dari isu satrio piningit, Lia Eden, dan tokoh-tokoh mitos bikinan dalang maupun empu yang sebenarnya penyalahgunaan hadits Imam Mahdi demi kepentingan golongan dan kelompoknya.</p>
<p>Tak kurang munculnya Dajjal dengan segala versi tafsir beserta turunnya Nabi Isa as, menjadi komoditi buat mengeruk keuntungan dan seringkali dipakai buat memukul golongan lain yang tak sepaham. Jika kebetulan gak cocok sama Sekubidu, maka dianggaplah Sekubidu itu Dajjal. Kalo cocok sama Minimos, maka disanjunglah Minimos habis-habisan dan diangkat menjadi nabi Isa sekaligus Imam mahdi walaupun Minimos itu jelas-jelas wedhok. Bahkan fenomena alam yang sebenarnya alami, karena tak paham, ditapsir macem-macem. Mulai dari tapsir markas jin sampai markasnya dajjal diwedar dan diluncurkan. Hal beginian merupakan menu lezat pecinta hal yang berbau sensasi. Makin sensasional makin nyamleng. Hingga akhirnya yang kurang sensasional nggak laku. Ujung dan kesensasionalannya adalah menyebut angka pasti tahun terjadinya kiamat.</p>
<p>Bagi yang berilmu, sebutan yang paling tepat bagi hal beginian cuma satu : <em>&#8220;Kurang Gaweyan.&#8221;</em> Bagi yang berilmu, yang penting bukan kapan terjadinya kiamat, namun yang terpenting adalah kesiapan bekal. Bagi yang sibuk menyiapkan bekal, tak ada waktu buat mikir kapan datangnya kiamat. Karena kesibukan menyiapkan bekal buat kiamat tak memberi waktu baginya buat aktifitas yang berjudul &#8220;Kurang Gaweyan&#8221; ini.</p>
<p>Bagi orang yang luang waktu dan tak merasa perlu untuk sibuk menyiapkan bekal buat kiamat, waktu kapan terjadinya kiamat dirasa lebih penting buat dibahas daripada menyiapkan bekalnya.</p>
<p>Saran simbah, di tengah banjir bencana yang ada. <strong>Tetaplah fokus nyari bekal buat akherat.</strong> Galang dana buat yang membutuhkan adalah salah satunya. Dan tak perlu meributkan kapan kiamat datang. Jika sampeyan tak peduli nyari bekal buat kiamat, maka saat itulah kiamat sampeyan sudah datang.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/kiamat.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian ketiga)</title>
		<link>http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-ketiga.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-ketiga.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 04:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[Cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[Herbal]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi]]></category>
		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-ketiga.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Setelah jeda agak lama, simbah berusaha menulis lagi untuk menyambung pembahasan masalah testimoni yang cerdas. Entah mengapa jedanya agak lama. Lha ngurus anak lima masih cilik-cilik bau kencur, jahe dan temulawak itu ternyata mbikin pegel juga. Walaupun tetep menyehatkan di jiwa.
Simbah lanjutkan poin testimoni yang cerdas :
3. Jika ingin menunjukkan bahwa bahan herbalnya yang berkhasiat, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-kedua.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian kedua)'>Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian kedua)</a> <small>Seperti janji simbah sebelumnya, sekarang kita mbahas lagi beberapa hal...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-pertama.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian pertama)'>Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian pertama)</a> <small>Sekitar seminggu yang lalu simbah kedatangan pasien langganan simbah yang...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_400" class="wp-caption alignright" style="width: 300px"><a href="http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-pertama.jsp/theraphy-herbal-medicine" rel="attachment wp-att-400"><img src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2009/05/theraphy-herbal-medicine.jpg" alt="theraphy-herbal-medicine" title="theraphy-herbal-medicine" width="300" height="356" class="size-full wp-image-400" /></a><p class="wp-caption-text">Salah Kaprah Terapi Herbal</p></div>Setelah jeda agak lama, simbah berusaha menulis lagi untuk menyambung pembahasan masalah testimoni yang cerdas. Entah mengapa jedanya agak lama. Lha ngurus anak lima masih cilik-cilik bau kencur, jahe dan temulawak itu ternyata mbikin pegel juga. Walaupun tetep menyehatkan di jiwa.</p>
<p>Simbah lanjutkan poin testimoni yang cerdas :</p>
<p>3. <strong><em>Jika ingin menunjukkan bahwa bahan herbalnya yang berkhasiat, jangan melaporkan testimoni yang ternyata pemakaiannya dikombinasi dengan obat kimia sintetis.</em></strong></p>
<p>Satu contoh kasus: simbah pernah kedatangan pasien mengeluhkan penyakit jantung. Dia berobat ke ahli jantung. Diberi obat lalu dikonsumsi dengan teratur. Setelah minum secara rutin selama 3 hari, dia bilang ke simbah belum ada perubahan apa-apa. Lalu dia pergi ke pengobatan alternatip. Dia diberi ramuan jamu herbal yang katanya ampuh buat ngreparasi jantung. Baru sehari minum katanya sudah baikan.<br />
<span id="more-331"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Simbah nanya, &#8220;<strong>Selama minum jamu itu obat dari dokter jantung masih diminum apa nggak?</strong>&#8221;</p>
<p>Dia jawab, &#8220;Masih mbah.&#8221;</p>
<p>Kasus seperti di atas tak bisa digunakan untuk memvonis bahwa obat dari dokter tak manjur babar blas, sedangkan herbalnya jos gandos khasiatnya. Karena seringkali satu terapi obat, membutuhkan waktu untuk mencapai hasil khasiat yang diinginkan. Sebagaimana kasus penyakit typus, pasien seringkali mengalami turun panas pada hari ketiga setelah diterapi. Jadi tidak langsung sim salabim panasnya turun, bahkan makan waktu sampai 3 hari. Ada pasien simbah yang katanya kena typus sudah 3 hari dirawat di RS belum turun panasnya. Setelah diberi jamu yang bahannya dari cacing, langsung turun. Sampeyan tak bisa mengatakan bahwa obat bahan cacingnya itu yang menurunkan panasnya. Karena memang terapi typus baru memberikan hasil setelah 3 hari.</p>
<p>Kalau ingin mengatakan bahan herbal dari pengobatan alternatip itu yang lebih berkhasiat, seharusnya obat dari dokter dihentikan. Lalu ambil jeda beberapa hari, barulah dikonsumsi herbalnya dan ditunggu khasiatnya. Hal ini akan menghasilkan testimoni yang baik dan bisa dipakai untuk modal penelitian lebih lanjut dari bahan herbal yang bersangkutan.</p>
<p><strong><em>4. Kesembuhan harus terukur secara obyektif juga.</em></strong></p>
<p>Jika penegakan diagnosa harus terukur, demikian juga manakala mengaku sudah sembuh. Kesembuhan haruslah terukur secara obyektif, bukan kesembuhan subyektif. Jika dengan konsumsi satu bahan herbal seseorang mengaku kankernya sembuh, kesembuhan dari kanker itu bukanlah dilihat secara subyektif saja. Haruslah ada satu tindakan biopsi ataupun scan ataupun pemeriksaan obyektif yang menyatakan bahwa kankernya sudah tak berbahaya lagi.</p>
<p>Seringkali pemakai herbal hanya menyatakan kesembuhan dirinya hanya dengan menggunakan kata-kata &#8220;sudah sembuh&#8221;. Sedangkan ukuran sembuhnya tak ada. Pernyataan sembuh yang baik harusnya melampirkan data-data pemeriksaan laboratorium pasca terapi yang bisa dibandingkan dengan hasil lab sebelum terapi.</p>
<p>Namun hal ini masih memiliki kendala. Penggunaan laboratorium masih dimonopoli oleh ahli pengobatan medis. Sedangkan kaum herbalis tak punya akses untuk memberikan pengantar bagi penilaian obyektif kesembuhan pasiennya. Untuk itu harus ada kerjasama antara dokter medis dan juga herbalis. Agar satu penyakit tegak diagnosanya dengan pemeriksaan obyektif, sekaligus kesembuhanya pun dinyatakan dengan pemeriksaan obyektif.</p>
<p>Kalo testimoni pengguna herbal sudah makin cerdas, ini akan memberikan modal yang bagus bagi ahli farmasi dan farmakologi untuk meneliti satu bahan herbal. Tentu saja akan dilakukan riset dan penelitian untuk mencari bahan aktif dan sekaligus mencari cara agar bahan herbal tersebut bisa dimasyarakatkan.</p>
<p>Sayangnya masih banyak ahli herbal yang seringkali justru bersikap memonopoli keahliannya. Yakni dengan cara menyembunyikan bahan apa yang ada di dalam ramuannya. Dia berprinsip :</p>
<p>&#8220;Sudahlah, jangan banyak cingcong, unthal saja jamu saya. Yang penting sampeyan bagas waras. Lha kalo isinya apa jamu saya, itu rahasia saya tho.&#8221;</p>
<p>Herannya sang pasien justru malah suka pada ahli herbal yang buka praktek dengan menanamkan prinsip demikian. Semakin akut bermain-main dengan yang rahasia-rahasia, semakin asyik mengkonsumsi jamunya. Apalagi kalo diumuki sama dukun herbalnya, <em>&#8220;Ini herbal yang tahu cuma 2 orang di dunia. Satu saya sendiri. Yang kedua adalah guru saya yang sekarang praktek di Tibet sana.&#8221; </em></p>
<p>Lhaladalah, opo ra mangtabh..Mbuh dia dikasih ati celeng, apa uyuh kirik atau bahan hewani lainnya yang diklaim herbal gak masalah. Yang penting mak greng!!</p>
<p>Saran simbah, kalau ada ramuan kok ditutup-tutupi dan berkesan eksklusif dan rahasia harusnya kita makin curiga. Sayangnya kita hanya bersikap begitu pada obat-obat kimia sintetis saja. Padahal justru obat kimia sintetis sedang tertib-tertibnya menuliskan kandungan senyawa aktip di kemasannya. Sedangkan kalau bahan herbal kita permisif. Nggak ditulis apa isinya gak masalah. Akhirnya ada saja bajingan tengik yang memanfaatkan sisi gelap kebodohan konsumen herbal ini yang lantas mencampur bahan obat kimia sintetis ke dalam bahan herbal atau jamu. Ini karena saking permisifnya konsumen dengan apa yang namanya bahan alami sehingga gak mau tau bahan apa yang dikopyok di dalamnya.</p>
<p>Semoga <strong>tulisan berantai</strong> tentang <strong>Terapi Herbal</strong> dari simbah bermanfaat.</p>
<p><em>Seri Terapi Herbal</em><br />
<a href="http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-pertama.jsp">Salah Kaprah Terapi Herbal Bagian Pertama</a><br />
<a href="http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-kedua.jsp">Salah Kaprah Terapi Herbal Bagian kedua</a></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-kedua.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian kedua)'>Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian kedua)</a> <small>Seperti janji simbah sebelumnya, sekarang kita mbahas lagi beberapa hal...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-pertama.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian pertama)'>Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian pertama)</a> <small>Sekitar seminggu yang lalu simbah kedatangan pasien langganan simbah yang...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-ketiga.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian pertama)</title>
		<link>http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-pertama.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-pertama.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 03:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[Herbal]]></category>
		<category><![CDATA[Salah Kaprah]]></category>
		<category><![CDATA[Seri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-pertama.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar seminggu yang lalu simbah kedatangan pasien langganan simbah yang mengeluhkan sakit kepala hebat. Pasien ini adalah pasien lama yang rajin kontrol karena menderita tekanan darah tinggi. Namun sudah sekian lama ini pasien ini absen kontrol, baru hari itu njedhul wal nongol lagi.
Walhasil, setelah simbah ukur tensinya, ternyata tekanan darahnya mencapai angka 200 sistole dan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-ketiga.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian ketiga)'>Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian ketiga)</a> <small>Setelah jeda agak lama, simbah berusaha menulis lagi untuk menyambung...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-kedua.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian kedua)'>Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian kedua)</a> <small>Seperti janji simbah sebelumnya, sekarang kita mbahas lagi beberapa hal...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekitar seminggu yang lalu simbah kedatangan pasien langganan simbah yang mengeluhkan sakit kepala hebat. Pasien ini adalah pasien lama yang rajin kontrol karena menderita tekanan darah tinggi. Namun sudah sekian lama ini pasien ini absen kontrol, baru hari itu njedhul wal nongol lagi.</p>
<p>Walhasil, setelah simbah ukur tensinya, ternyata tekanan darahnya mencapai angka 200 sistole dan 110 diastole. Simbah agak kaget, karena pada dua kali kontrol sebelumnya, sang pasien menunjukkan angka tekanan darah yang cenderung normal. Ha kok absen sekian lama, dumadakan tensinya menjadi njeblug ke ubun-ubun. Maka simbah pun menginterogasi:</p>
<blockquote><p>&#8220;Obatnya apa nggak diminum tho pak?&#8221; tanya simbah.</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;Begini dok,&#8221; katanya mulai menjelaskan. &#8220;Sudah lebih dari 2 minggu ini saya tidak lagi meminum obat yang biasa mbah dokter kasih. Saya sekarang beralih ke pengobatan herbal ala Nabi mbah, karena sekarang saya sedang menjalani terapi ke salah seorang ustadz.&#8221;</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;Oo, begitu. Lantas yang memutuskan berhenti minum obat dari dokter bapak sendiri atau atas anjuran sang ustadz?&#8221;</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;Semuanya atas anjuran ustadznya mbah. Bahkan saya sudah diruqyah, dan katanya memang pada diri saya ada 2 jin yang mengganggu sehingga tekanan darah saya nggak pernah normal. Ha wong diganggu jin terus.&#8221;</p></blockquote>
<p><span id="more-327"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p><div id="attachment_400" class="wp-caption alignleft" style="width: 300px"><a href="http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-pertama.jsp/theraphy-herbal-medicine" rel="attachment wp-att-400"><img src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2009/05/theraphy-herbal-medicine.jpg" alt="theraphy-herbal-medicine" title="theraphy-herbal-medicine" width="300" height="356" class="size-full wp-image-400" /></a><p class="wp-caption-text">Salah Kaprah Terapi Herbal</p></div>Hwarakadah&#8230; jin cap apa ini yang ngoprek-oprek tekanan darah. Jin cap Tempe Duduk apa ya? Sebelumnya perlu diketahui, bahwa pasien simbah ini juga menderita Diabetes Melitus dengan kontrol yang baik. Gulanya tak pernah melebihi 200 mg/dl. Dan atas pengakuan sang pasien, sang ustadz memberikan terapi Habbatussauda dan madu, serta menyarankan agar semua obat dari dokter yang dibahasakan dengan kata <em>&#8220;obat kimia&#8221;</em> harus dihentikan. Diganti dengan obat herbal yang <em>&#8220;pasti tanpa efek samping&#8221;</em>.</p>
<p>Sampai di sini simbah merasa sedih dan sekaligus prihatin. Pendapat seperti yang disampaikan sang pasien dan juga ustadznya yang mengobatinya di atas sangat banyak penganutnya. Bahkan dengan segala embel-embel istilah yang dipegang teguh oleh penganutnya. Padahal definisinya amburadul dan seringkali tak dipahami.</p>
<p>Simbah bukan hendak merendahkan dan meremehkan pengobatan herbal. Simbah sendiri adalah pelaku pengobatan herbal dan menjadi konsultan pengobatan herbal di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang herbal. Namun tak bisa dipungkiri bahwa praktisi herbal yang ada di lapangan seringkali tak memiliki latar belakang medis apapun. Apalagi kalau sudah menyangkut keyakinan, seperti Thibbun Nabawi, seringkali praktisinya hanya mendasarkan sabda Nabi saw bahwa dengan bahan obatnya (entah benar dosis dan cara pakainya atau tidak) pasti sembuh. Tak peduli etiologi penyakitnya bagaimana, pokoknya obatnya yang itu. Sampai-sampai penyakit turun berok yang sudah gondhal-gandhul sebesar kepala bayi hanya diberi madu dan habbatussauda, dengan keyakinan turun beroknya bisa naik berok sendiri.</p>
<p><em>Beberapa kesalahan pemahaman dalam pengobatan herbal di antaranya adalah :</em></p>
<p><strong>1. Obat medis adalah obat kimia, sedangkan herbal bukan kimia.</strong><br />
Memang istilah ini hanyalah sekadar istilah untuk memudahkan penyebutan dan pengelompokan. Tapi sebenarnya baik obat medis maupun herbal semuanya adalah bahan kimia. Karena semua zat yang ada di alam semesta ini tersusun atas unsur-unsur kimia. Bahkan air ludah yang ada di mulut kita dan kita &#8216;emut&#8217; layaknya permen sehari-hari itupun merupakan bahan kimia. Mungkin kalau mau menggunakan istilah yang lebih mendekati benar (tidak seratus persen benar) adalah: obat medis merupakan kimia sintetis, sedangkan herbal adalah kimia alami. Namun semuanya merupakan bahan kimia.</p>
<p><strong>2. Obat medis selalu memiliki efek samping dan tidak aman, sedangkan herbal tumbuhan alami bebas efek samping dan aman.</strong><br />
Istilah ini memberi kesan bahwa obat medis berbahaya dan tidaka aman dikonsumsi karena selalu memberikan efek samping yang merusak, sedangkan herbal aman dan tidak bahaya karena tanpa efek samping. Istilah ini dipakai tanpa dasar dan mengabaikan banyak fakta. Herbal walaupun alami, bukannya tanpa efek samping. Bahkan tidak selalu aman.</p>
<p>Kita semua tahu bahwa bayam, kangkung, asparagus adalah sayuran &#8211; sudah pasti bahan herbal- yang memiliki zat yang bermanfaat bagi tubuh. Bayam dan kangkung bagus untuk nutrisi karena kandungan zat besinya yang tinggi. Tapi apakah selalu aman dikonsumsi? Ternyata tidak. Penderita asam urat hampir selalu diingatkan dokter ketika berobat, untuk menghindari konsumsi kedua bahan herbal ini.</p>
<p>Bahan tumbuhan pun ada juga yang berbahaya bahkan beracun. Semua tahu bahwa makanan binatang Koala adalah daun eucaliptus yang jika dimakan manusia hampir bisa dipastikan wasalam. Dan satu lagi bahan herbal tumbuhan alami untuk sedikit ngobok-obok pemahaman rancu ini adalah daun ganja, dan daun koka. Bagi yang rajin nyimeng pasti kenal dengan daun ganja. tentu saja ini bukan bahan kimia, namun herbala alami. Namun sekali nyedhot sak sledupan, bisa mbikin melayang-layang. Sedangkan daun koka adalah bahan pembuat kokain yang bahayanya sudah disepakati baik tabib herbal maupun ahli medis, bahkan oleh Kang Panjul yang awam sekalipun.</p>
<p>Jadi tingkat bahaya dan keamanan tidak bergantung pada bahan alami atau kimia sintetis. Namun banyak faktor berperan dalam keamanan pemakaian satu bahan terapi. Diantaranya adalah <strong>dosis</strong>, cara pemakaian, lamanya pemakaian dan interaksi pemakaian dengan bahan lain. Keunggulan bahan alami dalam hal keamanan adalah pemakaian jangka lama. Bahan alami cenderung lebih aman jika dipakai dalam jangka lama. Dan memang hampir semua bahan alami ditujukan untuk terapi jangka panjang, bukan untuk terapi akut jangka pendek. Dalam hal serangaan akut jangka pendek, terapi kimia medis lebih unggul. Itulah mengapa simbah menyayangkan sang ustadz yang menghentikan terapi simbah pada penderita tekanan darah tinggi yang sebenarnya sudah simbah program untuk mengurangi obat kimia medis dan perlahan bergeser ke pengobatan herbal. Peralihan ini butuh waktu panjang, bahkan tahunan. Tidak bisa langsung seseorang menghentikan terapi dokter, lalu diganti dengan terapi yang efeknya baru terasa setelah jangka lama, sementara serangannya akut.</p>
<p>Seperti biasa, jika tulisan simbah sudah agak kedawan wal pating klewer begini, simbah lebih suka memecahnya menjadi beberapa bagian. Masih ada beberapa poin penting yang mau simbah sampaiken. Namun untuk menghindari pembaca nyekrol mouse sampai ndlosor, simbah sudahi dulu bagian pertama bab ini. Semoga sampeyan tetep sabar mengikuti tulisan berikutnya, karena memang simbah seringkali terlalu lama memberi jeda. Semoga yang ini tidak&#8230;. <img src='http://www.pitutur.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p><em>Seri Terapi Herbal</em><br />
<a href="http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-kedua.jsp">Salah Kaprah Terapi Herbal Bagian Dua</a><br />
<a href="http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-ketiga.jsp">Salah Kaprah Terapi Herbal Bagian Ketiga</a></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-ketiga.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian ketiga)'>Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian ketiga)</a> <small>Setelah jeda agak lama, simbah berusaha menulis lagi untuk menyambung...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-kedua.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian kedua)'>Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian kedua)</a> <small>Seperti janji simbah sebelumnya, sekarang kita mbahas lagi beberapa hal...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/salah-kaprah-terapi-herbal-bagian-pertama.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warga Baru</title>
		<link>http://www.pitutur.net/warga-baru.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/warga-baru.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 00:31:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[Selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Kamis lalu, tepat pukul 04.20 pagi simbah dipaksa nangis lagi dengan hadirnya satu warga baru yang sudah 9 bulan ini menghuni alam rahim yang Allah titipkan di perut istri simbah. Bayi perempuan berbobot 3,7 kg ini pecah tangisnya di tanggal 23 April 2009, tepat sebagaimana HPL (Hari Perkiraan Lahir) yang simbah hitung dari HPMT simboknya. [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis lalu, tepat pukul 04.20 pagi simbah dipaksa nangis lagi dengan hadirnya satu warga baru yang sudah 9 bulan ini menghuni alam rahim yang Allah titipkan di perut istri simbah. Bayi perempuan berbobot 3,7 kg ini pecah tangisnya di tanggal 23 April 2009, tepat sebagaimana HPL (Hari Perkiraan Lahir) yang simbah hitung dari HPMT simboknya. Tak terlalu cepat ataupun terlalu lambat barang seharipun. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa sang jabang bayi nantinya menjadi orang yang disiplin dan tepat waktu.</p>
<p>Dan sebagaimana doa-doa simbah terdahulu terhadap anak simbah, semua simbah harapkan akan menjadi manusia yang menjadi sebab diturunkannya hidayah dan rahmat bagi seluruh alam. Harapan simbah tak berlebihan. Karena anak adalah &#8220;Kemungkinan Tak Terbatas&#8221;. Tak ada yang menyangka jabang bayi yang lemah dan mewekan itu setelah dewasa ternyata ada yang tumbuh dan berkembang menjadi pribadi semacam Hitler atau Fir&#8217;aun. Dan juga tak ada yang menyangka, jabang bayi yatim di tanah Mekkah beberapa abad yang lalu ternyata setelah dewasa menjadi orang yang namanya paling banyak disebut di dunia, yakni Baginda Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Simbah gak tahu anak-anak simbah nantinya menjadi bagaimana. Tapi simbah sangat berpegang pada hukum Allah yang mendasari keputusan takdir, yakni hukum sebab akibat. Maka simbah usahakan simbah membuat sebab-sebab yang baik pada diri anak-anak simbah. Semoga dengan memulai sebab-sebab yang baik secara maksimal, Allah turunkan akibat yang baik pada anak-anak simbah. </p>
<p>Memiliki 5 anak memang bukan hal yang ringan. Beberapa teman sejawat simbah bahkan ketar-ketir melihat simbah. Ha wong dia beranak satu saja sudah ngetung-ngetung berapa jumlah duit yang dia butuhkan buat mewujudkan anaknya menjadi orang yang sukses. Dia sebut angka sampai sekian &#8220;M&#8221;. Lha kalo lima anak wah&#8230; lima kali sekian &#8220;M&#8221;. Busyet dah, kata dia.</p>
<p>Anak tidak mengurangi rejeki orang tua dan juga tidak menambahnya. Anak membawa rejekinya sendiri. Kalaupun orang tua seperti ketambahan rejeki, itu hanya &#8217;seperti&#8217; saja. Hakikatnya, itu adalah rejeki anak yang memang Allah titipkan lewat orang tuanya.</p>
<p>Mohon doanya agar warga baru ini menambah jumlah populasi orang solehah sedunia. Amin</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/warga-baru.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Level Kenikmatan</title>
		<link>http://www.pitutur.net/level-kenikmatan.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/level-kenikmatan.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 03:49:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/level-kenikmatan.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari terakhir ini simbah lihat buah belimbing di depan rumah simbah tampak gede-gede dan menguning. Hampir tiap hari anak-anak memetik dan merasakan nikmatnya belimbing itu. Tadinya buah belimbing merupakan buah paporit simbah. Baru mendengar namanya saja sudah kemecer. Apalagi jika melihat orang rujakan sembari sesekali ndulit sambel rujaknya, wah makin kotos-kotos saja&#8230;
Namun setelah memiliki [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari terakhir ini simbah lihat buah belimbing di depan rumah simbah tampak gede-gede dan menguning. Hampir tiap hari anak-anak memetik dan merasakan nikmatnya belimbing itu. Tadinya buah belimbing merupakan buah paporit simbah. Baru mendengar namanya saja sudah kemecer. Apalagi jika melihat orang rujakan sembari sesekali ndulit sambel rujaknya, wah makin <i>kotos-kotos</i> saja&#8230;</p>
<p>Namun setelah memiliki pohon sendiri, simbah mulai merasakan yang namanya belimbing itu biasa-biasa saja. Malahan simbah terhitung jarang makan buah belimbing walaupun hampir setiap hari di kulkas selalu tersedia. Malahan justru para tetangga yang seringkali menikmati buah belimbing simbah.</p>
<p>Sebenarnya tidak hanya simbah yang merasakan hal serupa. Hampir semua pemilik pohon buah-buahan ataupun hal yang lain pasti akan merasakan hal serupa. Yu Ginem yang memiliki kebun duren di belakang rumahnya, akan menganggap makan duren bukanlah hal yang luar biasa. Mungkin justru Yu Ginem akan lebih tertarik pada buah ciplukan yang tumbuh liar di kebon Kang Jemprit dimana kang Jemprit sendiri tiap hari sibuk nebasi pohon Ciplukan itu karena dianggap mengganggu.</p>
<p>Orang menamai penomena ini dengan kata &#8220;bosan&#8221;. Pokoknya kalau sudah punya sendiri malah jadi bosen. Beda keadaannya manakala masih berada di harapan atau angan-angan atau cita-cita. Si Badu yang lama memimpikan punya PS sendiri itu merasakan keasyikan yang sangat manakala belum punya PS sendiri dan hanya nebeng di rumah tetangganya. Justru keasyikan itu menjadi menghilang di saat dia bisa mengangkangi sendiri PSnya yang dibelikan oleh simboknya setelah menjual wedhus kesayangannya. Walaupun di minggu-minggu awal dia masih merasakan keasyikan yang sama seperti di rumah tetangganya.</p>
<p>Begitulah kehidupan. Justru kenikmatan segala sesuatu dalam hidup ini bisa lebih terasa manakala segalanya masih dalam harapan dan cita-cita. Manakala harapan dan cita-cita itu tercapai, seseorang mengalami proses pendataran dan selanjutnya penurunan di dalam hal level kenikmatannya.</p>
<p>Cobalah sampeyan temui kaum gembel wal kere, lalu berikanlah pada mereka selembar uang dua puluh rebuan. Maka sampeyan akan dapati ekspresi wajah kegembiraan yang tiada tara yang tak sampeyan dapati di wajah seorang Pengusaha Konglomerat sekaligus merangkap <i>Taleg (Anggota Legislatip)</i> jika diberi nominal uang yang sama. Sang Konglomerat Taleg tadi baru akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama jika yang diberikan adalah sekoper penuh uang gambar Soekarno Hatta. Level kenikmatan uang duapuluh ribuan ripis sudah lewat.</p>
<p>Sampeyan temtu ingat grup-grup musik dunia semacam The Beatles atau Rolling Stones, dimana pada saat segalanya sudah bisa mereka nikmati yang terjadi adalah ketiadaan harapan dan cita-cita. Harapan dan cita-cita adalah satu hal yang baru bisa diwujudkan <b>NANTI</b> saat dia mampu mencapainya. Di lepel keadaan dimana segalanya bisa diwujudkan <b>SEKARANG</b> justru membuat seseorang tak bisa bercita-cita dan berharapan. Segala sesuatu yang bisa dinikmati bisa diwujudkan saat itu juga, apapun itu. Ujung-ujungnya adalah seseorang menjadi pribadi yang tak mudah lagi dipuaskan. Karena lepel kenikmatan yang tadinya bisa memuaskan dia sudah dilewati semua.</p>
<p>Di keadaan seperti itu, sebagaimana sudah sampeyan tahu, orang-orang yang sudah memuncaki lepel kenikmatan dunia itu mencoba mencari kenikmatan di jalan lain. Ada yang mencoba kenikmatan di alam narkotika, morpin dan narkoba lainnya. Yang lebih ekstrim adalah seperti pasangan suami istri kaya, yang merasa sudah menikmati apapun yang ada di dunia ini. Hanya saja ada satu yang belum pernah dia rasakan dan penasaran dengan rasanya, yakni merasakan Mati alias Dut van Modiyar. Pasangan gendheng tapi kaya ini bunuh diri bareng-bareng karena penasaran dengan yang namanya mati. <i>Opo gak koplo&#8230;</i></p>
<p>Meski begitu ada juga perkecualiannya. Simbah teringat satu acara di TV AXN yang saat itu menampilkan Dylan Wilk, yakni seorang yang bisa menjadi orang terkaya nomer 9 di Inggris di usia 25 tahun. Jian, hebat tenan, siapapun pasti pingin begitu. Di awal masa <i>sugeh</i>nya, kang Dylan menghabiskan duitnya untuk koleksi mobil sport mewah yang memang digilainya. Yang namanya Ferrari dan sedulurnya menjadi target langganannya. Tak luput juga BMW, Mercy dan lainnya. Namun menurut pengakuannya, semua itu tak menjadikan dirinya menemukan arti hidup. Kesenangan memiliki mobil-mobil mewah itu hanya bertahan paling lama 6 minggu. Lalu semuanya jadi <b>BIASA</b> lagi.</p>
<p>Hidupnya jadi agak lebih hidup di saat dia dimintai bantuan mbangun rumah gelandangan sebanyak dua biji, yang biaya pembangunannya sebesar harga tiket pesawatnya.. Glodaak.. Dia tersadar. Kenikmatan hidup&nbsp; tidak hanya dengan cara memuaskan diri. Maka melihat wajah kepuasan orang yang dibangunkan rumah olehnya menjadikan hidupnya lebih berarti. Ketika dia pulang, dia melihat mobilnya dengan pandangan berubah. Dia memandang deretan mobilnya dengan pandangan jijik. Satu mobilnya yakni BMW seri M3 dijualnya dan diwujudkan menjadi 60 rumah bagi gelandangan di Filipina sekaligus dia namai komplek rumah itu dengan nama kampung M3 sesuai nama seri mobil BMW yang dia jual itu.</p>
<p>Melihat beberapa kenyataan di atas, apabila sampeyan memiliki sekian banyak harapan dan cita-cita yang belum terwujud, bersyukurlah dan kejar cita-cita itu. karena itulah yanag membuat sampeyan merasakan hidup. Gusti Allah melarang orang berputus asa atawa berputus harapan. Orang yang putus harapan selalu dikaitkan dengan orang yang tak punya harapan. Dan penyebab orang tak punya harapan ternyata ada 2, orang yang merasa <i>tak bisa mewujudkan harapan</i> dan <i>orang yang segala harapannya sudah terwujudkan hingga bingung harapan mana lagi yang akan diwujudkan.</p>
<p></i>Maka agar orang bisa terus punya harapan, carilah harapan yang tidak bisa diwujudkan di dunia. Hanya orang-orang beriman yang bisa memiliki harapan seperti itu. Karena mereka tidak menanamkan harapan sepenuhnya pada dunia. Taapi di alam yang hanya diyakini oleh orang yang dipanggil oleh Allah sebagai <i>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman&#8230;..!&#8221;</i></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/level-kenikmatan.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sobrot.. eh Sroboot !!</title>
		<link>http://www.pitutur.net/sobrot-eh-sroboot.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/sobrot-eh-sroboot.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 05:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/sobrot-eh-sroboot.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, sepulang sholat Jum&#8217;at simbah pulang rame-rame bersama jamaah sholat yang keluar dari masjid dengan wajah seperti orang bangun dari tidur panjang. Lha pigimanah tidak, ha wong khotibnya berkhotbah dengan cara mbaca dengan nada deklamasi anak TK tanpa menengok ke jamaah. Padahal jamaahnya banyak yang sudah pada semaput, sang khotib masih asyik menyelesaikan deklamasinya [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa, sepulang sholat Jum&#8217;at simbah pulang rame-rame bersama jamaah sholat yang keluar dari masjid dengan wajah seperti orang bangun dari tidur panjang. Lha pigimanah tidak, ha wong khotibnya berkhotbah dengan cara mbaca dengan nada <i>deklamasi </i>anak TK tanpa menengok ke jamaah. Padahal jamaahnya banyak yang sudah pada semaput, sang khotib masih asyik menyelesaikan deklamasinya yang kudu rampung itu. Karena gak sabaran, serombongan jamaah di pojokan masjid berteriak amin setiap sang khotib sampai pada tanda titik di kalimat khotbahnya. Jadi macam doa yang diamini saja.</p>
<p>Untungnya sang khotib paham. Ucapan amin oleh serombongan jamaah di pojokan masjid diterima dengan baik sinyalnya oleh sang khotib. Meskipun hanya ucapan <b>&#8220;Amin&#8221;</b>, namun sebenarnya pesan lengkapnya sebagai berikut : <i>&#8220;Pak khotib, sampeyan sudah keterlaluan lamanya khotbah. Sudahlah, segera selesaikan. Sudah banyak yang semaput tuh..!!&#8221;</i></p>
<p>Di luar masjid cukup panas. Lha kebetulan ada yang jualan es cendol gilar-gilar asal Jepara. Dan sang penjual belum kedatangan satu pembelipun. Maka simbah segera memesan dua bungkus es cendol itu. setelah memberikan uang limaribu ripis, simbah meminta si thole Hanif, anak sulung simbah, buat <i>nunggoni</i> sang penjual mbikin es. Simbah sendiri pergi ngambil motor yang diparkir di klinik.</p>
<p>Simbah kembali lagi ke penjual es cendol untuk menjemput thole Hanif dan es cendholnya dengan mengendarai belalang tempur simbah. Ternyata disitu sudah ada pembeli lain yang herannya malah sudah menggenggam es cendhol 2 bungkus, sementara thole Hanif babar blas belum terlayani. Sang penjual cendhol malah senyam-senyum cengengesan menyapa simbah : <i>&#8220;Maaf mbah, diselani sebentar&#8230;!&#8221;</i></p>
<p>Ah, apa pulak ini maksudnya.. &#8220;Diselani sebentar.&#8221; Kata-kata yang keluar dengan enteng tapi saat itu terasa gak mutu babar blas. Ternyata pesanan es cendhol 2 bungkus simbah diserahkan oleh penjual itu ke pembeli yang belakangan datang. Pembeli itu seorang pemuda tegap, berpakaian rapi, berkacamata yang mengesankan seorang eksekutip muda yang otaknya cukup mewarisi kepintaran <i>sang raja kumlot</i>. Dengan 2 bungkus es cendhol di tangannya simbah memandangnya dengan pandangan yang mengandung pesan. <i>&#8220;Ente goblog amat sih bung. Mentang-mentang pembelinya anak kecil ente srobot ajah. Pigimanah ente punya hati nurani? Begini ya warga negara Genthonesia yang berotak raja kumlot?&#8221;</i></p>
<p>Dengan pandangan semacam itu, rupa-rupanya si pembeli tukang srobot itu agak gerah juga. Entah mengapa tiba-tiba dia serahkan es cendol itu kepada thole Hanif yang segera disambutnya dengan senang hati. Tanpa ucapan apapun simbah langsung pergi meninggalkan pembeli dan penjual es cendhol itu dengan tarikan gas motor yang agak simbah kencengin, dimana mengandung pesan : <i>&#8220;Lain kali jangan begitu lagi ya Broer..!&#8221;</i></p>
<p>Simbah heran, ha wong hanya antrian beranggota 2 potong saja kok nekat nyrobot. Lha gimana kalo antriannya sepanjang sepur?? Kejahatan srobot ini juga diperparah oleh si pelayan atau penjual atau petugas yang mau melayani orang yang nyobrot eh.. nyrobot. Seharusnya yang melayani itu justru menegur dan menasehati, <i>&#8220;Kang, sampeyan jangan nyrobot. Ayo urut yang bener.&#8221;</i> Bukan malah melayani dan bersama-sama mendholimi hak orang yang dilangkahi antreannya.</p>
<p>Lha kalo antreannya cuma antrean es cendhol sih efeknya paling cuma ngempet dahaga. Tapi apabila antreannya antrean yang vital, macem antre urutan operasi, antrean nebus obat di apotik yang bersifat darurat segera ditebus, antrean mertombo sakit gigi yang sudah sedhut senut, wah bisa berabe. Lha kalo yang dilangkahi antreannya gak terima bisa dibacok gundhul sampeyan. Gimana tidak, melangkahi antrean alias main srobot yang membahayakan jiwa dan membuat penderitaan orang lain tentu saja akan menuai reaksi orang yang ingin selamat jiwanya dan beres urusannya.</p>
<p>Dan urusan antre ini bukan urusan kaya atau miskin, bukan pula masalah elite atau kere. Simbah pernah menghadiri acara nikahan dimana acara makannya adalah prasmanan yang dihadiri tamu-tamu undangan esklusip kelas eksekutip. Di satu sudut, simbah mencoba antrean kambing guling. Baru berapa langkah antrean berjalan, tiba-tiba ada 3 ibu-ibu bergiwang mencorong, berlipstick ala nyi Blorong, dan berbaju ala sundel bolong menyrobot tepat di depan simbah. Simbah langsung ilang napsu makan dan pergi dari antrean itu. Ha wong sugeh-sugeh kok kelakuannya idiot gitu.</p>
<p>Belum lagi di satu sudut yang lain, ada antrian es krim yang cukup kacau antriannya. Simbah saksikan sendiri nyonya-nyonya besar dan nona-nona kecil berdesakan dengan baju kondangannya yang necis, tapi desak-desakannya tak ada bedanya dengan kaum pakir miskin yang ngantri daging korban. Bahkan stand es krimnya mau roboh kalau petugasnya tidak segera membentak tamu undangan yang kesurupan hendak meraih es krim itu.</p>
<p>Lha kaum sugehnya saja begitu, maka pantas saja jikalau ada yang namanya pembagian sedekah, zakat, daging korban, angpau atau apapun namanya, selalu berbuah kerusuhan. Ngantrilah yang bener, maka hak sampeyan gak akan ada yang mendholimi.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/sobrot-eh-sroboot.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku</title>
		<link>http://www.pitutur.net/bedah-buku.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/bedah-buku.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 03:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/bedah-buku.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana sampeyan sudah ketahui, Indonesia ini terdiri dari banyak suku dan etnis. Masing-masing suku memiliki kabudayan dan bahasa masing-masing. Dan masing-masing bahasa memiliki kekhasan dalam hal intonasi kata, artikulasi hurup, maupun cara pengucapan kalimatnya. Maka orang Batak dengan orang madura tak akan sama dalam mengucapkan kata. Orang Jawa dengan orang Sunda tak akan sama dalam [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-309" title="lading-bedah" src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2009/03/lading-bedah-150x150.jpg" alt="lading-bedah" width="150" height="150" />Sebagaimana sampeyan sudah ketahui, Indonesia ini terdiri dari banyak suku dan etnis. Masing-masing suku memiliki kabudayan dan bahasa masing-masing. Dan masing-masing bahasa memiliki kekhasan dalam hal intonasi kata, artikulasi hurup, maupun cara pengucapan kalimatnya. Maka orang Batak dengan orang madura tak akan sama dalam mengucapkan kata. Orang Jawa dengan orang Sunda tak akan sama dalam bertutur kata. Sehingga lahirlah kata <em>&#8220;medhok&#8221;</em>. Jangan tanya simbah etimology kata ini, ha wong memang simbah juga <em>gak mudeng babar pisan.<br />
</em><br />
Sebagian pembaca blog ini mengomentari bahwa tulisan simbah sangat medhok jawanya. Padahal kata medhok biasanya dilontarkan untuk menilai sesuatu yang didengar, bukan yang ditulis. Gak papalah, ini mungkin hanyalah satu gejala majas yang simbah juga gak mudeng <em>babar pisan</em>.</p>
<p>Dalam penggunaan bahasa sehari-hari, huruf &#8220;d&#8221; atau &#8220;dh&#8221; dikenal dalam bahasa jawa dan diucapkan dengan logat yang berbeda. Demikian juga huruf &#8220;t&#8221; berbeda dengan &#8220;th&#8221;. Belum lagi tambahan kata dalam berbahasa seperti <em>kok, ha wong, thik, no, naknu,</em> dlsb, yang menambah tekanan makna dalam penggunaannya. Hal ini sempat menggelitik seorang sunda, yang selalu terkekeh ketika mendengar temannya yang jawa sedang berbicara.</p>
<p><em>&#8220;Kenapa sih sampeyan selalu ketawa mendengar saya ngomong?&#8221;</em> tanya seorang jawa pada temannya yang sunda.</p>
<p><em>&#8220;Ah enggak. Saya cuma geli aja denger kamu gak bisa ninggalin kata &#8220;no&#8221; dan &#8220;ik&#8221; kamu. Coba saja dengar omongan kamu, &#8220;Iyo ik&#8221;, &#8220;Yo ora no&#8221;, &#8220;Gede tenan ik&#8221;&#8230;.. hehehehe &#8220;</em> kata sang sunda sambil ketawa.</p>
<p><em>&#8220;Udahlah, itu sih memang sudah gawan dari bayek. Lha kamu sendiri gak bisa ninggalin kata <strong>&#8220;mah&#8221;</strong>&#8230;.. &#8220;</em> kata si jawa.</p>
<p><em>&#8220;Ah&#8230; itu mah gampang&#8230;&#8230;&#8221;</em> kata sang sunda mengelak sambil tetep memakai kata &#8220;mah&#8221; nya.</p>
<p>Maka untuk urusan medhok ini, simbah merupakan salah seorang jawa tulen yang lidahnya masih terjangkiti gejala medhok akut. Sampai-sampai sebelum simbah mengatakan darimana asal muasal simbah, orang langsung sudah pada tahu kalau simbah berasal dari <em>jawa ndeso.<br />
</em><br />
Tadinya hal ini membuat simbah males untuk nggedabrus di muka umum. Namun setelah simbah mengamati dan mendengar langsung beberapa maestro yang ahli di bidangnya yang berasal dari tlatah jawa, rupa-rupanya sebagiannya masih terjangkit penyakit medhok ini, maka jadi pede lah simbah. Sebut saja beberapa nama semisal maestro pilem Garin Nugroho, dimana nama <em>&#8220;Nugroho&#8221;</em> yang tak ditulis <em>&#8220;Nugraha&#8221;</em> menunjukkan dia orang jawa, bukannya sunda. Dan kejawaannya makin <em>konangan</em> ketika kita mendengar logat obrolannya. Lalu  ada Hermawan Kertajaya sang maestro marketing, walaupun namanya tak ditulis <em>&#8220;Kertojoyo&#8221;</em> tetap tak bisa menutupi logat jawanya yang akut. Dan yang tak kalah maestronya juga adalah pakar revolution yakni Tung Desem Waringin. Walau namanya babar blas gak nyrempet jawa sama sekali, namun jikalau sudah mendengar beliau ngomong orang langsung bisa menebak logat etnis mana yang dipakai dalam bicara.</p>
<p>Dibanding dengan tiga nama yang simbah sebut, simbah hanya baru mewarisi medhoknya doang. Maestronya belum sama sekali. Dan mengapa simbah bicarakan hal ini? Karena sebentar lagi simbah akan <em>nggedabrus</em> di porum bedah buku rame-rame. Namanya juga rame-rame, maka beberapa penulis dihadirkan untuk membedah bukunya masing-masing. Walaupun sebenarnya kata <em>&#8220;Bedah&#8221; </em>tak cukup <em>wangun</em> untuk dipakai, karena kata bedah biasanya dipakai untuk mengupas tuntas dari kulit bin cover sampe jeroan isi buku. Namun karena rame-rame, maka penulis mungkin hanya bisa <em>nyolek </em>dan sedikit <em>nyudhet</em> agar pembaca bisa membedah sendiri jeroan bukunya di rumah masing-masing.</p>
<p>Maka jika sampeyan di malem minggu kok merasa <em>kurang gaweyan</em> dan nglamun jorok sendirian, maka simbah saranken untuk segera membuang lamunan joroknya dan bergegas ke acara bedah buku simbah di Islamic Book Fair Senayan, pada tanggal 7 Maret 2009 pukul 7 malem. Dan dengarkan logat medhok simbah yang akan merongrong telinga sampeyan dengan akutnya. Tak ada salahnya minum obat anti mabok duluan agar tak muntah di tempat.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/bedah-buku.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Terbit Juga!</title>
		<link>http://www.pitutur.net/akhirnya-terbit-juga.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/akhirnya-terbit-juga.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 06:56:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[Pitutur]]></category>
		<category><![CDATA[prediksi lotre singapura hari sabtu tgl 3 juli 2010]]></category>
		<category><![CDATA[prediksi lotre singapura hari senin tgl 5 juli 2010]]></category>
		<category><![CDATA[www togel angka yg keluar kemaren tgl 8juli 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/akhirnya-terbit-juga.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melewati penantian tak seberapa lama, akhirnya sebuah buku yang merupakan kumpulan celotehan dan gerundelan isi otak dari simbah terbit juga. Cukup mengherankan simbah, buku yang tadinya simbah kira cuma beberapa halaman saja, ternyata setelah terbit terdiri dari 200 an halaman lebih.
Dengan terbitnya buku ini, simbah merasa seperti memasuki babak baru dalam kehidupan simbah. Yakni [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melewati penantian tak seberapa lama, akhirnya sebuah buku yang merupakan kumpulan celotehan dan gerundelan isi otak dari simbah terbit juga. Cukup mengherankan simbah, buku yang tadinya simbah kira cuma beberapa halaman saja, ternyata setelah terbit terdiri dari 200 an halaman lebih.<img style="max-width: 800px;" src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2009/02/dendo.jpg" alt="" width="480" height="358" /></p>
<p>Dengan terbitnya buku ini, simbah merasa seperti memasuki babak baru dalam kehidupan simbah. Yakni menjadi seorang Penulis, satu profesi yang tak pernah disebut anak-anak SD di saat mereka ditanya mau jadi apa kelak saat besar nanti. Konsekwensinya, simbah yang biasanya bekerja membedah bisul, kutil ataupun mbedah koreng, saat ini simbah mau tak mau ditugasi membedah buku. Maka otomatis simbah akan dituntut untuk tampil di muka publik.</p>
<p>Terus terang untuk urusan yang satu ini, yakni tampil di muka publik, adalah  hal yang paling menggelisahkan simbah. Dari sejak TK sampai kuliah, yang namanya &#8220;maju ke tampil&#8221; adalah pekerjaan yang selalu ingin simbah hindari. Grogi dan gugup adalah bawaan lahir yang bermanifest amat memalukan saat simbah waktu kecil tampil di muka teman-teman TK untuk menyanyikan lagu &#8220;Balonku Ada Lima&#8221; yang simbah nyanyikan berputar-putar gak habis-habis macam CD mbundhet. Karena setelah syair&#8230; <em>&#8220;Meletus balon hijau DOOR, hatiku sangat kacau&#8221;</em>, simbah menyambungnya dengan bait : <em>&#8220;Hijau kuning kelabu, merah muda dan biru&#8221;</em>. Tak mengherankan lagunya gak tamat-tamat diiringi dengan tawa Bu Kus (alm) guru TK simbah yang ngakak habis mendengar lagu tak bertepi itu.</p>
<p>Konsekwensi dari tampil di muka publik adalah identitas simbah menjadi terkuak. Walaupun sebenarnya identitas simbah bukanlah misteri buat <strong>Boeng Koeaing</strong>, kang <strong>Okebebeh</strong>, <a href="http://andieko.info">Cak Andi Nur</a>, ataupun sang maestro web design yang selalu mengoprek blog simbah dengan mantabhnya, yakni Bang Johar a.k.a <a href="http://nurudin.jauhari.net">Nurudin jauhari</a>.</p>
<p>Selanjutnya simbah tak lupa berterimaksih kepada pihak penerbit yakni Pro-U Media yang telah berkenan menerbitkan kumpulan tulisan simbah ini. Sungguh merupakan satu kehormatan bagi simbah bahwa pihak Pro-U Media menerbitkan buku ini tanpa mengubah satu hurup pun, walaupun tentu saja itu mengubah ejaan EYD menjadi Ejaan Yang Dikacaukan. Dari penulisan hurup &#8220;P&#8221; yang hampir selalu menggantikan hurup &#8220;F&#8221; atau &#8220;V&#8221;, ataupun ejaan yang senantiasa mengacaukan antara homofon, homograf ataupun homonim.</p>
<p>Akhirnya, dengan segala kekurangan di sana-sini simbah mempersembahkan buku ini dalam rangka tawashaubil haqqi wa tawashau bish shobri, yang ujungnya tak lain dan tak bukan demi menggapai Ridho Illahi.</p>
<blockquote><p>Judul Buku :  <strong>Republik Genthonesia, Maju Perut Pantat Mundur</strong><br />
Penulis      :  Mbah Dipo<br />
Penerbit    :  Pro-U Media<br />
Tebal        :  254 Halaman<br />
Harga        :  Rp 30.000,-</p></blockquote>
<p>Untuk mendapatkannya sampeyan bisa kontak ke agen-agen sbb:</p>
<h3 class="MsoNormal"><strong>Agen Agen</strong></h3>
<p class="MsoNormal"><strong> <span id="lw_1233554634_0" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Jabodetabek</span> :</strong> Bursa Nurul Fikri 021-7863803,<br />
Fatahillah 021-7374426, Salsabila <span id="lw_1233554634_1" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">081311312251</span>, I&#8217;tishom 021-68991133, Fauzi<br />
021-93042604, Media Dakwah 021-3153928, <strong>Bandung:</strong> Irfan <span id="lw_1233554634_2" class="yshortcuts">08122118475</span>,<br />
Mufti <span id="lw_1233554634_3" class="yshortcuts">08122221475</span>, <strong>Jawa Timur :</strong> Media Idaman <span id="lw_1233554634_4" class="yshortcuts">0817376443</span>, <strong>Semarang </strong>:<span id="lw_1233554634_5" class="yshortcuts"> Gunawan</span> 081328784604, Abdullah 081575174573, <strong>Solo :</strong> Al-Faza <span id="lw_1233554634_6" class="yshortcuts">08121542776</span><strong>, Sumsel </strong><span id="lw_1233554634_7" class="yshortcuts">08197853290</span>, <strong>Makasar:</strong> Abd. Rosyid 0411-883205, Mutiara Ilmu 085299519800, <strong>Medan </strong>: Jhon Hendri 061-77120281, <strong><span id="lw_1233554634_8" class="yshortcuts">Riau</span> :</strong> Alfiyah 081365518837. <strong>Yogyakarta :</strong> Hatta <span id="lw_1233554634_9" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">081392587101</span>, Sarana <span id="lw_1233554634_10" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Hidayah</span> 0274-521637, Afif <span id="lw_1233554634_11" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">081578824633</span>, Sadar Ilmu <span id="lw_1233554634_12" class="yshortcuts">08121590416</span>.
</p>
<p class="MsoNormal">Dapat juga kontak ke Penerbit Langsung.</p>
<h3 class="MsoNormal"><strong>Kontak </strong></h3>
<p class="MsoNormal"><strong>Telp/Fax. 0274-376301, e-mail :<br />
<a rel="nofollow" href="http://us.mc325.mail.yahoo.com/mc/compose?to=proumedia@gmail.com" target="_blank"><span id="lw_1233554634_15" class="yshortcuts">proumedia@gmail.com</span></a>, SMS, 0274 &#8211; 7447222 Atau dapatkan di Toko Buku <span id="lw_1233554634_16" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;">Gunung Agung</span>, Gramedia, Toga Mas, dan toko buku lainnya.</strong></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/akhirnya-terbit-juga.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
