Simbah paling kemropok campur getem-getem kalo kedatangan pasien kambuhan ini. Malah kalo perlu besoknya nggak usah datang lagi lah. Maka perlulah dibikin Mertobat pasien-pasien ini. Simbah punya konco sejawat yang memiliki Trik Ampuh menghadapi pasien kambuhan ini. Caranya rodo2 kejem, tapi muantab tenan.
Caranya :
- Karena rata-rata pasien GO ini memerlukan injeksi antibiotik, maka pasien diwejang dulu. Bahwa penyakit yang diderita pasien ini sudah cukup parah, dan akan tambah parah jika ngulangi kebiasaan bejatnya itu. Maka dibutuhkan obat dosis lebih tinggi jika ngumbar syahwat Cocakrowonya itu lagi. Dipeseni juga kalo suntikan obat dosis tinggi sakitnya bukan kepalang. Selesai memberikan mukadimah, pasien disuruh buka celana siap disuntik bokongnya. Konco simbah pun siap dgn suntikannya. Sebelum suntikan diblusukken ke bokong, terlebih dulu ujung suntikan dibenturkan meja. Ya sudah…..ujungnya mleyok, gak tajem lagi. Begitu disuntikkan…mak blush…pasien teriak-teriak kayak wedus dibeleh pake pisau roti…ekek-ekek…..
- Dengan mimik serius, dokter ngwejang lagi. “Nah makanya jangan ngulangi lagi ya!” Lalu pasien disodori resep obat. Begitu nanya berapa biayanya, dokterpun menyebut angka fantastis. Sambil ngasih argumen, “Obatnya dosis tinggi le.”
Banyak yang akhirnya mertobat, gak kambuh lagi. Yang bikin gak kambuh ya tobatnya itu. Dan memang selama gak tobat-tobat, dosis penyembuhan penyakit ini akan semakin meningkat juga. Makanya, mulai sekarang diilangi tuh kebiasaan buruknya. Wong orang lain pada nduding pake telunjuk baca Syahadat, kok malah enak-enak nduding pake organ selangkangan ngumbar Syahwat.
Kasihan keluarganya, terutama istrinya. Simbah pernah menemui pasien masih muda, baru punya anak satu berumur 1 tahun sudah kena Kencing Nanah ini. Gara-garanya diajak pesta para Pejabat ke Puncak. Lha iki pesta opo kok sampe terkencing-kencing nanah. Biasanya, kalo kemudian si suami ngumpuli isterinya, ya bonusnya tadi dihibahkan juga ke sang isteri. Bayangkan, isterinya rajin Taklim, pengajian, berjilbab….eee…kena GO (kencing nanah). Jika si suami berobat dan sembuh…tapi trus ngumpuli isterinya, dia bisa kena GO lagi karena isterinya belum diobati…demikian seterusnya. Inilah yang disebut fenomena Ping-Pong.
Ping-Pong ini hanya bisa berakhir jika suami terbuka pada isterinya dan berobat bareng-bareng. tapi ini berarti suami mbuka aibnya. Memang barang bosok akan menghasilkan sesuatu yang bosok juga. Kelakuan bosok, penyakitnya bosok, nutupinya pake kelakuan bosok lagi. Wah……….. ngejar karep si cocakrowo……
Popularity: 9%


Seorang yang sudah mambu lemah, siap mujur ngalor mlumah, menuju Alam Barzah. Hidup harus pantang menyerah. Jangan sedih dan susah. Kerja keras tanpa lelah. Ah Sudahlah... Pingin luwih detail? 




Wah wah eneng eneng wae
ide yang cukup praktis dan mujarab juga. Bener tuh .. semoga diliat ama pak gubernur nih biar dihimbau abis 2x an untuk obat seperti harus mahal abis
biar kapok
[...] Ada lagi kejadian unik, ada pasien simbah yang tiap kali simbah mau nulis resep selalu pesen, “Dok obatnya yang bagus lho dok, mahal gak papa.” Lha mbareng selesai nulis resep dan si pasien tinggal mbayar obat, ha kok taripnya ditawar. “Wah, mosok mahal banget sih dok…” Agi iki di klinik ada tawar menawar tarip, jan persis bakulan kathok kolor tukon pasar wae.Yang lucu itu rekan sejawat simbah. Di antara kita sesama dokter sepakat, pokoknya kalo ada pasien kena penyakit kelamin akibat blusukan guo selarong karom, maka harus dikepruk taripnya. Biar mertobat pasiennya. nah suatu malam yang sepi, konco simbah ini kedatangan seorang pengusaha yang mbawa isteri simpanannya, yang ternyata kena kencing nanah alias GO. Maka sesuai prosedur, pasiennya disuntik trus dikepruk. “Duaratus ribu pak, untuk dua suntikan.” begitu kata konco simbah. [...]
Alasannya biasa Mbah, dijak konco.
Padahal kalo didhedhes ngaku blusukan sendiri