Categorized | Bumbu Urip

Berkaca Pada Tukang Becak

Tukang Becak sudah lama tak keliatan lagi di Jakarta. Propesi yang mengandalkan methekolnya otot ini dianggap lebih banyak mendatangkan masalah daripada menyelesaikan masalah. Alasan yang paling banyak mendasari dilarangnya becak beroperasi adalah perihal kesemrawutan yang ditimbulkan oleh becak. Padahal juga tak bisa dipungkiri, kendaraan roda tiga itu merupakan kendaraan yang ramah lingkungan. Bahan bakarnya cuma Blue Energy alias air putih murni ditambah sego kucing limang pincuk, yang cukup buat mancal mesin “3 tak” nya. Yakni “tak” injek, “tak” genjot, dan “tak” gowes pedalnya.

Tarif yang diberlakukan tukang becakpun sangat rasional. Mereka menetapkan tarif sesuai besaran energi yang dikeluarkan, yang tentu saja sesuai dengan hukum Newton yang melibatkan jarak (s) dan Gaya (F). Jarak Pasar Pon ke Pasar Legi yang cuma sepeminum teh itu tentu saja berbeda taripnya dibanding dengan jarak Pasar Pon ke Palur, yang bisa dibilang berjarak sepeminum limang jimbeng teh. Dan para abang becak ini tidak akan mengambil job yang melebihi batas kesanggupannya, walaupun dijanjikan bayaran sak hohah. Coba saja dia disuruh ngantar sampeyan dari Solo ke Semarang.. Kalaupun dia mau,tentu saja itu disebabkan kekhawatiran bahwa sampeyan makin tambah kumat kenthirnya kalau keinginan itu gak dituruti. Jadi yang waras ngalah saja… :D

Prinsip tarip tukang becak ini patut dicontoh. Seseorang hanya menerima imbalan sesuai besaran kerja yang diperbuatnya. Dalam keseharian simbah berpraktek, seringkali ada ganjelan di hati,manakala pasien yang sudah membayar tarip tertentu pada simbah, ternyata sakitnya belum sembuh. Tentu saja ini bukan disebabkan faktor dari simbah saja, karena banyak faktor yang terlibat di dalam kesembuhan pasien. Tapi secara moral, simbah merasa ikut bertanggung jawab. Kompensasi dari semua itu adalah edukasi pada pasien selengkap mungkin walau kadang tanpa diminta dan tanpa bea tambahan. Hal ini berbuah manis. Hampir 25% pasien simbah adalah orang sehat yang datang sekedar konsul untuk mengikis kekhawatiran yang muncul akibat adanya sesuatu yang dianggap anomali, padahal bukan anomali.Bahkan wajar dan biasa-biasa saja (kalimat terakhir ini bukan copy paste dari sebuah syair lagu lho..).

Tapi ada juga segolongan oknum yang pinginnya dibayar lebih untuk sesuatu yang tak pantas dibayar mahal. Sebagai contoh Lik Parto Blendhok, penjual buah yang beroperasi di sekitar terminal Pulo Gadung. Oknum ini Sudah 3 kali ganti timbangan, dan selalu saja besi seberat hampir 3 ons itu dengan setia gondhal-gandhul memberati timbangan tuannya. Sehingga khusus untuk daerah kekuasaan Lik Parto Blendhok ini, yang namanya sekilo setara dengan 7 ons. Barangnya hanya 7 ons, tapi bayaran yang dia terima sebesar sekilo penuh.

Di negeri yang konon berdasar Pancasila ini, gaji yang jumlahnya besar, rata-rata berasal dari perusahaan yang bergerak di sektor perbankan, pertambangan dan energi. Kalau sampeyan ketemu konco,lalu ketahuan dia bekerja di pertambangan minyak, sampeyan pasti langsung berpikir, “Mesti sugeh mblegedhu cah iki..”.
Atau dia bekerja di satu Bank (tentu saja Bank Plecit gak termasuk), sudah terbayang di benak sampeyan, orang ini pasti bukanlah oknum yang bergaji kecil. Apakah dokter tidak begitu? Dokter menerima imbalan sesuai jumlah pasien yang dikerjakannya (kalimat terakhir di alinea ini bukan pembelaan diri lho..).

Dan memang ada alasan logis mengapa mereka dibayar mahal. Tapi tentu saja kemahalan bayaran itu ada tanggung jawabnya. Jika tak bisa mempertanggungjawabkan di dunia, sudah pasti alam akherat tidak akan mendiamkan ketimpangan itu.

Coba lihat fakta riil di lapangan. Dengan gaji besar yang sudah diterima penguasa duit, tambang & energi dan pekerjanya itu, ha kok ternyata harga migas masih mencekik leher rakyat kecil, tidakkah secara moral bos-bos regulator minyak itu malu di saat menerima gaji mereka? Tidakkah terbebani hidup mereka, bahwa dengan menaikkan harga migas dan memadamkan listrik bergilir itu menyebabkan susahnya hidup orang banyak? Mengapa tak diturunkan saja bayaran mereka sebagaimana Abang Becak yang hanya mampu mengantar customernya sejauh sepeminum teh, maka dia hanya antar sejauh itu dan menerima bayaran sebesar itu? Bahkan kalo sudah tak mampu, ya pensiun saja mbecaknya.

Salah satu opsi yang pernah ditawarkan rakyat yang mungkin gak bakalan terkabul adalah, menurunkan gaji para pejabat negara maupun BUMN guna menutupi cost penyelenggaraan negara.

Sudah saatnya bos-bos minyak, bos PLN, ataupun bos Perbankan dan juga para pejabat negara, yang bertanggung jawab atas kejadian apapun di bidang mereka, melihat dan membandingkan mental dan moral mereka dengan mental dan moral tukang becak. Jangan bermental ala Lik Parto Blendhok yang maunya menerima bayaran sekilo, tapi hanya bisa memberi 7 ons, dan berbangga dengan itu.

“Barangsiapa meringankan beban seorang muslim, Allah akan ringankan beban hidupnya di dunia dan di akherat…..”


Tulisan ini simbah dedikasikan buat Mbah Gendhon, tetangga simbah yang tukang becak.

Kamus Pitutur 0.1 edisi Beta Echo Charlie Alpa Koplo :

1. Limang Pincuk : Lima Bungkus
2. Limang Jimbeng : Lima Drum ukuran sedang wadah minuman.
3. Kenthir : sinting.

Powered by ScribeFire.

Share and Enjoy:
  • Lintas Berita
  • Digg
  • del.icio.us
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • BlinkList
  • LinkedIn
  • Live
  • Ma.gnolia
  • Pownce
  • TwitThis
  • YahooMyWeb
  • Print this article!
  • E-mail this story to a friend!

Pingin Tau setiap simbah posting baru?
Kenapa tidak Langganan RSS simbah aja,
atau lewat email kawat di form ini
di jamin cespleng



23 Comments

  1. wong tjepoe Reply to this comment

    Barangsiapa meringankan beban seorang muslim, Allah akan ringankan beban hidupnya di dunia dan di akherat….
    Apalagi meringankan beban manusia, lha wong pelacur aja yang nolong asu gudiken isa masuk surga………………. Sip mbah.
    Moga-moga wong-wong pertamina karo penjabat-penjabat sing senenge mikir wetenge dewe (gak jarang karo mikir ‘manuke’ dewe kaya Al Amin), mbok ya o sekali-kali mikir rakyat sing wis gak karu-karuan mlarate…….. sekali-kali ae. Semoga.


  2. Emang rodo aneh kok mbah… tapi khan kene kwi terkenal aneh :D yo mugo wae sadar

  3. Djigoer Reply to this comment

    kok pas, disaat saya diterima di t4 kerja baru, saya juga ngiro² apakah gaji THP saya setimpal dg skill dan apa yg nantinya saya kasi ke company..
    so, kalo timpang.. ada urusan di akhirat yo mbah..?

  4. dyt Reply to this comment

    wahhh dapet kelimax….cihuy…

  5. jan_mbuh Reply to this comment

    Buat yang beriman: Barangsiapa meringankan beban seorang muslim, Allah akan ringankan beban hidupnya di dunia dan di akherat…..
    Buat golongane Lik Parto Blendhok, pejabat bejat dan bos korup: Barangsiapa men-dzalim-i orang lain dengan amat sadar dan sangat sengaja, semoga Allah akan menutup pintu rizqi baginya.. (yen ora ndang insap)


  6. Pencerahan yang ruar byasa mbah, matur sembah nuwun …

  7. moenthy Reply to this comment

    hari gini….? disuruh berkaca ke tukang beca…? hopeless lah mbah….!
    si mbah apa nggak tau… pejabat2 sekarang namanya semua PARTO BLENDHOK….!
    pokok nya belakang nama beliau2 tu semua pake BIN BLENDHOK…jangan coba2 ganti nama , nanti nggak kenyang…!
    jauh deh mbah ama nama nya meringan kan baban , meraka bisa nya meringan kan langkah….!
    pln mati di rumah nya ya langkah kan kaki ke hotel , di demo mahasiswa ngacir ke bali , nah giliran mau di
    tangkep ngacir ke luar negri…jadi lebih kejam dari lik PARTO….!
    doa saya di jaman susah begini cuma satu….mereka yang memperkaya diri tanpa meringan kan beban orang lain , semoga rumah nya di keroyok tuyul ,babi ngepet ,buto ijo…. ampe ludeeees….!
    ( hehehe….sirik tanda ta mampu ni ye…:d/:d/:d/


  8. mana nih para bos-bos and para pejabat????
    sambil clingak clinguk lihat kanan kirii :-\

  9. De Reply to this comment

    Sing 3 ons diskon nggo penjual :d

  10. Ridwan Reply to this comment

    dirasani ga kroso, didemo ga ngaruh. Karena lik PARTO BLENDHOK itu preman alias bromocorah alias gentho. Solusinya adalah memberantas gentho sampai ke akar akarnya. Masalahnya yaitu legalitas aksi pemberantasan gentho. Kemana kita urus dokumennya. Hayo siapa yang tau?

  11. Dave Rerimassie Reply to this comment

    Very nice piece. Very inspiring. Very….apalaaahhh, terserah! Apik tenan!


  12. Ass.

    dicari tukang becak……. :)

    piye kabare mbah ? sehat2 ?


  13. lha tukang becak di tuban senengane ngombe toak ki mbah…

  14. moenthy Reply to this comment

    mbaaaaaaah…! gimana nih….? koq sekarang banyak banget PARTO BLENDHOK yang mau jadi candidat presiden…!
    liat tuh mbah….. mereka udah ambil ancang2 siapa saja yang mau di tipu , mereka udah start tebar pesona,
    unjuk kekuat dan sok yakin golagokin the best candidat….!
    mbah…..! tugas si mbah kasih imunisasi pada masyarakat , supaya kebal tipu.
    tukang becak suuueeeeneng banget , bakal punya banyak kaos oblong partai….hehehe….!


  15. Yah… Minum toak kan bukan krn dia tukang becak.. :d

  16. marto Reply to this comment

    Apakah dokter tidak begitu? Dokter menerima imbalan sesuai jumlah pasien yang dikerjakannya…dan obat yang diresepkan nya hehehe.
    diam-diam menghanyutkan.

    3 ons teko resepe hihihihi (bukan pembelaan juga)

  17. tonick Reply to this comment

    kalo yang dapat 3 ons larinya kemana mbah?

  18. Ridwan Reply to this comment

    very ring ring gowes gowes juga, he he. Very peteng nak listir pln padam. Nek padame suwe brati very long long time. Yah idhep idhep turut merasakan zaman kegelapan yang dahulu kala itu, Era dinosaurus. Kalau PARTO BLENDHOK tu very nice name and dia berada di zaman Kini atau era Kala jengking / Ketonggeng. Eh very kentir juga kok, byuh


  19. Wah, itu area abu2 kang Marto. Alhamdulilah simbah tak pernah kena yg begituan. Tdk etis itu.. :)


  20. Kerjo nang Bank Plecit tetep sugih mbah.
    Sugit karo nekek wong cilik yang ternyata harus membayar lebih mahal. Ngggilani..


  21. si mbah niku mpun dados idolanipun estri kulo, mboten telat nek wonten tulisan anyar…pituturipun jan mboten mbosenake :d

    sumonggo kulo aturi sowan dateng gubuk kulo, http://www.ngopini.com (we lah..kok malah promosi hehehe)

Leave A Reply

Smileys:
:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



Sak Emploan

  • Ajax CommentLuv Enabled df82993325f26cd5ad448807e4ae1780
  • Add to Technorati Favorites
  • Add to Google
  • Subscribe in NewsGator Online
  • Subscribe in Bloglines
  • Powered by FeedBurner