Buku Republik Genthonesia

Categorized | Mampir Ngombe, Selingan

Atas Nama Kemiskinan

Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka angkotku tak perlu taat rambu
Kejar setoran lebih perlu
Maka ku ngetem seenak brutu
Kalian yang sekilo meter di belakangku jangan menggerutu
Ini juga demi anak isteriku

Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka ku tak mampu beli mobil
Hanya motor itupun mencicil
Jalan mobil ku srobot dan kuambil
Pecicilan di jalanan macam si kancil
Kupikir tak apa karna ku miskin dan ekonomi labil

Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka aku ke kota modal nekat
Tanah kosong kukangkangi dan kusikat
Kubangun kerajaanku tanpa sertipikat
Kudirikan mesjid buat pengaman dan pemikat
Karena kupikir orang kaya juga tak kalah bejat

Karena aku miskin dan merasa miskin
Kupikir pantas jika mengemis
Kujual wajah sendu isak dan tangis
Bayi kusewa agar hati kalian makin miris
Kupoles badan dengan bau busuk dan amis
Agar kalian mau memberi demi janji sorga kalian yang manis

Karena aku miskin dan merasa miskin
Kubangun supermarket di trotoar
Berkaki lima dagangan dan jasa kugelar
Ke bahu jalanan supermarketku melebar
Jalanan macet bukanlah masalah besar
Karena ku harus bersaing dengan mall dan super bazaar

Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka ku bisa berbuat onar dan menyakiti
Demi ketenangan kutarik uang keamanan dan upeti
Kugalang massa kubentuk kelompok orang sakti
Kebal tusukan dan kebal aturan yang membatasi
Karena penyewa dan pelindungku pejabat yang sedang sakit hati

Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka ku berhak ambil paksa dari orang kaya
Ngamen tak diberi kugores cat mobilnya
Kuminta tak dikasih kurampok rumahnya
Sukur-sukur ada kerusuhan, kujarah kekayaannya
Karna kupikir begitulah seharusnya

Karena aku miskin dan merasa miskin
Aku hanyalah sekedar pekerja buruh
Kumerasa hidupku hanya untuk disuruh-suruh
Maka jika diajak mbangkang kusambut dengan riuh
Tanpa kutahu tujuan yang hendak ditempuh
Yang penting hari itu ku bisa mbolos dan tak perlu kerja berpeluh

Itulah diri dan hidupku
Kuharap kalian tak perlu meniru
Hidup penuh pembenaran dari kelakuan palsu
Inti sebenarnya hanyalah hawa napsu
Dibungkus tuntutan keadilan sebagai bahan isu
Padahal hakikatnya kemalasan penuh lesu

Mbah Dipo, 6 Oktober 2009
Seorang yang sudah mambu lemah
Siap mujur ngalor mlumah
Menuju alam barzah
Hidup harus pantang menyerah
Jangan sedih dan susah
Kerja keras tanpa lelah

Share and Enjoy:
  • Lintas Berita
  • Digg
  • del.icio.us
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • BlinkList
  • LinkedIn
  • Live
  • Ma.gnolia
  • Pownce
  • TwitThis
  • YahooMyWeb
  • Print this article!
  • E-mail this story to a friend!

Pingin Tau setiap simbah posting baru?
Kenapa tidak Langganan RSS simbah aja,
atau lewat email kawat di form ini
di jamin cespleng



20 Comments


  1. pertamax juragan

    mocone mengko dhisitt….

  2. Djigoer Reply to this comment

    waaaah… uapok tenan pusine mbah.. mantaeb pol!!!

  3. jingglang Reply to this comment

    dua jempol naik

  4. jimate sing nduwe Reply to this comment

    jan top markotob, jos gandos, sampeyan meguru nulis ki neng padepokan ngendi tho mbah, perasaan jaman neng mki ratau nulis,
    tapi memang bener mbah, miskin kaya tergantung pada bagaimanan kita memandang dan mensikapi kehidupan. lambok duite sak kandang bubrah tapi selalu merasa kurang itulah simiskin sejati, mereka yang pas-pasan tapi merasa cukup itulah si kaya sejati. Pesoalannya bagaimana membentuk pandangan dan sikap hidup yang benar?!!
    mbah sampeyan tgl 23sept kemaren kemana, tak tunggu2 ndak muncul juga, wah rodo gelo sthik aku


  5. aku suka iniiiiii !!!


  6. weh mbah..? njenengan kok dadi wong miskin sakniki? :d jarang posting… :)>-


  7. komentku kok ora metu..wah, sentimen kie saiki


  8. padahal aku ndekwingi takdelok pertamax loch koment inyong

  9. si doel Reply to this comment

    nderek sinau mbah ^:)^

  10. pak RT Reply to this comment

    wuedan, kata-katane menohok…..

    udah menohok, berima pula….

    simbah pancen sip, ndak cuman nyogrok yang di atas, tapi yang dibawah juga ikutan kena sogrok…. mantep… two thumbs up ae lah..!!!!

  11. Ridwan Reply to this comment

    top markotop bahkan puisi mbah lebih bermakna dibandingkan puisi puisinya ws rendra. amat sangat menyentuh hati duz pelajaran berharga bagi orang yg belum pinter seperti saya ini. Koreksi mbah. Kok ndak masuk dipuisimu tentang kuburan mbah? Ada orang njeplak ridwan dilarang dikubur dibumi. Piye ini mbah

  12. boim Reply to this comment

    :d/karena aku miskin aku berdoa, kalau kaya aku bisa lupa. aku bahagia bisa berdoa walau menurutku tak kunjung doaku nyambung ,yang ada yang baik ,yang nggak ada walaupun baik tapi ngimpi.alhamdulillah ya Alloh


  13. izin copas ng note fb dan mentautkan kesini :)


  14. Kita harus berusaha untuk sukses.

  15. ondraid Reply to this comment

    mbah izin share nggih !


  16. @ondraid: silaken… jgn lupa tulis sumbernya..


  17. Hehe.. ini renungan tingkat tinggi. Sedih ya.

Leave A Reply

Smileys:
:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



Sak Emploan

  • Ajax CommentLuv Enabled df82993325f26cd5ad448807e4ae1780
  • Add to Technorati Favorites
  • Add to Google
  • Subscribe in NewsGator Online
  • Subscribe in Bloglines
  • Powered by FeedBurner