Posted 22 May 2009 — by Mbah Dipo
Category Mertombo

Salah Kaprah Terapi Herbal
Seperti janji simbah sebelumnya, sekarang kita mbahas lagi beberapa hal yang terkait dengan herbal. Simbah lanjutkan hal-hal yang kurang benar di dalam terapi herbal.
3. Kesalahan dalam penggolongan bahan herbal.
Di dalam sebuah iklan produk herbal di satu majalah Islam yang terbit secara Nasional (simbah tak etis kalau menyebut merk dan nama majalahnya), disebutkan dengan nada agak gegap gempita :
MENGHADIRKAN HERBAL TERBAIK KELAS DUNIA !!!
Setelah menyebutkan kata “Herbal Terbaik Kelas Dunia” ini disebutkanlah bahan yang dimaksud, yakni : Gamat…..!?!?
Sang pembuat iklan bukannya tak tahu Gamat itu apa. Disitu disebutkan Gamat adalah: Binatang invertebrata pemakan makan organik yang hidup di dasar laut.
Tak beda jauh dengan satu iklan di satu website, bahkan di sebagian website terkenal (kalau pingin tahu, tanya mbah google dengan keyword Gamat Bahan Herbal), disebutkan bahwa Gamat nama lainnya adalah Teripang atau Mentimun laut, dan dimasukkan ke dalam golongan herbal.
Simbah bukan ahli zoologi atau palaentologi. Tapi karena disebutkan disitu dengan jelas bahwa gamat adalah binatang invertebrata, seharusnya bahan ini bukan dimasukkan ke dalam bahan herbal. Mungkin karena nama lainnya Mentimun laut, maka ada yang memasukkannya ke dalam bahan herbal. Padahal kata herbal sendiri maknanya tumbuhan, bukannya binatang. Read More
Posted 18 May 2009 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Sekitar seminggu yang lalu simbah kedatangan pasien langganan simbah yang mengeluhkan sakit kepala hebat. Pasien ini adalah pasien lama yang rajin kontrol karena menderita tekanan darah tinggi. Namun sudah sekian lama ini pasien ini absen kontrol, baru hari itu njedhul wal nongol lagi.
Walhasil, setelah simbah ukur tensinya, ternyata tekanan darahnya mencapai angka 200 sistole dan 110 diastole. Simbah agak kaget, karena pada dua kali kontrol sebelumnya, sang pasien menunjukkan angka tekanan darah yang cenderung normal. Ha kok absen sekian lama, dumadakan tensinya menjadi njeblug ke ubun-ubun. Maka simbah pun menginterogasi:
“Obatnya apa nggak diminum tho pak?” tanya simbah.
“Begini dok,” katanya mulai menjelaskan. “Sudah lebih dari 2 minggu ini saya tidak lagi meminum obat yang biasa mbah dokter kasih. Saya sekarang beralih ke pengobatan herbal ala Nabi mbah, karena sekarang saya sedang menjalani terapi ke salah seorang ustadz.”
“Oo, begitu. Lantas yang memutuskan berhenti minum obat dari dokter bapak sendiri atau atas anjuran sang ustadz?”
“Semuanya atas anjuran ustadznya mbah. Bahkan saya sudah diruqyah, dan katanya memang pada diri saya ada 2 jin yang mengganggu sehingga tekanan darah saya nggak pernah normal. Ha wong diganggu jin terus.”
Read More