Archive for February, 2009

Masyarakat Jalan Pintas

Posted 16 Feb 2009 — by Mbah Dipo
Category Mampir Ngombe
Jalan Pintas

Jalan Pintas

Siapapun orangnya, jika sedang terserang pageblug bin pileren maka akan mengusahakan pilerennya cepat sembuh. Mengingat hal ini, maka tak ada produsen obat ataupun zat penyembuh lainnya yang mengiklankan dirinya bahwa obat produksinya agak lelet mengobati penyakit. Pastilah dengan segala klaim yang seringkali penuh dengan nggedebusan memastikan bahwa obat atau zat penyembuh produksinya bereaksi sangat cepat. Walaupun nantinya setelah obat tersebut dipakai, kesembuhan yang saat ditampilkan dalam iklan obat itu secepat durasi iklannya, ternyata memakan waktu berjam-jam, berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun. Tentu saja makin membuat sang penyandang pileren tak sabaran.

Apalagi jikalau kesembuhan yang hendak dicapai oleh sang penyandang pileren itu harus ditempuh dengan ngantri ndaptar di loket RS. Dilanjutkan dengan ngantri urutan pasien di depan pintu sang dokter, dimana ngantrinya sambil menyaksikan deretan orang sesama penyandang pileren yang gak boleh saling mendahului. Setelah antrian itu, dilanjutkan lagi dengan ngantri obat di deret antrian apotik buat nebus resep. Maka baru membayangkan urutan deret antrian yang hendak dijalani saja, sudah membuat sang penyandang pileren makin cekot-cekot kepalanya.

Maka jika tiba-tiba ada sarana penyembuhan yang hanya melibatkan proses sak dumukan, atau sekali tepok, atau sekali nyunyuk  di jidat trus dijamin pasien bablas pilerennya, tentulah sarana penyembuhan ini akan digrupyuk abis sampai sumsumnya. Dan itulah yang sedang terjadi di tlatah nJombang sana. Dengan hanya berbekal air putih yang diklaim bertuah sakti, maka serombongan pasien berduyun-duyun secara klaster hendak nyucup air sakti itu. Ada yang melakukan dengan penuh keyakinan, ada yang sipatnya nyoba-nyoba ada juga yang melakukannya demi menghindari jalur antrean dan bentakan yang biasa dia terima di RS.

Dan sarana iklan dari mulut ke mulut rupa-rupanya lebih epektip daripada pasang iklan di tipi di saat primetime yang tentu saja memakan biaya tidak sedikit. Tentu saja beragam komentar terlontar atas kejadian tersebut. Para ulama menyesalkan penomena ini, dengan berpesan agar masyarakat jangan terlibat dengan kesyirikan. Sedangkan ulama lainnya berpendapat penomena ini bukan syirik. Hanya orang sirik yang menganggap air sakti itu syirik, begitu kata ulama yang lain, yang biasanya bergelar kyai dan membuka praktek nyucup mbun-mbunan itu. Sementara itu masyarakatnya bebas memilih, ulama mana yang akan dia ikuti. Pokoknya kalau sesuai keinginannya ya diturut saja. Jan… bubrah kabeh.. :(

Ada satu cerita, agak berbau israiliyat, yang simbah juga belum tahu keshahihan kisah ini. Dahulu kala manakala Nabi Nuh membuat perahu dan sudah siap pakai, tiba-tiba orang-orang kepir mengejek dan menghina upaya nabi Nuh ini dengan cara memberaki dan membeoli perahu siap pakai itu. Setiap hari berpuluh bahkan beratus orang beol di perahu besar itu, sehingga tak satu sudutpun dari perahu itu yang tak dikotori dengan sampah biologis primitip itu. Nabi Nuh sedih.

Namun Allah Maha Kuasa, dan tak hendak merepotkan nabi Nuh untuk bersih-bersih kotoran di perahu beliau. Maka syahdan, masuklah seorang tua bongkok yang berpenyakit namun kepir, hendak buang hajat di perahu itu. Karena tertatih dia kepleset dan punggung bongkoknya menimpa tumpukan tinja di perahu itu. Ajaib, bongkoknya langsung tegak dan sembuh. Sedangkan penyakit lainnya yang terkena tinja itu juga ikut bablas hilang. Maka tak sepeminum kopi tubruk, kabar ini tersiar ke mana-mana. Bahwa tinja di kapal nabi Nuh berkhasiat menyembuhkan segala macam penyakit.

Orang-orang kepirpun berduyun-duyun ngeruk tumpukan tinja di kapal tersebut. Semua pasien dengan beragam penyakit tumplek blek, dari penderita wasir, turun berok, sampai mangsuk angin kasep berebut tinja keramat yang sebenarnya adalah tinja mereka sendiri. Maka kapal pun dengan ijin Allah jadi bersih dan kinclong lagi, karena tinjanya dikukut abis oleh sang pembeolnya sendiri-sendiri. Kun fayakun lah…

Masyarakat kita sebenarnya tak jauh beda dengan type masyarakat umatnya nabi Nuh itu. Segala sesuatu yang diklaim menjanjikan ini dan itu yang serba cepat menyelesaikan problem, selalu menjadi buruan, walau sering tak rasional. Padahal kalau mau jujur, segala yang normal dan wajar, pastilah memakan waktu yang normal dan wajar pula. Allah sudah meletakkan keadilan dan keseimbangannya dengan sangat tepat presisinya. Namun Allah juga memberikan sarana jalan pintas. Namun biasanya sarana jalan pintas yang ditawarkan Allah hanyalah berlaku bagi orang dengan kwalitas dan kepantasan tertentu yang memang pantas menerima sarana jalan pintas tersebut.

Mengingat masyarakat kita masih suka yang nganeh-nganehi tersebut, simbah ada usul buat Dinas Kebersihan DKI yang selalu dipusingkan dengan sampah. Cobalah bikin isu dengan melibatkan beberapa gelintir orang yang mengaku penyakitnya sembuh gara-gara nyiduk sampah di Bantar Gebang sebanyak tiga ember besar yang ditaruh di bawah tempat tidurnya. Simbah yakin, jika testimoni ini dibikin heboh, gunungan sampah di Bantar Gebang akan kukut diangkuti member masyarakat jalan pintas ini ke kamarnya masing-masing… :D

Akhirnya Terbit Juga!

Posted 02 Feb 2009 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Setelah melewati penantian tak seberapa lama, akhirnya sebuah buku yang merupakan kumpulan celotehan dan gerundelan isi otak dari simbah terbit juga. Cukup mengherankan simbah, buku yang tadinya simbah kira cuma beberapa halaman saja, ternyata setelah terbit terdiri dari 200 an halaman lebih.

Dengan terbitnya buku ini, simbah merasa seperti memasuki babak baru dalam kehidupan simbah. Yakni menjadi seorang Penulis, satu profesi yang tak pernah disebut anak-anak SD di saat mereka ditanya mau jadi apa kelak saat besar nanti. Konsekwensinya, simbah yang biasanya bekerja membedah bisul, kutil ataupun mbedah koreng, saat ini simbah mau tak mau ditugasi membedah buku. Maka otomatis simbah akan dituntut untuk tampil di muka publik.

Terus terang untuk urusan yang satu ini, yakni tampil di muka publik, adalah  hal yang paling menggelisahkan simbah. Dari sejak TK sampai kuliah, yang namanya “maju ke tampil” adalah pekerjaan yang selalu ingin simbah hindari. Grogi dan gugup adalah bawaan lahir yang bermanifest amat memalukan saat simbah waktu kecil tampil di muka teman-teman TK untuk menyanyikan lagu “Balonku Ada Lima” yang simbah nyanyikan berputar-putar gak habis-habis macam CD mbundhet. Karena setelah syair… “Meletus balon hijau DOOR, hatiku sangat kacau”, simbah menyambungnya dengan bait : “Hijau kuning kelabu, merah muda dan biru”. Tak mengherankan lagunya gak tamat-tamat diiringi dengan tawa Bu Kus (alm) guru TK simbah yang ngakak habis mendengar lagu tak bertepi itu.

Konsekwensi dari tampil di muka publik adalah identitas simbah menjadi terkuak. Walaupun sebenarnya identitas simbah bukanlah misteri buat Boeng Koeaing, kang Okebebeh, Cak Andi Nur, ataupun sang maestro web design yang selalu mengoprek blog simbah dengan mantabhnya, yakni Bang Johar a.k.a Nurudin jauhari.

Selanjutnya simbah tak lupa berterimaksih kepada pihak penerbit yakni Pro-U Media yang telah berkenan menerbitkan kumpulan tulisan simbah ini. Sungguh merupakan satu kehormatan bagi simbah bahwa pihak Pro-U Media menerbitkan buku ini tanpa mengubah satu hurup pun, walaupun tentu saja itu mengubah ejaan EYD menjadi Ejaan Yang Dikacaukan. Dari penulisan hurup “P” yang hampir selalu menggantikan hurup “F” atau “V”, ataupun ejaan yang senantiasa mengacaukan antara homofon, homograf ataupun homonim.

Akhirnya, dengan segala kekurangan di sana-sini simbah mempersembahkan buku ini dalam rangka tawashaubil haqqi wa tawashau bish shobri, yang ujungnya tak lain dan tak bukan demi menggapai Ridho Illahi.

Judul Buku :  Republik Genthonesia, Maju Perut Pantat Mundur
Penulis      :  Mbah Dipo
Penerbit    :  Pro-U Media
Tebal        :  254 Halaman
Harga        :  Rp 30.000,-

Untuk mendapatkannya sampeyan bisa kontak ke agen-agen sbb:

Agen Agen

Jabodetabek : Bursa Nurul Fikri 021-7863803,
Fatahillah 021-7374426, Salsabila 081311312251, I’tishom 021-68991133, Fauzi
021-93042604, Media Dakwah 021-3153928, Bandung: Irfan 08122118475,
Mufti 08122221475, Jawa Timur : Media Idaman 0817376443, Semarang : Gunawan 081328784604, Abdullah 081575174573, Solo : Al-Faza 08121542776, Sumsel 08197853290, Makasar: Abd. Rosyid 0411-883205, Mutiara Ilmu 085299519800, Medan : Jhon Hendri 061-77120281, Riau : Alfiyah 081365518837. Yogyakarta : Hatta 081392587101, Sarana Hidayah 0274-521637, Afif 081578824633, Sadar Ilmu 08121590416.

Dapat juga kontak ke Penerbit Langsung.

Kontak

Telp/Fax. 0274-376301, e-mail :
proumedia@gmail.com, SMS, 0274 – 7447222 Atau dapatkan di Toko Buku Gunung Agung, Gramedia, Toga Mas, dan toko buku lainnya.