Archive for July, 2008

Racun Hedonis

Posted 31 Jul 2008 — by Mbah Dipo
Category Mampir Ngombe

Setidaknya ada 5 keluarga yang selama ini bekerja di perusahaan kecil simbah, dengan penghasilan per bulan berkisar antara 1 hingga 1,4 juta. Angka sebesar itu bukanlah apa-apa jika dibanding dengan jumlah pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk tinggal di Jakarta. Maka tak heran jika mereka sampai saat ini masih istiqomah ngekasbon pada perusahaan yang nantinya ditutup dengan potongan gaji mereka.

Ada yang menarik dari perilaku pengeluaran para buruh itu. Beberapa bulan lalu simbah menawarkan HP pada mereka untuk komunikasi lapangan. Simbah menawarkan bantuan dengan kisaran 200 hingga 300 rebu ripis buat membeli HP CDMA atau kalau mau GSM bekas. Saat simbah tawarkan pada mereka, simbah kaget dengan jawaban mereka…..

“Pak, kalau HP yang ada MP3 dan kameranya itu berapa ya? Saya mau yang itu saja….” Kata salah seorang pegawai yang berposisi sebagai sales. Glodaak..!! HP dengan kriteria yang sales maksud itu, saat itu harganya mencapai satu bulan gaji mereka. Bukan simbah gak mau ngasih, tapi apa yang dimaksud sudah melenceng dari tujuan semula. Simbah bermaksud dengan adanya HP komunikasi lapangan jadi mudah. Jadi sekedar maksud fungsional saja, mengingat gaji pegawai yang kecil. Read More

Benar-benar Ada

Posted 28 Jul 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Beberapa hari yang lalu simbah ngajak anak-anak jalan-jalan sambil jajan makanan kecil buat si thole dan si gendhuk. Saat itu anak-anak minta dibelikan es krim. Dan kalau melihat betapa lahapnya anak-anak simbah makan es krim, simbah jadi teringat masa kecil simbah, dimana untuk bisa menikmati yang namanya es krim itu dibutuhkan satu mujahadah kelas wahid.

Sewaktu kecil simbah mempunyai seorang teman yang namanya Gudel. Terlahir dari satu keluarga yang kisah hidupnya cukup memilukan. Bapaknya adalah kawan dekat dari orang tua simbah. Rajin sholat ke mesjid, tapi matinya bunuh diri dengan menggantung diri setelah tamat meminjam dan membaca buku yang berjudul “Hidup Sesudah Mati” karya Bey Arifin (kalau gak salah) dari orang tua simbah. Aneh memang, padahal buku itu isinya bagus. Tapi kok bisa-bisanya menginspirasi bapaknya Gudel buat gantung diri. Atau mungkin beliaunya mau membuktikan isi buku itu. Tapi apapun alasannya, yang jelas si Gudel jadi anak yatim.

Kehidupan si Gudel jadi tidak mudah. Di kalangan anak-anak kecil seusia simbah dia dijuluki “tukang gresek”. Gresek, dengan hurup ‘e’ dibaca seperti kata ‘pesek’, adalah satu perilaku yang dianggap ngisin-isini bin memalukan. Kata itu mengandung maksud memungut sesuatu yang sudah dibuang orang, kalau sekarang mungkin termasyhur dengan kata “Pemulung”. Read More

Kemakmuran

Posted 17 Jul 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Bagi sampeyan yang tinggal di tlatah Solo dan sekitarnya, dan saat ini setidaknya berusia 25 tahun, tentu masih ingat yang namanya Bancakan Weton. Satu ritual yang diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, dengan menyajikan satu nampan nasi tumpeng yang dihiasi sayur gudhangan binti urap plus telor ayam yang ukurannya cukup menggetarkan jiwa. Betapa tidak, bagaimana sampeyan bisa membayangkan sebutir telor ayam yang dibagi dengan bilangan empat kwadrat…?

Dengan menu Bancakan Weton yang sangat sederhana itu, simbah masih inget bagaimana nasi bancakan itu cukup dahsyat menggoncang lidah ndeso kita. Sehingga jika ada panggilan undangan buat menghadiri bancakan weton ini, segera saja semua berandal cilik seumuran simbah waktu itu berlomba berkumpul untuk merubungi nasi tumpeng sederhana itu. Terus terang, yang paling menggoda dari menu bancakan saat itu bukanlah nasi urapnya. Namun hampir semua anak-anak saat itu sepakat, telor seperempat kwadrat yang mungil itulah yang menjadi daya tarik paling kuat buat menyedot ketertarikan para member bancakan itu. Sehingga seringkali anak-anak saat itu menjadikan telor ayam seperempat kwadrat itu sebagai hidangan penutup, yang akan habis dengan sekali klamut. Simbah masih inget si Yadi Lemu dan Surono Nggople yang nangis kenceng karena telor ayam seperempat kwadrat yang sedianya dieman-eman buat “Gong Penutup”, jatuh bersimbah tanah gara-gara sengaja disenggol oleh konconya yang sirik karena telornya lebih dulu disantap sebagai pembuka. Read More

Berkaca Pada Tukang Becak

Posted 10 Jul 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Tukang Becak sudah lama tak keliatan lagi di Jakarta. Propesi yang mengandalkan methekolnya otot ini dianggap lebih banyak mendatangkan masalah daripada menyelesaikan masalah. Alasan yang paling banyak mendasari dilarangnya becak beroperasi adalah perihal kesemrawutan yang ditimbulkan oleh becak. Padahal juga tak bisa dipungkiri, kendaraan roda tiga itu merupakan kendaraan yang ramah lingkungan. Bahan bakarnya cuma Blue Energy alias air putih murni ditambah sego kucing limang pincuk, yang cukup buat mancal mesin “3 tak” nya. Yakni “tak” injek, “tak” genjot, dan “tak” gowes pedalnya.

Tarif yang diberlakukan tukang becakpun sangat rasional. Mereka menetapkan tarif sesuai besaran energi yang dikeluarkan, yang tentu saja sesuai dengan hukum Newton yang melibatkan jarak (s) dan Gaya (F). Jarak Pasar Pon ke Pasar Legi yang cuma sepeminum teh itu tentu saja berbeda taripnya dibanding dengan jarak Pasar Pon ke Palur, yang bisa dibilang berjarak sepeminum limang jimbeng teh. Dan para abang becak ini tidak akan mengambil job yang melebihi batas kesanggupannya, walaupun dijanjikan bayaran sak hohah. Coba saja dia disuruh ngantar sampeyan dari Solo ke Semarang.. Kalaupun dia mau,tentu saja itu disebabkan kekhawatiran bahwa sampeyan makin tambah kumat kenthirnya kalau keinginan itu gak dituruti. Jadi yang waras ngalah saja… :D Read More

Takdir Sebagai Kambing Hitam

Posted 07 Jul 2008 — by Mbah Dipo
Category Mampir Ngombe

Jenggot Kambing Hitam

Takdir Sebagai Kaming Hitam

Sudah beberapa kali simbah menerima email konsultasi yang isinya senada dengan bunyi email di bawah ini :

“Mbah, perkenalkan nama saya Gemblong. Saya lahir pada tanggal 7 Mei 1978 jam 02.00 pagi. Saat ini saya sedang membina hubungan dengan gadis bernama Brintik yang lahir pada tanggal 4 Agustus 1982. Menurut simbah, pigimanakah nasib perjodohan kami? Apakah sejodoh,langgeng,… atau malah berantakan?Apakah yang sebaiknya saya kerjakan agar perjodohan kami ini lancar?
Terimakasih atas jawabannya ya mbah…”

Entah darimana sang pembaca mendapat inspirasi buat mengirim email ini. Lagian simbah juga tidak memasang iklan menerima konsultasi nasib. Mungkin ini gara-gara simbah pernah menulis artikel tentang “Membaca Nasib”. Tapi di artikel itu simbah justru tidak mendukung adanya praktek ramal meramal nasib ala dukun-dukun online via SMS itu. Mungkin oknum Gemblong ini cuma mbaca judul tanpa mbaca isinya….

Ditilik dari isinya, secara keseluruhan menggambarkan point pokok isi dari otak para pencari kabar masa depan. Rata-rata pencari kabar nasib, menanyakan hal tersebut. Bagi sampeyan-sampeyan yang masih single, baik berstatus sebagai pejantan tangguh, bujang lapuk, Duren (duda keren), Dublag (Duda hampir nggeblag alias duda udzur), perawan ting-tong, janda kembang ataupun janda kembung, nasib perjodohan maupun hidup sampeyan bukanlah hal yang harus diketahui sekarang. Nasib Masa depan sampeyan dibangun oleh sampeyan sendiri. Sampeyan setiap saat disodori multiple choice yang ketika memilih satu dari sekian pilihan yang disodorkan itu, sampeyan memilihnya dengan sadar dan merdeka. Read More