Posted 29 May 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Kang Isaac Newton pernah ngomong, bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki lawan atau kebalikannya. Kebaikan lawan dari keburukan, jauh kebalikan dari dekat, atau sebagaimana posting kemarin, borju merupakan kebalikan dari proletar, meskipun tak selamanya tepat.
Dalam hal kaya dan miskin, seringkali orang memberikan satu nilai pada masing-masing kata tersebut. Bagi Kanjeng Bendoro Tuan Sinyo, juragan Tahu Pong yang pernah ditodong clurit di kawasan kumuh, kata miskin atau kemiskinan tentu saja berkonotasi negatip. Apalagi selain ditodong, Kanjeng Bendoro Tuan Sinyo juga ditonyo bibirnya yang mrongos itu sampai bonyok. Makin pantaslah dia dipanggil Tuan Sinyo, karena kata tersebut bisa dimaknai Untu Kedawan Gusi Menyonyo. Read More
Masa co-ass (dokter muda) adalah masa yang cukup kelam buat simbah. Di masa ini, kurang lebih selama 3 tahun, simbah hampir yakin bahwa pilihan untuk menjadi dokter adalah pilihan yang keliru. Simbah masuk jadi co-ass adalah di tahun awal reformasi, dimana bengsin yang 700 ripis naik menjadi 1200 ripis. Massa marah, mahasiswa ngikut. Saat itulah kembali terbukti, bahwa perut lebih tajam dari pedang. Tuntutan keperluan perut, menimbulkan huru-hara di mana-mana, tak terkecuali di dunia perco-assan.
Di saat itu, dunia co-ass terbagi menjadi 2 kasta, yakni kasta co-ass borju dan kasta co-ass proletar. Kasta co-ass borju ditandai dengan adanya gejala fisik nenteng-nenteng pager (dibaca peijer, bukan pager makan tanaman) dan tentu saja HP yang kala itu ukurannya cukup membuat kirik bin asu ciut nyalinya jika diancam mau dibandem pakai HP itu. Kasta ini tongkrongannya di kantin, dan tentu saja jarang ditemui di halte bis, karena area parkir Rumah Sakit merupakan habitat mobil pribadi mereka. Member kasta co-ass borju ini kebanyakan adalah coass yang sugih kongenital. Read More
Posted 19 May 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Simbah punya tetangga di kampung yang bernama Mbah Gambreng. Gambreng adalah nama sejenis serangga. Tak jelas mengapa dinamai seperti itu. Tapi dia bukanlah satu-satunya warga kampung simbah yang dinamai dengan nama binatang. Mbah Gambreng adalah type wanita pejuang yang gigih. Masa mudanya dihabiskan jualan di pasar, dimana kulakan barangnya sampai ke tlatah Matesih sono. Matesih adalah daerah yang jaraknya sekitar 20 km dari kampung simbah. Jarak sejauh itu ditempuh hanya dengan jalan kaki oleh mbah Gambreng.
Makanya sejak dini hari uthuk-uthuk yakni sekitar jam 2 pagi, mbah Gambreng sudah meluncur dari rumah. Kulakan ke Matesih, lalu dijual di Pasar Jungke, siangnya pulang ke rumah. Begitu seterusnya.
Simbah pernah menjumpai satu komunitas penjual daun pisang di daerah Wonogiri –sebagaimana Mbah Gambreng- menempuh perjalanan menyebrangi gunung untuk menjual daun pisang ke desa sebelah. Mereka berangkat pagi-pagi buta, lalu pulang siang hari dengan keuntungan yang tangeh lamun bisa buat beli BMW. Bisa beli BMX saja sudah mukjizat buat mereka. Read More
Posted 14 May 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Bengsin dikabarkan mau naik harga. Harga sembako yang konon singkatan Sembilan Bahan Pokok malah mendahului naik. Bukan hanya Sembilan Bahan, bahkan mungkin Sembilanpuluh sembilan bahan yang sudah merangsek naik. Tukang adzan kampung simbah yang masih ngompolan di mesjid sudah gak punya nyali buat ngompol lagi. Karena begitu ngompol, sudah terbayang harga sabun cuci buat ngumbahi karpet mesjid bakalan tidak murah lagi.
Kemaren suami dari salah satu pegawe simbah yang kerjaannya ngrencengi dagangan meninggal. Menjandalah dia dengan tanggungan 5 anak. Waktu simbah kasih gaweyan buat si mpok, semuanya semata-mata karena simbah melihat kondisi suaminya yang kena penyakit gula, diPHK dari pabrik dimana ia bekerja. Itung-itung buat nyambung napas. Ternyata napasnya putus juga di usia 48 tahun. Sekarang tinggalah 6 napas yang harus disambung, seorang janda dengan 5 anak, dimana yang paling kecil belum selesai disapih dari tetek si mpok. Read More
Posted 02 May 2008 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Hampir seminggu blog simbah mengalami gonjang-ganjing. Dengan tanpa dinyana dan diduga, blog simbah menghilang begitu saja tak tahu rimbanya. Yah, simbah pasrah saja. Ha wong memang gak mudeng babar pisan masalah server-serveran ataupun hosting-hostingan. Bisanya cuma posting doang. Sedangkan masalah server dan hosting simbah serahkan pada ahlinya, yakni Bang Johar.
Jadi kalau sampeyan kemarin mblasuk ke blog ini trus cuma dipituturi bahwa blog simbah sementara unavailable buat dioprak-oprak, itu semua di luar kemampuan simbah untuk menjelaskan What, why, when, where, dan how nya.
Maka untuk njagani dan mageri kemungkinan yang tidak diinginkan, bahwa sewaktu-waktu blog simbah tiba-tiba ghaib tak tentu rimbanya, simbah terinspirasi oleh pilem kartun paporitnya si thole mbarep, yakni Naruto. Maka simbah kloninglah blog ini dengan jurus Kage Boushin no Jutsu-nya Naruto. Sehingga muncullah kloningan Pitutur di alamat yang baru yakni di: http://www.pitutur.net .
Ada kemungkinan nantinya di kloningan itulah simbah akan mencurahkan muntahan isi otak dan hati ini. Sedangkan blog yang lama, masih belum jelas apakah mau eksis dengan materi yang berbeda ataukah diliquidasi.
Simbah juga mohon maaf, jika banyak pertanyaan konsultasi yang masup belum simbah jawab. Tak lain dan tak bukan ini semua gara-gara kesibukan offline yang sempat mbikin simbah jumpalitan. Sabar saja…….
Jika ada saran dan usul, jangan malu untuk menyampaikan. Dan jika menyampaikan usul, jangan usul yang malu-maluin. Dan jika usulnya sudah diterima, jangan lantas kehilangan rasa malu… 