Posted 30 Jan 2008 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan
Trend yang sekarang marak berhembus di kalangan jahiliyah mutakhir adalah adanya paham yang mempercayai Tuhan, tapi tak percaya pada agama-Nya. Hmmm… mumet juga nggagas paham koplo bin koclok ini. Memang itu hak masing-masing sampeyan untuk berpaham kayak gitu. Dan hak simbah juga untuk mengatakan itu paham koplo bin koclok.
Jika penyakit paham ini mulai menyerang sampeyan, dan sampeyan mungkin sreg, cobalah sampeyan pikir, jangan sambil mengerutkan dengkul, karena otak sampeyan bukan disitu. Miturut simbah, orang yang percaya pada tuhan, tapi tak percaya pada agama-Nya, berarti ada 2 kemungkinan : Read More
Posted 23 Jan 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Kemarin Sabtu simbah pulang kampung ke Solo. Baru ke Jakarta lagi hari Selasa. Ada kejadian yang mbikin simbah agak miris sewaktu simbah balik ke Jakarta.
Sore itu simbah naik bis jurusan Solo-Jakarta. Di awal perjalanan, sang sopir dan kenek yang bertugas mendapat tawaran ngangkut barang sejumlah 15 karung. Sang Kondektur prengas prenges mengiyakan, karena ini berarti obyekan alias sabetan di luar inkam rutin dari penumpang resmi. Toh kalo diperiksa, penumpangnya cocok jumlahnya. Yang pasti gak diperiksa adalah bagasi, karena itu sudah pasti barang-barang milik penumpang.
Namun pada kasus ini kenyataannya tidak. Barang yang di bagasi itu adalah barang titipan yang harus diantar ke tujuan, yang tentu saja dengan biaya angkut tersendiri. Nah ini adalah kue buat sopir, kenek dan kondekturnya. Maka dengan semangatnya mereka njemput barang tersebut.
Simbah kira barang itu adalah beras sejumlah 15 karung. Setelah ketemu karungnya, jebulaknya karung itu berisi pete sak arat-arat. Lagian karungnya gedhe-gedhe. Maka dengan setengah mekso, karung itu dijejel-jejelkan ke bagasi. Sisanya yang 3 karung karena bagasi gak muat lagi, dijejelne ke toilet… Hwarakadah, bus yang judulnya “Bus Eksekutip AC Toilet” akhirnya kehilangan toiletnya karena dijejeli pete telung karung. Oalaah, dasar manungso ngrekes… Read More
Posted 14 Jan 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Saya dan sampeyan semua pasti pernah mengalami yang namanya menyesal. Rasanya gak enak. Bukan penyesalannya yang gak enak, namun rasa kecewa yang mendahului penyesalan itulah yang mbikin gak enak.
Tetangga simbah yang sudah mendahului ke alam barzah pernah mengupas perihal penyesalan ini berdasarkan durasinya. Dari durasi yang pendek sampai kepada yang panjang dan lama. Beliau menerangkan berulang-ulang perihal bab penyesalan ini di mimbar Kultum selepas sholat Isya. Sampai pendengarnya blokekan dan ngedumel…. “Halah, bola-bali iki wae. Nyetel kaset sampe nglokor…”
Namun simbah tak pernah bosen tetap mendengarkan materi kultum yang itu-itu juga. Karena simbah mencoba mencari hal yang lain di balik isi kultum yang diulang-ulang macem House Music Extended Version. Di antaranya beliau menerangkan begini : Read More
Posted 09 Jan 2008 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan
Hujan merupakan nikmat Allah. Dengan hujan Allah menurunkan banyak nikmat ke muka bumi. Dengan hujan Allah menghidupkan bumi yang gersang. Meskipun dengan hujan juga Allah dapat mengirimkan adzab, sebagaimana yang menimpa umat Nabi Nuh as.
Sehingga tidaklah mengherankan, manakala mendung datang, Rasulullah saw tampak cemas dan khawatir. Kecemasan dan kekhawatiran beliau sirna dan berubah menjadi kegembiraan manakala hujan benar-benar turun. Saat mendung datang, beliau khawatir jangan-jangan yang turun nantinya adalah adzab dari Allah. Begitu turun hujan, maka yakinlah beliau bahwa ternyata rahmat dan berkah Allah lah yang turun.
Saat hujan turun, ada beberapa amalan ibadah yang khas dikerjakan oleh Rasulullah saw. Dan kekhasan amalan ini hanya saat hujan turun saja. Sedangkan di saat biasa, dimana tidak turun hujan, amalan khusus ini tidaklah dikerjakan. Apa sajakah amalan tersebut? Sudahkah kita mengetahui dan mengamalkannya? Read More
Posted 07 Jan 2008 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Berulangkali sudah simbah menyaksikan di tipi, seorang reporter melaporkan kondisi bencana di lapangan. Lalu dengan wajah seakan ikut prihatin, dia menanyakan pertanyaan koplo ini :
“Warga sini sudah menerima bantuan dari pemerintah apa belum pak?”
Mbuh nggak tahu kenapa, simbah menganggap pertanyaan macem begitu sebagai pertanyaan khas kere, yang hanya bisa membangkitkan energi pasif daripada energi untuk pro aktif. Tapi herannya pertanyaan model mas-mas dan mbak-mbak reporter itu terasa Indonesia banget. Mungkin maksudnya untuk menunjukkan, “Ini lho warga sedang kena bencana, mbok pemerintah ikut mbantu.” Padahal sudah sama dimaklumi, bahwa untuk proyek-proyek kemanusiaan model gini, selalu sepi peminat. Soalnya itu proyek gak ada basah-basahnya sama sekali, meskipun ngurusi banjir juga. Beda dengan proyek-proyek basah lain yang selalu dikejar karena berharap cipratan klebusnya. Apa pada lupa bahwa di Indonesia ini berlaku aturan “Semua pejabat itu korup, kecuali terbukti lain”? Read More