Posted 28 Nov 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Minggu pagi kemarin simbah kedatangan seorang anak kecil berumur sekitar 7 tahunan, yang dengan memelasnya menengadahkan tangan dan keluar dari mulut mungilnya kalimat :
“Pak sedekahnya pak, sedekahnya pak…… “
Simbah lalu masuk ke dalam rumah, karena kebetulan ada beberapa potong biskuit lezat milik anak-anak. Begitu simbah keluar, si anak sudah gak ada. Eh, rupanya sedang melafalkan mantra serupa di rumah sebelah. Simbah panggil saja anak laki yang saat itu memakai kopiah haji itu.
“Hai, sini… ini ada makanan enak buat kamu. Dimakan ya…,” kata simbah mbujuki. Anak itu datang dan mengambil roti biskuit tersebut. Kesempatan itu simbah gunakan untuk bertanya :
“Rumah kamu dimana? Kok minta-minta sih… uangnya mau kamu pakai buat apa?” tanya simbah
“Saya tinggal sama engkong mbah, uang ini mau saya pakai buat uang sekolah,” jawab anak itu. Sayang, jawabannya tidak lugu. Seperti apalan yang memang sengaja disiapkan kalo ada pertanyaan seperti pertanyaan simbah itu.
“Ah, kamu ada-ada saja. Gini aja, kalo kamu lapar, atau butuh makan, jangan minta-minta ya. Main kesini aja, entar simbah siapin makanan. Tapi jangan minta-minta ya… apa gak malu?” Read More
Posted 26 Nov 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan
Lima hari yang lalu simbah dikagetkan dengan satu SMS yang masup ke HP simbah. Isinya sebenarnya njelehi, yakni SMS berantai. Tapi entah mengapa sore itu di saat simbah menerima SMS tersebut, ada keinginan untuk menanggapinya. Padahal biasanya kalo ada SMS semacam itu simbah gak pernah nggubris babar blas. SMS tersebut bunyinya begini (simbah kutip apa adanya termasuk salah ketiknya):
Dari 085656595xxx :
Seoran anak kecil ditemukan di aceh barat, ditubuh anah itu terdapat tulisan nama allah dan anak itupun bisa bicara dengan binatang apapun, ini tanda kiamat dunia ini hampir dekat, sebarkan brita ini ke 10 orang, insyaallah dalam jangka 10 hari anda akan mendapat rezki besar, kalau tidak akan mendapat kesulitan tiada henti, ini amanah jangan diremehkan, kabar ini datang dari Tgk Hasbi Amin, wakil M.P.U. aceh barat, Terima kasih
Read More
Posted 21 Nov 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Sudah beberapa hari ini simbah merasakan hawa yang sangat sumuk menggempur di klinik simbah. Sehari bisa ganti kawos dalem sampai tiga kali. Baru gebyar-gebyur ciblon, keluar kamar mandi langsung gembrobyos berpeluh keringat. Belum lagi nyamuk ganas melepaskan serangan bertubi-tubi tak kenal ampun. Temtu saja nyamuk khas Batavia yang sudah kebal disemprot, diasap, dielektrik maupun dihalangi obat nyamuk gosok.
Sementara itu di tipi teriakan “Stop Global Warming” selalu diserukan cah-cah nom yang suka metongkrong, dengan gaya serius mengkampanyekan anti pemanasan global, tentu saja di ruangan ber-AC yang boleh jadi berfreon…. hlaladalah.. Read More
Posted 15 Nov 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Adalah guru ngaji simbah menceritakan satu kisah yang sarat dengan makna. Yakni kisah tentang penghuni penjara. Syahdan ada satu rutan alias penjara dihuni oleh 500 napi. Suatu ketika diumumkanlah, bahwa kepala rutan memberi kesempatan pada penghuninya untuk keluar dari rutan tersebut. Tentu saja kesempatan ini disambut dengan gegap gempita oleh 500 penghuni rutan tersebut.
Hanya saja kesempatan keluar dari penjara itu sangat terbatas. Yakni dengan cara membuka salah satu pintu keluar penjara yang sempit, yang hanya seukuran tubuh orang dewasa yang berjalan miring. Lamanya pintu dibuka hanyalah 10 menit. Setelah itu pintu ditutup lagi. Maka yang keluar penjara dianggap lepas, sedangkan yang tinggal akan menjalani masa hukumannya lagi.
Pertanyaannya, kira-kira berapa napi yang bisa keluar dari rutan tersebut dengan memanfaatkan waktu keluar yang disediakan?
Read More
Posted 12 Nov 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Beberapa minggu menjelang puasa kemarin simbah menyempatkan pulang kampung. Sebagaimana biasa kalo pulang kampung, simbah menyempatkan mampir ke Pasar Gede buat hunting jajan pasar yang gak pernah simbah jumpai di Metropolitan. Kalopun ada di Jakarta, harganya mesti muahal pol. Jajanan ndeso
tapi harganya gak ndeso babar pisan.
Selepas blanja, simbah keluar pasar dan mengambil motor simbah yang ada di parkiran. Saat mau mbayar uang parkir pada petugasnya, simbah dibikin kaget secara sekonyong-konyong, walaupun tidak koder. Ternyata petugas parkirnya adalah si Paimo (bukan nama sebenarnya), salah seorang konco kuliah simbah di kedokteran.
“Lhadalah, kang… ha kok kowe tho jebulnya…..Gimana kabarnya?”
“Weh, masya Allah.. mingsih inget aku tho mbah. Tak kira sudah lupa. Yah ginilah mbah nasibku sekarang… Ngupoyo upo, yang penting halal.” katanya sambil tersenyum. Read More
Posted 08 Nov 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Di satu malam saat simbah mbungkusi dagangan, datanglah tetangga sebelah ikut nimbrung mbantu mbungkusi. Gak ada yang nyuruh dan gak ada yang minta, tau-tau dia mbantu proses mbungkusi sambil ngobrol bercanda dengan sebagian pegawai. Sinambi mbungkus, sang tetangga – sebut saja Pardi Kenyung – tiba-tiba nyeletuk :
“Wah, enak ya mbah sampeyan. Punya modal gede buat mbikin usaha kayak gini. Duit ngalir teruuss… gak kaya saya yang gak gableg modal..”
“Apa betul kamu gak punya modal kang? Mosok sih gak punya sama sekali..?” tanya simbah. Read More