Posted 20 Aug 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Bagi sampeyan yang gemar melakukan perjalanan naik kendaraan umum dan kebetulan duiknya turah mblasah, Kereta Api kelas ekonomi bukanlah termasup daptar pilihan. Biasanya kereta api kelas ini hanyalah alternatip di kala duit sudah limit, posisi kocek terjepit, nyari yang lain sulit dan kondisi perut melilit.
Padahal kalo pingin melihat hakekat gambaran nyata kondisi rakyat Indonesia, ya disitulah tempatnya. Lha kalo kebetulan ada turis asing yang gak paham tentang Indonesia trus dituntun nglencer di sekitar Sudirman Thamrin, maka kesimpulannya Indonesia ini sudah memasuki era masyarakat adil makmur, gemah ripah loh diloloh, tata tentrem kerto dimejo. Lha yang diplototi gedung menjulang magrong-magrong, mobil mewah kinclong, prawan ayu denok deblong ayu moblong-moblong, hiasan jalan katon mencorong, serta jalan halus tanpa bolong. Read More
Posted 14 Aug 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Simbah gak akan bercerita tentang makanan berpormalin di postingan ini. Sudah banyak situs yang ngonceki hingga mblejeti perihal pormalin ini sampai entek amek kurang golek. Tapi simbah hanya pingin menceritakan perihal pengalaman simbah yang bertemu dengan seorang mantan akuntan yang mertobat dan ketemu jalan rejekinya.
Adalah sohib simbah ini adalah anak seorang akuntan yang diarahkan orang tuanya berpropesi seperti bapaknya. Dan memang akhirnya jadi juga dia seorang akuntan sukses. Hidup berlebih dan dikaruniai keluarga yang miturut kacamata kasat mata pokoke keluarga bahagia sejahtera.
Satu hal yang dia gak kuat, yakni menipu diri. Tempat kerjanya menuntut agar dia melakukan kebohongan dengan membuat laporan dobel. Yang satu jujur, namun karena jujur bikin ajur maka dikubur. Sedangkan laporan satunya abal-abal, namun karena yang abal-abal ini digemari dan nyenengkeh, maka laporan abal-abal inilah yang diobral. Read More
Posted 10 Aug 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Wak Codhot : Kerupuknya satu berapa kang?
Wak Kluprut : Mangatus
Wak Codhot : telungatus ya…
Wak Kluprut : codhotmu kuwi.. ha wong mangatus kok ditawar. Ya harganya segitu. Gak gableg duit gak usah beli.
Itulah reaksi wak Kluprut saat krupuknya yang seharga mangatus ripis ditawar wak Codhot yang selisih harganya cuma dua ratus ripis. Cuma duaratus, tapi sudah mbikin wak Kluprut sewot. Pasalnya orang biasa mbeli gak pernah nawar. Ha kok tahu-tahu ditawar cuma tigaratus ripis. Coba bandingken dengan wak Koplo yang mau mbeli mobil pada nyak Gembuk : Read More
Posted 06 Aug 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Cangkriman kedua yang simbah tebar juga banyak yang kelimpungan njawabnya. Malah simbah dituduh sebagian orang sebagai orang yang bikin onar dan bidengah. Padahal sebenarnya intinya satu… gak isa njawab. Ada yang dengan legowo bilang, “Nyerah mbah, pasrah bongkokan.” Tapi ada juga yang malah balik nanya, “Kamu maunya apa dengan pertanyaan ini?” Dasar trondholo… yang namanyah pertanyaan ya maunya dijawab lah.
Cangkrimannya adalah : Amalan sunnah apakah yang lebih utama daripada amalan wajib?
Ada ustadz yang ahli membidahkan orang menjawab, “Gak ada itu. Yang ada amalan sunnah itu hanya bisa menyamai ganjaran amalan wajib. Misalnya sholat sunnah di bulan Ramadhan.” Setelah menjawab begitu sang ustadz melanjutkan ngajar ngaji di satu porum komprens, sambil membodohkan kelompok lain yang tak sepaham dengannya. Read More
Posted 02 Aug 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Beberapa waktu lalu simbah menebar cangkriman di beberapa forum. Ada dua cangkriman bin teka-teki. Sederhana tapi semua yang simbah temploki cangkriman itu ternyata nyerah. Sebagiannya minta klu-klu yang tadinya dikit, namun akhirnya setelah klunya sak ikrak tetep saja nyerah.
Salah satu dari cangkriman itu bunyinya begini :
Sesuatu yang halal, namun bisa menyebabkan orang tidak dapat masuk surga. Apakah itu?
Beberapa sohib chat yang ahli mencoba menjawab. Dari ahli agama, ahli ekonomi sampai ahli waris. Ahli kubur gak ikut-ikut temtunya. Ada yang njawab pernikahan, karena kalo nikahnya dholim bisa masup neraka. Yang njawab ini rodo mblero, ha wong jelas-jelas pertanyaannya suatu yang “halal†kok njawabnya nikah yang “dholimâ€. Sama sekali jauh dari Be 100%, mungkin tinggal 25%. Ada yang njawab sedekah tapi tidak ikhlas. Ini gak kalah mlethonya. Ha wong gak ikhlas itu kan jelas dosa, bukan hal yang halal. Lha yang simbah tanyaken itu yang “halalâ€. Read More