Archive for March, 2007

Salah Sedekah

Posted 30 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

Siang itu seperti biasa selepas sholat Jum’at beberapa murid ngaji simbah mengumpulkan kotak infaq masjid untuk dihitung hasilnya. Di tengah asyik-asyiknya ngetung hasil infaq jum’at itu, dumadakan salah seorang pengurus masjid mendekati para penghitung infaq itu. Dia bilang :

“Anu, maap… tadi saya salah naruh uang infaqnya. Mau saya tuker dulu…. Tadi saya masupin uang limapuluh rebuan. Ini mau saya tuker yang duapuluh rebuan…” kata sesepuh sekaligus pengurus masjid itu pada para pemuda penghitung infaq. Read More

Malulah Sebelum Malu-maluin!

Posted 28 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Kemarin simbah menyempatkan diri blayangan ke Pasar Pagi buat survey barang-barang mainan. Sibuk dan ruwet bukan main. Hingga akhirnya simbah sampai di satu sudut jembatan yang baunya minta ampun pesingnya. Rupa-rupanya khalayak ramai sepakat untuk ngrabuk sudut jembatan itu dengan uyuh bin kencing. Dan itu nampak dari beberapa orang yang dengan sengaja wira-wiri masuk kesitu untuk memenuhi panggilan alamnya.

Yang gak enak dipandang adalah prosesi dari ngrabuknya itu. Lha si oknum dengan santainya ngocor sambil singsut-singsut, trus dengan cueknya mengandangkan si waterbird ke paseban. Hampir tanpa tutup, di tengah lalu lalangnya orang. Jangan tanya cebok apa nggaknya. Atau istinjak pakai apa, karena baik air maupun batu tak ada. Kalopun dimungkinkan istinjak, paling dioset-oset ke tembok jembatan… jian malah mikir yang saru tho sampeyan.. Read More

Kalimat Janggal

Posted 25 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Yang namanya hidup bermasyarakat, maka kita akan sering berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita dengan beragam pemahaman dan pemikiran. Hal ini disebabkan oleh beragamnya latar belakang dan lingkungan hidup si orang tersebut.

Ada Lik Kartomarmo jebolan SD Inpres yang kesehariannya bakulan Blanggreng dan Limpung. Ada juga yu Suminten bakul jenang grendul  yang bisa menamatkan sekolah sampai SMP, serta kang Dimpil adiknya pakde Ciwir yang jadi preman pasar merangkap jabatan penambang Cap Jie Kie. Dia sekolah saja tidak, mbaca buku grothal-grathul tapi kalo mbaca kertu jembrek lanyah wal lancar tanpa kendala. Tentu saja orang-orang semacam mereka sangat berbeda dengan Om Citrakso yang bisa menamatkan gelar S1 nya. Walopun jauh dari kumlot dan dekat dengan kemelut, namun yang jelas dia seorang sarjana. Read More

Teman

Posted 23 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Selingan

Pada kesempatan kali ini simbah mau sedikit menjelaskan perihal kalimat di bawah kata “Pitutur” yang belakangan muncul, seiring dengan dirombaknya dapurane blog ini. Karena rupanya kalimat itu ditangkap dengan beragam makna.

Lengkapnya kalimat yang simbah nukil itu adalah sebagai berikut :

Teman itu hakekatnya ada 3 macam, yakni :

1. Temanmu
2. Teman dari temanmu
3. Musuh dari musuhmu

Sedangkan musuh itu juga ada 3 macam, yakni :

1. Musuhmu
2. Teman dari musuhmu
3. Musuh dari temanmu
Read More

RASAKAN, NIKMATI DAN …..

Posted 21 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Adalah satu kisah menceritakan bahwa Nashrudin Hoja disambati oleh sahabatnya yang bodoh, mengeluhkan rumahnya yang sumpeg karena kecilnya. Sedangkan anaknya kecil-kecil berjumlah 7 gundhul. Nashrudin lantas memberikan nasehatnya :
“Peliharalah ayam di rumahmu, setidaknya 5 ekor!”

Nasehat itu dituruti juga. Maka setelah seminggu, sahabat si Nashrudin itu dateng lagi. Keluhannya tambah menyayat hati. Soalnya rumah yang sudah sumpeg itu ternyata tambah makin sumpeg. Tapi si Nahsrudin menenangkan. :
“Sabar, namanya juga proses, jangan ingin cepat melihat hasil. Aku kan belum selesai kasih nasehat. Setelah kau pelihara ayam, peliharalah 5 ekor burung dara di rumahmu.”

Si sahabat itu nurut juga. Dan bisa ditebak, minggu berikutnya dia tambah misuh-misuh pada si Nashrudin. Rumahnya tambah gak karu-karuan. Ayam dan burung dara bikin tambah kaco ruangan rumahnya. Si Nashrudin menenangkan :
“Aku jamin dalam sebulan ke depan kau akan tenang tinggal di rumahmu. Tapi peliharalah 2 ekor kambing di rumahmu.”

Nasehat itu dijalaninya juga. Minggu berikutnya si sahabat bukan hanya misuh-misuh, tapi juga marah-marah hebat.
“Gara-gara nasehatmu, rumahku jadi tambah berantakan, tambah sempit dan tambah sumpeg. Teman macam apa kau ini. Kambing, ayam dan burung bikin tambah ruwet isi rumah!” bentaknya penuh emosi. Read More

MEMBACA NASIB

Posted 16 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Bisnis membaca nasib saat ini makin heboh saja. Segala macem cara ditempuh untuk menawarkan jasa membaca masa depan seseorang. Namanya pun macem-macem. Ada yang wujudnya astrologi, feng shui, ilmu penerawangan, kartu Tarot, dan lain sebagainya. Media yang dipakai pun juga beragam. Semua media mulai dirambah. Dari tipi, radio, koran, majalah, SMS di Hape sampai yang paling primitip yakni dengan menggelar lapak di pinggir jalan.

Herannya, masyarakat juga menyambut dengan antusias. Acara yang membahas nasib dan masa depan seseorang selalu saja banyak penggemarnya. Dan sebagaimana juga telah ditunjukkan pada awal tahun kemaren, tukang ramal dan tukang baca masa depan ini senantiasa mendapat tempat di media elektronik sebagai pembuka rembug untuk ngumbar abab di mana-mana. Sampai-sampai para bisnismen, pedagang, bujang lapuk, prawan tua, bahkan juga pengambil kebijakan negara menunggu-nunggu para oracle modern itu ngubal-ubal omongan buat dijadikan pertimbangan dan referensi untuk menentukan langkahnya. Read More

HORMATILAH, WALAU TAK MAU MENJALANI

Posted 14 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

Sewaktu simbah masih ngupoyo ngelmu kedokteran dulu, ada salah seorang kawan mahasiswa yang merupakan putra seorang pimpinan ormas besar Islam di Indonesia. Kepandaiannya dalam hal ngelmu agama juga lumayan tob markotob. Maka si kawan ini sering diminta memberikan materi pengajian di kampus.

Suatu siang selepas pengajian, sang kawan ini makan bakwan goreng di ruang kuliah, tentu saja sang bakwan ditemani oleh cabe yang kemlethus. Satu hal agak mengganggu pandangan simbah, yakni sang kawan itu makan dengan tangan kiri. Temblang-tembleng satu bakwan ludes, disambung bakwan berikutnya. Karena merasa ngganjel, simbah sapa sang kawan itu dan dengan agak bercanda simbah tegur : Read More

TIPS MINUM OBAT CAIR

Posted 09 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Beberapa hari yang lalu simbah kedatangan pasien anak-anak yang menderita demam, batuk dan pilek. Setelah simbah periksa, anak itu simbah kasih beberapa obat diantaranya sirup turun panas. Lima hari kemudian, pasien itu balik lagi bersama ibunya dengan membawa obat yang telah simbah berikan sebelumnya. Ibu si pasien berkata :

“Dok, tolong obatnya diganti saja dok. Sudah saya kasihkan kok gak ada perubahan sama sekali. Sirup turun panasnya itu juga tidak manjur. Wong habis diminum tetap saja panas.”
Simbah bertanya, “Cara kasih minumnya sudah betul apa belum bu?”
“Sesuai yang tertulis ddi situ dok, satu sendok teh,” jawabnya.
“Sendok teh yang saya berikan atau sendok teh rumah?”
“Sendok teh rumah dok, kan sama saja dok,” katanya.

Dari sini simbah sudah tahu mengapa obat itu jadi tidak manjur. Dan simbah mengalami hal ini berulangkali. Ada yang bahkan datang ke klinik sudah sambil ngomel-ngomel, begitu simbah jelaskan letak kesalahannya, malah jadi malu dan minta maaf. Read More

Tips Sholat Khusyu’

Posted 06 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan

Salah seorang teman sejawat dokter menceritakan pengalamannya sewaktu mengerjakan sholat siang hari di rumahnya. Pada mulanya sholat berjalan adem ayem aman sentosa. Sampai akhirnya ada seekor ayam menerobos kamarnya dan bertengger di dekat makan siangnya yang rencananya mau disantap selepas sholat. Sholat yang tadinya dirasakan penuh hikmat kebijaksanaan, mulai berubah menjadi degup kekhawatiran.

Terjadi dilema ala buah simalakama. Pilihan antara mbatalin sholat buat ngusir ayam, atau sholat tetep diteruskan dengan resiko makan siangnya diembat dan dithotholi sang pithik. Akhirnya terbersit ide cemerlang melintas di benaknya. Jian, ngawur tenan.. sholat kok nyari ide. Apa itu idenya? Read More

NASIB SAPI DAN POLISI

Posted 02 Mar 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Di satu sore terjadi perbincangan antara pak Kyai dan cantriknya. Cantrik adalah orang yang bertugas ngurus keperluan pesantren sekaligus dia sendiri berguru di situ.

Kyai : Sapinya sudah dikasih makan belum trik?
Cantrik : Sudah beres pak Kyai… barusan malah sudah di kombor.
Kyai : Bagus. Sini duduk sini, tak kasih ngelmu penting.
Cantrik : Baik Kyai….. wah, ngelmu apa kyai?
Kyai : Gini Trik, kamu tahu mengapa kamu tak suruh ngopeni si Sapi dengan baik dan telaten?
Cantrik : Nggih.. lha si sapi itu kan tenaganya dipakai buat mbajak sawah sama narik grobak tho kyai. Tentu saja harus dirawat baik-baik. Nggak boleh kelaparan, gak boleh pileren sakit-sakitan, harus dijaga kandangnya biar gak gampang sakit. Pokoke harus ditelateni lah ngrawat si sapi. Read More