Archive for February, 2007

YANG PENTING NGGAK LIHAT

Posted 28 Feb 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Akibat banjir kemarin, seekor lele kesayangan anak-anak simbah melanglang buana terseret banjir. Lele itu dipiara dari sejak segedhe jari sampai akhirnya mencapai segedhe tiga jari. Menu pokok makanan hariannya sederhana saja, yakni kecoa sama cicak. Tiap kali simbah habis mbantai kecoa, si lele langsung pesta pora.

Anak-anak jelas kecewa. Tapi ibunya anak-anak gak gitu. Dia bilang, kalopun lele itu digoreng dia gak akan tega makan lele itu. Soalnya mbah putri paling jijik sama yang namanya kecoa. Simbah nanya :
“Lha lele yang dijual di pasar itu makanannya juga njijiki semua, ada yang dipakani bangkai ayam, bangkai tikus, tahi manusia, juga kelabang dan kecoa….Kok doyan juga makan..??”
Mbah Putri langsung njawab, “Lha iya, tapi kan gak lihat. Mau diemploki macem-macem yang jelas kiya kan gak lihat. Tapi kalo lele yang ini kan diemploki kecoa terus dan kitanya weruh mbendino.” Read More

MITOS PASIEN PUN BERLANJUT

Posted 24 Feb 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Setelah berkubang dengan urusan pasien beberapa tahun, simbah banyak sekali menemui aliran kedokteran yang mengalir dengan deras dan santer di tengah-tengah masyarakat. Aliran ini berkembang dari mulut ke mulut dengan sanad yang jelas-jelas dongip jiddan pol. Sebagian sudah simbah ulas di postingan sebelumnya. Namun rupanya masih ada beberapa yang tercecer dan simbah sering menemuinya.

Ini bukan ilmu baru, bukan pencerahan, bukan juga penemuan baru. Biasa sajalah, wong dari dulu sudah begitu. Tapi aliran kedokteran masyarakat awam rupanya belum memberi banyak ruang dan tempat bagi hal-hal itu. Jarene-jarene, konon katanya, qila wa qola, dlsb yang berkembang di tengah masyarakat, rupanya masih digugu lan ditiru dengan sentausa. Maka ini simbah berikan beberapa di antaranya : Read More

Mencari Harta Karun Bung Karno

Posted 22 Feb 2007 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Ini pengalaman nyata menjelang tahun-tahun krismon, tepatnya 1997 kemaren. Mau bisnis, duit simbah ditilep sama tetangga sekaligus rekan ngaji di mesjid. Padahal konco akrab, tapi jadi tega gara-gara kepepet. Duit 7,5 juta ripis di saat kurs dollar cuma 3 rebuan digondol ke arah gak jelas. Kira-kira itu setara dengan 20 juta ripis zaman sekarang. Bukan hanya simbah yang kena, si konco simbah ini, sebut saja si Kruwil, juga berhutang ke banyak  teman yang lain, Bank dan para rentenir. Total hutangnya lebih dari setengah M.

Karena sudah kepepet dan malu, ditempuhlah jalur klenik demi menyelesaikan tanggungan utangnya. Pucuk dicinta, dukun pun tiba. Tersebutlah Mbah Haryo Congor sang dukun sakti, menjanjikan akan menyelesaikan segala urusan si Kruwil. Si Kruwil pin didatangi. Ditawari harta karun Bung Karno. Mulanya mbah Dukun itu dicibir, karena si Kruwil ini meskipun kesrakat, dulunya pernah berguru ke Pesantren Ngruki. Tapi herannya si Kruwil jadi berubah 180 derajat. Apa sebabnya? Read More

SPAM, WHAT DO YOU WANT?

Posted 21 Feb 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Saat postingan ini ditulis, spam yang berhasil dibasmi oleh Akismet simbah adalah 3.979 biji. Akismet ki opo simbah juga kurang paham, kok kayak satu anagram saja. Asal katanya “mistake” trus dibikin anagramnya menjadi “akismet”. Kalo miturut si wiki, itu singkatan dari Automatic Kismet. Urusan spam menyepam ini simbah gak begitu paham juga. Tapi yang jelas cukup mengganggu.

Beberapa rekan simbah PCnya pernah  keserang plu sejak mengklik satu link spam. Akhirnya setelah dioprek-oprek oleh dukun PC, diusadani tombo pirus macem-macem, sembuh juga plunya.

Lha ngerti kalo spam kok nekat di klik juga tho. Mungkin kepencut sama kata-kata dalam spam itu, yang biasanya berisi pesan propokatip, persuasip, dan penuh rayuan maut (plus mawut). Memanfaatkan rasa penasaran dan napsu manungso. Maka kata-kata yang dipakai adalah kata-kata penuh godaan. Read More

MODAL SEMBUH

Posted 16 Feb 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Semasa simbah masih menuntut ilmu di bagian Psikiatri, simbah diharuskan untuk tinggal beberapa waktu di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Satu metode terapi yang saat itu menarik bagi simbah adalah terapi wawancara dalam satu komunitas. Terapi ini hanya diikuti oleh penderita yang sudah mengalami proses penyembuhan yang lumayan bagus. Sedangkan bagi pasien yang masih ngomak-ngamuk, gampang ngidoni (meludahi), dan rawan anarki belum boleh menjalani sesi terapi ini.

Terapi ini sebenarnya lebih mirip satu diskusi di antara penderita kejiwaan. Satu persatu penderita diajak berkomunikasi, dipancing dengan pertanyaan-pertanyaan, dan dianalisa semua isi pembicaraan mereka untuk menilai derajat keparahan penyakit kejiwaan masing-masing pasien. Moderatornya adalah seorang dokter yang mengarahkan pertanyaan-pertanyaan pada pasien. Read More

MANUSIA MURAHAN

Posted 14 Feb 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

“Sekarang kok sampeyan berhenti jadi kontraktor, kenapa kang?” tanya simbah pada suatu sore pada seorang mantan kontraktor sukses,
“Waduh mbah, jadi kontraktor susah makan harta halal. Lagian harus sabar bergaul bareng tikus-tikus tengik, manusia iblis murahan, dan kaum bejad,” demikian jawabnya.
“Weh, kok bisa begitu. Lha yang saya lihat, mereka itu malah bisa gaul sama pejabat, manager perusahaan, dekat sama walikota, bupati, camat dan pejabat-pejabat terhormat,” simbah menimpali.
“Itu tampak luarnya mbah. Apus-apusan thok. Dari luarnya memang kajen keringan. Tapi dalemnya bosok, mambu, dan mbikin orang sehat bisa muntah hebat, ” katanya.

Lhadalah, simbah mangkin tertarik saja mengikuti obrolan itu. Pingin tahu, ada apa dengan kehidupan para kontraktor proyek yang biasanya sugeh-sugeh mblegedhu itu. Read More

PLESETAN, WARISAN SIAPA?

Posted 12 Feb 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Plesetan, siapapun tahu tentangnya. Tidak perlu diterangkan secara lebih rinci. Plesetan sempat menjadi trend di negeri ini. Bahkan menjadi hiburan segar bagi siapapun yang mendengar dan menyaksikannya. Kemudian muncullah acara-acara berbau plesetan menyemarakkan layar hiburan.

Dimulai dari ketoprak yang acaranya menganut pakem tertentu, dirombak sedemikian rupa hingga keluar pakem dan diplesetkan. Lalu wayang pun tak luput dari plesetan. Sampai yang melampaui batas adalah plesetan kalimat thoyyibah yang menuai kecaman sekaligus dukungan. Kecaman dari yang paham dan menghargai kalimat thoyibah tersebut, dan dukungan dari pihak yang memang tidak memiliki ilmu di bidang tersebut.

Sebenarnya siapakah pelopor perilaku plesetan tersebut? Secara umum memang tidak ada catatan sejarah yang menerangkan secara detil. Namun sedikit akan kita ulas hal ini berdasar  informasi dari Allah swt di dalam Kitabullah. Tentunya informasi itu pasti benar adanya. Read More

MAKSIAT DAN BANJIR

Posted 11 Feb 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Limbuk : Mbok,.. jarene Lik Togog banjir tahun ini ya murni banjir bencana alam. Bukan karena manungso sudah banyak yang maksiat marang Gusti Pangeran. Apa ya gitu tho mbok..?
Cangik : Lha yo itu kan rembuge Lik Togog tho nduk..
Limbuk : Yen miturut simbok, gimana itu mbok?
Cangik : Ha kuwi tergantung gimana caranya mahami arti maksiat iku nduk. Wujud maksiat itu kan buanyak. Tapi inti perbuatan maksiat iku ya berbuat DZALIM…

Limbuk : Dzalim ki opo tho mbok… opo wujude kayak Kang Ndalimun itu…??
Cangik : Rupamu kuwi..!! Dzalim ki artinya meletakkan segala sesuatu bukan pada tempatnya. Mangkanyah, punya anak jangan dinamai Ndalimun, ndang kon ngganti kuwi jenenge…!!
Limbuk : Contoh perbuatan dzalim iku yang kepriwe mbok?
Cangik : woooo.. banyak nduk. Kamu pake sepatu tapi ditaroh di gundhulmu, makek kothang neng mripat, celana cawet kamu pake kopyah……..
Limbuk : Sik…sik.. mbok. Ha kok contohnya bangsa yang lucu-lucu gitu.. Mosok ada sih yang kayak gitu mbok?
Cangik : Ha wong itu kan cuma contoh. Yang sejenis itu dan luwih lucu mbok sak ikrak punjul nduk… Hanya saja sekarang sudah nggak lucu lagi. Ha wong harta rakyat diemplok dewe, mobil dines buat plesir, kas negara buat bancakan… karena kalo bancakan sak negoro susah ngundange, maka bancakannya cukup diwakilkan sama wakil rakyat… diemplok rame-rame sak kayange...
Limbuk : Weh.. ngono yo mbok. Lantas maksiat bin dzalim yang menyebabkan banjir ki opo mbok? Read More

KEBANJIRAN

Posted 08 Feb 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Ringkes cerita, simbah kebanjiran. Dari jum’at minggu lalu sampai senin ngungsi. Mati lampu PLN 5 hari. Sama sekali gak bisa ngapa-ngapain. Komplek jadi gelap gulita. Ngecas HP ndandak nonggo ke kampung tetangga sebelah. Wis, pokoke lebih enak kalo tidak banjir.

Banyak hal yang tak terpikir saat banjir tiba, padahal berulangkali ngliat korban banjir di tipi. Salah satunya adalah bab perngisingan alias beol. Ternyata kalo banjir, urusan yang satu ini menjadi pekerjaan berat. Lha toilet mbludag, mau nebeng nengkreng ke tetangga malu. Akhirnya dipakailah sistem 3B, yakni Beol, Bungkus dan Buang. Sebenarnya 4B, tapi B satunya lagi buat yang nemu bungkusannya itu… Bau… :P Read More

DONGENG DARI SANG GURU

Posted 01 Feb 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized

Tersebutlah seekor anak singa yang terpisah dari induknya sejak lahir. Ganasnya belantara membawanya kebingungan menyambung hidup di rimba raya. Akhirnya terdamparlah dia di satu kelompok kambing. Karena si singa masih mungil, rombongan kambing tidak takut. Malah disambut dan diterima hidup bersama ditengah kawanan kambing itu.

Akhirnya si singa belajar hidup sepenuhnya dari kambing. Dia belajar makan rumput, belajar mengembik, belajar hidup berkelompok ala kambing, bahkan mengadopsi perilaku dan tata cara hidup kambing keseluruhannya. Meskipun dengan bersusah payah, karena dia memang bukan seekor kambing. Read More