Posted 30 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Adalah seorang bapak tua dari tlatah Tasikmadu yang hari-harinya diisi dengan rutinitas bak “pengacara”, alias pengangguran banyak acara. Salah seorang sohib simbah dari Solo bercerita tentang pengalamannya mengajak bapak itu untuk mertobat dari kebiasaan buruknya, yakni ninggalin sholat.
Bersama beberapa temannya, dia datangi rumah bapak tua itu. Berkenalan dan lantas berakrab-akrab. Sampailah pada ajakan untuk ngajak bapak itu agar mau aktif sholat di mesjid. Dengan senyam-senyum dan bahasa yang halus bapak itu menolak. “Entar aja nak, kalo sudah saatnya bapak berangkat juga kok.” demikian kata bapak itu setengah berjanji, setengah ragu. Read More
Posted 29 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Ada satu pelajaran bagus yang bisa dipetik dari dua kisah Nabi yang diceritakan di dalam Al Qur’an. Satu kisah adalah tentang Nabi Musa saat dikejar Fir’aun, dan satu kisah lagi adalah tentang Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar r.a yang dikejar kaum musyrik saat Hijrah ke Madinah. Kedua kisah ini diabadikan di dalam Al Qur’an.
Yang pertama diceritakan di Surat Asy Syu’ara (26) ayat 61 sampai 66. Yang artinya :
“Maka ketika kedua kelompok itu (kaum Bani Israil dan Fir’aun beserta tentaranya) saling melihat, berkatalah pengikut Musa : Sungguh kita akan tertangkap. Maka berkatalah Nabi Musa a.s : Sekali kali tidak. Sesungguhnya bersamaku Tuhanku akan memberi petunjuk padaku. Maka Kami wahyukan pada Musa, Pukulkan dengan tongkatmu ke laut!! Maka terbelahlah laut, tiap belahan seperti gunung yang besar. Dan disanalah Kami dekatkan golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa beserta orang-orang yang bersamanya semuanya. Kemudian Kami tenggelamkan kaum yang lain (Fir’aun dan tentaranya).” Read More
Posted 29 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Pengaosan
Ikhlas, satu kata yang gampang diucap tapi susah dipraktekkan. Padahal ini menjadi salah satu syarat penting diterimanya satu amalan. Karena amal yang yang diterima oleh Gusti Allah itu, selain harus ada contohnya dalam agama, harus dilandasi rasa ikhlas ini. Lha ini yang susah.
Amalan yang ikhlas adalah amalan yang ditujukan hanya untuk mencari ridho dan rahmat Allah. Tidak ada tujuan lain kecuali itu saja. Jadi amalan ikhlas itu sebenarnya bertendensi juga, yakni mencari ridho dan rahmat Allah. Ada orang yang berpendapat, bahwa jika kita beramal agar kita masup surga maka amalan kita itu gak ikhlas. Soalnya masih ada embel-embel selain Allah, dan masih ada keniatan buat makhluk, yakni surga. Hmmm, apa betul begitu ya? Read More
Posted 24 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
“Rabu sore simbah mendapat kabar gak sedep. Percetakan yang sudah jadi langganan simbah, tiba-tiba tidak mau lagi mencetak buletin jum’at yang simbah bikin. Padahal sudah langganan setahun lebih. Keputusannya dadakan, bukan karena sudah tutup, tapi karena satu alasan yang simbah anggep mbelgedhes gondes.
Lha wong nolak mencetak buletin simbah hanya gara-gara satu alasan klenik. Percetakan itu menganggap sejak simbah langganan ke situ, order yang masuk menurun, otomatis pemasukan juga menurun. Ha kok simbah dianggep biang kerok pemasukannya merosot, ketemu pirang perkoro tho…
Read More
Posted 23 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Obat yang namanya antibiotika atau biasa disebut juga antibiotik, tentunya sudah tidak asing di telinga kita semua. Bahkan telinga yang paling ndeso pun pernah mendengarnya. Mungkin juga tidak hanya dengar, tapi juga pakai.
Indonesia adalah surga parasit. Jamur, bakteri, virus bahkan koruptor, tumbuh subur di negeri ini. Maka tentunya penggunaan antibiotik sangat lazim dalam praktek sehari-hari. Sayangnya antibiotik sering dipakai secara tidak rasional oleh pasien. Secara definisi, antibiotik didefinisikan sebagai obat yang membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri. Maka penggunaan antibiotik harus sesuai dosis dan anjuran dari ahlinya, yakni dokter.
Di bawah ini simbah sebutkan beberapa fakta yang menunjukkan bahwa antibiotik sering dipakai secara tidak rasional di tengah masyarakat : Read More
Posted 19 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Sehari lagi kita masuk bulan Muharram. Wong Jowo bilang bulan Suro, gara-gara ilat ndeso tak mampu melafalkan istilah Arab dengan benar. Dinamai Suro karena di bulan Muharram ada satu hari yang bersejarah, yakni tanggal 10 Muharram. Tanggal ke Sepuluh bahasa Arabnya ‘Asyuro. Maka untuk menandai bulan ini, wong Jowo menamainya dengan nama sasi (bulan) Suro.
Biasanya suasana pergantian tahun selalu diwarnai dengan kemeriahan dan gegap gempita penuh harap. Tapi rupanya tak demikian dengan suasana Tahun Baru Hijriyah ini. Yang ada adalah suasana penuh keangkeran, wingit, mencekam dan beraroma klenik yang kental. Terutama wong Jowo.
Read More
Posted 18 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Salah seorang kakak kelas SMA pernah menuturkan pengalamannya saat diajar salah seorang guru galaknya. Waktu itu suasana kelas sedang hening. Namun tiba-tiba dari kursi belakang terdengar bunyi “thiiiit…”. Sebenernya pelan, tapi karena hening kedengaran juga. Bukan enthut mberut kategorinya, tapi hanya sekedar enthut urang.
Si guru mendadak murka. Dilacaklah asal bunyi tadi. Maka akhirnya tertangkap jugalah si pelaku peledakan bom biologis itu. Dengan pucat pasi dia menjawab tuduhan sang guru…. : Read More
Posted 16 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Pagi ini simbah mbeli roti tawar dan 3 potong roti gedhe dengan aneka rasa, dari penjual roti gerobak gowes. Roti tawar sebungkus cuma empat rebu ripis dengan 3 potong roti @ sewumangatus ripis. Total harganya lapan rebu mangatus ripis. Murah memang. Karena sehari sebelumnya simbah mbeli roti dari penjual roti keliling yang naik mobil, sepotong kecilnya empat rebu ripis. Sak klemetan nggusis, sak cakotan bablas rotine. Wah ra kajen duite….
Tapi dua kasta roti ini tetep saja memiliki pangsa pasar tersendiri. Sebetulnya di lidah ndeso simbah ini, kedua roti ini gak beda jauh dari segi rasa. Tapi namanya juga lidah ndeso, yang dipentingkan gedhenya roti sama harga. Mungkin bagi lidah yang lebih tinggi lagi kastanya, akan bisa dirasakan perbedaan kedua roti tersebut. Karena lidah berkasta tinggi akan menilai bukan hanya gedhe dan harga roti, namun juga teksturnya, gurihnya, kenyil-kenyilnya, dan juga sensasi cakotannya. Roti kelas yang simbah beli gak akan masuk ke mulutnya. Sekali nyakot langsung mukok ngenggon.
Halah … yo embuh. Lidah simbah kok gak begitu nggubris hal-hal begituan. Barangkali memang belum waktunya. Ha wong penghasilan pas-pasan mau neko-neko masalah tekstur roti segala. Barangkali aja entar kalo gaji dan pendapatan simbah sudah diatas tujuh digit. Kasta lidah simbah mungkin akan naik juga.
Read More
Posted 12 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Beberapa hari ini undangan pernikahan datang ndrindil dengan bertubi-tubi. Ada yang bilang karena ini bulan baik. Bulan Besar, alias Dzulhijjah. Yang jelas, miturut pituture embah-embah yang nyusun Primbon, bulan ini bulan yang bagus buat ngadain hajatan. Apalagi sebentar lagi mau masup bulan Muharram alias bulan Suro. Miturut embah-embah itu juga, gak ilok ngadain hajatan di bulan Suro. Karena itu bulan wingit, angker, medeni bocah dan nggegirisi. Kalo nekat ngadain hajatan, maka konon pernikahannya bakal mengalami bala bencana.
Masih berkonotasi konon juga, bulan Suro juga diyakini dikuasai oleh kekuatan danyang Nyi Roro Kidul. Bulan itu Nyi Roro Kidul mantu. Lhadalah…. embuh. Maka sebulan jumbleg gak ada yang berani punya hajat. Mumpung belum bulan Suro, bulan ini panen hajatan. Undangan sak arat-arat. Dan itu berarti pengeluaran, alias ngamplopi. Read More
Posted 10 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Selama liburan anak-anak sekolah ini simbah banyak nemenin si mbarep dalam memilih tontonan tipi. Salah satu acara yang kebetulan dia sukai adalah Si Bolang (Si Bocah Petualang). Ha kok ndilalah simbah juga suka acara itu. Lha piye, dengan nonton acara itu simbah seperti dibawa lagi ke masa-masa jaman cilikan. Jaman yang paling nak nan (baca: huenak tenan). Hidup dijalani tanpa beban.
Dengan melihat petualangan si Bolang, simbah terkenang masa-masa masih suka dridisan turut peceren (comberan), malam-malam nggedhig welut berbekal arit sama sentolop bin sokle. Semasa masih bagus airnya, semalam nggedhig bisa dapet seember belut plus lele, ditambah beberapa ekor ular korban salah gedhig (karena disangka welut). Read More
Posted 07 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Sudah lama simbah gak jumpa dengan makhluk benda padat yang bernama godril. Mungkin sudah 10 tahun lebih. Godril bukan makhluk asing, bukan makanan beracun, bukan pula minuman. Godril juga bukan merek susu bantal (Real Good) yang dibaca orang arab dari kanan. Dia adalah buah dari pohon Trembesi, begitulah kita wong Jowo menamai pohon besar berbuah hitam, panjang, berbiji kecil hitam dan keras.
Keberadaan godril tergeser oleh adanya snack-snack yang lebih ramah gigi dan ramah bau. Ditambah lagi, yang namanya pohon Trembesi juga sudah mulai jarang ditemui. Maka generasi anak-anak simbah sekarang, sudah tidak paham lagi apa itu yang dimangsud dengan godril. Barangkali sampeyan juga sudah gak kenal. Meskipun di jaman simbah mingsih cilikan, godril adalah snack yang jan-jane gak mitayani tapi cukup menggoda selera.
Read More
Posted 07 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Kita sering mendengar istilah “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”. Namun rupanya tidak banyak yang tahu darimana istilah ini berasal, dan apa makna sebenarnya dari kalimat tersebut. Pokoknya asal pakai saja, dan ngaku-ngaku itu ajaran Islam, karena kalimat tersebut ‘kelihatannya’ berasal dari Al Qur’an.
Dalam bahasa sehari-hari kata ‘fitnah’ diartikan sebagai penisbatan atau tuduhan suatu perbuatan kepada orang lain, dimana sebenarnya orang yang dituduh tersebut tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan. Maka perilaku tersebut disebut memfitnah. Tapi apakah makna ‘fitnah’ yang dimaksud di dalam Al Qur’an itu seperti yang disebutkan itu? Mari kita telaah.
Read More
Posted 05 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
“Dok, tolong dok…. keliatannya saya terkena penyakit jantung ini..!!” demikianlah satu sore simbah kedatangan pasien wanita yang sangat panik.
“Tenang dulu bu.. Kok tahu kalo itu penyakit jantung darimana?” simbah menenangkan.
“Lha tetangga saya bilang, kalo dada nyeri itu gejala penyakit jantung dok. Saya jadi takut stroke nih dok…” katanya lagi.
“Ibu tadi lantas minum obat apa?” tanya simbah.
“Saya dikasih ini dok…. katanya bisa buat ngobatin penyakit jantung, ya lantas saya minum,” kata ibu itu sambil nunjukin obat Isosorbid Dinitrat alias ISDN sak emplek.
“Wah… wah.. lha kalo sudah tahu kalo itu penyakit jantung trus dah diobati, ngapain ibu datang kemari…??” tanya simbah lagi.
“Saya pingin tahu dok, saya ini kena penyakit jantung apa nggak? Saya jadi takut je….!!” Simbah jadi heran. Gak yakin kok obate diunthal lho… Read More
Posted 03 Jan 2007 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Petan (hurup ‘e’ dibaca seperti pada kata tempe) adalah satu aktifitas fisik yang dulu biasa dikerjakan oleh para simbok-simbok. Bahasa Indonesianya masih embuh ra ruh. Tapi biasa diartikan mencari kutu, meskipun seringkali berburu uban pun bisa dikatakan petan.
Aktifitas ini boleh dibilang nyenengkeh. Para simbok bisa bertahan petan berjam-jam. Jika nemu endog tumo atau biasa disebut “lingso”, langsung diklethus sambil terdengar bunyi “klethuk”. Demikian juga jika nemu anak kutu yang berjuluk “kor”, babat habis dengan sekali klethus. yang belum biasa ngliat memang njijiki. Tapi para simbok itu menjalaninya dengan penuh hikmat kebijaksanaan. Read More