Posted 28 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Hari pertama menjadi calon co-ass, simbah dijuluki sebagai co-muda alias co-ass muda. Sering diplesetkan dengan sebutan komodo. Setiap co-muda mendapatkan satu dosen pembimbing senior. Simbah beserta seorang temen mendapatkan dosen pembimbing yang terkenal nyentrik. Pertanyaan yang dilontarkan saat diskusi seringkali melenceng jauh dari topik kesehatan.
Saat diskusi lagi gayeng, tiba-tiba sang dosen bertanya, “Kalian tahu nanas?”
Simbah jawab, “Tahu dok…” Tebakan simbah paling akan ditanya kandungan gizi nanas. Dan ternyata sang dosen bertanya :
“Sekarang kalian jawab, presiden mana yang julukannya si kepala nanas, dan siapa namanya?”
Glodhaaaaaak. Ha kok yang ditanyaken malah si Noriega presiden Panama. Lha kebetulan simbah lupa namanya, simbah nyebut Ortega, keliru sama pemain bola. Simbah langsung ditanya :
“Kamu dulu SMA nya mana, kok gitu saja gak bisa njawab?”
“Saya dari SMA 1 Solo dok….” jawab simbah sambil menebak maksud dan arah pertanyaan. Paling ini nanti ada unsur ngledeknya. Sebenarnya bisa saja njawab SMA gak paporit. Tapi mesti berujung sama.
“Kamu pasti anak orang kaya ya?” tanya dokter itu lagi.
“Bukan dok, saya anak PNS. Gaji pas-pasan.”
“Ah, bohong. Kamu mesti anak orang kaya. Lha wong gobloke kayak kamu kok bisa masup SMA 1 ki mesti nyogok. Yen koyo kowe kuwi nyogoke mesti akeh…”
Lhadalah….. ha kok tenan. Mace iki…ngledek entek amek kurang golek. Kalo simbah jawab dari SMA ndeso, mesti tetep dilecehkan. “Lha pantes gak bisa njawab. Ha wong lulusan SMA 117 Eromoko gitu….” Read More
Posted 25 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Beberapa hari ini simbah berulangkali mimpi ketemu almarhum bapak. Bapak adalah profil yang banyak mewarnai simbah. Di mata simbah, bapak telah memberikan banyak bekas kebaikan dalam diri simbah.
Simbah bisa hapal Al Fatihah pertama kali adalah dari bapak. Dapat membaca Al Qur’an pun berkat bimbingan bapak, termasuk juga sholat dan ilmu-ilmu yang lain. Simbah masih inget doa-doa yang diajarkan beliau dalam bahasa jawa, sewaktu rumah masih ngontrak dan adik simbah baru satu. Salah satu doa yang diajarkan bapak adalah begini :
“Duh Gusti Allah, kulo nyuwun slamet ndonya akherat.”
“Duh Gusti Allah, kulo nyuwun rejeki sing kathah.”
Bapak rajin sekali kasih dongeng sebelum tidur. Dongeng yang masih simbah inget adalah dongeng tentang Nabi-nabi, tentang hewan, juga tentang wayang. Simbah tahu tentang mahabharata dari dongengnya bapak, juga cerita tentang Soemantri, Kokrosono dan Prabu Harjuno Sosrobahu. Bahkan sewaktu simbah berumur 8 tahun, bapak sudah ndongeng tentang teori atom dan molekul dengan cerita yang memikat. Read More
Posted 21 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Sampeyan semua pasti pernah dengar seorang ibu ngudang anaknya “Cah bagus-bagus dewe…….. cah ayu-ayu dewe…” Atau dengan kalimat yang semakna dengan itu. Di mata sang ibu anaknya adalah paling ngganteng, paling cantik dan tentunya paling pinter. Nggak peduli si anak itu sebenarnya cacat, atau kurang ganep, tetap saja si ibu akan melihat dengan kacamatanya sendiri.
Saat sudah dewasa pun, kita menilai kecantikan dan ketampanan orang dengan sudut pandang masing-masing. Ada yang menilai gadis gingsul itu molek. Tapi ada juga yang memandangnya jelek. Ada yang menilai perjaka dengan kumis nyompok itu ngganteng. Tapi ada juga yang menganggapnya jorok, apalagi pas minum, keliatan klebus njijiki. Orang menyebutnya sebagai relatip.
Hal yang relatip ini dulu juga berlaku dalam takaran dan ukuran zaman dulu. Mbah buyut kita dulu mbeli beras satuannya beruk. Ini bukan munyuk pencari kelapa itu. Tapi justru ini nama satu takaran beras. Padahal beruk satu daerah dengan daerah lain itu beda. Lebih rumit lagi saat orang beli tanah sawah. Satuan di tempat simbah namanya “pathok”. Satu pathok satu desa belum tentu sama ukurannya dengan satu pathok desa lain. Read More
Posted 20 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Pagi ini simbah menemui roti yang disimpen di lemari mulai berjamur. Masih sedikit memang, tapi alamat roti itu harus segera dihabiskan. Simbah inget wejangan salah seorang ulama tentang cerita sepotong roti. Sepotong roti yang siap kita santap itu sebenarnya telah mengalami perjalanan panjang sebelum menjadi roti. Bahkan sekian ribu tangan terlibat di dalam pembuatannya.
Sebagaimana diketahui, komponen bahan roti setidaknya adalah gandum, mentega/margarine, telor dan pengembang. Cerita tentang gandum saja sudah melibatkan ribuan tangan. Petaninya, penjualnya, distributornya sampai industri pengolahannya. Belum cerita tentang telor, pasti akan melibatkan petaninya, industri pakan ayam, pembibitan ayam, distribusi telornya, hingga penjualan ecerannya. Intinya sepotong roti yang kita makan itu telah melibatkan banyak tangan sampai akhirnya menjadi roti yang siap santap di depan kita.
Itulah gambaran individu manusia. Kita hidup dibentuk oleh perjalanan hidup kita. Manusia memandang hidup sesuai dengan apa yang sebelumnya dia baca, dia lihat, dia alami, dan dia rasakan. Dari sinilah nantinya ilmu kejiwaan dapat membaca profil dan karakter seseorang. Read More
Posted 18 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
(Di bawah ini ada percakapan yang sering dicontohkan oleh guru simbah 
Putune : Mbah, kita harusnya segera bangkit mbah… Problem negeri ini sudah sedemikian parahnya. Satu-satunya jalan keluar adalah dimulai dari penegakkan hukum yang tegas.
Mbahe : tapi itu le…….
Putune : Gak ada tapi-tapian. Hukum di negeri ini payah. Banyak mapia peradilan. Gak becus semua…!!
Mbahe : Iyoo, cuma…..
Putune : Cuma opo mbah? Jangan gampang pesimis gitu lho mbah!! Lha kalo pesimis, kapan akan ada perubahan..?
Mbahe : Ho’oh, namun…..
Putune : Kok masih pakai namun sih mbah? Semua harus kompak, gak ada namun-namunan. Makanya, ayo bergerak sekarang !!
Mbahe : Lho sebentar tho…
Putune : Sebentar apalagi? Sudah saatnya masyarakat dimelekkan tentang pentingnya penegakan hukum.
Mbahe : Gini… tapi simbah mau ….
Putune : Mau apalagi sih mbah? Khan sudah jelas semua.
Mbahe : Sudah jelas gundhulmu!! (ndongkol, karena omongannya diputus terus).
Putune : wah jangan marah mbah…!
Mbahe : Lho, simbah sudah paham semua. Cuma kowe kuwi lho, ngomyang ngalor ngidul.. Ha mbok kathokan dulu tho. Dari tadi kewer-kewer gitu mosok gak malu. Sono ambil kathok kolor di lemari simbah sono… Nah habis itu silaken ngomong lagi…!!
Putune : Tapi mbah…..
Mbahe : Halah… cepet kathokan dulu sono. Disosor ulo weling ben kapok sisan….
Putune : (ngloyor ngambil celana…) Read More
Posted 15 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Saat simbah masih co-ass, ada satu dokter ahli forensik yang lumayan gayeng kasih kuliah. Salah satu yang beliau wejang adalah perihal udud alias ses alias merokok. Merokok yang keliatannya sledhap-sledhup mantheb itu, miturut beliau mengandung tiga manpangat pokok yang banyak orang gak tahu. Apa sajakah manpangat itu?
- Penikmatnya gak bisa tua.
- Perokok berat bisa mengusir maling, sehingga rumahnya aman dari pencuri yang mau nyolong.
- Para perokok selalu aman dari kejaran anjing.
Lho, kok bisa begitu? Bagaimana jlentrehannya? Masuk akal nggak sih? Dosen simbah menjelaskan sebagai berikut : Read More
Posted 14 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Bagi yang pernah belajar ulumul Qur’an, maka pasti tidak akan asing dengan apa yang dinamakan i’jazul Qur’an. Memang setelah simbah rasakan, komen dari Kang Kombor ada betulnya juga, bahwa istilah mukjizat itu harus dijlentrehkan dahulu agar persoalannya jelas. I’jaz (kemukjizatan) asalnya dari bahasa Arab. Kata i’jaz digunakan untuk menisbatkan kelemahan kepada orang lain.
Mu’jizat atau mukjizat (setelah diindonesiakan) dinamakan mukjizat yang artinya melemahkan, karena manusia lemah dan dianggap lemah untuk mendatangkan hal yang serupa. Di jaman Nabi Musa si Fir’aun merasa mampu menandingi tongkatnya Nabi Musa yang bisa berubah jadi ular. Namun ternyata setelah adu tanding dengan mengerahkan tukang sihir untuk menandingi kemukjizatan Nabi Musa, si Fir’aun malah kewirangan. Tukang sihirnya mengakui bahwa apa yang didatangkan Nabi Musa itu bukan tandingannya. Read More
Posted 12 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Apakah sekarang mingsih ada mukjizat? Bukankah sudah tidak ada Nabi lagi? Betul, tidak ada Nabi lagi sesudah Nabi Muhammad saw. Tapi yang simbah tahu, ulama sepakat bahwa mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw itu adalah Al Qur’an. Dan saat ini Kitab itu masih ada di depan kita.
Kitab itu ada di hampir semua rumah yang penghuninya mengaku muslim. Namun hampir semua dari kita tidak menyadari bahwa itu mukjizat paling besar dari Nabi. Ha kok iso? Apa memang dianggapnya mukjizat itu hanya teoritis saja, prakteknya cuma seonggok buku kecil tak bertenaga?
Gambaran mukjizat yang sudah tertanam dalam memory kita adalah suatu peristiwa yang tidak masuk akal, di luar kemampuan potensi manusia, dan pasti peristiwanya yang serba ngedab-edabi. Mbikin ngowoh yang menyaksikannya. Gumun setahun, jinggleng serendeng, ndlongop lali angop. Lha gimana tidak, wong kalo ditanya tentang mukjizat itu jawabannya selalu tongkat Nabi Musa jadi Ular, bisa membelah lautan, dan bisa memberikan sumber mata air bagi kaumnya. Tak lupa kisah unta Nabi shaleh yang keluar dari batu, Nabi Isa yang bisa menyembuhkan orang sakit kusta, buta, lumpuh dan bahkan menghidupkan orang mati…. dan kisah-kisah hebat lainnya. Read More
Posted 11 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Kesehatan adalah barang mahal. Apalagi kalo nyari sehatnya ke dokter spesialis yang titelnya sak renteng, macem Prof.Dr.dr. Pengung, Sp.BO. FICS. MARS. MBA. Jika sak titelan seket ewu, bisa kena mangatus ewu itu sak resepan. Kalo yang diresepi mbah Karto Dangkel yang kerjaannya ndudah suwakan buat dijual udangnya, lak yo tambah nyepetne patine tho yo.
Jangankan buat mbah Karto Dangkel yang hidupnya kesrakat, buat Kang Tarno Menying yang duite sak tekruk saja masih terasa abot. Memang tarip berobat ini mbikin simbah gerah juga. Untungnya simbah kerja di klinik yang taripnya gak bikin semedhot napas yang hampir pedhot. Mangkanya pasien kelas mbah Karto Dangkel itu bisa mertombo di klinik simbah tanpa harus ngrogoh kantong sampai ke dasar.
Tapi di sisi pasien sendiri ada keunikan. Yakni adanya pasien yang bangga kalo dokternya kasih resep yang mahalnya setengah mampus. Di arisan ibu-ibu, pasien model begini-ini biasa umuk dengan bangganya, meskipun dengan nada sebaliknya, “Walah jeng, tadi si thole sakit brutu. Sehabis disuntik mbah dokter itu disuruh nebus resep… wah obatnya gak sembarangan lho jeng. Sak kapsul saja harganya seket ewu, lha ini disuruh mbeli sak emplek. Mahal tenan. Tapi bukan obat sembarangan lho ternyata…bla..bla..bla..” Nganti ngeces cerita betapa mahalnya obat yang harus dibeli si Zus Gotri itu. Keliatannya ngeluh, tapi dia sedang umuk bahwa dia punya banyak duit buat mbeli obat yang gak sembarangan itu. Read More
Posted 09 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Konsultasi
Pertanyaan :
Dokter,
Saya sedang hamil 8 minggu. Setelah tes darah, urin dan fisik, GP saya bilang saya sehat. Cuma iron saya rendah. Selama ini saya udah mengkonsumsi folic acid. utk iron, saya makan banyak sayur, buah dan daging (cuma kalo daging gak begitu suka). GP sy cuma bilang saya makan makanan bergizi aja udah cukup, asalkan dimasak dg baik, tidak mentah.Masalahnya, saya suka jajan. kayak sushi, BBQ, salad dsb. kadang bingung makan ini boleh gak makan itu boleh gak… hiks…Saya pernah dengar kalo orang Jawa punya pandangan tertentu ttg makanan orang hamil. Gak boleh ini atau itu. Sebaiknya iti atau inu. Nah, dokter kan orang Jawa to… minta petunjuknya dong… Sebetulnya saya jg orang Jawa, tp jauh dari orang tua dan udah jawa modern. jadi udah gak familiar ama kepercayaan jawa atau yg pamali-pamali itu.
Terima kasih..
Jeng Endah
Jawaban :
Pertama, simbah ikut seneng dengan kabar gembira akan datangnya calon manusia beriman ke muka bumi ini
. Karena isteri simbah pun juga sedang mengandung anak keempat.Kehamilan memang harus dijaga. Karena ini merupakan alam pertama buat sang jabang bayi. Alam pertama ini harus dilewati dengan baik, dan alam pertama ini merupakan proses penyempurnaan jasad. Sedangkan alam kedua (yakni dunia) merupakan alam untuk penyempurnaan ruhani, karena jasad sudah disempurnakan saat alam kandungan ini.
Tentang pamali-pamali masyarakat jawa, simbah sendiri malah berusaha membuang jauh-jauh hal seperti itu. Coba dibaca lagi postingan simbah yang berjudul Hidup Ala Ruwet, cari saja dengan bantuan “Search” di blog simbah. Atau klik di sini. Tapi simbah setuju jika ternyata pamali yang dimaksud ternyata memang membahayakan kandungan jika dilanggar.
Dalam hal ini harusnya di cross check dengan ilmu kedokteran yang sudah ada. Bukan mengikuti dengan membabi buta.Sedangkan nasehat-nasehat yang baik yang dikaitkan dengan kandungan, coba diikuti saja jika memang membawa dampak positip bagi kandungan. Misalnya Minum air kelapa muda agar janinnya bersih, makan apel agar sang bayi kulitnya putih, dlsb. Toh bahan makanan tersebut tak berbahaya buat janin, sukur2 khasiatnya manjur (hal ini simbah alami sendiri, manjur tenan).Segini dulu, jika pertanyaan berlanjut, hubungi simbah (lagi).
Posted 08 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Pada suatu hari, di Majelis antah berantah….
Tilmidz : Maap ustadz… kemaren saya minta ijin, gak bisa ikut ngaji karena sakit..
Ustadz : Itu namanya bukan minta ijin dul….
Tilmidz : Lantas itu namanya apa tadz..?
Ustadz : Itu namanya nodong, paeta komple… baru jadi murid saja dah berani nodong kamu ya.. Ayo kamu perbaiki adab kamu…!!
(Pada kali yang laen…. )
Tilmidz : Tadz saya sudah minta ijin, kemaren saya sakit. Surat minta ijinnya sudah saya titipkan teman untuk diberikan kepada ustadz..
Ustadz : Hmm… Dul, itu namanya bukan minta ijin…
Tilmidz : lah…. trus itu namanya apa ustadz? Saya kan sudah berusaha minta ijin untuk tidak ikut taklim…
Ustadz : Itu namanya pemberitahuan, bukan minta ijin.
Tilmidz : Lha terus, caranya minta ijin yang bener itu bagemana tho tadz?
Ustadz : Ya kamu datang sendiri menghadap saya sebelum acara taklim dimulai.
Tilmidz : Baiklah kalo begitu….
(Pada kali yang laen…. ) Read More
Posted 07 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Kemarin sore simbah mendapat kesempatan untuk sedikit membuka memori lama akan nasehat binti pitutur tentang masalah hati. Ngobrol konprens bareng pak Okebebeh, yang mencoba mengorek tentang masalah hati yang menjadi tema postingan simbah sebelumnya. Bagi yang belum mengenal pak Okebebeh, wajahnya sempat menghiasi blog ini di postingan sebelumnya. Isi obrolannya secara garis besar adalah sebagai berikut :
Di dalam Kitabullah yang namanya hati itu seringkali diidentikkan dengan tanah atau bumi. Bahkan ada hadits shahih yang juga menggambarkannya demikian. Maka hati orang yang bertaqwa itu adalah ibarat tanah yang ditanami oleh si empunya tanah, diolah, dipupuk, dan akhirnya dipetik hasilnya. Hasil buahnya tidak hanya si empunya tanah yang merasakan, namun juga manusia dan makhluk lainnya.
Namun jika tanah itu tak terurus, maka tumbuhlah ilalang iar. Jika sudah demikian datanglah binatang konsumen tingkat satu, yakni herbivora. Sapi, wedhus baik yang gembel maupun yang gelandangan, rusa, bison, banteng, dan lain sebagainya. Prinsip hidupnya adalah bagaimana bisa hidup. Tidak ngganggu binatang lain, gak mau diganggu, hidup sendiri-sendiri berdasar individu ataupun kelompok. Garis hidupnya cuma lahir, makan, kawin, beranak, matek, begitu seterusnya. Tak ada nilai lebih. Ini adalah penggambaran hati yang tak terbina dengan taqwa. Read More
Posted 05 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Saat simbah masih meguru nyari ngelmu di tlatah Solo Hadiningrat, ada satu ngelmu yang dipituturkan oleh salah seorang ustadz simbah yang isinya sangat mendalem. Ha wong namanya juga ngelmu, angel tinemu atau susah untuk didapat/ditemu. Harus dengan mujahadah susah payah biar dapet intisarinya.
Ini tentang manusia dengan potensinya. Diciptakan dalam bentuk dan wujud paling bagus. Miturut simbah punya guru, manusia itu punya tiga rongga pokok yang bisa dieksplorasi untuk memberikan manfaat yang besar bagi diri dan lingkungannya. Tiga rongga ini dimiliki semua manusia. Namun dari tiga rongga tersebut, ada satu rongga yang memberikan dampak paling besar kepada alam semesta.
Ini bukan ngelmu gathuk enthuk, yen nomere gathuk, enthuk anduk… sama sekali bukan. Ini pengambilan pelajaran dari apa yang bisa dilihat, dirasa dan dipelajari dalam disiplin ilmu manusia. Nah, tiga rongga itu adalah : Read More
Posted 04 Dec 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Kurang lebih tiga tahun yang lalu, klinik simbah kedatangan seorang wanita muda beranak satu yang kedatangannya semata-mata ingin konsultasi. Bukan konsultasi kesehatan, tapi konsultasi urusan rumah tangga. Agak abot persoalannya, yakni masalah suaminya yang mau nikah lagi.
Sebenarnya ibu ini sudah pernah ngomong ke suaminya, bahwa dirinya rela dimadu. Tapi yang membuat dirinya keberatan adalah sang calon isteri baru suaminya itu didapat bukan dari jalan yang bagus. Yakni dapet nemu di jalan, gara-gara suaminya salah menaruh cocakrowo. Lha kebetulan suaminya ini memang seorang sopir yang sering dikonotasikan sebagai “Yen Ngaso Mampir”.
Runyamnya lagi, si suami juga mengakui kalo sudah “maculi” lahannya si wanita yang ternyata memang seorang PSK, setidaknya menurut kesaksian si ibu tadi.
Si ibu itu sebenarnya ingin menanyakan, apa langkah yang terbaik untuk dirinya, melihat kondisi rumah tangganya yang berantakan tersebut. Apalagi dia dan suaminya tinggal di komplek simbah hanya sebagai penghuni kontrakan yang sebentar lagi juga habis masa kontrakannya. Wah jian… simbah ikut mumet. Mau nolong kok ruwet tenan, gak ditolong kok ya kasihan. Read More