Ass wr.wb.
Dokter,sy mengalami ED dan posisi mr P kalo ereksi kebawah. Yang sy mau tanyakan obatnya apa dan apakah bisa disembuhkan ? dan apakah karena posisi kebawah itu mengakibatkan kesakitan pd pasangannya ? Umur sy skrg 41
th. Dan doa apa yg hrs sy baca untuk mencegah perceraian. Sy skrg mulai lagi puasa Daud & Sholat tahajud. Insya Allah.
Sebelumnya sy ucapkan terima kasih.Semoga dg konsultasi dg pak Dokter, Allah swt menjadikan keluarga sy keluarga sakinah,mawadah dan warrahmah. Amin
Bpk Tn
Jawaban :
Sepaham saya ED (Ejakulasi Dini) itu lebih banyak dipengaruhi masalah psikologis, bukan anatomis. Jadi kondisi Mr.P yang mengarah ke bawah saat ereksi itu tidak begitu berpengaruh banyak dalam terjadinya ED. Juga kondisi Mr.P yang seperti itu sebenarnya tidak menyebabkan kesakitan, karena di dalam vagina itu lebih banyak area G-spotnya yang kalo dirangsang justru akan menyenangkan pasangan.
Disini sebenarnya lebih banyak kendala psikologis yang berperan. Bapak merasa dgn kondisi Mr.P yang spt itu menyebabkan masalah, sehingga memikirkan yang bukan-bukan. ED sendiri definisinya yang baku gak ada yang pas. Karena kata “dini” itu terkait dgn orgasme pihak istri. Jika isteri bisa orgasme dalam satu menit, maka suami ejakulasi dlm dua menit gak masalah.
Yang jadi masalah adalah jika ternyata isteri orgasmenya butuh waktu lama. Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan foreplay yang intens. Wanita memiliki area-area yang jika diraba dan dirangsang akan menghasilkan reaksi seksual yang hebat. Sedangkan selama ini laki-laki selalu terfokus untuk koitus (hubungan kelamin) saja, dan mengabaikan foreplay. Jika foreplay cukup, maka koitus satu menit saja si isteri bisa orgasme. Tapi jika pinginnya langsung main tembak, maka biasanya si laki yang lebih dulu ambruk.
Foreplay ini sunnah, dan diperintahkan Nabi saw. Nabi membahasakannya dgn istilah “utusan”, yakni bercanda dan bercumbu. Kemudian bersikaplah terbuka di dalam membicarakan masalah ini dengan isteri. Toh menikah itu tujuannya ibadah, bukan melulu masalah seksual. Keterbukaan ini maksudnya keterbukaan dalam hal membicarakan kendala-kendala hubungan seksual itu. Bukan hal tabu kok bicara seks dengan isteri. Bahkan berkomunikasilah, area mana yang banyak memberikan rangsangan terhadap isteri, shg kedua pihak bisa terpuaskan.
Mengenai doa, gak ada doa khusus. Perbaiki sajalah hubungan suami isteri. Pahamkan hak dan kewajiban masing-masing. Jika sudah paham itu, perceraian bisa dihindarkan. Sedangkan apakah ada obatnya atau tidak (ttg Mr. P yang tegak ke bawah), harus dilihat secara anatomis. Adakah kelainan secara anatomis? Jika ada maka terapinya bukan obat.
Demikian sedikit jawaban dari saya, semoga membantu.