Posted 23 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Setelah dengan harap-harap cemas menunggu team rukyat berburu hilal, maka hari ini simbah sudah mendapatkan info yang dibutuhkan. Yakni Hilal sudah dapat dilihat dari Pantai Cakung, Jakarta Utara dan Bangkalan Madura, oleh team rukyat dari PW NU Jatim, DDII, FPI dan beberapa utusan dari pondok pesantren di Indonesia.
Berbekal kesaksian team rukyat inilah maka simbah memutuskan untuk beridul fitri pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2006. Memang team rukyat pemerintah yang terdiri dari 29 team mengaku tidak melihat hilal Syawal, namun seyogyanya orang yang tidak melihat hilal mau rujuk kepada mereka yang melihat hilal.
Tapi apapun hasilnya, yang jelas hari ini simbah berlebaran bersama keluarga, setelah kemarin selama 24 jam disiksa oleh perjalanan yang penuh kemacetan bersama Boeng Koeaing sekeluarga.
Akhir kata simbah hanya bisa mengucapkan “Taqobbalallohu minna wa minkum”, semoga Allah swt menerima semua amal sholeh kita. Dan simbah juga sadar bahwa selama mituturi di website mbambung ini, simbah banyak mengeluarkan kata-kata yang gak pantes dan menyakiti hati, maka dengan ini simbah Mohon Maaf Lahir Batin atas segala kebodohan dan kekhilafan simbah.
Posted 19 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Menurut kabar yang beredar, lebaran mendatang ini ada dua versi. Ada yang lebaran senin (23 Oktober) ada juga yang Selasa (24 Oktober). Perbedaannya terletak pada metode penetapan pergantian bulan yang berbeda.
Bagi yang menggunakan metode hisab, karena sudah dietung dan pasti benar maka gak perlu tengak-tengok rukyat lagi. Sehingga menurut etungan, senin itu dah ganti bulan, maka ya lebaran. Sedangkan bagi penganut rukyat, hisab yang sudah dietung itu harus dibuktikan dengan melihat langsung. Karena inilah yang dikerjakan Nabi saw. Btw masing-masing berargumen dengan dalilnya masing-masing. Namun bisa jadi nanti jika minggu sore (22 Oktober) tim Rukyat melihat hilal, maka sudah kloplah kedua madzhab tadi. Sehingga bisa lebaran bareng. Cuma pemerintah mau gak ya mengubah tanggal merah yang terlanjur sudah diabangi itu? Read More
Posted 18 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Selingan
Dua hari sebelum simbah budhal ke kota Banjar, simbah menerima email dari sohib yang kerja di Pro XL. Dia menanyakan tentang adanya gambar logo Yahudi (Bintang Daud) di salah satu kemasan tutup botol minuman berelektrolit yang saat ini sedang booming, yakni MIZONE. Simbah gak begitu nggubris, paling-paling trik dagang.
Saat di bandara, simbah sempat membeli minuman tersebut untuk buka puasa. Simbah lihat kemasan di balik tutup botolnya, ternyata gambar bintang Yahudi itu gak ada. Semakin yakinlah simbah, itu isue ngawur. Cuma ingin menghantam satu produk karena murni saingan dagang.
Tapi saat pulang dari Banjar, simbah menyempatkan beli lagi 2 botol minuman ini untuk bekal buka di pesawat. Nah di sinilah simbah kaget, karena ternyata apa yang diisukan itu benar. Di balik kemasan tutup botol Mizone tersebut terdapat gambar bintang Yahudi dengan hurup Z di tengahnya. Memang kalo posisinya diputar hurup itu bisa menjadi hurup N. Tapi baik Z maupun N hurup ini tak bisa dijadikan semacam inisial bagi produknya yang diawali hurup M. Read More
Posted 17 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Sewaktu simbah masih aktif ngaji di kampung, ujian dan cobaan seringkali datang. Salah satunya datang dari pihak-pihak yang tidak suka kepada aktifitas masjid, yakni dari rombongan para drunken masters alias pemabok. Cara yang mereka tunjukkan macem-macem. Mulai dari nggodain perempuan-perempuan yang ke masjid, atau nglecehin sohib-sohib yang aktif ngaji di masjid.
“Wah lha iki, muride sunan Bonang liwatâ€, itu ucapan yang simbah masih inget. Atau ada juga yang nyeletuk, “Pak haji-pak haji, urip ki mampir ngombe pak haji… ayo ngombe bareng-bareng sini…â€. Ha rak sansoyo kurang ajar. Read More
Posted 16 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Kemarin simbah diberi kesempatan bertandang ke Pulau Asap Sangit, yakni Kalimantan. Setelah mengalami Delayed sekitar lebih dari satu jam, akhirnya pesawat mabur juga ke kota tujuan, yakni Banjarmasin. Di tengah perjalanan inilah ada kejadian menarik.
Sekitar setengah jam setelah pesawat mabur, tiba-tiba ada seorang ibu tua yang ingin ke toilet. Tak berapa lama kemudian si ibu keluar dari toilet dan menuju ke kursinya. Tiba-tiba si ibu tua itu nggeblag hingga membentur lantai. Kontan saja sebagian penumpang kaget dan dengan tergopoh-gopoh segera menolong si ibu tua tadi.
Setelah didudukkan di kursi, si ibu ini diam tak bergerak. Kontan saja pramugari-pramugari yang ada disitu segera datang dan memberikan pertolongan. Setelah beberapa menit tak menunjukkan hasil, para pramugari itu malah panik dan keliatan kebingungan. Akhirnya melalui pengeras suara terdengar suara pramugari mengumumkan, “Kami mohon perhatiannya! Apabila di antara para penumpang ada yang berprofesi sebagai dokter, kami mengharap dengan sangat dapat membantu kami menangani salah seorang dari penumpang kami yang mengalami sakit mendadak. Terimakasih.†Read More
Posted 12 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Ini bukan sodaranya Wedhus Gembel, bukan pula saudaranya wedhus bandot. Kehadirannya selalu menyertai suatu kegagalan. Ya, dialah kambing hitam.
Simbah suka mengamati apa yang dikatakan orang tua saat anaknya yang masih kecil kejedhot pintu. Ha wong dasar anak pecicilan, ya pantes kejedhot dan benjol. Tapi sang orang tua kebanyakan bilang, “O, gak papa. Pintunya nakal ya wuk. Nih ibu pukul pintunya yang nakal…â€
Saat sang anak njengkang karena jalan masih belum jegos (mahir), sang orangtua menghibur, “Yaah, batunya nakal ya cuk, nih ibu pukulin batunya..uh..uh..!†Padahal sang batu gak paham apa-apa disalah-salahin. Read More
Posted 11 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip
Sewaktu simbah praktek di daerah Pasar Kemis, Tangerang, ada kejadian menarik yang sempat mbikin simbah gak habis pikir. Waktu itu malam belum begitu larut. Datanglah seorang laki-laki dengan ditemani seorang kerabatnya ingin konsultasi masalah kehamilan.
Waktu itu si laki-laki menunjukkan hasil test kehamilan yang katanya hasil pemeriksaan seorang bidan di tempatnya. Wanita yang dicek kehamilannya adalah pacarnya yang saat itu menuntut tanggung jawab dari perilaku cocakrowonya yang dengan lancangnya bertamu ke mulut rahimnya.
“Pak dokter, saya mau tanya, itu tes kehamilan hasilnya positip apa negatip sih. Lha saya dioyak-oyak sama itu cewek dan sedulur-sedulurnya agar saya menikahi cewek itu. Katanya sih positip. Tapi saya kok ragu, makanya saya bawa kesini,
katanya memelas. Read More
Posted 10 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Beberapa hari yang lalu simbah mbikin rubrik konsultasi yang memang simbah bikin untuk memberikan sedikit bantuan bagi sanak kadang yang ketimpa musibah sakit. Setelah berjalan 3 hari, simbah ditanya sama rekan ngetuprus di YM. Kok pertanyaannya belum dijawab-jawab?
Mangkanya simbah lalu cek di email, ternyata belum ada pertanyaan yang masup. Lalu simbah cek ke kotak konsultasi. Simbah test dengan nulis disitu lalu simbah SUBMIT. Ternyata gak masup email. Pantesan gak ada pertanyaan yang masup email.
Untuk itu simbah mau kasih tahu, bahwa untuk sementara rubrik konsultasi tersebut masih dalam perbaikan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Bagi sanak kadang yang sudah kebacut sambat di rubrik itu, simbah minta maaf yang sebesar-besarnya bahwa sambatannya gak sampai ke simbah.
Posted 09 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Malam Minggu kemarin hidung simbah terusik oleh aroma busuk yang cukup membuat perut serasa pingin mukok. Simbah langsung curiga, pasti bangkai tikus. Sudah seminggu ini gerombolan tikus cluthak yang biasa bikin bising di malam hari tak terdengar lagi suaranya. Dan memang racun tikus yang simbah pasang di beberapa tempat keliatan berkurang dan hampir habis.
Terpaksalah balungan tuwek ini biayakan sobo eternit, clingak-clinguk pake senter nyari sang bangkai. Setelah direwangi gobyos, ketemulah si bangkai tersebut. Gak tanggung-tanggung, ada 3 biji. Mangkanya kok sampe bikin mbededeg.
Simbah teringat kisah sahabat Nabi yang tiap malam rumahnya didatengi tikus. Bedanya, tikus itu datang sambil nggondol potongan emas. Tiap malem sepotong. Sampai akhirnya tujuh malam. Ditanyakanlah kasus itu kepada Nabi, dan diputusilah oleh beliau bahwa itu memang rejeki dia. Wah, ha kok gurih temen kih… Read More
Posted 06 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Adalah wajar jika orang tua menginginkan anaknya memiliki nama yang bagus dan enak didengar. Karena dengan nama itulah nantinya si anak akan dipanggil dan disebut identitasnya. Maka tidaklah mengherankan, manakala si ibu mulai mengandung, maka sang bapak maupun keluarga mulai pating kroncal bingung mencari nama yang cocok sesuai selera. Bahkan meskipun belum diketahui identitas kelaminnya sekalipun.
Saking semuanya pengin usulnya diterima, maka seringkali si anak memiliki nama sak renteng, kayak gerbong musim lebaran. Bapaknya yang ahli fisika urun nama Albert, ibunya yang gemar telenovela urun Lafea, mbah kakung yang gemar wayang urun Kokrosono, mbah putri yang gemar berkebun urun Aglonema, jadilah nama anaknya Albert Aglonema Kokrosono Lafea. Panggilannya Piko, satu kata yang gak ada sama sekali dalam deret namanya yang sepanjang jalan Anyer-Panarukan itu. Ibarat arisan, dikopyok gak ada yang dapet. Read More
Posted 04 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Tanggal 5 Oktober adalah hari ABRI (atau hari TNI). Tapi tanggal itu juga adalah merupakan hari lahirnya si Beni Prakosa si bedhes cilik anaknya Mister Rigen, tokoh rekaan Bang Umar Kayam. Simbah sempat menikmati satu judul karya beliau, “Mangan Ora Mangan Kumpulâ€. Dan buku ini juga sempat dilalap oleh mbah wedok saat hamil anak pertamanya.
Si Beni Prakosa ini ndridisnya minta ampun. Saat keluarga pak Ageng kedatangan kang Joyoboyo penjual penggeng eyem dari Klaten itu, dia selalu merengek dibelikan sate usus kesukaannya. Sekolahnya di TK Indonesia Hebat. Ibunya bernama Nansiyem isteri Mister Rigen. Read More
Posted 04 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Siapa yang gak seneng lihat anak-anak yang lugu, lucu, njloned dan nggemesin? Siapapun suka. Tapi kesukaan terhadap anak ini tidak lantas membuat orang suka menambah jumlah anaknya. Bahkan manakala seorang ibu yang berkunjung ke klinik simbah ditanya, “Wah kapan nih si kecil diberi adik?†Jawabannya selalu klise, satu diantara dua jawaban. Pertama, “Ah, gak nambah lagi dok. Ha wong yang ada ini saja udah kewalahan.†Atau Kedua, “Entar dok, ini saja kerepotan ngurusnya.â€
Nambah anak adalah hal yang besar. Herannya anak-anak simbah itu bisa pathing drindil keluar berkala. Selain karena gak KB, mbah wedok itu ya setuju saja manakala simbah usul nambah anak. Padahal pasien yang datang untuk KB itu sak tekruk.
Simbah pernah ditanya oleh satu kepala keluarga yang anaknya sembilan. “Dok, bagusnya punya anak itu sedikit atau banyak sih..?†Read More
Posted 03 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Rasa sakit itu deskripsinya kadang susah. Apalagi kalo yang cerita tentang penyakitnya itu pakai bahasa tumbuh-tumbuhan (jarene Thukul Arwana). Menangkap pesan sang penderita memang bukan pekerjaan gampang.
Salah seorang ahli fisiotherapy, sekaligus ustadz simbah, pernah menjelaskan perihal ini. Karena di dalam dunia persambatan, pasien itu sering sambat dengan bahasa yang harus dicerna dengan lebih dari 60 kunyahan. Salah memahami maka berakibat salah therapy, juga bisa salah obat. Simbah pernah singgung masalah ini di posting yang lain, mengenai bedanya pusing dan sakit kepala. Tapi problem deskripsi rasa sakit ini memang susah.
Beberapa yang sempat simbah terima dari rekan ahli fisiotherapy itu adalah sebagai berikut. Read More
Posted 01 Oct 2006 — by Mbah Dipo
Category Uncategorized
Simbah mendengar dongeng tentang Tukang Batu ini waktu masih SD, saat diceritakan oleh almarhum bapak tercinta, yang biasa mendongeng saat sebelum tidur. Sedikit simbah kisahkan di sini :
Ada seorang tukang batu yang menginginkan menjadi makhluk yang paling kuat. Pekerjaan sehari-harinya adalah memecah gunung batu, diambil batunya sedikit demi sedikit, dijualnya untuk mendapatkan imbalan demi menyambung hidupnya. Di saat bekerja memecah batu ini, si tukang batu seringkali mengalami kepanasan oleh terik matahari.
Maka dia berpikir, “Wah, seandainya aku jadi matahari, maka tak ada lagi yang bisa mengalahkan aku.†Maka dia berdoa agar dirinya berubah menjadi matahari. Permintaannya terkabul. Jadilah dia matahari. Merasa dirinya paling kuat. Tapi ternyata cuma sementara. Datanglah awan menutupi sinarnya. Si Matahari alias tukang batu berpikir, “kalo begitu, menjadi awan lebih kuat. Matahari saja bisa kalah.†Maka berdoalah dia agar berubah menjadi awan. Permohonannya terkabul lagi. Read More