Kesehatan Itu Mahal

Simbah agak tercekat saat seorang rekan sejawat yang seorang dokter Spesialis Penyakit Dalam, bercerita perihal ihwal pengalamannya menghadapi pasien miskin yang menggunakan kartu gratis berobat. Nama Kartu Berobat Gratisnya tak usah simbah sebut. Dalam ruang prakteknya, rekan simbah itu memeriksa seorang pasien miskin yang masuk RS dengan dugaan Infeksi saluran Kencing. Lalu terjadilah dialog:

Rekan : Sampeyan itu terkena kencing nanah pak. Ini hasil pemeriksaannya.

Pasien : Wah, yang benar dok..?!

Rekan : Benar. Saya mau tanya sampeyan, apa sampeyan habis dolan ke Sanggar Pakenthon? Tolong dijawab yang jujur.

Pasien : (Sambil cengar-cengir malu) Maaf dok, itu memang benar dok… barusan minggu lalu..

Rekan : Lhaladalah… sampeyan ke Sanggar pakenthon itu mbayar apa gratis?

Pasien : (Masih cengar-cengir) Ya mbayar lah dok, mosok gratis…..

Rekan : Harusnya sampeyan itu nyadar dan malu… Lha sampeyan kuat buat mbajing di Sanggar Pakenthon, begitu mertombo pinginnya gratis. Bikin penyakitnya saja mbayar, tapi saat berobat maunya gratisan dan statusnya dibikin miskin.

…………..

Simbah setuju, rakyat kecil harus mendapat akses biaya kesehatan murah. Tapi tetep harus disadarkan bahwa nilai kesehatan itu mahal. Jangan sampai bea berobat murah menjadikan rakyat miskin jadi berani merokok lagi setelah mandeg 10 tahun, hanya karena dia bisa berobat gratis kalo ‘mengguk jegog’ nya kambuh.

Bea berobat boleh murah, tapi semua harus faham: KESEHATAN ITU MAHAL NILAINYA.

Pesan Kanjeng Nabi shollallaahu alaihi wa sallam:

“Dua nikmat yang kebanyakan manusia lupa akan nilainya: KESEHATAN DAN WAKTU LUANG”

Popularity: 1%

JALAN TAQWA

Sekitar 2 bulan yang lalu simbah menghadiri acara gathering distributor Herbal di satu Hotel di ibukota. Simbah bersyukur, karena di acara itu simbah menginap bersama satu kawan baik dari Surabaya yang sudah lama tidak ngobrol. Dari sekian banyak topic obrolan, ada satu tema obrolan yang simbah anggap paling berkesan. Dan simbah tergerak untuk berbagi melalui tulisan ini.

Adalah Pak Mahmud (bukan nama sebenarnya) sohib simbah tersebut, memiliki seorang isteri yang didiagnosa oleh dokter menderita penyakit kanker leher rahim atau Ca Cervix stadium III. Vonis penyakit ini dirasa oleh sohib simbah seakan bagaikan ketokan palu hakim yang memvonis hukuman mati pada terdakwa. Karena tidak yakin, pak Mahmud mencari dokter lain untuk memastikan. Dan dua dokter lain yang ditemuinya ternyata menyimpulkan hal yang sama.

Akhirnya pak Mahmud mau tak mau menerima kesimpulan diagnose tersebut, yang memang disertai serangkaian pemeriksaan laboratorium yang mendukung. Beliau lalu menanyakan berapa biaya tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi penyakit istrinya tersebut. Dokter menyebut angka hingga 80 jutaan untuk serangkaian tindakan dan kemoterapi yang dibutuhkan. Dengan catatan, bahwa tindakan tersebut tidak menjamin istrinya sembuh total. Continue reading “JALAN TAQWA”

Popularity: 2%

The Story Of Nyumed Sumbu

Lama simbah tak menulis di blog ini. Bukan karena malas nulis. Di rentang waktu tulisan terakhir simbah dengan tulisan ini, simbah telah merampungkan 2 buku kesehatan. Alhamdulillah buku pertama yang berjudul “Jurus Dahsyat Sehat Sepanjang Hayat” telah terbit, dan tak lama lagi buku kedua tentang Habbatussauda juga akan terbit.

Tahun lalu simbah menyaksikan dengan agak sedih anak simbah mbarep, dimana bacaan Al Qur’annya gak mundhak-mundhak kemampuannya. Bar Iqro’ 5 trus pancet. Bacaan Al Qur’annya yang blekak wal blekuk mbikin simbah risih. Akhirnya seketika itu simbah memutuskan untuk mengeluarkan seluruh anak simbah dari TPA yang mereka ikuti. Sejak saat itu simbah kumpulkan anak-anak simbah di ruang dokter di klinik untuk simbah ajari ngaji. Jadi 3 anak simbah yang kecil ikut simboknya, sementara yang 3 lagi simbah ajari ngaji.

Tindakan simbah ini tercium salah seorang pasien yang melihat simbah ngajar ngaji di klinik. Maka ada 2 pasien simbah yang nitip anaknya untuk sekalian diajari ngaji. Kedua anak tersebut simbah terima. Maka murid ngaji di klinik jadilah 5. Ha kok trend ini tidak berhenti, sehingga banyak orang tua yang berniat nitip anak buat diajari ngaji. Wah, ruang dokter di klinik makin sumuk kalo begini.. Continue reading “The Story Of Nyumed Sumbu”

Popularity: 2%

Hidup dan Matinya Anak

Dalam hidup berumah tangga, adakalanya dalam sebuah keluarga dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Namun adapula yang mengalami kematian anak dengan berbagai sebab. Baik yang diamanahi anak maupun yang diambil amanahnya, masing-masing memiliki keutamaan dan keuntungan sendiri-sendiri. Berikut beberapa keterangan yang bisa diambil pelajarannya:

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang dari kalian ditinggal mati oleh tiga orang anaknya dan dia mencari ridha Allah dengannya, melainkan dia masuk surga.”
Seorang wanita dari mereka bertanya: “Atau dua orang anak ya Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Atau dua orang anak.” (HR. Muslim)

Dalam keterangan hadits yang lain disebutkan, bahwa anak yang meninggal tersebut belum mencapai usia hints atau baligh.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim ditinggal mati oleh tiga orang anaknya yang belum baligh, melainkan Allah memasukkan keduanya ke surga karena keutamaan kasih sayang-Nya kepada mereka”

Beliau bersabda: “Dikatakan kepada mereka (anak-anak itu) ‘Masuklah kalian ke surga’. Lalu mereka berkata: ‘(Tidak) hingga orang tua kami masuk’. Maka dikatakan: ‘Masuklah kalian dan orang tua kalian ke surga!’”(HR. Nasai, Shahih)

Keterangan di atas bagi yang kematian dua atau tiga anak. Bagaimana jika hanya seorang anak saja?? Lihatlah hadits di bawah ini: Continue reading “Hidup dan Matinya Anak”

Popularity: 13%