By Mbah Dipo on October 2, 2011
Walaupun judulnya ‘Studi Banding’, simbah bukan mau mengulas kelakuan koplo wakil rakyat yang suka dengan wisata gratis berkedok studi banding. Sama sekali tidak. Simbah hanya ingin bercerita perihal pengalaman simbah selama mudik pas lebaran kemarin. Sebenarnya sudah lama mau diomyangkan disini, namun baru sekarang kelakon.
Di sela-sela kemacetan yang simbah harus alami pas perjalanan mudik, simbah mendapatkan kesempatan untuk ngobrol dengan teman duduk simbah di bus. Yang simbah tangkap, teman bicara simbah ini orang kaya. Walaupun sudah berusaha dengan segala upaya namun akhirnya dia hanya dikaruniai satu anak laki-laki.

Gambar Orang dalam BUS
Untuk mengisi kekosongan dan kesepian dalam kesehariannya, si anak laki semata wayang yang berharap seorang adik ini akhirnya memelihara piaraan berwujud kucing. Simbah lupa harga yang disebutkan, namun tembus angka jutaan ripis untuk seekor kucingnya. Sang ayah ternyata juga ikut senang. Maka dengan sangat antusias simbah ditunjuki foto-foto kucing tersebut yang bergaya dengan beragam pose di koleksi foto Blackberry nya. Wajah teman bicara simbah ini berbinar, seakan sedang bercerita tentang anak kesayangannya yang sedang bergaya. Padahal cuma seekor kucing.
Sambil terus menunjukkan koleksi foto kucingnya, teman bicara simbah menceritakan berapa biaya makan kucingnya yang bisa tembus angka jutaan per bulan. Belum biaya perawatan, pemeriksaan kesehatan dan juga keperluan kecantikan kucingnya. Yang jelas kucing piaraannya gak bakalan doyan kalo dikasih makanan biasa. Sego kucing yang kalo sampeyan makan bikin kenyang, bisa mbikin kucing si teman bicara simbah ini mencret ngenggon. Padahal namanya sudah ‘sego kucing’. Continue reading “Studi Banding”
Popularity: 3%
Posted in Mampir Ngombe | Tagged Amal, BUS, Kucing, Panti Asuhan, Studi Banding |
By Mbah Dipo on July 19, 2011
Tahun ajaran baru. Identik dengan seragam baru, buku baru dan kelas baru bagi kalangan siswa sekolah. Bagi kalangan orang tua, tahun ajaran baru adalah saatnya invest ke dunia pendidikan. Keperluan apapun bagi sekolah anak harus tersedia. Bahkan urusan sekolah jadi prioritas utama.

Guru - Pahwalan Tanpa Tanda Jasa
Sudah lazim difahami, di tahun ajaran baru beberapa klinik biasanya menjadi agak sepi. Yang berobat biasanya yang memang sakitnya sudah setengah mati. Sakit yang ringan masih bisa ditahan dan dibanjeli obat sekadarnya dari warung. Masalahnya duit yang ada dipakai untuk biaya sekolah yang tak bisa ditawar lagi.
Pagi ini, simbah melihat iklannya Dedy Mizwar yang menyebutkan bahwa sekolah gratis. Bahwa sarana sekolah disupport dengan dana BOS. Agak semedhot melihat iklan ini. Karena kenyataan yang simbah temui tak seindah iklan tersebut. Terutama karena simbah mengalami sendiri bahwa sekolah SD pun masih dijejali dengan segala macem trik dari guru.. maaf.. oknum guru, yang banyak mencoreng wajah pendidikan dasar negeri ini.
Continue reading “Pahlawan Kurang Tanda Jasa”
Popularity: 11%
Posted in Bumbu Urip | Tagged Guru, Jasa, Pendidikan |
By Mbah Dipo on May 31, 2011
Dalam hidup berumah tangga, adakalanya dalam sebuah keluarga dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Namun adapula yang mengalami kematian anak dengan berbagai sebab. Baik yang diamanahi anak maupun yang diambil amanahnya, masing-masing memiliki keutamaan dan keuntungan sendiri-sendiri. Berikut beberapa keterangan yang bisa diambil pelajarannya:
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang dari kalian ditinggal mati oleh tiga orang anaknya dan dia mencari ridha Allah dengannya, melainkan dia masuk surga.”
Seorang wanita dari mereka bertanya: “Atau dua orang anak ya Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Atau dua orang anak.” (HR. Muslim)
Dalam keterangan hadits yang lain disebutkan, bahwa anak yang meninggal tersebut belum mencapai usia hints atau baligh.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim ditinggal mati oleh tiga orang anaknya yang belum baligh, melainkan Allah memasukkan keduanya ke surga karena keutamaan kasih sayang-Nya kepada mereka”
Beliau bersabda: “Dikatakan kepada mereka (anak-anak itu) ‘Masuklah kalian ke surga’. Lalu mereka berkata: ‘(Tidak) hingga orang tua kami masuk’. Maka dikatakan: ‘Masuklah kalian dan orang tua kalian ke surga!’”(HR. Nasai, Shahih)
Keterangan di atas bagi yang kematian dua atau tiga anak. Bagaimana jika hanya seorang anak saja?? Lihatlah hadits di bawah ini: Continue reading “Hidup dan Matinya Anak”
Popularity: 11%
Posted in Mampir Ngombe |
By Mbah Dipo on March 4, 2011
Setelah kurang lebih 10 tahun menikah, simbah dikaruniai 6 orang anak. Anak keenam telah diakikahi dua minggu yang lalu. Bagi sebagian orang, jumlah anak 6 adalah jumlah yang fantastis untuk ukuran keluarga abad 21 ini. Anggapan tersebut tentu saja hasil pengkondisian, dimana ditanamkan di benak semua manusia bahwa jumlah anak haruslah sedikit jika mau menghasilkan generasi yang nyakdhut.

Proposal Hidup Islami
Penanaman pemahaman tersebut masih terus berlanjut walaupun sudah berpuluh bahkan beratus kasus terkuak, dimana seorang ibu dibacok anak semata wayangnya karena tak dibelikan motor, atau si bapak yang diancam bunuh karena tak segera menulis surat warisan buat anaknya yang ragil (no.2), atau sang ibu yang terpaksa siang malam banting tulang menghidupi 2 anak SMA nya yang aktif ngePUNK mencukur gundul rambutnya, mengantingi hidung dan lambenya yang persis lambe sumur itu tanpa menghiraukan gaji simboknya yang dibawah UMR guna menghidupi gaya hidup ngepunknya.
Sebagian besar orang ketakutan dengan jumlah anak bukan karena khawatir anaknya kurang terurus, tapi lebih banyak yang khawatir jika anaknya banyak, kelangenan dirinya menjadi terganggu. Simbok-simbok yang kelangenannya berkarir di luar rumah merasa terganggu jika harus tersita waktunya ngurus anak. Mereka lupa bahwa mengurus anak di rumah pun merupakan karir yang dapat mencemerlangkan hidupnya. Continue reading “Proposal Hidup”
Popularity: 14%
Posted in Mampir Ngombe | Tagged Hidup Islami, Panduan Hidup, Pedoman, Proposal Hidup |
By Mbah Dipo on February 8, 2011
Saat simbah masih kecil, yang namanya kelangan sandal ketika sholat tarawih adalah hal lumrah. Mengingat sholat tarawih pesertanya mbludag, dan seringkali yang hadir tidak hanya yang biasa ke mesjid tapi juga yang sama sekali gak pernah ngambah mesjid. Biasanya memang yang gak pernah ngambah mesjid dari kalangan anak-anak adalah mereka yang sekedar pingin menjadi “Jaburan Hunter” atau “Sendal Jepit Changer”.
Jaburan Hunter adalah kalangan anak-anak yang hadir ke mesjid sekedar mengejar hidangan penghibur saat tarawih yang masyhur disebut “jaburan”. Sedangkan Sendal Jepit Changer adalah kalangan anak-anak yang hadir untuk sekedar cari-cari sendal bagus buat dituker dengan sendalnya yang bulukan. Mereka ini sungguh-sungguh mengamalkan nasehat “Tinggalkan yang buruk, ambil yang baik!”
Walhasil, kalangan Sendal Jepit Changer ini senantiasa mbikin simbah was-was jika hendak menaruh sandal di pintu masuk masjid. Apalagi jika sandal jepitnya baru dan agak bermerk, semisal Swallow atau Daimatu, dua merk sandal jepit kawentar di jaman simbah. Jika sudah begitu sandal jepit pastilah dibongkok wal diiket, lalu ditaruh di tempat tersembunyi. Continue reading “Aman dan Iman”
Popularity: 14%
Posted in Mampir Ngombe |
By Mbah Dipo on January 24, 2011
Peristiwa ini terjadi tahun lalu. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 2 dini hari. Saat itu rombongan keluarga simbah dari Solo hendak berta’ziah ke Cilacap, atas meninggalnya bapak Mertua yang tinggal di desa pelosok yang berjudul Citepus. Melihat medannya, perjalanan ke Citepus bukanlah perjalanan yang ramah pantat. Karena sepanjang perjalanan, pantat kita akan berulang kali terpontang-panting dikarenakan jalanan -yang walaupun berulang kali diperbaiki tetep saja- mirip lintasan off road.
Dini hari itu mobil rombongan keluarga simbah tepat melintasi daerah yang kawentar dengan kewingitannya. Masyarakat Citepus menamai daerah itu sebagai daerah “Punden”. Di situ terdapat kuburan keramat yang senantiasa diberi sesajian secara rutin. Dumadakan mobil yang ditumpangi rombongan ngadat. Ngadatnya tepat di area punden tersebut. Secara berseloroh, ibunda simbah berkata:
“Wah iki mesti diganggu demit …” kata beliau. Perlu diketahui, bahwa seluruh rombongan tak satupun yang mengetahui bahwa di dekat situ ada punden keramat. Dan kebetulan daerah tempat mogoknya mobil agak gelap. Maka didoronglah mobil tersebut ke tempat yang ada lampu jalannya. Continue reading “Klakson Jahanam”
Popularity: 14%
Posted in Mampir Ngombe, Pengaosan |
Recent Comments