17th July 2008
in
Bumbu Urip
| Didelok ping 280
Bagi sampeyan yang tinggal di tlatah Solo dan sekitarnya, dan saat ini setidaknya berusia 25 tahun, tentu masih ingat yang namanya Bancakan Weton. Satu ritual yang diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, dengan menyajikan satu nampan nasi tumpeng yang dihiasi sayur gudhangan binti urap plus telor ayam yang ukurannya cukup menggetarkan jiwa. Betapa tidak, bagaimana sampeyan bisa membayangkan sebutir telor ayam yang dibagi dengan bilangan empat kwadrat…?
Dengan menu Bancakan Weton yang sangat sederhana itu, simbah masih inget bagaimana nasi bancakan itu cukup dahsyat menggoncang lidah ndeso kita. Sehingga jika ada panggilan undangan buat menghadiri bancakan weton ini, segera saja semua berandal cilik seumuran simbah waktu itu berlomba berkumpul untuk merubungi nasi tumpeng sederhana itu. Terus terang, yang paling menggoda dari menu bancakan saat itu bukanlah nasi urapnya. Namun hampir semua anak-anak saat itu sepakat, telor seperempat kwadrat yang mungil itulah yang menjadi daya tarik paling kuat buat menyedot ketertarikan para member bancakan itu. Sehingga seringkali anak-anak saat itu menjadikan telor ayam seperempat kwadrat itu sebagai hidangan penutup, yang akan habis dengan sekali klamut. Simbah masih inget si Yadi Lemu dan Surono Nggople yang nangis kenceng karena telor ayam seperempat kwadrat yang sedianya dieman-eman buat “Gong Penutup”, jatuh bersimbah tanah gara-gara sengaja disenggol oleh konconya yang sirik karena telornya lebih dulu disantap sebagai pembuka.
Read More →
13 Comments →
10th July 2008
in
Bumbu Urip
| Didelok ping 249
Tukang Becak sudah lama tak keliatan lagi di Jakarta. Propesi yang mengandalkan methekolnya otot ini dianggap lebih banyak mendatangkan masalah daripada menyelesaikan masalah. Alasan yang paling banyak mendasari dilarangnya becak beroperasi adalah perihal kesemrawutan yang ditimbulkan oleh becak. Padahal juga tak bisa dipungkiri, kendaraan roda tiga itu merupakan kendaraan yang ramah lingkungan. Bahan bakarnya cuma [...]
22 Comments →
7th July 2008
in
Mampir Ngombe
| Didelok ping 171
Sudah beberapa kali simbah menerima email konsultasi yang isinya senada dengan bunyi email di bawah ini :
“Mbah, perkenalkan nama saya Gemblong. Saya lahir pada tanggal 7 Mei 1978 jam 02.00 pagi. Saat ini saya sedang membina hubungan dengan gadis bernama Brintik yang lahir pada tanggal 4 Agustus 1982. Menurut simbah, pigimanakah nasib perjodohan kami? Apakah [...]
16 Comments →
22nd June 2008
in
Pengaosan
| Didelok ping 573
Dalam satu riwayat disebutkan satu percakapan yang menarik antara Abu Bakar r.a dan anaknya. Sebagaimana difahami, salah seorang anaknya Abu Bakar yang laki-laki masuk Islamnya belakangan setelah perang Badar. Sehingga di saat perang Badar si anak berperang di pihak musyrikin, melawan bapaknya yang berperang bersama kaum mukminin. Berkatalah si anak:
“Wahai bapak, dulu di saat perang [...]
16 Comments →
6th June 2008
in
Bumbu Urip
| Didelok ping 1241
(Setelah dipreambuli dengan tayangan tindakan FPI di Monas, dan dengan diiringi backsound yang mencekam ala pilem G 30 S PKI, mulailah narator yang terobsesi menjadi penyair membacakan narasinya. Lalu sesudah itu, ketika belum ilang rasa mencekam dari penonton, dimulailah acara Dialog Tokoh yang ditayangkan oleh Stasiun Balapan TV, satu stasiun tipi swasta yang telah berdiri [...]
35 Comments →
2nd June 2008
in
Mampir Ngombe
| Didelok ping 606
Apapun propesi dan peran yang kita jalani, kita hidup di dunia ini ibarat mampir ngombe dalam satu perjalanan menuju satu tempat. Baik itu dokter, ingsinyur, pilot, chef, kacung, ataupun propesi lainnya, semuanya sedang melakukan satu perjalanan menuju ke suatu tujuan. Semuanya memiliki Bendoro yang sama, yakni Sang Maha Pencipta, Yang Maha Kuasa, Yang dalam Islam [...]
21 Comments →
29th May 2008
in
Bumbu Urip
| Didelok ping 449
Kang Isaac Newton pernah ngomong, bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki lawan atau kebalikannya. Kebaikan lawan dari keburukan, jauh kebalikan dari dekat, atau sebagaimana posting kemarin, borju merupakan kebalikan dari proletar, meskipun tak selamanya tepat.
Dalam hal kaya dan miskin, seringkali orang memberikan satu nilai pada masing-masing kata tersebut. Bagi Kanjeng Bendoro Tuan Sinyo, juragan [...]
10 Comments →
27th May 2008
in
Mampir Ngombe
| Didelok ping 514
Masa co-ass (dokter muda) adalah masa yang cukup kelam buat simbah. Di masa ini, kurang lebih selama 3 tahun, simbah hampir yakin bahwa pilihan untuk menjadi dokter adalah pilihan yang keliru. Simbah masuk jadi co-ass adalah di tahun awal reformasi, dimana bengsin yang 700 ripis naik menjadi 1200 ripis. Massa marah, mahasiswa ngikut. Saat itulah [...]
15 Comments →
19th May 2008
in
Bumbu Urip
| Didelok ping 447
Simbah punya tetangga di kampung yang bernama Mbah Gambreng. Gambreng adalah nama sejenis serangga. Tak jelas mengapa dinamai seperti itu. Tapi dia bukanlah satu-satunya warga kampung simbah yang dinamai dengan nama binatang. Mbah Gambreng adalah type wanita pejuang yang gigih. Masa mudanya dihabiskan jualan di pasar, dimana kulakan barangnya sampai ke tlatah Matesih sono. Matesih [...]
Tags: Cerita Lalu, High Speed
10 Comments →
14th May 2008
in
Bumbu Urip
| Didelok ping 150
Bengsin dikabarkan mau naik harga. Harga sembako yang konon singkatan Sembilan Bahan Pokok malah mendahului naik. Bukan hanya Sembilan Bahan, bahkan mungkin Sembilanpuluh sembilan bahan yang sudah merangsek naik. Tukang adzan kampung simbah yang masih ngompolan di mesjid sudah gak punya nyali buat ngompol lagi. Karena begitu ngompol, sudah terbayang harga sabun cuci buat ngumbahi [...]
26 Comments →