Hidup dan Matinya Anak

Dalam hidup berumah tangga, adakalanya dalam sebuah keluarga dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Namun adapula yang mengalami kematian anak dengan berbagai sebab. Baik yang diamanahi anak maupun yang diambil amanahnya, masing-masing memiliki keutamaan dan keuntungan sendiri-sendiri. Berikut beberapa keterangan yang bisa diambil pelajarannya:

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang dari kalian ditinggal mati oleh tiga orang anaknya dan dia mencari ridha Allah dengannya, melainkan dia masuk surga.”
Seorang wanita dari mereka bertanya: “Atau dua orang anak ya Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Atau dua orang anak.” (HR. Muslim)

Dalam keterangan hadits yang lain disebutkan, bahwa anak yang meninggal tersebut belum mencapai usia hints atau baligh.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim ditinggal mati oleh tiga orang anaknya yang belum baligh, melainkan Allah memasukkan keduanya ke surga karena keutamaan kasih sayang-Nya kepada mereka”

Beliau bersabda: “Dikatakan kepada mereka (anak-anak itu) ‘Masuklah kalian ke surga’. Lalu mereka berkata: ‘(Tidak) hingga orang tua kami masuk’. Maka dikatakan: ‘Masuklah kalian dan orang tua kalian ke surga!’”(HR. Nasai, Shahih)

Keterangan di atas bagi yang kematian dua atau tiga anak. Bagaimana jika hanya seorang anak saja?? Lihatlah hadits di bawah ini: Continue reading “Hidup dan Matinya Anak”

Popularity: 11%

Aman dan Iman

Saat simbah masih kecil, yang namanya kelangan sandal ketika sholat tarawih adalah hal lumrah. Mengingat sholat tarawih pesertanya mbludag, dan seringkali yang hadir tidak hanya yang biasa ke mesjid tapi juga yang sama sekali gak pernah ngambah mesjid. Biasanya memang yang gak pernah ngambah mesjid dari kalangan anak-anak adalah mereka yang sekedar pingin menjadi “Jaburan Hunter” atau “Sendal Jepit Changer”.

Jaburan Hunter
adalah kalangan anak-anak yang hadir ke mesjid sekedar mengejar hidangan penghibur saat tarawih yang masyhur disebut “jaburan”. Sedangkan Sendal Jepit Changer adalah kalangan anak-anak yang hadir untuk sekedar cari-cari sendal bagus buat dituker dengan sendalnya yang bulukan. Mereka ini sungguh-sungguh mengamalkan nasehat “Tinggalkan yang buruk, ambil yang baik!”

Walhasil, kalangan Sendal Jepit Changer ini senantiasa mbikin simbah was-was jika hendak menaruh sandal di pintu masuk masjid. Apalagi jika sandal jepitnya baru dan agak bermerk, semisal Swallow atau Daimatu, dua merk sandal jepit kawentar di jaman simbah. Jika sudah begitu sandal jepit pastilah dibongkok wal diiket, lalu ditaruh di tempat tersembunyi. Continue reading “Aman dan Iman”

Popularity: 14%

Klakson Jahanam

Peristiwa ini terjadi tahun lalu. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 2 dini hari. Saat itu rombongan keluarga simbah dari Solo hendak berta’ziah ke Cilacap, atas meninggalnya bapak Mertua yang tinggal di desa pelosok yang berjudul Citepus. Melihat medannya, perjalanan ke Citepus bukanlah perjalanan yang ramah pantat. Karena sepanjang perjalanan, pantat kita akan berulang kali terpontang-panting dikarenakan jalanan -yang walaupun berulang kali diperbaiki tetep saja- mirip lintasan off road.

Dini hari itu mobil rombongan keluarga simbah tepat melintasi daerah yang kawentar dengan kewingitannya. Masyarakat Citepus menamai daerah itu sebagai daerah “Punden”. Di situ terdapat kuburan keramat yang senantiasa diberi sesajian secara rutin. Dumadakan mobil yang ditumpangi rombongan ngadat. Ngadatnya tepat di area punden tersebut. Secara berseloroh, ibunda simbah berkata:

“Wah iki mesti diganggu demit …” kata beliau. Perlu diketahui, bahwa seluruh rombongan tak satupun yang mengetahui bahwa di dekat situ ada punden keramat. Dan kebetulan daerah tempat mogoknya mobil agak gelap. Maka didoronglah mobil tersebut ke tempat yang ada lampu jalannya. Continue reading “Klakson Jahanam”

Popularity: 14%