The Story Of Nyumed Sumbu

Lama simbah tak menulis di blog ini. Bukan karena malas nulis. Di rentang waktu tulisan terakhir simbah dengan tulisan ini, simbah telah merampungkan 2 buku kesehatan. Alhamdulillah buku pertama yang berjudul “Jurus Dahsyat Sehat Sepanjang Hayat” telah terbit, dan tak lama lagi buku kedua tentang Habbatussauda juga akan terbit.

Tahun lalu simbah menyaksikan dengan agak sedih anak simbah mbarep, dimana bacaan Al Qur’annya gak mundhak-mundhak kemampuannya. Bar Iqro’ 5 trus pancet. Bacaan Al Qur’annya yang blekak wal blekuk mbikin simbah risih. Akhirnya seketika itu simbah memutuskan untuk mengeluarkan seluruh anak simbah dari TPA yang mereka ikuti. Sejak saat itu simbah kumpulkan anak-anak simbah di ruang dokter di klinik untuk simbah ajari ngaji. Jadi 3 anak simbah yang kecil ikut simboknya, sementara yang 3 lagi simbah ajari ngaji.

Tindakan simbah ini tercium salah seorang pasien yang melihat simbah ngajar ngaji di klinik. Maka ada 2 pasien simbah yang nitip anaknya untuk sekalian diajari ngaji. Kedua anak tersebut simbah terima. Maka murid ngaji di klinik jadilah 5. Ha kok trend ini tidak berhenti, sehingga banyak orang tua yang berniat nitip anak buat diajari ngaji. Wah, ruang dokter di klinik makin sumuk kalo begini.. Continue reading “The Story Of Nyumed Sumbu”

Popularity: 1%

Hidup dan Matinya Anak

Dalam hidup berumah tangga, adakalanya dalam sebuah keluarga dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Namun adapula yang mengalami kematian anak dengan berbagai sebab. Baik yang diamanahi anak maupun yang diambil amanahnya, masing-masing memiliki keutamaan dan keuntungan sendiri-sendiri. Berikut beberapa keterangan yang bisa diambil pelajarannya:

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang dari kalian ditinggal mati oleh tiga orang anaknya dan dia mencari ridha Allah dengannya, melainkan dia masuk surga.”
Seorang wanita dari mereka bertanya: “Atau dua orang anak ya Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Atau dua orang anak.” (HR. Muslim)

Dalam keterangan hadits yang lain disebutkan, bahwa anak yang meninggal tersebut belum mencapai usia hints atau baligh.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim ditinggal mati oleh tiga orang anaknya yang belum baligh, melainkan Allah memasukkan keduanya ke surga karena keutamaan kasih sayang-Nya kepada mereka”

Beliau bersabda: “Dikatakan kepada mereka (anak-anak itu) ‘Masuklah kalian ke surga’. Lalu mereka berkata: ‘(Tidak) hingga orang tua kami masuk’. Maka dikatakan: ‘Masuklah kalian dan orang tua kalian ke surga!’”(HR. Nasai, Shahih)

Keterangan di atas bagi yang kematian dua atau tiga anak. Bagaimana jika hanya seorang anak saja?? Lihatlah hadits di bawah ini: Continue reading “Hidup dan Matinya Anak”

Popularity: 12%

Aman dan Iman

Saat simbah masih kecil, yang namanya kelangan sandal ketika sholat tarawih adalah hal lumrah. Mengingat sholat tarawih pesertanya mbludag, dan seringkali yang hadir tidak hanya yang biasa ke mesjid tapi juga yang sama sekali gak pernah ngambah mesjid. Biasanya memang yang gak pernah ngambah mesjid dari kalangan anak-anak adalah mereka yang sekedar pingin menjadi “Jaburan Hunter” atau “Sendal Jepit Changer”.

Jaburan Hunter
adalah kalangan anak-anak yang hadir ke mesjid sekedar mengejar hidangan penghibur saat tarawih yang masyhur disebut “jaburan”. Sedangkan Sendal Jepit Changer adalah kalangan anak-anak yang hadir untuk sekedar cari-cari sendal bagus buat dituker dengan sendalnya yang bulukan. Mereka ini sungguh-sungguh mengamalkan nasehat “Tinggalkan yang buruk, ambil yang baik!”

Walhasil, kalangan Sendal Jepit Changer ini senantiasa mbikin simbah was-was jika hendak menaruh sandal di pintu masuk masjid. Apalagi jika sandal jepitnya baru dan agak bermerk, semisal Swallow atau Daimatu, dua merk sandal jepit kawentar di jaman simbah. Jika sudah begitu sandal jepit pastilah dibongkok wal diiket, lalu ditaruh di tempat tersembunyi. Continue reading “Aman dan Iman”

Popularity: 15%