Sekilas Tentang Kasus Video Porno

Posted 21 Jun 2010 — by Mbah Dipo
Category Mampir Ngombe

Kemarin simbah membaca dua buah hadits yang setidaknya membantu simbah untuk memahami kasus pidio porno mirip artis. Hadits tersebut adalah :

Pertama: Dari Yazid bin Nu’aim bin Hazzal dari Bapaknya ia berkata, “Ma’iz bin Malik adalah seorang anak yatim yang diasuh oleh bapakku. Dan ia pernah berzina dengan seorang budak wanita dari suatu kampung. Bapakku lalu berkata kepadanya, “Datanglah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kabarkan kepada beliau dengan apa yang telah engkau lakukan, semoga saja beliau mau memintakan ampun untukmu.” Hanyasanya ayahku menginginkan hal itu agar Maiz mendapatkan jalan keluar, lalu ia bergegas menemui Rasulullah.
Ma’iz lantas berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah berzina, maka laksanakanlah hukum Kitabullah terhadapku!”

Beliau berpaling darinya. Maka Ma’iz mengulangi lagi, “Wahai Rasulullah, aku telah berzina, maka laksanakanlah hukum Kitabullah terhadapku!” Beliau berpaling. Ma’iz mengulanginya lagi, “Wahai Rasulullah, aku telah berzina, maka laksanakanlah hukum Kitabullah terhadapku!” Ia ulangi hal itu hingga empat kali. Read More

Konsultasi Acakadut

Posted 26 May 2010 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip, Selingan

Lama sudah simbah tak pernah posting di blog ini. Bukan karena malas nulis. Justru hampir setiap hari simbah menulis walau hanya beberapa paragrap. Tapi simbah nulis dalam rangka ngupoyo upo menjemput takdir rejeki yang masih gemandul di depan mata simbah. Simbah hanya berikhtiar menggerakkan tangan sehingga yang berada di depan mata tersebut bisa berpindah ke tangan simbah.

Beberapa hari terakhir simbah agak dikejutkan dengan membanjirnya email yang masuk yang berasal dari kotak konsultasi di blog ini. Bayangkan, biasanya konsultasi hanya 2 hingga 3 email seminggu. Lha ini sehari saja bisa puluhan email.

Maka satu persatu email simbah buka dan simbah baca. Welhadalah, ha kok isi konsultasinya rada pating klenyit. Bayangkan saja, ada puluhan email menanyakan pada simbah nomer buntutan togel Singapura. Ada lagi pertanyaan perihal buntutan di Batam. Pertanyaannya cukup ringkes, “Sabtu ini keluarnya apa Mbah?”

Yang lain tak kalah banyaknya adalah pertanyaan tentang nasib dan masa depan. Di awali dengan menyebut hari, weton, tanggal bulan dan tahun kelahiran. Terus dipungkasi dengan ending pertanyaan yang cukup mantabh: “Pekerjaan apa yang cocok buat saya mbah?” atau “Bagaimana masa depan karir saya mbah?” atau “Kapan saya kaya mbah?” atau “Saya kok dari dulu cuma tukang becak, apakah saya akan terus jadi tukang becak mbah?”…. Haduh.. Yo embuh lee..le.. Read More

Back From The Future

Posted 18 Mar 2010 — by Mbah Dipo
Category Selingan

Pertengahan 2010 : Pengajuan Draft RUU Perkawinan yang mengatur tentang Nikah Sirri, poligami dan larangannya.

November 2010 : Pro Kontra perihal Kriminalisasi Nikah sirri dan poligami. Banyak demo digelar, baik oleh aktifis perempuan maupun aktifis laki-laki. Anggota Komnas Perempuan turun ke jalan-jalan, sedangkan Komnas laki-laki tidak, karena belum terbentuk.

Back from the Future

Back from the Future

Awal Januari 2011 : UU Perkawinan disyahkan, termasuk pasal mengenai Nikah sirri dimana dalam RUU tersebut nyata-nyata terkandung klausul pemidanaan (kriminalisasi). dengan kata lain bagi siapa saja yang melakukan nikah siri, poligami dan juga kawin kontrak mereka bisa diancam dengan hukuman penjara maksimal 5 bulan dan denda 5 juta rupiah. Aktifis perempuan syukuran dengan bancakan tumpeng yang bentuknya berbeda. Karena bentuk tumpeng yang sudah ada, dan biasanya dipangkas ujungnya tersebut dianggap merendahkan salah satu organ perempuan.
Read More

Sebab Kebahagiaan

Posted 10 Mar 2010 — by Mbah Dipo
Category Mampir Ngombe

Syahdan, tersebutlah kang Dulkamid yang hidupnya terkenal kesrakat secara dhohir. Adalah kekayaannya berupa rumah reyot hampir rubuh, sepeda onthel yang rantainya rajin lepas, baju berjumlah tujuh -nanti dulu…- maksudnya tujuh tambalannya, sebuah tempat tidur Spring Bed tanpa “S” (baca: Pring Bed) alias lincak dari bambu yang lebih terkenal dengan sebutan tempat tidur ‘kelas tinggi’ karena banyak “tinggi”nya (tinggi=kutu busuk bin bangsat) dan sejumlah lima juta ripis – nanti dulu…- maksudnya berupa utang. Tak seorangpun ibu dan tak juga sampeyan yang sedang menggendong anaknya menginginkan anaknya menjadi semisal si Dulkamid. Keunggulan satu-satunya yang dimiliki adalah kejujurannya. Tapi banyak orang mencibir, kejujuran tak membuat dia kaya.

Sebab Kebahagiaan - Happy Morning

Sebab Kebahagiaan


Read More

Pagar Moral

Posted 19 Dec 2009 — by Mbah Dipo
Category Mampir Ngombe

Adalah Kang Mondhol dan Kang Jebol (bukan nama sebenarnya), dua orang sohib simbah di masa co-ass yang cukup akrab pergaulannya dengan simbah. Pertama kali masuk co-ass, simbah belum begitu akrab dengan mereka. Hingga akhirnya dikarenakan sering satu rombongan dan jaga bersama nginep di RS, keakraban itu mulai terbentuk.

Pagar Moral

Pagar Moral Kehidupan


Pada suatu ketika, bersama sekian co-ass yang lain simbah dan 2 sohib ini jaga di bagian Obsgyn. Pada saat jaga, simbah dan sohib-sohib ditempatkan di satu ruangan yang sebenarnya secara normal hanya muat 5 orang. Namun karena keterbatasan tempat, akhirnya dimuati sebanyak 9 orang. Kasur kapukpun dijejer biar muat.
Read More

Tabib Dukunoid

Posted 06 Nov 2009 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Adalah Kang Cidromoto, seorang penyandang katarak akibat diabetes yang disandangnya, sudah bertahun-tahun mertombo ke segala penjuru dokter ahli mata. Sudah mengalami kembola-kembali dioperasi dengan hasil cukup mengecewakan. Mata blawur bin kabur hasil kerja kataraknya tak kunjung cerah. Yang namanya keblegong wal kejlungup comberan, menjadi kekhawatiran utamanya. Karena jikalau tak hati-hati, selokan deket masjid yang menganga cukup lebar, hampir pasti menjadi area accidental crash landing yang cukup bikin kedandaban wal babak bundhas.

Lain lagi dengan Kang Paroloyo, penderita stroke yang sekarang lumpuh separo itu masih penasaran menanti turunnya sang penyembuh yang mampu memulihkan kelumpuhan akibat strokenya. Segala macem omongan baik yang berupa katanya-katanya tetangga maupun advis medis ngeciwis dilakoninya demi kepulihan anggota badannya yang lumpuh. Dari ngemplok jamu deplok hingga tablet kaplet berderet terpaksa dia kepret hingga kadang sampai mencret. Namun kesembuhan yang ditunggunya tak kunjung menjemputnya.

Baik Kang Cidromoto maupun Kang Paroloyo tak pernah menyerah. Dengan aktifnya, dicarilah segala macam sarana penyembuh. Dan saat ini kebetulan di kantor RW di komplek simbah sedang kedatangan seorang yang konon tabib top markotop yang mampu mengusir segala macam penyakit. Baik penyakit akibat makhluk kasar maupun makhluk halus. Konon ini adalah tabib yang sakti, hingga ibarat setan ora doyan, demit ora ndulit, iblis ora nggubris, vampir ora mampir, tapi duit ora nolak.

Read More

Husnuzhon

Posted 12 Oct 2009 — by Mbah Dipo
Category Mampir Ngombe

Beberapa kali simbah ikut Jum’atan akhir-akhir ini, sang khatib hampir selalu membahas yang namanya bencana alam yang sedang menimpa beberapa daerah di tanah air. Gaya dan karakter materinya hampir sama, yakni memvonis korban. Hampir semua penceramah, tidak hanya di khutbah, membahas bencana yang terjadi sebagai adzab yang dikirim Allah. Yang sekaligus tersirat makna bahwa korban bencana alam adalah pihak yang pantas dihukum. Apalagi ada kyai mengaitkan jam terjadinya yakni pukul 17.16 dengan nomer surat dan ayat dalam Al Qur’an, yakni surat 17 (Al Isra) ayat 16. Wah.. ini mah gaya gathuk enthuk. Setali tiga duit sama dukun klenik.

Simbah kadang mencoba memposisikan diri seandainya simbah korbannya, pasti sangat sakit jika di saat kehilangan harta benda, sanak family, lalu tiba-tiba divonis dengan perkataan, “Emang pantes diadzab elo pade.” Dan ngomongnya di depan mimbar, didengar ratusan bahkan ribuan orang.
Read More

Atas Nama Kemiskinan

Posted 06 Oct 2009 — by Mbah Dipo
Category Mampir Ngombe, Selingan

Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka angkotku tak perlu taat rambu
Kejar setoran lebih perlu
Maka ku ngetem seenak brutu
Kalian yang sekilo meter di belakangku jangan menggerutu
Ini juga demi anak isteriku

Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka ku tak mampu beli mobil
Hanya motor itupun mencicil
Jalan mobil ku srobot dan kuambil
Pecicilan di jalanan macam si kancil
Kupikir tak apa karna ku miskin dan ekonomi labil
Read More

Kiamat

Posted 03 Oct 2009 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip, Mampir Ngombe

“Kapan Kiamat datang?” tanya Kang Harjo Linthing.

“Yo embuh,” jawab Lik Giman Mbako. “Gak ada yang tahu itu, kecuali Gusti Allah.”

“Halah, sebentar lagi kiamat juga dateng, biasanya datengnya bareng nyi amat,” sahut Kadi Semprul sambil nglekar. “Kalo nggak percaya silakan ditunggu deket lincak situ..hehehe..”

Glodakk..!! Kadi Semprul bablas njlungup didhupak Kang Harjo Linthing.

“Dapurmu kuwi, ditanya serius malah njawabnya ngomyang,” bentak Kang Harjo Linthing.

Kejadian di atas adalah fiktif. Nama dan tokohnya juga fiktif. Tapi percakapan model di atas pernah terjadi. Kalo di dunia pilem, biar mengangkat temanya jadi lebih riil, di posternya diembel-embeli “Diinspirasi oleh Kisah Nyata.” Read More

Plu Celeng

Posted 15 Jul 2009 — by Mbah Dipo
Category Selingan

Salah seorang kawan simbah yang biasa blayangan ke njaban rangkah seringkali membandingkan kondisi sanitasi lingkungan di Indonesia, khususnya di Daerah Khusus Ibukota mBetawi dengan negeri-negeri yang konon maju macem Singapura, Hong Kong, mBeijing dll.

Tak bisa dipungkiri, kekemprohan warga mBetawi Raya ini memang sangatlah mblondrok sekali. Dengan anggunnya kekemprohan itu diperagakan melalui aliran sungai yang lebih tepat disebut The Giant Comberan. Atau melalui gunungan sampah yang dirubung laler dan belatung beraroma jumbleng. Atau kelakuan warga yang seenaknya ngidu wal meludah sak karepe jidat, atau mbuang ingus yang mungkin berpirus, atau mbuang hajat seenak pantat.

Selalu dan selalu sang kawan berkomentar, dengan beragam komentar melihat perilaku kemproh dan tidak disiplin warga mBetawi yang barusan ulang tahun ini. Misalnya :

“Wah, kalo di Singapur, ngidu kayak preman itu sudah didenda sekian dollar tuh.” katanya saat melihat preman ngidu nggilani yang didahului bunyi khoak-khoek yang meneror sistem antimuntah kita.

“Lhadalah, lha kali kok nggilaninya ngudubilah setan. Kayak gitu kok buat ciblon adus plus umbah-umbah. Opo gak gudigen orang-orang itu. Lhah, itu malah kumur-kumur buat gosok gigi… jian kumuh temen..” katanya saat melihat asiknya komunitas pengguna air Ciliwung yang sedang memanfaatkan hitamnya air Ciliwung untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Read More

Apa atawa Bagaimana?

Posted 10 Jul 2009 — by Mbah Dipo
Category Mampir Ngombe

Belum lama ini simbah menyaksiken satu acara di tipi tentang seni menyantap sushi. Makanan ala Jepang dan nJepangi banget ini ditayangkan dengan penuh seni. Simbah sebut nJepangi karena sesuai dengan karakter orang Jepang yang serba kemrungsung, sampai-sampai yang namanya makan gak nunggu dimasak. Pokoke langsung santlap. Mak nyuk…

Yang makan pun keliatan mantabh. Padahal yang namanya ikan laut, jangankan mentah, yang sudah mateng saja kadang amisnya masih nempel di tenggorokan. Maka simbah berusaha mendalami, bagaimana orang-orang Jepun itu bisa menyantap daging ikan yang amis itu dengan penuh kenikmatan.

Lain sushi lain lagi dengan jengkol. Makanan tradisional yang aromanya berpotensi memancing keusuhan ini termasuk makanan yang masih susah simbah mengerti mengapa disebut lezat oleh penggemarnya. Bahkan bibi simbah sendiri dan sebagian anggota keluarga simbah menjadikan jengkol ini sebagai cemilan wal snack di saat senggang. Tapi simbah yakin, jika mau belajar menikmati pasti akan ketemu juga titik kelezatannya.
Read More

Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian ketiga)

Posted 11 Jun 2009 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

theraphy-herbal-medicine

Salah Kaprah Terapi Herbal

Setelah jeda agak lama, simbah berusaha menulis lagi untuk menyambung pembahasan masalah testimoni yang cerdas. Entah mengapa jedanya agak lama. Lha ngurus anak lima masih cilik-cilik bau kencur, jahe dan temulawak itu ternyata mbikin pegel juga. Walaupun tetep menyehatkan di jiwa.

Simbah lanjutkan poin testimoni yang cerdas :

3. Jika ingin menunjukkan bahwa bahan herbalnya yang berkhasiat, jangan melaporkan testimoni yang ternyata pemakaiannya dikombinasi dengan obat kimia sintetis.

Satu contoh kasus: simbah pernah kedatangan pasien mengeluhkan penyakit jantung. Dia berobat ke ahli jantung. Diberi obat lalu dikonsumsi dengan teratur. Setelah minum secara rutin selama 3 hari, dia bilang ke simbah belum ada perubahan apa-apa. Lalu dia pergi ke pengobatan alternatip. Dia diberi ramuan jamu herbal yang katanya ampuh buat ngreparasi jantung. Baru sehari minum katanya sudah baikan.
Read More

Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian kedua)

Posted 22 May 2009 — by Mbah Dipo
Category Mertombo

theraphy-herbal-medicine

Salah Kaprah Terapi Herbal

Seperti janji simbah sebelumnya, sekarang kita mbahas lagi beberapa hal yang terkait dengan herbal. Simbah lanjutkan hal-hal yang kurang benar di dalam terapi herbal.

3. Kesalahan dalam penggolongan bahan herbal.

Di dalam sebuah iklan produk herbal di satu majalah Islam yang terbit secara Nasional (simbah tak etis kalau menyebut merk dan nama majalahnya), disebutkan dengan nada agak gegap gempita :

MENGHADIRKAN HERBAL TERBAIK KELAS DUNIA !!!

Setelah menyebutkan kata “Herbal Terbaik Kelas Dunia” ini disebutkanlah bahan yang dimaksud, yakni : Gamat…..!?!?
Sang pembuat iklan bukannya tak tahu Gamat itu apa. Disitu disebutkan Gamat adalah: Binatang invertebrata pemakan makan organik yang hidup di dasar laut.
Tak beda jauh dengan satu iklan di satu website, bahkan di sebagian website terkenal (kalau pingin tahu, tanya mbah google dengan keyword Gamat Bahan Herbal), disebutkan bahwa Gamat nama lainnya adalah Teripang atau Mentimun laut, dan dimasukkan ke dalam golongan herbal.

Simbah bukan ahli zoologi atau palaentologi. Tapi karena disebutkan disitu dengan jelas bahwa gamat adalah binatang invertebrata, seharusnya bahan ini bukan dimasukkan ke dalam bahan herbal. Mungkin karena nama lainnya Mentimun laut, maka ada yang memasukkannya ke dalam bahan herbal. Padahal kata herbal sendiri maknanya tumbuhan, bukannya binatang. Read More

Salah Kaprah Terapi Herbal (bagian pertama)

Posted 18 May 2009 — by Mbah Dipo
Category Bumbu Urip

Sekitar seminggu yang lalu simbah kedatangan pasien langganan simbah yang mengeluhkan sakit kepala hebat. Pasien ini adalah pasien lama yang rajin kontrol karena menderita tekanan darah tinggi. Namun sudah sekian lama ini pasien ini absen kontrol, baru hari itu njedhul wal nongol lagi.

Walhasil, setelah simbah ukur tensinya, ternyata tekanan darahnya mencapai angka 200 sistole dan 110 diastole. Simbah agak kaget, karena pada dua kali kontrol sebelumnya, sang pasien menunjukkan angka tekanan darah yang cenderung normal. Ha kok absen sekian lama, dumadakan tensinya menjadi njeblug ke ubun-ubun. Maka simbah pun menginterogasi:

“Obatnya apa nggak diminum tho pak?” tanya simbah.

“Begini dok,” katanya mulai menjelaskan. “Sudah lebih dari 2 minggu ini saya tidak lagi meminum obat yang biasa mbah dokter kasih. Saya sekarang beralih ke pengobatan herbal ala Nabi mbah, karena sekarang saya sedang menjalani terapi ke salah seorang ustadz.”

“Oo, begitu. Lantas yang memutuskan berhenti minum obat dari dokter bapak sendiri atau atas anjuran sang ustadz?”

“Semuanya atas anjuran ustadznya mbah. Bahkan saya sudah diruqyah, dan katanya memang pada diri saya ada 2 jin yang mengganggu sehingga tekanan darah saya nggak pernah normal. Ha wong diganggu jin terus.”

Read More

Page 1 of 1812345678...Last →